DETEKSI.co-Medan, Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) kembali menunjukkan komitmennya membantu masyarakat kurang mampu melalui kegiatan Jumat Barokah yang digelar di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Jumat (24/7/2026). Memasuki usia ke-7 tahun, KSJ tetap menjalankan aksi sosial dengan menyasar langsung warga dhuafa yang benar-benar membutuhkan bantuan.
KSJ Medan menjalankan kegiatan tersebut sesuai arahan Pendiri dan Pembina KSJ, H. Ikhwan Lubis, SH., MH., yang menekankan agar setiap bantuan diberikan secara tepat sasaran. Dalam pelaksanaannya, tim Jurnalis KSJ yang dikoordinatori Boim Koswara mendatangi rumah-rumah warga setelah sebelumnya melakukan survei untuk memastikan kondisi penerima bantuan.
Boim Koswara mengatakan, peringatan hari jadi ke-7 KSJ menjadi momentum untuk terus menjaga konsistensi gerakan kemanusiaan yang selama ini dijalankan organisasi tersebut.
Menurutnya, tim Jurnalis KSJ tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan penerima merupakan warga yang benar-benar hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan.
“Memasuki usia ke-7 KSJ, kami tetap menjalankan amanah pembina agar bantuan diberikan tepat sasaran. Sebelum turun ke lapangan, kami terlebih dahulu melakukan survei terhadap kondisi warga yang layak menerima bantuan,” ujar Boim.
Dalam kegiatan tersebut, tim membawa puluhan karung beras untuk dibagikan kepada sejumlah warga dhuafa, termasuk anak yatim dan lansia yang berada dalam kondisi ekonomi memprihatinkan.
Salah satu penerima bantuan adalah Ibu Novi, warga yang sebelumnya sempat menjadi perhatian di media sosial karena kondisi kehidupannya. Ia tinggal di sebuah gubuk sederhana dan mencari nafkah sebagai tukang tambal ban.
Namun, kondisi ekonomi Ibu Novi semakin sulit setelah kompresor yang digunakannya untuk mengisi angin ban dilaporkan hilang akibat dicuri. Sejak saat itu, ia harus menggunakan pompa tangan untuk melayani pelanggan demi memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain Ibu Novi, bantuan juga diberikan kepada Nek Sutarti serta beberapa warga dhuafa lainnya yang dinilai hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan.
Boim berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para penerima sekaligus menjadi bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap apa yang kami lakukan bersama KSJ dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Pendiri dan Pembina KSJ, H. Ikhwan Lubis, SH., MH., kembali mengingatkan seluruh relawan agar kegiatan sosial yang dilakukan semata-mata dilandasi niat membantu sesama, bukan untuk mencari popularitas maupun kepentingan politik.
Ia menegaskan, selama tujuh tahun KSJ terus menjalankan program Jumat Barokah dengan fokus membantu kaum dhuafa, anak yatim, dan para janda yang membutuhkan.
Menurut Ikhwan Lubis, semangat berbagi harus tetap dijaga tanpa bergantung pada pujian ataupun kepentingan lain. Ia meyakini bahwa niat tulus untuk membantu sesama akan selalu membuka jalan kemudahan dalam menjalankan kegiatan sosial.
“Selama tujuh tahun kami berusaha menjaga amanah ini. Harapan kami, KSJ tetap konsisten menjalankan visi dan misi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. (Boim)


