DETEKSI.co-MESUJI, Pemerintah Kabupaten Mesuji bersama Kantor Cabang Bulog/Gudang Urusan Pangan Tulang Bawang, menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras kepada 26.808 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh wilayah Kabupaten.
Total beras yang dibagikan mencapai 804.240 kilogram, tersebar di 7 kecamatan dan 105 desa, yang terbagi dalam dua tahap penyaluran: Periode I pada Februari–Maret serta Periode II pada Juli, Agustus, hingga September tahun 2026.
Kegiatan penyaluran berlangsung di Balai Desa Agung Batin, Kecamatan Simpang Pematang, pada Jumat (11/9/2026).
Proses ini dipantau langsung oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Indra Kusuma Wijaya, M.M., didampingi Kepala Dinas Pangan Perikanan Dahuri, Santoni, S.P., Kepala Dinas PMD, Ketua TP PKK Kecamatan Simpang Pematang, perwakilan DWP, jajaran Satpol PP dan Damkarmat, staf Ekbang SDA, Camat Simpang Pematang, Kepala Desa Simpang Mesuji, serta para penerima manfaat.
Program CPP merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan, menjamin ketersediaan bahan pokok, sekaligus menjadi perlindungan sosial bagi warga yang membutuhkan, terutama di tengah tantangan ekonomi. Penyaluran berjalan tertib, transparan, dan terjadwal agar bantuan sampai merata tepat sasaran.
Beberapa warga penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih.
“Sangat berterima kasih kepada pemerintah. Bantuan ini sangat membantu meringankan beban kebutuhan makan sehari-hari kami, apalagi harga kebutuhan pokok belakangan ini terasa cukup berat. Semoga program baik ini terus berjalan dan kami berharap masyarakat bisa saling menjaga ketertiban serta keamanan lingkungan seperti yang selalu dihimbau,” ujarnya dengan penuh haru.
Dalam arahan yang disampaikan mewakili Bupati Mesuji, Asisten Indra Kusuma Wijaya menegaskan beberapa hal penting. Pertama, bantuan ini adalah bukti perhatian nyata pemerintah untuk meringankan beban pengeluaran warga serta memastikan kebutuhan pangan terpenuhi dengan baik.
Selain itu, ia juga mengingatkan tanggung jawab bersama terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan. “Pencegahan karhutla bukan hanya tugas aparat, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat. Saat musim kemarau ini, kita harus sangat waspada dan jangan pernah meninggalkan api sekecil apa pun tanpa pengawasan,” tegasnya.
Masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan darurat terpadu nomor 112 apabila menghadapi kejadian darurat seperti kebakaran, kecelakaan, tindak kejahatan, kekerasan dalam rumah tangga, dan hal mendesak lainnya.
Terkait keamanan lingkungan, ia mengajak warga menjaga suasana aman, tertib, dan kondusif. “Mari kita aktifkan kembali kegiatan ronda malam serta giatkan semangat gotong royong sebagai kearifan budaya leluhur kita, agar lingkungan tempat tinggal kita tetap aman, damai, dan sejahtera bersama,” pungkasnya.
(Yanguji)


