DETEKSI.co-Lombok Tengah, Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya mendorong penguatan anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meningkatkan kemampuan pemerintah dalam menghadapi bencana.
Atalia menilai dukungan anggaran yang memadai penting untuk memperkuat mitigasi, penanganan, hingga pemulihan masyarakat setelah bencana terjadi.
Hal itu disampaikan Atalia saat meninjau kondisi pascakebakaran di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (28/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Atalia menyampaikan keprihatinannya atas kebakaran yang melanda kawasan Desa Adat Sade. Ia juga menilai dukungan terhadap BNPB perlu diperkuat agar penanganan bencana dapat dilakukan secara optimal.
“Dari sisi anggaran, kita perlu dukung agar terkait dengan anggaran bagi BNPB bisa dipastikan bertambah untuk waktu berikutnya,” ujar Atalia.
Menurut Atalia, penguatan anggaran harus berjalan bersamaan dengan peningkatan upaya mitigasi bencana. Ia mengapresiasi kerja sama berbagai pihak dalam menangani dampak kebakaran di Desa Adat Sade.
Atalia menjelaskan bahwa proses pemulihan Desa Adat Sade telah disusun dalam tiga fase.
Fase pertama berfokus pada keselamatan dan stabilisasi. Fase kedua diarahkan untuk memulihkan kehidupan masyarakat. Sementara fase ketiga ditujukan pada pembangunan kembali kawasan yang terdampak.
Namun, Atalia mengingatkan bahwa pemulihan tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik.
Menurutnya, keberlangsungan ekonomi warga juga harus menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Hal itu karena Desa Adat Sade merupakan kawasan wisata yang menjadi sumber penghasilan masyarakat setempat.
“Karena ini adalah daerah wisata, tentu penghasilan mereka itu dari sini. Ketika proses pemulihannya perlu waktu cukup lama, perlu dipikirkan bagaimana mereka yang tinggal di sini bisa memastikan kehidupannya kembali lebih cepat normal,” katanya.
Atalia turut menyoroti dampak kebakaran terhadap pelaku usaha di Desa Adat Sade.
Ia menyebut terdapat puluhan pelaku usaha yang terdampak, termasuk sekitar 69 art shop.
Terhentinya aktivitas usaha tersebut dinilai tidak hanya berdampak kepada pemilik usaha. Kondisi itu juga memengaruhi rantai ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata, termasuk para pengrajin.
“Rantai ekonominya berhenti ketika ini terjadi. Itu berefek pada daerah sekitar, termasuk para pengrajin,” ujar Atalia.
Karena itu, Atalia mendorong adanya skema bantuan yang dapat mempercepat pemulihan ekonomi keluarga yang bergantung pada aktivitas usaha di kawasan Desa Adat Sade.
Dengan adanya dukungan tersebut, masyarakat diharapkan dapat kembali memperoleh penghasilan dan menjalankan kegiatan ekonomi dalam waktu yang lebih cepat.
Selain pemulihan ekonomi, Atalia mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi NTB terhadap anak-anak yang terdampak bencana.
Ia berharap pemulihan sektor pendidikan dapat dipercepat sehingga anak-anak dapat kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
“Terima kasih atas perhatian Pemprov NTB bagi anak-anak. Mudah-mudahan nanti juga dipercepat proses untuk kembali ke sekolah,” pungkasnya.
Kunjungan Atalia Praratya tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap penanganan dan pemulihan masyarakat setelah kebakaran di Desa Adat Sade, dengan penekanan pada kebutuhan anggaran kebencanaan, pemulihan ekonomi warga, serta keberlanjutan pendidikan anak-anak terdampak.(Ril)


