Beranda blog Halaman 413

Pemkab Langkat Ikuti Entry Meeting Pemeriksaan Keuangan: Komitmen Wujudkan Tata Kelola yang Akuntabel

0

DETEKSI.co-Langkat, Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH bersama Wakil Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, SH mengikuti Entry Meeting pemeriksaan terinci atas laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2024 se-Provinsi Sumatera Utara yang dilaksanakan secara serentak melalui Zoom Meeting, Senin (14/4/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, sesuai amanat sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, serta UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan.

Wakil Bupati Langkat turut menyambut langsung kedatangan Tim BPK RI Perwakilan Sumut di Rumah Dinas Bupati Langkat. Selanjutnya, Wakil Bupati bersama tim mengikuti Zoom Meeting sebagai bentuk partisipasi aktif Pemerintah Kabupaten Langkat dalam proses pemeriksaan tersebut.

Dalam arahannya, Kepala BPK Perwakilan Sumut Henry Simatupang, S.E., M.Si., memaparkan tujuh lingkup pemeriksaan laporan keuangan daerah, yakni Laporan Realisasi Anggaran, Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Henry juga menegaskan bahwa predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) bukan sekadar penghargaan, melainkan kewajiban minimal dalam penyelenggaraan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.

Melalui Zoom Meeting, Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pemeriksaan ini dan berharap kehadiran Tim BPK dapat mendorong peningkatan pemahaman pengelolaan keuangan di lingkup Pemerintah Kabupaten Langkat.

“Kehadiran Bapak Ibu sekalian kami harapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas terhadap pengelolaan keuangan daerah agar semakin baik,” ujar Bupati Syah Afandin.

Ia juga menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Langkat mampu meningkatkan kualitas laporan keuangan dan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK tahun ini.

“Insya Allah, tahun ini kami optimis bisa meraih opini WTP sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan profesional,” harap Bupati.

Bupati Syah Afandin juga menginstruksikan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat untuk mendukung sepenuhnya proses pemeriksaan dan memberikan data yang dibutuhkan secara cepat, tepat, dan akurat demi kelancaran tugas BPK RI Perwakilan Sumut.

Pemeriksaan terinci ini menjadi langkah awal dalam proses evaluasi terhadap akuntabilitas dan kualitas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Langkat, dengan harapan dapat terus mempertahankan dan meningkatkan capaian dalam pengelolaan keuangan daerah di masa mendatang. (Tim)

Empat Pilar MPR RI Sebagai Nilai Dasar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

0

DETEKSI.co-Binjai, Anggota MPR RI, Delia Pratiwi Br. Sitepu, SH menegaskan dalam konteks kekinian, penting dicermati tantangan-tantangan kebangsaan yang muncul dalam berbagai dimensi. Di antaranya, melemahnya rasa toleransi dalam keberagaman, demoralisasi generasi muda bangsa, memudarnya identitas dan karakteristik bangsa, masih tingginya kesenjangan sosial, hingga masalah ancaman kedaulatan negara di tengah cengkeraman hegemoni ekonomi-politik dunia.

“dalam kerangka upaya menghadapi tantangan kebangsaan tersebut, diperlukan langkah-langkah terobosan yang bijak, moralis, dan strategis yang disertai kesadaran kebangsaan. Salah satu diantaranya adalah kembali kepada jati diri bangsa, karakteristik dan kepribadian bangsa Indonesia yang seutuhnya, “ujar Delia Pratiwi saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Halaman Kantor Kelurahan Payaroba”.

Delia Pratiwi menjelaskan, bentuk kembali kepada jati diri bangsa harus dipahami sebagai bakti dan pengorbanan kepada bangsa dan negara. Secara sederhana, upaya senantiasa menjaga kebersamaan, persatuan, persaudaraan, harmoni, dan toleransi dalam keberagaman adalah perwujudan kembali jati diri bangsa.

“Disamping itu, upaya kita melawan ancaman kemiskinan, keterbelakangan, kesenjangan, dan berbagai ketertinggalan bangsa juga merupakan bentuk perjuangan kembali kepada jati diri bangsa,” ujar Delia.

