Beranda blog Halaman 1899

Bupati Nias Barat Kukuhkan Pengurus LBNB Masa Bakti 2021 – 2026

0

DETEKSI.co – Nias Barat, Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu kukuhkan Pengurus Lembaga Budaya Nias Barat (LBNB) Masa Bakti 2021-2026. Bertempat di Aula Soguna Ba Zato, Selasa (13/07/2021).

Acara pengukuhan ini dihadiri oleh Bupati Nias Barat, Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala Perangkat Daerah dan jajaran dan para Tokoh dan para pengurus dan anggota LBNB Nias Barat.

Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu dalam Arahannya menyampaikan Lembaga Budaya Nias Barat merupakan lembaga publik yang berperan dalam pengembangan budaya, ilmu pengetahuan lingkungan dan pendidikan pada masyarakat yang dilakukan secara sistematis, terencana, terpadu, berkelanjutan dan bertanggung jawab dengan tetap memberikan perlindungan terhadap nilai-nilai agama, budaya yang hidup dalam masyarakat serta kepentingan nasional sebagaimana tercermin pada Undang- Undang Nomor 05 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Jelasnya.

Selanjutnya, Warisan budaya merupakan salah satu aset yang harus dipertahankan dan dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata. Warisan budaya ini tentunya menduduki peranan penting, mengingat trend wisata budaya berbasis kebudayaan lokal saat ini menjadi semakin menguat ditengah berkembangnya trend destinasi digital. Salah satu indikator kesuksesan penyajian warisan budaya berada pada peranan Lembaga Budaya Nias Barat yang akan kita kukuhkan hari ini, Tuturnya.

Peran lembaga budaya Nias Barat (LBNB) adalah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia bidang pariwisata dan kapasitas masyarakat untuk melestarikan budaya daerah serta mampu mengajarkan dan menghidupkan kembali kreatifitas dan meningkatkan keterampilan budaya lokal.

Dalam hal melestarikan budaya daerah khususnya Kabupaten Nias Barat menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengembangkannya, agar tetap terjaga dan dikenal masyarakat luas khususnya Kabupaten Nias Barat dan terlebih-lebih di luar Kabupaten Nias Barat ini, bahkan ditingkat nasional, Bupati mengakhiri. (Utema Gulo)

Pemberlakuan PPKM Darurat, Beberapa Ruas Jalan di Medan Sepi dan Warkop Tutup

0

DETEKSI.co – Medan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sesuai Surat Edaran Wali Kota Medan Nomor 443.2/6134 dan pengoptimalan Posko Penanganan Covid-19 dari tingkat Kelurahan guna Pengendalian Penyebaran klaster baru di Kota Medan. Maka Pemerintah Kota (Pemko) Medan sudah melakukan penyekatan di beberapa titik pintu masuk Kota Medan, yang mana secara efektif di mulai pada Senin (12/7/2021) malam.

Tidak main main, sesuai pantauan awak Media pada Selasa (13/7/2021) malam, terlihat di beberapa ruas jalan medan terlihat sepi aktifitas. Hal ini di tunjukan sepinya Jalan Thamrin, Jalan Listrik, Jalan Guru Patimpus dan Jalan Gatot Subroto.

Bahkan salah seorang penjaja rokok di kaki lima di Jalan Gajah Mada Ujungpun terpaksa menutup dagangannya petang hari, karena takut terkena pelanggaran PPKM Darurat.

Salah seorang yang mengaku bernama Adi (44) berprofesi sebagai pedagang rokok kaki lima kepada awak media Selasa (13/7/2021) mengatakan ” kami sudah tutup jualan mulai petang tadi, karena takut kena razia petugas Covid. Kami rela tutup lebih cepat dengan harapan lebih cepat pula covid ini selesai agar usaha bisa berjalan normal kembali. Kalau berlarut larut seperti ini kan khawatir juga bagaimana menghidupi keluarga kami nantinya.” pungkasnya singkat.

Di lain pihak Rizky (24) warga Kelurahan Sidorejo Hilir Kecamatan Medan Timur, yang berprofesi sebagai pelayan warung kopi (warkop) di Jalan Tempuling mengeluhkan kalau dirinya sekarang tidak bekerja lagi setelah pemberlakuan PPKM Darurat. Karena tempatnya bekerja disamping tutup lebih cepat juga mengurangi tenaga kerja.

