Gubsu Bobby Saksikan Pidato Prabowo, Capaian Nasional Disorot

DETEKSI.co-Medan, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut menyaksikan pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR Tahun 2026.

Bobby Nasution dan Forkopimda mengikuti kegiatan tersebut secara virtual dari Gedung Sidang Paripurna DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memaparkan sejumlah capaian pemerintah selama satu tahun kepemimpinannya. Salah satu yang disorot adalah percepatan target swasembada pangan.

Prabowo mengatakan target swasembada pangan yang sebelumnya diproyeksikan tercapai dalam empat tahun berhasil diwujudkan dalam waktu satu tahun.

Menurut Presiden, capaian tersebut diraih di tengah tantangan krisis pangan global dan cuaca ekstrem.

Indonesia disebut telah mencapai swasembada delapan komoditas utama, yaitu beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Sementara swasembada daging sapi dan kerbau ditargetkan tercapai dalam lima hingga enam tahun mendatang.

Pemerintah juga memangkas 145 aturan yang dinilai menyulitkan penyaluran pupuk. Kebijakan tersebut disebut membuat harga pupuk turun hingga 20% dan meningkatkan ketersediaannya bagi masyarakat.

Di sektor energi, pemerintah menyampaikan capaian swasembada bahan bakar minyak jenis solar melalui produksi diesel B50 berbasis kelapa sawit.

Mulai 1 Juli 2026, Indonesia disebut telah menghentikan impor solar dari luar negeri. Kebijakan tersebut diklaim mampu menghemat devisa hingga Rp170 triliun atau sekitar US$9,5 miliar.

Pemerintah juga membangun kekuatan ekonomi masyarakat melalui program Koperasi Desa Merah Putih.

Sebanyak 10.000 unit koperasi telah didirikan. Dari jumlah tersebut, 3.300 koperasi disebut telah beroperasi secara optimal, dengan target 30.000 koperasi beroperasi penuh pada akhir 2026.

Koperasi tersebut dirancang untuk menguasai rantai pasok domestik sekaligus menyalurkan barang subsidi kepada masyarakat secara tepat sasaran.

Pemerintah juga melakukan penyesuaian bagi hasil bagi pengemudi ojek online.

Porsi pendapatan pengemudi disebut meningkat dari sebelumnya 80% menjadi 92% dari hasil kerja mereka.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat bawah.

Di sektor BUMN, pemerintah melakukan restrukturisasi terhadap perusahaan negara yang dinilai tidak produktif dan merugikan negara.

Sebanyak 290 perusahaan negara disebut telah ditutup. Langkah tersebut diklaim menghemat biaya overhead hingga Rp50 triliun yang berasal dari gaji direksi dan komisaris, sewa, serta perjalanan dinas.

Pemerintah menargetkan penghematan mencapai Rp77 triliun pada akhir Desember 2026.

Sejumlah BUMN juga mencatatkan peningkatan laba bersih. PT Semen Indonesia disebut naik 48,9%, PT Pertamina 86%, PT Pegadaian 84,4%, dan PT Pelindo 60,4%.

Pemerintah juga melakukan reaktivasi terhadap puluhan armada pesawat Garuda Indonesia.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia tetap bertahan di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Sepanjang 2025, realisasi investasi disebut mencapai Rp1.931 triliun dan menyerap lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.

Sementara pada semester pertama 2026, investasi mencapai Rp1.010 triliun dan menciptakan 1,4 juta lapangan kerja baru.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I dan semester pertama 2026 tercatat sebesar 5,45%. Angka tersebut disebut sebagai pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 6% pada akhir 2026 melalui kebijakan yang dinilai rasional dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Menutup pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan pembangunan Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah pusat.

Pembangunan membutuhkan kerja sama seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, serta masyarakat.

Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia memperkuat kemandirian bangsa demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Bagi Pemerintah Provinsi Sumut, kehadiran Bobby Nasution bersama Forkopimda dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari mengikuti agenda kenegaraan dan mendengarkan langsung penyampaian Presiden mengenai arah serta capaian pembangunan nasional. (Ril)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']