Anggota Komisi IX DPR RI ini menekankan, eksistensi bangsa sangat bergantung dengan kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, MPR RI konsisten melaksanakan pembangunan karakter bangsa melalui pemasyarakatan Empat Pilar MPR RI yang pada hakikatnya adalah pembangunan karakter dan jati diri bangsa Indonesia.

“Empat Pilar MPR RI itu adalah Pancasila sebagai dasar negara, landasan ideologi, falsafah, etika moral serta alat pemersatu bangsa; Undang-Undang Dasar Negara Republik tahun 1945 sebagai landasan konstitusional; Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai konsensus yang harus dijunjung tinggi serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat pemersatu dalam untaian kemajemukan bangsa,” ucap Delia.

Kepala Badan Bela Negara ini menilai bahwa bangsa Indonesia hingga saat ini masih tegak berdiri dan bersatu karena adanya kesatuan rasa sebagai bangsa yang bersatu oleh seluruh elemen bangsa yang senantiasa terus terjalin antar generasi. Dalam kerangka inilah, seluruh elemen bangsa harus dapat lebih mengenal, memahami, menerapkan serta turut menyebarluaskan nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Karena nilai-nilai dasar inilah yang menjadi landasan bagi kita dalam membangun bangsa yang adil dan sejahtera, sesuai cita-cita para pendiri bangsa, sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ujar Delia.

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar ini menambahkan, apapun motif dari sebuah ikhtiar bangsa, tentu mengandung nilai konstruktif untuk didukung. Terlebih, substansi Empat Pilar MPR RI ini bukan sesuatu yang baru, tetapi semangat yang sudah tertanam lama dalam jiwa bangsa, sekaligus sebagai nation myth yang hidup dalam struktur dan kultur masyarakat Indonesia. (Tim)

Kewenangan Kordinator Wartawan lebih Tinggi dari Sekwan DPRD Medan Terkait “Dapat Kue”

0
Kantor DPRD Kota Medan Jalan Imam Bonjol No.5, Petisah Tengah, Medan Petisah, Kota Medan.
Kantor DPRD Kota Medan Jalan Imam Bonjol No.5, Petisah Tengah, Medan Petisah, Kota Medan.

DETEKSI.co-Medan, Kritik tajam yang dilontarkan sejumlah wartawan terhadap kebijakan Sekretaris DPRD Kota Medan, dalam hal mendapat “kue” (uang kliping berita dan advertorial) ditentukan oleh kordinator grup wartawan menuai kritik di kalangan jurnalistik karena terkesan kewenangan kordinator wartawan lebih tinggi dari Sekwan DPRD Medan.

Kendati, untuk menjadi wartawan unit di DPRD Kota Medan, sudah di lalui sesuai tahapan verifikasi pendataan yakni surat tugas penempatan berikut badan hukum penerbit media, dan telah dinyatakan staf Humas Media DPRD kota Medan sudah lengkap, namun ketika ditanya “pembagian kue” (uang kliping berita dan advertorial), Kasi Humas Media DPRD Kota Medan menjawab itu kewenangan kordinator grup wartawan, kami sebagai pendataan saja sedangkan mereka yang mempunyai kewenangan dengan memberi rekomendasi.

Dimana tahun sebelumnya, media deteksi.co sudah terdata dan telah menerima “pembagian kue” akan tetapi ternyata “panglima Talam” bisa dengan sesuka hatinya mencoret media yang pernah terdata di Humas DPRD Kota Medan, apakah ini bukan bentuk dugaan diskriminasi sesama wartawan dan atau kewenangan kordinator wartawan lebih tinggi dari Sekwan DPRD Kota Medan.

Ketika hal ini di konfirmasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus menjabat Kasi Humas DPRD Kota Medan, Ika Safitri menuturkan pihaknya menyarankan untuk kerjasama mendapatkan uang kliping berita dan advertorial harus diketahui dan atau disetujui oleh kordinator grup wartawan selanjutnya memberi rekomendasi kepada kami.

“Semua media boleh meliput dan itu tidak ada larangan, media yang sudah kerjasama disini semuanya ada grupnya masing masing dan itu sudah merupakan kebiasaan, dan kami tidak membatasi media dalam mendapat kerjasama namun ada efisiensi anggaran,” kata Ika Safitri kepada deteksi.co Senin (14/4/2025) diruang kerjanya gedung DPRD Kota Medan.