” ya bang, sementara ini kami di liburkan dahulu, karena banyak warkop yang membatasi waktu jualanya takut terkena razia.” keluhnya kepada awak media Selasa (13/7/2021). (sby)

Bupati Vandiko Minta Tim Gugus dan Kepala Desa Membentuk Posko Siaga Covid-19

0

DETEKSI.co – Samosir, Bupati Samosir Vandiko Gultom meminta agar tim gugus dan kepala desa untuk membentuk Posko Siaga Covid-19 di desanya masing-masing. Posko ini terdiri dari unsur desa dibantu Babinsa, Babinkamtibmas dan tenaga kesehatan. Diharapkan posko ini dapat mengawasi aktivitas warganya secara ketat, dan mengingatkan warga untuk tidak melakukan aktifitas diatas pukul 20.00. Dan, menghadapi Hari Raya Idul Adha yang akan datang, diminta para kepala desa untuk mengimbau warga atau keluarga di luar Samosir untuk menunda kedatangannya ke Samosir mencegah penyebaran Covid-19.

Bupati Vandiko memintanya dalam arahan pada pelaksanakan Gerakan Gempur Covid-19 secara serentak di Samosir yang juga dihadiri Wakil Bupati Samosir Martua Sitanggang bersama Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon, Danramil Pangururan Kapt Inf Donald Panjaitan, Kajari Samosir diwakili Roland Tampubolon, Asisten II dan Pimpinan Perangkat Daerah di Kantor Bupati Samosir,  Selasa (13/7).

Gempur Covid ini dilaksanakan di seluruh desa di Kabupaten Samosir secara intensif sampai 20 Juli 2021, dengan agenda pembagian masker dan hand sanitizer, operasi yustisi dan sosialisasi Inbup Nomor 1 Tahun 2021 dan penyemprotan disinfektan, khususnya desa yang ditetapkan sebagai Zona Merah Covid-19.

Bupati menyampaikan bahwa dalam beberapa minggu terakhir terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Samosir. Untuk itu, gerakan ini bertujuan menekan angka penularan Covid-19, terutamanya di 9 desa yang masuk dalam Zona Merah dan Zona orange. Bupati berharap Tim Satgas yang diterjunkan ke lapangan agar benar-benar melaksanakan protokol kesehatan, dan meminta kepala desa untuk memonitoring mobilitas warganya, terkhusus juga untuk warga yang menjalani isolasi mandiri. (en)

Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon: Kita tidak Bisa Underestimate Terhadap Kasus Covid 19

0

DETEKSI.co – Samosir, Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon, SH, MH menegaskan bahwa kita tidak bisa underestimate terhadap kasus Covid-19 karena terdapat peningkatan yang cukup signifikan.  Kita melaksanakan kegiatan Gempur Covid-19 secara serentak untuk mengatasi penyebaran Covid-19 yang secara nasional peningkatan kasusnya cukup tinggi. Medan dan Sibolga sekarang zona merah level 4.

Kapolres Josua Tampubolon menegaskannya dalam Pelaksanaan Gerakan Gempur Covid19 secara serentak di wilayah Kabupaten Samosir1, Selasa (13/7) di Aula Kantor Bupati Samosir, Pangururan yang juga dihadiri Bupati Samosir Vandiko T Gultom, ST, mewakili Kajari Roland Tampubolon, SH, mewakili Dandim 0210/TU Danramil Pangururan Kapt Inf Donald Panjaitan, Wakil Bupati Drs Martua Sitanggang, MM, Asisten II Drs Saul Situmorang, MM, Kabag Sumda Polres Kompol Binsar Pakpahan, Pimpinan OPD Pemkab Samosir, para Kasat Polres Samosir dan para staf Pemkab Samosir

Ada 4 desa yang sudah zona merah di Samosir, lanjut Kapolres, yakni Desa Sigaol Simbolon Kec. Palipi, terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 6 KK (11 orang), Desa Salaon Toba Kec. Ronggurnihuta, terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 18 KK (29 orang), Desa Pangaloan Kec. Nainggolan, terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 13 KK (36 orang) dan Desa Pananggangan Kec. Nainggolan, terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 7 KK (10 orang). Untuk itu, kita harus fokus melaksanakan 3T di lapangan, ajaknya.

