DETEKSI.co-Kupang, Studio Radio SKFM Kupang bersama Bidhumas Polda NTT menggelar talkshow interaktif bertema “Rise and Speak: Cegah, Laporkan, Hentikan Kekerasan Perempuan dan Anak” pada Jumat (26/9/2025).
Dialog berdurasi hampir dua jam ini menghadirkan Ps. Kanit PPA Ditreskrimum Polda NTT, AKP Fridinari D. Kameo, S.H., dipandu host Henda dan Shanty. Talkshow menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk memahami sekaligus bergerak menghentikan praktik kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dalam paparannya, AKP Fridinari menegaskan bahwa kekerasan tidak boleh dianggap sepele. Dari kekerasan seksual hingga perundungan di sekolah, semua memiliki dampak panjang terhadap korban.
“Bangkit dan bicaralah untuk sebuah kebenaran. Berani bicara berarti menyelamatkan sesama. Jangan pernah diam, karena diam justru memperpanjang luka,” tegas Fridinari.
Ia menjelaskan, banyak kasus di Kupang dan wilayah NTT terjadi karena korban takut atau malu melapor, padahal hak-hak mereka dilindungi undang-undang. Polri, kata dia, telah menyiapkan layanan Unit PPA di Polda maupun Polres jajaran dengan ruang ramah anak, konselor, hingga akses ke rumah aman.
Fridinari juga menekankan bahwa pencegahan adalah tanggung jawab bersama. “Sekolah, keluarga, tokoh agama, komunitas, hingga aparat penegak hukum harus bekerja sama menciptakan lingkungan aman bagi perempuan dan anak,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya edukasi seks sejak dini bagi anak, baik perempuan maupun laki-laki, agar mereka mampu melindungi diri sekaligus tidak menjadi pelaku kekerasan.
Suasana talkshow semakin interaktif ketika pendengar berpartisipasi melalui telepon dan media sosial, mulai dari berbagi pengalaman menyaksikan kasus KDRT hingga menanyakan prosedur pelaporan.
Fridinari menyampaikan, masyarakat dapat melapor langsung ke kantor polisi terdekat, melalui Call Center 110, atau nomor pengaduan 0812-3835-8696. Semua laporan akan ditangani secara serius dan profesional dengan mengutamakan keselamatan korban.
Talkshow ditutup dengan pesan penuh makna: “Rise and Speak. Bangkit dan bicaralah. Kekerasan bukan takdir, melainkan kejahatan yang harus kita hentikan bersama.”
Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam, sekaligus mempertegas komitmen Polri untuk hadir melindungi perempuan dan anak, serta mendorong lahirnya generasi NTT yang bebas dari kekerasan.(Net)