Apa dasar hukumnya kordinator grup wartawan menjadi penentu kerjsama dalam kaitan “penerima uang kliping berita dan advertorial “, apakah mereka juga Kuasa Pengguna Anggaran, dan bagaimana pula ketika media sebelumnya pernah kerjasama, bukankah namanya itu diskriminasi ketika tidak lagi mendapat kerjasama,tanya wartawan kembali kepada Kasi Humas Media DPRD Kota Medan.

Lalu Kasi Humas Media DPRD Kota Medan menuding katanya jangan marah marah, lalu wartawan deteksi.co menjawab saya hanya minta penegasan yang ibu sampaikan tadi bahwa itu sudah menjadi kebiasaan tentu pengertiannya sudah menjadi aturan baku di sekretariat dewan ini, apakah ada regulasi atau bentuk MoU (memorandum of understanding) yakni nota kesepahaman di tanda tangani oleh Ketua DPRD Kota Medan bersama kedua Kordinator Wartawan Grup.

Semenjak kapan kebijakan ini diberlakukan, “sebelum saya menjabat pun sudah seperti itu, jadi kalau mau kerjasama dengan kami harus ada masuk ke dalam grup wartawan tersebut, dari sanalah terbit rekomendasi kordinator wartawan untuk kerjasama dengan pihak kami,”ucap Kasi Humas Media DPRD Kota Medan.

Bagaimana itu bisa terjadi sehingga ketua grup menjadi penentu dan seolah memiliki kewenangan lebih dibanding dengan Sekretaris Dewan, Kasi Media DPRD Kota Medan terkesan “buang badan” ketika menanggapi katanya kalau kamu tidak percaya silahkan saja tanya kepada ibu ini bilangkan inisial NS yang merupakan wartawan senior disini, namun ditempat yang sama secara spontanitas dijawab inisial NS dengan mengatakan saya tidak tahu hal itu, media saya saja tidak terdata disini makanya saya juga heran, perlakuan humas kali ini terkesan pilih kasih, kalau lah cerita dulu, saya masuk disini tanpa kelompok atau persetujuan kordinator wartawan bisa saya masuk dan terdata mediaku dan bisa kerjasama, sejenak Kasi Humas Media DPRD Kota Medan bungkam dan berdalih yang penting itu sudah menjadi kebiasaan disini, katanya. (Dofu Gaho)

Anggota DPRD Langkat, Sidak Ke SMP N 1 Stabat

0

DETEKSI.co-Langkat, Sejumlah anggota DPRD Langkat yang terdiri dari Komisi I, dan II, III, dan IV melakukan Sidak Ke SMP N 1 Stabat, Senin (14/04/2025).

Maksud dan tujuan kedatangan anggota DPRD Langkat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terkait pengadaan Mobiler dan Smartboard yang ada di SMP Negeri 1 Stabat.

“Sebelumnya kami sudah informasikan ke pihak sekolah SMP Negeri 1 Stabat, bahwa kami DPRD Langkat akan melakukan sidak. Namun, Pihak SMP Negeri 1 Stabat dalam hal ini Kepala sekolah tidak ada ditempat,” ketus Donny Setha, Wakil Ketua Komisi I DPRD Langkat, dengan nada kecewa.

Menurut Donny, maksud kedatangan pihaknya untuk mengecek Smart board dan Mobiler sekolah yang akhir-akhir ini mendapat sorotan dari berbagai kalangan masyarakat.

“Sebagai wakil rakyat, kami ingin memastikan Smart board ini sesuai gak dengan penggunaannya. Selain itu, kami ingin melihat langsung kualitas mobiler, berupa perlengkapan meja dan kursi siswa di sekolah ini,” ungkapnya.

Sidak anggota DPRD Langkat akhirnya dilanjutkan esok hari dikarenakan pihak sekolah SMP Negeri 1 Stabat tak kunjung datang. Masing-masing anggota DPRD Langkat yang melakukan Sidak akhirnya meninggalkan lokasi dengan kekecewaan.

Turut hadir dalam kegiatan sidak itu, Ketua Komisi I Muhammad Bahri, Ketua Komisi III DPRD Langkat Pimanta Ginting, Edi Bahagia, Riki Sapariza, Jul’aidi Syam, dan beberapa anggota DPRD Langkat lainnya.