Sasaran Gempur Covid-19 ini selain berdasarkan zona yang ditetapkan, sasaran lainnya adalah pada kantor-kantor pelayanan publik seperti Dukcapil, Samsat, PLN, BPJS, pajak, bank dll.

Arahan Kapolda Sumut sendiri menyatakan perlunya penelusuran tehadap masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19, agar dilakukan penyemprotan secara masif, melakukan pendataan terkonfirmasi positif Covid-19 yang akurat, melaksanakan Ops Yustisi secara kontiniu,
melaksanakan imbauan prokes kepada masyarakat, melakukan pengawasan dan membatasi semua kegiatan pertemuan sosial masyarakat di lingkungan/dusun agar tidak terjadi kerumunan yang menyebabkan klaster baru dan agar seluruh daerah melakukan penyekatan-penyekatan pembatasan kegiatan Masyarakat PPKM Mikro.

Pos penyekatan PPKM Mikro akan dilakukan juga di Tele, Pelabuhan Simanindo, Pelabuhan Tomok dan Ambarita, lanjut Kapolres sembari menambahkan perkembangan Covid 19 di Samosir semakin meningkat secara signifikan dimana terdapat kasus terkonfirmasi saat ini sebanyak 210,  terdapat penambahan per hari 30 kasus.

Gempur Covid 19 yang dilaksanakan saat ini dengan sasaraan desa – desa yang masuk zona merah  dengan melakukan penyemprotan desinfektan. Secara umum dan khusus, akan ada  razia masker di jalan – jalan umum yang aktivitas masyarakatnya yang cukup tinggi dan padat.  Selain razia masker juga melaksanakan imbauan-imbauan dan secara khusus nantinya Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa bersama kepala desa door to door ke rumah-rumah yang terkonfirmasi Covid 19 untuk dilakukan pengawasan.

Bupati Samosir Vandiko T Gultom, ST yang membuka Gempur Covid 19 ini menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Kapolda yang didelegasikan kepada  Kapolres atas kegiatan Gempur Covid 19, yang sangat membantu Pemkab Samosir dalam pencegahan Covid 19 di Kabupaten Samosir.

Gempur Covid 19, ditambahkan Vandiko, akan dilaksanakan di 5 Desa Orange dan 4 Desa Zona Merah dan meminta agar disampaikan kepada kepala – kepala desanya untuk memonitor mobilitas warga desanya. Hal penting yang perlu kita ketahui bersama bahwa sebentar lagi akan merayakan Idul Adha dimana perlu penekanan dari kita kepada warga masyarakat khususnya yang beragama Muslim agar tidak mengundang keluarga yang dari luar Kabupaten Samosir ke wilayah kita guna mencegah peningkatan kasus terkonfirmasi Covid19 di Kab.Samosir.

Selanjutnya,  pada pukul 11.30 wib, Forkopimda Samosir memonitor kegiatan  Gerakan Gempur Covid – 19 di salah satu Desa Zona Merah yakni Desa Sigaol Simbolon, Palipi yang mana masyarakat yang terkonfirmasi Positif Covid – 9 Orang sebanyak 9 KK. Dalam monitoring tersebut Forkopimda juga memberikan arahan kepada masyarakat yang sedang melaksanakan tracing.

Usai memberikan arahan, Forkopimda melaksanakan penyemprotan disinfektan terhadap rumah – rumah masyarakat yang berada di Desa Sigaol Simbolon, Palipi  yang juga dilakukan serentak di sembilan kecamatan yang ada di Samosir,  terutama di desa-desa yang terindikasi Zona Merah dan Zona Orange. (en)

Kedatangan Sang Pejuang Dhuafa Membuat Warga Desa Kapal Merah Menangis Terharu

0

DETEKSI.co – Batu bara, Desa Kapal Merah berada di   sebelah timur laut perbatasan antara Kabupaten Batu bara dan Kabupaten Asahan  menjadi perjalanan terjauh dan jalan dilalui sangat Extrim bagi rombongan Polres Batu bara dan Komunitas Sedekah Jum’at (KSJ).

