Evaluasi BUMD Medan Dipacu, Rico Waas Tekankan Transparansi dan Maksimalkan Aset

DETEKSI.co-Medan, Evaluasi BUMD Medan menjadi fokus utama dalam rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan I 2026 yang dipimpin Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Rapat berlangsung di rumah dinas wali kota dengan melibatkan jajaran pimpinan perangkat daerah serta direksi Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan.

Evaluasi BUMD Medan ini dihadiri Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Citra Effendi Capah, serta unsur terkait lainnya di lingkungan Pemko Medan.

Dalam arahannya, Rico Waas menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan BUMD, khususnya dalam pemanfaatan aset daerah dan skema kerja sama. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak akan mencampuri teknis operasional, namun tetap menjalankan fungsi supervisi.

“Silakan bekerja sama dengan pihak mana pun, tetapi tetap harus ada notifikasi untuk supervisi,” ujarnya.

Rico juga meminta seluruh bentuk kerja sama, termasuk sewa-menyewa, dilakukan secara transparan, sesuai regulasi, dan didukung penilaian appraisal independen. Hal ini dinilai penting agar nilai aset milik daerah bisa dimaksimalkan.

“Saya tidak mengintervensi teknis, tapi saya ingin hasilnya maksimal. Jangan ambil yang minimal,” tegasnya.

Menurutnya, aset strategis yang berada di pusat Kota Medan harus dikembangkan dengan konsep besar, terukur, dan mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi daerah.

Untuk mempercepat proses pengambilan keputusan, Rico meminta seluruh dokumen teknis dan aspek hukum segera diserahkan. Ia juga menyoroti pentingnya kesamaan tafsir antara BUMD dan Pemko melalui kajian hukum yang komprehensif.

Selanjutnya, pembahasan akan difokuskan melalui tim kecil guna mencari solusi terbaik sesuai aturan yang berlaku.

“Mana jalan tengahnya, itu yang kita ambil. Setelah itu kita keluarkan edaran agar tidak ada perdebatan,” katanya.

Rico Waas juga mendorong BUMD agar aktif mencari investor serta terus menghadirkan inovasi, tanpa mengabaikan ketentuan hukum. Ia menargetkan dalam waktu dekat sudah ada arah kebijakan yang jelas untuk mempercepat pengembangan BUMD di Kota Medan.

Sementara itu, Direktur Utama PUD Pembangunan Kota Medan, Septianus Bate’e, melaporkan bahwa hingga triwulan I 2026 pihaknya telah menjalankan tiga dari empat unit usaha yang dimiliki.

Ia juga menyampaikan adanya peningkatan pendapatan dari kerja sama pengelolaan parkir di PKTM, yang naik dari sekitar Rp30 juta menjadi Rp60 juta per bulan. Peningkatan tersebut turut diikuti dengan perbaikan infrastruktur oleh pihak investor.

Untuk pengembangan lain, seperti kawasan PKTN, kolam renang, dan fasilitas olahraga, masih dalam tahap komunikasi dan kajian melalui studi kelayakan.

Selain itu, terdapat proposal investasi untuk Kolam Renang Deli, rencana pengembangan Medan Zoo yang akan difokuskan pada satwa endemik Sumatera melalui kerja sama dengan Taman Safari Indonesia, serta pengelolaan Rusunawa di Medan Amplas yang saat ini telah terisi penuh.

Pemko Medan menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh pengelolaan BUMD berjalan profesional, transparan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pendapatan daerah.(Red/d)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']