Selang beberapa menit setelah kepergian anggota DPRD Langkat, Kepala Sekolah SMP Negeri 1, Ermiaty pun tiba di lokasi sekolah.

Ermiaty mengaku, sebelumnya, dirinya bersama pihak sekolah lainnya telah menunggu kedatangan anggota DPRD Langkat hingga pukul 14.00 Wib. Namun, karena tak kunjung datang, dirinya pun menyempatkan mengantar keluarganya untuk berobat di klinik.

“Mohon maaf pak, tadi saya mengantar berobat keluarga saya di klinik pak,” pungkasnya. (Tim)

Bandara Hang Nadim Layani 323 Ribu Penumpang Selama Arus Lebaran 2025

0

DETEKSI.co-Batam, Selama periode angkutan lebaran 1446 H/2025 M, Bandara Internasional Hang Nadim Batam mencatat jumlah pergerakan penumpang mencapai 323.824 orang. Angka ini meningkat 0,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data tersebut dihimpun selama pelaksanaan posko terpadu angkutan lebaran yang berlangsung selama 22 hari, sejak 21 Maret hingga 11 April 2025.

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Pikri Ilham Kurniansyah, menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh pihak yang terlibat dalam kelancaran layanan angkutan udara selama musim libur lebaran.

Ia menegaskan pelayanan penumpang berjalan optimal, didukung oleh peningkatan fasilitas dan koordinasi lintas instansi. “Seluruh penumpang terlayani dengan baik, dan jumlah pergerakan penumpang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya, Senin (14/4/2025).

Selama periode posko, jumlah penumpang terbagi atas 174.200 penumpang berangkat dan 149.624 penumpang datang. Sementara itu, total pergerakan pesawat tercatat sebanyak 2.203 penerbangan, terdiri dari 1.104 penerbangan keberangkatan dan 1.099 penerbangan kedatangan. Dari total tersebut, terdapat 193 penerbangan tambahan (extra flight).

PT BIB juga mencatat puncak arus mudik terjadi pada 29 Maret 2025 (H-2 Lebaran) dengan total pergerakan 19.982 penumpang, sedangkan arus balik tertinggi tercatat pada 5 April (H+5) sebanyak 18.843 penumpang, serta 7 April (H+7) sebanyak 18.700 penumpang.

Penutupan posko angkutan lebaran ditandai dengan apel yang dipimpin Direktur Operasi PT BIB, Nugroho Jati, dihadiri perwakilan instansi, mitra kerja, dan pemangku kepentingan terkait.

Manajemen PT BIB menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk dalam menghadapi operasional angkutan udara untuk musim haji 1446 H/2025 M mendatang. (Hendra S)

Pimpin Upacara HUT Satpol PP & Satlinmas, Rico Waas :Bukan Sekedar Simbol, Tapi Pilar Utama Wujudkan Ruang Sosial Aman, Nyaman dan Tertib

0

DETEKSI.co-Medan, Saat memimpin upacara gelar pasukan memperingati Hari Ulang Tahun Satpol PP Ke 75 tahun & Satlinmas ke 63 tahun, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membawa pesan penting bahwa keberadaan Satpol PP dan Satlinmas bukan sekedar simbol kekuatan regulatif daerah, melainkan pilar utama dalam menciptakan ruang sosial yang aman, nyaman, dan tertib.

“Satpol PP dan Satlinmas merupakan garda terdepan dalam mewujudkan penyelenggaraan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. Banyak kegiatan pengamanan yang melibatkan personil Satpol PP Kota Medan. Pengamanan dan pengawasan ini dilakukan untuk mendukung program pembangunan daerah,”kata Rico Waas, Senin (14/4/2025) di Lapangan Benteng Medan.

Dalam upacara yang juga dihadiri Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, unsur Forkopimda Kota Medan, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas beserta Istri Wakil Wali Kota Medan Ny. Martinjal Zakiyuddin, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Medan Ny. Ismiralda Wiriya Alrahman, pimpinan Perangkat Daerah Kota Medan serta para Camat se-kota Medan itu, Rico Waas kemudian menyampaikan peran Satpol PP dan Satlinmas semakin strategis dalam menyukseskan implementasi trantibum sebagai fondasi Asta Cita, terutama pada dimensi kota yang aman dan tertib.