Diketahui bahwa desa yang sangat terpencil ini berada di satu kecamatan Nibung hangus Kabupaten Batu bara yang dihuni kurang lebih 700 penduduk yang mayoritas berpenghasilan sebagai petani dan berkebun.

Desa ini pun tergolong zona hijau di masa Pandemi Covid 19 dan menjadi desa unggulan dalam penghasil Kelapa dan pisang barangan setelah musim Pandemi  Covid 19.

Namun terpuruknya ekonomi masyarakat akibat dampak Pandemi Covid 19 membuat masyarakat yang berpenghasilan rendah ini di tambah lagi selama beberapa bulan tidak ada bantuan Pemerintah membuat masyarakat menjerit dan memohon pertolongan dengan di unggah nya berita tentang derita para masyarakat terisolir dan jauh dari pantauan pemerintah kabupaten.

Warga Desa Kapal Merah juga berharap Sang Pejuang Dhuafa yang terkenal sebagai sosok ayah warga miskin ini datang ke Desa ini dengan harapan mengenal lebih dekat dan menceritakan kelih kesah warga.

Mendengar keluhan Masyarakat pada Senin (12/7/2021) malam saat unggahan posting warga dan pemberitaan media Sosial, dengan respon cepat Sosok Kapolres AKBP Ikhwan Lubis SH.MH yang terkenal dengan sebutan sang Pejuang Dhuafa langsung mempersiapkan segala sesuatunya yang di harapkan masyarakat Desa kapal merah pada Selasa Pagi (13/7/2021) untuk melakukan kunjungan ke desa tersebut dengan menempuh perjalanan panjang hingga 2, 5 Jam untuk sampai ke lokasi.

Kapolres AKBP Ikhwan Lubis SH.MH mengatakan kepada awak media yang ikut dalam perjalanan dan kegiatan tersebut, Bahwa dengan niat yang baik dan Niat membantu mereka tak ada kata jauh dan lelah, mereka masyarakat kita yang memang pantas untuk kita bantu, memang di masa Pandemi Covid 19 ini dampaknya sangat luar biasa, apalagi bagi mereka yang berada di desa yang sangat sulit di jangkau karena akses jalan yang rusak dan belum di aspal, membuat mereka jauh untuk melancarkan perekonomian Desa Kapal merah ini. Disamping itu larangan larangan dan ketegasan pemerintah membuat semakin sulitnya mereka untuk beraktifitas.

Semua ini harus kita perhatikan, Saya bersama rombongan akan terus lakukan kegiatan Bhakti sosial ini juga nantinya kepada warga warga yang seperti ini di seluruh kab. Batu bara, Harapan saya kepada seluruh pihak agar selalu memperhatikan dan membantu mereka khususnya anak anak yatim janda dan kaum Dhuafa, ungkap Kapolres.

Dihalaman kantor Desa Kapal Merah masyarakat yang antusias ingin bertemu sosok Pejuang Dhuafa mereka menangis saat Waka Polres Kompol Rudi Chandra SH.MM menerangkan bagaimana rasanya menjadi warga miskin dan menjadi yatim piatu, saat para anak yatim dan Piatu melakukan do’a untuk orang tua mereka yang telah tiada, saat itu pula masyarakat dan para personil kepolisian serta aparat desa meneteskan air mata dan tak kuasa menahan kesedihan anak anak yatim yang di tinggalkan orang tua yang mereka cintai.

Tanpa sadar sosok pejuang Dhuafa ini meneteskan air mata melihat kerinduan para anak yatim ini mengucapkan doa kepada almarhum ayah ibu mereka. ( Boim )

Ungkap Pembunuhan Wartawan, Irjen RZ Panca Putra S dan Kombes Tatan D Atmaja Dianugerahi Jurnalis Award 2021

0

DETEKSI.co – Jakarta, Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Jurnalis Indonesia (DPP PJI) Demokrasi menganugerahi Jurnalis Award 2021 kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Drs RZ Panca Putra S Msi dan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja SIK.

Pengurus DPP PJI Demokrasi memberikan Jurnalis Award 2021 kepada Perwira Tinggi dan Perwira Menengah Polri di Sumut ini sebagai applus kepada seluruh pihak yang dengan cepat mampu mengungkap kasus pembunuhan Pemimpin Redaksi Media Online Marasalem Harahap alias Marsal di Kabupaten Simalungun pada Juni 2021 lalu.

