Menhan Sjafrie Bekali Pasis Seskoad dengan Strategi Pertahanan Modern dan Kepemimpinan Tangguh

DETEKSI.co-Bandung, Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Selasa (21/7/2026). Kuliah ini menjadi bagian dari pembentukan calon pemimpin TNI Angkatan Darat yang profesional, adaptif, berkarakter, dan memiliki wawasan strategis.

Menhan Sjafrie hadir didampingi Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan), Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas), Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaharwat), Direktur Jenderal Strategi Pertahanan, serta Kepala Biro Tata Usaha dan Protokol Kementerian Pertahanan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Pangdam III/Siliwangi, Komandan Seskoad Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo, S.I.P., M.Tr. (Han.), para pejabat utama Seskoad, para Patun, dosen, dan seluruh Perwira Siswa Dikreg LXVIII.

Dalam pemaparannya, Menhan Sjafrie menegaskan bahwa pendidikan di Seskoad tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga memperluas wawasan strategis para perwira agar mampu menghadapi dinamika lingkungan pertahanan yang terus berkembang.

Ia menjelaskan, pengembangan kualitas kepemimpinan harus dibangun melalui tiga pilar utama, yakni education and training, operational assessment, serta self development. Ketiga aspek tersebut dinilai penting agar setiap perwira memiliki kemampuan beradaptasi terhadap berbagai tantangan tugas di masa depan.

Selain peningkatan kompetensi, Menhan mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai perjuangan Generasi 45 sebagai fondasi pengabdian kepada bangsa dan negara. Menurutnya, patriotisme, nasionalisme, dan profesionalisme harus menjadi karakter utama setiap prajurit TNI.

Ia juga menekankan bahwa seorang pemimpin militer harus memiliki integritas tinggi, loyal kepada negara, berani mengambil keputusan, bertanggung jawab atas setiap tindakan, serta selalu berpedoman pada konstitusi dan kepentingan nasional.

Dalam kuliah umum tersebut, Menhan turut memperkenalkan konsep Perisai Trisula Nusantara, yaitu strategi pertahanan defensif aktif yang mengintegrasikan kekuatan matra darat, laut, dan udara dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Konsep tersebut, menurut Menhan, menjadi salah satu arah transformasi TNI menuju kekuatan pertahanan yang modern, profesional, dan adaptif dalam menghadapi tantangan pertahanan di masa mendatang.

Menhan juga mengingatkan para Perwira Siswa agar memahami perkembangan lingkungan strategis global, perang informasi, serta dinamika geopolitik yang semakin kompleks. Kemampuan membaca perubahan situasi dinilai menjadi bekal penting bagi calon pemimpin TNI.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki ketajaman analisis, keberanian mengambil keputusan, kemampuan membangun satuan, serta tanggung jawab penuh terhadap tugas yang diemban. Kompetensi tersebut akan menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan pertahanan nasional.

Di akhir kuliah umum, Menhan mengajak seluruh Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Tahun Anggaran 2026 untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga kehormatan institusi, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, serta tetap setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan seluruh rakyat Indonesia. (Ril)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']