“Keterlibatan Satpol PP dan Satlinmas dalam pengamanan revitalisasi pasar tradisional, pengawasan RTH, dan ketertiban dalam pembangunan infrastruktur drainase kota menjadi bukti nyata dari kontribusi mereka terhadap pembangunan Medan yang berkelanjutan,”ujar Rico Waas.

Sementara dalam konteks menjadikan Medan Satu Data, reformasi sistem kerja Satpol PP dan Satlinmas bilang Rico Waas menjadi suatu keniscayaan. Artinya pemanfaatan Dashboard pemantauan, aplikasi pelaporan cepat serta pelatihan personel secara berkelanjutan akan memperkuat kapabilitas internal dalam menghadapi dinamika sosial masyarakat yang semakin kompleks.

“Pemko Medan tengah mendorong transformasi menuju kota yang inklusif, maju dan berkelanjutan melalui Medan Satu Data. Dalam konteks ini Satpol PP dan Satlinmas menjadi aktor penting dalam mengawal misi menjadi Medan, tertib, aman dan humanis,”bilang Rico Waas.

Karena itu dihari jadi Satpol PP Kota Medan ke 75 dan Satlinmas ke 63, Rico Waas berharap Satpol PP dan Satlinmas dapat terus meningkatkan kinerja, menjadi aparat penegak Perda yang tidak hanya tegas, namun juga adil dan menyentuh hati rakyat (humanis).

“Selamat ulang tahun ke 75 kepada Satpol PP dan ulang tahun ke 63 kepada Satlinmas, semoga menjadi institusi yang terus belajar dan berbenah guna mengoptimalkan peran pengawasan terhadap pelanggaran Perda,”harap Rico Waas.

Upacara yang berlangsung dengan khidmat tersebut kemudian diakhiri dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Wali Kota Medan Rico Waas yang kemudian diserahkan kepada Kasatpol PP Kota Medan Rakhmat Adisyah Putra Harahap.(Red/d)

2 Pelaku Curanmor Dan Penadah Pencurian Kereta di Ciduk Polisi

0

DETEKSI.co-Labuhanbatu, Satreskrim Polres Labuhanbatu tangkap dua orang laki-laki terduga pelaku curanmor WS (25) dan Yoki Sandria (28) Warga Perjuangan, Kecamatan Bilah Barat Kab. Labuhanbatu dan satu pelaku terduga penadah curanmor inisial Tribowo Santoso (28) waega Kel Aek Paing Kecamatan Rantau Utara Kab. Labuhanbatu.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Choky Sentosa Meliala melalui Kasihumas Kompol Syafrudin menjelaskan bermula korban atau pelapor An. Jumari warga Dusun Pondok ladang Kel. Afdeling I Kec. Bilah Barat melaporkan kehilangan sepeda motor Honda Supra 125 Warna Hitam silver nomor polisi BK 3017 ZQ Pada hari Kamis tanggal 10 April 2025 sekira pukul 16.00 Wib yang sedang diparkiran di halaman Mesjid Al-Akmal Dusun Pondok ladang untuk melaksanakan ibadah sholat Ashar

Lanjut, setelah korban selesai sholat lalu saat mau pulang melihat sepeda motor ditempat Parkiran sudah tidak ada lalu korban bersama Jamaah Mesjid mencek CCTV milik Mesjid lalu terlihat seorang pelaku sedang melakukan Pencurian terhadap sepeda motor miliknya dan petugas langsung mengantongi identitas dan ciri – ciri pelaku sesuai di dalam CCVT dan atas kejadian ini korban mengalami kerugian lebih Kurang Rp. 7.000,000 dan merasa keberatan hingga membuat Laporan ke Polres Labuhanbatu.

Satreskrim Polres Labuhanbatu di bawah Pimpinan AKP Teuku Rivanda Ikhsan memerintahkan tim opsnal Satreskrim untuk melakukan penyelidikan dan pada hari Jumat tanggal 11 April 2025 sekira pukul 03.00 Wib Tim mendapat informasi bahwasanya diduga pelaku curanmor sedang berada TKP penangkapan.