“Tak lebih dari 3 hari sejak Marasalem Harahap ditemukan tewas pada tanggal 19 Juni 2021 di rumahnya Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, jajaran Kepolisian Sumut pada tanggal 22 Juli 2021 berhasil mengungkap pelaku dan motif pembunuhan wartawan ini. Hal ini luar biasa dan harus mendapat penghargaan dari Organisasi Pers kami,” kata Ketua Umum DPP PJI Demokrasi M Mayusni Talau didampingi Sekretaris Jendral Budiman Sudharma SH MH, Selasa (13/7/2021) di Jakarta.

Terlepas apapun latar belakang pembunuhan Marasalem Harahap, M Mayusni Talau menghimbau, masyarakat menggunakan mekanisme Hak Jawab atas keberatan atas sebuah pemberitaan sesuai UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

“Guna mekanisme Hak Jawab atas keberatan pemberitaan. Jangan menggunakan kekerasan, karena akan berdampak hukum. Cukuplah kejadian Marasalem Harahap ini menjadi tragedi terakhir atas kekerasan pada jurnalis. Karena para penegak hukum seperti dicontohkan Personil di Polda Sumut akan menindak para pelaku kriminal tersebut,” tegas M Mayusni Talau yang juga Pemimpin Umum Koran Visual Jakarta ini.

Dijelaskannya, Jurnalis Award 2021 PJI Demokrasi telah disampaikan ke kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Drs RZ Panca Putra S Msi dan Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja SIK melalui Pengurus DPD PJI Demokrasi Sumut.

“Jurnalis Award DPP PJI Demokrasi telah disampaikan ke Pak Kapolda Sumut dan Pak Dirreskrimum Polda Sumut melalui Pengurus DPD PJI Demokrasi Sumut,” kata M Mayusni Talau.

Diberitakan sebelumnya, Polda Sumut dan jajaran berhasil menangkap pelaku penembakan terhadap Pemimpin Redaksi (Pemred) media online lokal di Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, Mara Salem Harahap yang dikenal juga denga sebutan Marsal Harahap.

Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra S kasus tersebut berhasil diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut. “Identitas pelaku penembakan yang diamankan berinisial YFP (31) warga Siantar, S (57) warga Siantar pemilik Diskotik Ferari,” kata Panca kepada wartawan, Kamis (24/6/ 2021) dalam konfrensi pers yang disampaikan di Mapoldasi Jalan SM Raja Tanjung Morawa.

Panca mengungkapkan, kasus penembakan terhadap Marasalem Harahap bermotif sakit hati karena korban meminta jatah uang sebesar 12 juta per bulan kepada pihak diskotik Ferrari.

Terkait senjata api yang digunakan pelaku, Panca menegaskan bukan berasal dari institusi TNI. “Untuk senjata api yang digunakan buatan pabrikan Amerika. Bukan berasal dari institusi TNI dan diduga berasal dari perdagangan ilegal,” terangnya.

Sebelumnya, kasus kematian Marsal Harahap bermula ketika korban ditemukan tewas dengan luka tembak di perut bawah dan paha di dalam mobil yang dikendarainya tidak jauh dari rumahnya di Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Sabtu (19/6/2021) dini hari. Pada Senin (22/6/2021) Tim yang dipimpin Dirreskrimum Poldasu Kombes Tatan Dirsan Atmaja SIK berhasil mengungkap pelaku dan motif pembunuhan itu. (TS)

Tolak Memberi Obat untuk Dikirim ke Luar Daerah Nakes RSUD Sidikalang Dapat SMS Kasar seorang Dokter

0

Deteksi.co-Dairi, Tenaga Kesehatan (Nakes) bertugas di instalasi Farmasi RSUD Sidikalang Kabupaten Dairi berinisial EH menjadi sasaran kalimat bernada kasar dalam bentuk SMS diduga dikirim oknum dokter berinisial HS yang juga bekerja di unit kesehatan dimaksud, Senin (12/7/2021).

Ironisnya, SMS berisi lontaran kasar, diterima EH saat dirinya bersama suami dan 2 orang anaknya sedang menjalani isolasi akibat terpapar covid.

