DETEKSI.co-Medan, Festival Medan Merdeka resmi digelar di Rumah Budaya Tangga, Jalan Letjen Suprapto No. 11, Medan, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang dirangkai dengan pameran foto dan bazar UMKM tersebut menjadi ruang bertemunya seniman, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, jurnalis, dan masyarakat.
Festival dibuka Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Medan, M. Oddi Batubara.
Ketua Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) M. Edison Ginting turut menghadiri kegiatan tersebut. PWPM juga ambil bagian dalam bazar UMKM melalui bidang UMKM yang diketuai Budi Lubis.
Turut hadir Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Khairiyah Lubis, Sekretaris Dinas Kominfo Kota Medan Budi Hariono, pengurus PWPM bidang UMKM Zulpiana, Amsari, Fitmen Panjaitan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutan tertulis Wali Kota Medan yang disampaikan M. Oddi Batubara, Rico mengapresiasi pelaksanaan Festival Medan Merdeka. Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang pameran dan pertunjukan, tetapi juga ruang untuk bertemu, bertukar gagasan, serta menampilkan karya.
“Festival ini bukan hanya menjadi ajang pameran dan pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang bagi para seniman, pelaku kreatif, akademisi, jurnalis, dan masyarakat untuk bertemu, bertukar gagasan, serta menunjukkan karya,” ujar Oddi.
Rico menilai tema “Medan Merdeka” memiliki makna yang luas. Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai momentum sejarah, tetapi juga keberanian untuk berpikir, menyampaikan gagasan, dan menghasilkan karya.
Menurutnya, kebebasan berpikir menjadi salah satu bagian penting dalam melahirkan kreativitas. Dari gagasan dan karya yang dihasilkan, masyarakat dapat melihat Kota Medan melalui berbagai sudut pandang.
“Dari kebebasan berpikir lahir gagasan dan karya. Dari keduanya, kita dapat melihat sebuah kota melalui sudut pandang yang mungkin selama ini tidak kita perhatikan,” katanya.
Ia menambahkan, Kota Medan memiliki kekayaan budaya yang dapat terus digali dan diwujudkan dalam berbagai bentuk karya. Karena itu, festival tersebut dinilai dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk berekspresi sekaligus memperkuat ekosistem seni dan kreativitas.
Rico juga mengajak generasi muda untuk tidak takut berkarya dan menyampaikan gagasan. Ia berharap masyarakat dapat mengambil peran dalam pembangunan Kota Medan melalui bidang yang ditekuni.
“Jangan takut untuk berkarya dan ragu untuk menyampaikan gagasan. Teruslah mengambil bagian dalam membangun Kota Medan melalui bidang yang kita tekuni masing-masing,” pesannya.
Sementara itu, Ketua PWPM M. Edison Ginting mengatakan keikutsertaan UMKM PWPM dalam Festival Medan Merdeka merupakan tindak lanjut atas undangan dari pengurus FJPI.
“PWPM diminta untuk mengisi bazar dalam kegiatan ini, sehingga bidang UMKM yang diketuai Budi Lubis mengambil peran. Alhamdulillah, aneka makanan ringan yang kita jajakan habis terjual di hari pembukaan ini,” ujar Ginting.
Menurutnya, keterlibatan PWPM tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat.
Ginting yang akrab disapa “Cobra” berharap Festival Medan Merdeka dapat memperkuat kolaborasi berbagai elemen masyarakat, khususnya insan seni, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, jurnalis, dan komunitas.
“Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi insan seni, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, jurnalis, serta masyarakat untuk menikmati sekaligus mengapresiasi berbagai karya dan gagasan kreatif,” pungkasnya.(Ril)


