Kamis, 29 September 2022

Dihadapan Konsul Negara Sahabat, Edy Rahmayadi Jelaskan Strategi Pulihkan Ekonomi Sumut

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menghadiri Malam Resepsi Kenegaraan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No. 41, Medan, Rabu Malam (17/8/2022). Turut hadir pada acara tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut, Konsulat Jenderal Negara-Negara Sahabat, serta Tokoh-Tokoh Masyarakat, Agama dan Adat.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menghadiri Malam Resepsi Kenegaraan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No. 41, Medan, Rabu Malam (17/8/2022). Turut hadir pada acara tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut, Konsulat Jenderal Negara-Negara Sahabat, serta Tokoh-Tokoh Masyarakat, Agama dan Adat.

DETEKSI.co-Medan, Gubermur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi targetkan pertumbuhan ekonomi 5,3% di tahun 2023. Melihat pergerakan perekonomian Sumut yang positif dan infrastruktur yang membaik Edy Rahmayadi optimis hal tersebut bisa dicapai.

Hal inI diungkapkan Edy Rahmayadi saat Malam Resepsi Kenegaraan HUT ke-77 Kemerdekaan RI di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Rabu (17/8) malam. Walau tantangan saat ini sulit, menurutnya kerja keras semua pihak akan membuahkan hasil yang maksimal.

“Secara bertahap kita terus tumbuh, sekarang sudah 4,7 (triwulan II 2022), targetnya 5,3% di 2023. Kita kejar walau saat ini kondisi memang sedang sulit,” kata Edy Rahmayadi saat memberikan sambutan.

Pemprov Sumut saat ini sedang berupaya meningkatkan infrastruktur terutama jalan. Edy Rahmyadi berharap infrastruktur yang dibangun bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi Sumut.

“Kita sedang berupaya meningkatkan Infrastruktur terutama jalan untuk mendorong perekonomian kita. Dengan jalan yang bagus cost distribusi barang akan lebih kecil dan memperlancarnya,” kata Edy Rahmayadi yang hadir bersama Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis.

Walau begitu, masih ada beberapa pekerjaan rumah (PR) yang perlu diselesaikan seperti masalah stunting dan tenaga kerja. Stunting di Sumut masih berada di peringkat 5 menurut data studi SSGI tahun 2021 dengan prevalensi di atas 30%.

Sementara itu tingkat pengangguran di Sumut juga masih di sekitar 1 juta orang menurut Edy Rahmayadi. Walau sempat menurun ke angka 800 ribu orang di tahun 2019, pandemi memaksa peningkatan angka pengangguran Sumut.

“Sekitar 30 dari 100 anak yang lahir di Sumut stunting menurut data tahun 2021. Ada juga peningkatan angka pengangguran setelah pandemi. Ini tugas kita bersama, tetapi saya percaya akan terus membaik karena kita fokus menyelesaikan masalah ini,” tambah Edy Rahmayadi.

Sementara itu, Konsul Malaysia Jeneral untuk Medan Aiyub Bin Omar percaya Sumut akan terus maju. Dia juga berharap pembangunan infrastruktur Sumut berjalan dengan baik sehingga memberikan dampak besar ke masyarakat.

“Indonesia tumbuh menjadi negara dengan kekuatan ekonomi yang kuat di Asia Tenggara, begitu juga Sumut. Kami percaya di bawah kepemimpinan Pak Edy Rahmayadi Sumut semakin baik dan pembangunan infrastruktur yang cemerlang,” kata Aiyub Bin Omar mewakili Konsul negara sahabat yang jadi pada acara ini.

Acara berlangsung khidmat dan ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Gubernur Sumut. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan musik etnik Sumut bersama Putri Sumut Sarah Panjaitan.

Malam Resepsi Kenegaraan HUT Kemerdekaan RI dihadiri lengkap pemimpin-pemimpin Sumut antara lain Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Kapolda Sumut Irjen Pol. RZ. Panca Putra Simanjuntak, Pangdam I/BB Mayjen TNI Daniel Achmad Chardin, Kajatisu Idianto dan unsur Forkopimda lainnya. Hadir juga Konsul Jeneral negara sahabat antara lain Singapura, Jepang, Cina, Turki, India, Amerika, Jerman, Belanda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat. (Irwan Ginting)