“Saya sudah kena Covid-19bersama keluarga, tetapi malah disebut terkutuk”, kata EH.

EH menyebut, dirinya menjadi sasaran lontaran kasar itu disebabkan menolak memberi obat kepada dr.HS.
Sementara alasannya menolak memberi obat adalah karena obat yang diminta hendak dikirim ke luar daerah tepatnya ke Maluku.
Jenis obat yang diminta merupakan perlengkapan RSUD Sidikalang untuk pelayanan pasien. penggunaannya setiap minggu wajib dilaporkan ke Dinas Kesehatan Sumatera Utara.

Diterangkan, Senin Sore, EH menerima telepon dari HS meminta obat anti virus, namun permintaan ditolak. Ditandaskan, tidak bisa memberi kalau pengeluaran obat tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Semua barang yang dipakai, mesti dilapor ke Dinas Kesehatan Sumut setiap minggu secara online, dan saya tidak mau membuat pengeluaran obat yang tidak bisa dipertanggungjawabkan atau laporan fiktif” tegas EH.

Tak lama, Direktur RSUD Sidikalang, Sugito Panjaitan menghubunginya agar memberi obat yang diminta dr HS, namun, lagi-lagi EH menegaskan komitmennya, bahwa obat dimaksud tidak akan diperjualbelikan.

“Saya membantu, bapak. Karena bapak juga telah tandatangan pernyataan untuk tidak memperjualbelikan obat” terang EH, mengulang jawabannya kepada Sugito.

Seterusnya, dia menerima 3 SMS dari HS.
“Sudah lebih hebat kau dari direktur ya, kapan kau tidak berak malam akan terpeleset kau. Sdh kutandalah kau. Orang rs saja kau bikin gitu, dokter lagi, dan direktur tidak kau hargai. Kapan kau dan keluargamu ngak perlu samaku. Akan kubalas!!!!!” begitu isi SMS pertama yang diterima.

Padan pesan kedua tertulis, “karena sifatmu yg sok hebat dan angkuh makanya terjadi padamu”. Seterusnya, SMS ke tiga berisi, “terkutuklah orang yg mempersulit orang lain”.

EH menyebut, kalimat itu membuatnya lemah dan menjadi beban pikiran, terlebih diterima saat kondisinya bersama anggota keluarga sedang isolasi akibat paparan covid.

Dikonfirmasi wartawan, dr Haposan membenarkan meminta obat. Mau pinjam atau dibeli juga boleh, tetapi tidak dilayani EH, padahal direktur sudah menyetujui.

Menurutnya, obat dimaksud untuk anaknya. Dimana posisi si anak? dr HS menjawab di sini. Namun beberapa menit kemudian, HS menyebut anaknya ada di Indonesia Timur.

Sementara itu, Direktur RSUD Sidikalang Sugito Panjaitan melalui sambungan telepon membenarkan, dirinya menghubungi EH terkait obat yang diminta dr. HS.

Dirinya maklum, mendengar jawaban dan alasan penolakan yang dikemukakan EH.

“Memang, sudah semestinya kerja sesuai aturan”, sebut Sugito. (NGL)

Nawal Ajak Pengurus DWP se-Sumut Dukung Pemerintah Cegah Penyebaran Covid-19

0

DETEKSI.co – Medan, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis mengajak pengurus DWP se-Sumut untuk mendukung program kerja pemerintah, terutama dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Antara lain dengan menjadi teladan dalam penerapan protokol kesehatan (Prokes) dan vaksinasi Covid-19.

Hal ini disampaikan Nawal Lubis saat memberikan bimbingan dan arahan pada pembukaan Kebaktian Virtual DWP Sumut di Kantor DWP Sumut, Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 8 Medan, Selasa (13/7). “Pengurus DWP sebagai istri abdi negara diharapkan menjadi pendorong dan motivator di lingkungan keluarga, tempat tinggal agar memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya disiplin penerapan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Menurut Nawal, saat ini seluruh dunia, termasuk Indonesia, menghadapi pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya, dan sudah banyak korban yang terpapar Covid-19. Untuk itu, dibutuhkan peran pengurus DWP untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Prokes dan vaksinasi Covid-19, guna mencegah penularan Covid-19.