Kemudian Team langsung menindaklanjuti informasi tersebut, sekira pukul 04.00 wib Team berhasil mengamankan Tersangka inisial WS (pelaku utama).

Lanjut, setelah diinterogasi Tersangka mengakui perbuatannya telah melakukan Pencurian sepeda motor bersama temannya Inisial YS di Halaman mesjid Al-Akmal Pondok Ladang dan menjualnya Ke Tersangka penadah inisial TS seharga Rp. 1.500.000.

Kemudian Team melakukan pengembangan dan sekira pukul 05.00 wib Team berhasil mengamankan tersangka penadah TS serta barang bukti sepeda motor Honda Supra 125 Warna Hitam silver nomor polisi BK 3017 ZQ dan sekira pukul 06.00 wib Tim berhasil mengamankan Tersangka YS.

“Tersangka YS juga mengakui telah melakukan pencurian sepeda motor di tempat lainnya dan petugas masih melakukan pengembangan dan pendalaman atas keterangannya dan saat ini Para tersangka dan barang bukti sudah berada di Polres Labuhanbatu untuk proses lebih lanjut,” tutup Kasihumas. (Hendra)

Hadiri Perayaan Vaisakhi, Rico Waas Ajak Umat Sikh Bersinergi Bangun Medan

0

DETEKSI.co-Medan, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak umat Sikh di Medan untuk bersinergi dengan Pemko untuk membangun kota ini.

Ajakan ini disampaikannya saat menghadiri Perayaan Hari Besar Vaisakhi ke-326 sekaligus Silaturahmi dengan Umat Sikh, Minggu (13/5/2025) di Gurdwara GPC Medan.

Dalam kegiatan yang dihadiri antara lain oleh
Anggota DPRD Sumut, Rahmaddian Shah, Ketua PHDI Medan Subhenthiren, tokoh masyarakat Riki Singh, dan umat Sikh di Kota Medan itu, Rico Waas menilai umat Sikh di Medan memiliki banyak orang hebat yang bisa mendukung pembangunan di ibu kota Sumut ini.

“Mari kita bahu-membahu mewujudkan Medan untuk semua dan semua berkarya untuk Medan,” ajaknya.

Rico Waas menyebutkan, Medan kota yang memiliki keragaman suku, budaya, juga agama. Pemko Medan, lanjutnya, konsisten merangkul semua umat beragama dan memberi perlindungan agar masyarakat bisa beribadah juga merayakan hari besar keagamaan.

Dalam kesempatan ini, Rico Waas pun mengucapkan selamat merayakan Hari besar Vaisakhi ke-326 kepada umat Sikh. Dia berharap perayaan ini kian memberi arti dan kebaikan bagi kehidupan.

Dalam acara itu tokoh masyarakat Punjabi memberikan cendera mata dan mengalungkan kain khas Punjabi kepada Wali Kota.

Selanjutnya Rico Waas meresmikan Gedung Serba Guna Gurdwara GPC. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita yang dilanjutkan dengan peninjauan.

Saat itu Rico Waas juga sempat bermain pingpong dengan Riki Singh. Permainan yang diselingi tawa canda ini pun merebakkan suasana kebersamaan Wali Kota dengan warganya.(Red/d)

7 Warga Diamankan saat Patroli Skala Besar TNI-Polri di Belawan

0

DETEKSI.co-Medan, Aksi patroli skala besar yang melibatkan kekuatan gabungan TNI-Polri di wilayah Belawan, Jumat (11/4/2025), berakhir dengan penangkapan tujuh orang sipil oleh pihak Polres Pelabuhan Belawan.

Kegiatan yang digelar sejak pagi ini menjadi bukti sinergitas aparat dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, terutama di wilayah yang dikenal rawan akan aktivitas ilegal.

Personel Subdenpom I/5-1 Belawan tampil menonjol dalam kegiatan ini.

Di bawah komando Kapten Cpm M. Ginting, empat personel Denpom turut serta sejak awal hingga akhir patroli. Mereka berkolaborasi erat dengan jajaran Koramil Kodim 0201/BS, Marinir, Brimob Poldasu, dan Polres Pelabuhan Belawan yang mengerahkan total lebih dari 140 personel.

