Jembatan Putus, Siswa di Tukka Digendong Seberangi Sungai 

DETEKSI.co-Tapteng, Banjir susulan yang melanda pada Sabtu (26/9/2026) telah merobohkan Jembatan Rambing di Dusun Borotan, Kelurahan Bonalumban, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengakibatkan akses penghubung warga terputus total.

Tanpa jembatan, puluhan siswa yang hendak bersekolah terhalang sungai yang berarus. Mereka terpaksa harus melepaskan sepatu, menggulung sebagian celana agar dapat melewati sungai Siaili tetap bisa mengikuti pembelajaran.

Melihat kesulitan siswa, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng, berinisiatif menggendong para siswa agar tidak basah saat menyebrangi sungai.

“Perahu dibuat terlalu dangkal, jadi kami buat dengan cara menggendong,” ucap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapteng, Erianto Tambunan, di Tukka, Selasa (29/9/2026).

Sabar Tambunan (44), warga setempat, mengungkapkan, bahwa menyebrangi sungai merupakan cara satu-satunya menaklukkan akses utama yang menghubungkan Dusun Borotan menuju jalan Kelurahan Bonalumban.

Sebelumnya, sekira 65 rumah dengan ratusan warga yang berdiam di sana sepenuhnya bergantung pada jembatan penyeberangan yang telah roboh tersebut.

Jembatan Rambing yang menjadi akses penghubung itu pun putus dihantam terjangan air setinggi 3 meter membawa material sedimen banjir.

“Sebelumnya akses lain ada, ada dulu jembatan tapi sudah rusak belum diperbaiki sudah setahun lamanya,” sebutnya.

Warga mendesak pemerintah segera membangunkan jembatan darurat mengingat aktivitas warga sehari-hari mulai dari bekerja, anak bersekolah, mendapat fasilitas kesehatan terasa lebih sulit.

“Kalau bisa dipercepatlah karena akses lorong tiga dan lorong empat menjadi susah,” pintanya. (Rosianna Hutabarat)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']