“Kita beri pemahaman kepada masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah, dengan mematuhi protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi secara sukarela dan tanpa paksaan, sehingga daya tahan tubuh semakin meningkat dan meminimalisir pengaruh negatif Covid-19,” jelasnya.

Terkait kegiatan Kebaktian Virtual yang diikuti seluruh Pengurus DWP se-Sumut, Nawal berharap, kegiatan keagamaan seperti ini mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus menjadi sarana mewujudkan kerukunan antarumat beragama, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan sesama anggota DWP.

“Kerukunan dapat terwujud jika saling memahami dan melakukan ajaran agama dengan benar dengan mengedepankan nilai-nilai universal dalam ajaran agama, sehingga tidak menjadi penghalang bagi setiap anggota DWP untuk menjalin kerja sama dalam menyukseskan program kerja.

Sementara Pdt Yusuf Sinaga menyampaikan, hati merupakan sumber dari segalanya. Untuk itu, ibu–ibu DWP harus menjaga hati dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. “Karena dari hati yang tenang mengeluarkan hal yang baik, sebaliknya dari hati yang gelisah akan mengeluarkan hal yang tidak baik bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Disampaikan juga, wanita dalam mengurus rumah tangga harus bisa menjadi tiga jenis anggur yakni, anggur hitam yang dapat menyehatkan dan mengobati tekanan darah dan jantung. Anggur merah dapat menjaga kestabilan tekanan darah, serta anggur hijau menyegarkan dan memelihara daya tahan tubuh bagi suami dan anak-anaknya.

Pendeta berharap pelaksanaan ibadah virtual ini bisa tetap dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19 untuk meningkatkan keimanan bagi DWP Kabupaten/Kota se-Sumut sehingga saling memberikan dukungan dalam bidang pekerjaan.

Ketua DWP Sumut Linda Haris Lubis mengatakan organisasi Dharma Wanita merupakan tempat berhimpunnya istri abdi negara. Salah satu program kerjaanya adalah untuk pembinaan mental spiritual anggota.

“Pelaksanaan kegiatan ini  diharapkan mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus menjadi sarana mewujudkan kerukunan antar umat beragama untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan sesama anggota, bangsa dan negara pada umumnya,” sebutnya. (Irwan Ginting)
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis memberikan bimbingan dan arahan pada pembukaan Kebaktian Virtual DWP Sumut di Kantor DWP Sumut, Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 8 Medan, Selasa (13/7).

Gubernur Edy Rahmayadi Bersama Kapolda dan Pangdam Pantau PPKM Diperketat di Sibolga

0

DETEKSI.co – SIBOLGA, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama Pandam I/BB Mayjen TNI Hassanudin dan Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mengunjungi Kota Sibolga, guna memantau pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Diperketat di kota tersebut, Selasa (13/7/2021).

Dalam kunjungannya, Gubernur Edy Rahmayadi bersama rombongan melintasi perbatasan antara Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Sibolga, setelah mendarat menggunakan helikopter di GOR Pandan. Beberapa titik posko penyekatan diberlakukan guna mengendalikan laju mobilitas masyarakat masuk ke kota ini.

“Kami ingin melihat kondisinya seperti apa. Sibolga masih terkendali, saya terima kasih. Tetapi jumlah BOR (bed occupacy rate/tingkat penggunaan tempat tidur) di rumah sakit (RS) cukup tinggi,” sebut Gubernur didampingi Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Arsyad Lubis.

Berdasarkan data yang disampaikan Direktur RSUD FL Tobing Kota Sibolga Hotma Nauli Hutagalung, lanjut Gubernur, bahwa tingginya angka BOR di Sibolga karena pasien (Covid-19) yang dirawat, juga diisi oleh warga dari kabupaten lain. Untuk itu, ia berharap setiap daerah bisa merawat warganya sendiri.

“Memang itu tidak boleh ditolak (pasien dari daerah lain), lakukan apa yang bisa anda lakukan. Kita akan dorong agar setiap daerah harus bisa merawat warganya masing-masing. Agar di Sibolga tidak meledak angkanya (penumpukan pasien Covid-19 di satu daerah),” ungkap Edy Rahmayadi, saat mengunjungi RSUD FL Tobing Sibolga.

Dengan begitu, Edy berharap, seluruh warga bisa disiplin mematuhi protokol kesehatan yang ada, dengan tetap menggunakan masker, rajin mencuci tangan, serta menjaga jarak interaksi. Termasuk peran Forkopimda bersama unsur masyarakat mencegah penularan Covid-19.

Sementara Direktur RSUD FL Tobing Sibolga Hotma Nauli Hutagalung menyampaikan, saat ini ada 23 orang pasien Covid-19 dirawat. Adapun kapasitas sebanyak 18 ruangan, dengan jumlah 35 tempat tidur. Sehingga angka BOR berada pada posisi 66%.

“Rencana kita akan tambah lagi Pak, sebanyak 12 tempat tidur, sehingga menjadi 47 tempat tidur. Untuk ICU kita ada satu unit,” sebut Hotma Nauli saat ditemui Gubernur.

Senada dengan itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mengingatkan kepada seluruh warga agar disiplin menjalankan protokol kesehatan. Sehingga upaya penanggulangan penyebaran Covid-19 bisa maksimal.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah titik lokasi perbatasan Sibolga-Tapteng, sejumlah petugas telah menyiapkan posko PPKM yang diperketat. Dengan rincian di antaranya pembatasan transportasi umum, jam buka rumah makan, pusat perbelanjaan, dan lainnya sesuai instruksi pemerintah pusat.

Turut mendampingi Gubernur dan rombongan di antaranya Walikota Sibolga Jamaluddin Pohan, Wakil Walikota Sibolga Pantas Lumbangaol,  Bupati Tapteng Bahtiar Sibarani, Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul, serta unsur Forkopimda dan pejabat setempat. (Irwan Ginting)

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama Pandam I/BB Mayjen TNI Hassanudin dan Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak meninjau kesiapan RSUD FL Tobing Sibolga, Selasa (13/7). Hal itu dilakukan terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperketat di Kota Sibolga.

Percepatan Vaksinasi, Kapolres Kediri Kota Lakukan Vaksinasi Door To Door

0

DETEKSI.co – Kediri, Kapolres Kediri Kota pada hari Selasa 13 Juli 2021 melakukan inovasi untuk mempercepat vaksinasi di wilayah hukum Polres Kediri Kota. Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi S.I.K., M.H. melakukan vaksinasi dengan mendatangi warga dirumahnya secara langsung atau door to door. Sasaran pertama vaksinasi door to door ini bertempat dirumah Sdr. Supriadi di Dusun Mayan Rt 05 Rw 02 di Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri dan berhasil melakukan vaksinasi sebanyak 10 orang warga sekitar rumah Sdr. Supriadi.

AKBP Wahyudi S.I.K., M.H. mengungkapkan inovasi ini dilakukan karena melihat banyaknya warga yang tidak bisa hadir saat melakukan vaksinasi masal di balai desa. Hal ini dikarenakan kesibukan mereka seperti bekerja atau kegiatan lainnya. Oleh sebab itu Polres Kediri Kota mendatangi warga tersebut agar tetap bisa menjalani vaksinasi.

“Inovasi ini kita lakukan untuk agar seluruh masyarakat di wilayah Hukum Kota Kediri ini bisa semua menjalani vaksinasi,” ungkap AKBP Wahyudi S.I.K., M.H.

AKBP Wahyudi S.I.K., M.H. pun meninjau langsung bagaimana proses pelaksanaan vaksinasi door to door yang dilakukan oleh Unit Kesehatan Polres Kediri Kota. Diharapkan dengan adanya inovasi ini bisa mempercepat proses vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah. Sehingga upaya percepatan penanganan Covid-19 di wilayah Hukum Polres Kediri Kota ini bisa segera ditangani.

Vaksinasi door to door ini rencananya akan diterapkan di seluruh Polsek Jajaran Polres Kediri Kota, tidak hanya di Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Petugas Unit Kesehatan Polres Kediri Kota akan melakukan vaksinasi door to door secara bergilir di desa lainnya.

“Harapannya dengan vaksinasi door to door ini sebagai percepatan penanganan Covid-19 dan wilayah hukum Polres Kediri Kota bisa bebas dari kasus Covid-19.(hum/didik)