Patroli dimulai dengan apel gabungan sekitar pukul 10.00 WIB di halaman Polres Pelabuhan Belawan.

Arahan disampaikan langsung oleh Kapolres dan Dir Narkoba Poldasu, Kombes Pol J. Kalvin Simanjuntak, yang menekankan pentingnya ketegasan namun tetap menjunjung tinggi prosedur hukum dalam bertindak di lapangan.

Setelah apel, seluruh tim gabungan bergerak menuju titik-titik rawan di kawasan Bagan Deli Belawan, yang menjadi fokus utama patroli.

Kegiatan berlangsung secara sistematis dan menyasar lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat berkumpulnya para pelaku pelanggaran hukum.

Puncak patroli terjadi sekitar pukul 12.30 WIB ketika tujuh warga berhasil diamankan dan dibawa ke Polres Pelabuhan Belawan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Mereka berasal dari berbagai lorong di Kelurahan Bagan Deli dan sekitarnya. Tidak ditemukan pelanggaran oleh anggota TNI maupun Polri selama operasi ini.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar, mencerminkan kesiapsiagaan personel dan efektivitas koordinasi antar institusi.

Keterlibatan aktif Subdenpom I/5-1 Belawan menjadi elemen penting dalam menjaga disiplin serta memastikan jalannya patroli sesuai standar militer dan kepolisian. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen kuat aparat untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Medan Utara.(AVID)

Bank Sumut Siap Fasilitasi Pembiayaan UMKM dan Pelaku Usaha Pascapandemi dan Lebaran

0

DETEKSI.co-Medan, Kepala Bidang Ritel PT Bank Sumut, Ahmad Abdullah, menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi mitra strategis bagi pelaku UMKM, koperasi, dan masyarakat yang ingin memulai atau mengembangkan usaha, terutama pasca Lebaran dan di tengah tantangan ekonomi global.

Pernyataan ini disampaikan dalam forum Coffee Morning bertema “Solusi Pembiayaan Pengusaha UMKM dan Koperasi Pasca Lebaran: Peluang dan Tantangan” yang diselenggarakan Koperasi Keluarga Pers Indonesia, Jumat, 11 April 2025, di Hotel Sultan Medan.

Menanggapi pertanyaan peserta, Ahmad menjelaskan bahwa skema pembiayaan KUR (Kredit Usaha Rakyat) di Bank Sumut pada dasarnya mengikuti aturan nasional yang juga berlaku di bank lain seperti BRI. Namun, Bank Sumut memiliki skema fleksibel untuk sektor tertentu seperti kopi, dengan sistem pinjaman periodic yang disesuaikan dengan siklus panen. Contohnya, petani kopi bisa mendapatkan masa tenggang hingga tiga tahun, dengan pembayaran cicilan setiap enam bulan.

“Ini kami desain agar para petani, khususnya yang melakukan replanting, tidak terbebani di awal. Sementara untuk sektor perdagangan, skema cicilan tetap per bulan,” ujar Ahmad.

Selain pembiayaan, Bank Sumut juga memiliki lembaga CSR bernama Bank Sumut Smart Preneur Akademia yang fokus memberikan pelatihan dan pendampingan secara GRATIS kepada pelaku UMKM. Program ini mencakup pelatihan dua hari bagi mahasiswa atau pelaku usaha pemula, tes DNA kewirausahaan, dan pemberian sertifikat yang bisa menjadi syarat mendapatkan pinjaman hingga Rp10 juta.

“Untuk pelaku usaha yang sudah berjalan, kami juga rutin mengadakan pelatihan seperti pengemasan, pencatatan keuangan, dan pelatihan digital marketing. Bahkan, kami latih cara mengambil foto produk yang menarik hanya dengan ponsel biasa,” jelasnya.

Terkait pekerja korban PHK, Ahmad menyebutkan bahwa mereka bisa mengakses skema Super Mikro dengan plafon hingga Rp10 juta tanpa syarat pengalaman usaha. Namun, calon debitur wajib mengikuti pelatihan terlebih dahulu agar Bank Sumut bisa menilai potensi usaha mereka—apakah cocok di bidang perdagangan, jasa, atau produksi.

Lebih lanjut, Ahmad mengungkapkan bahwa kondisi keuangan Bank Sumut pasca-Lebaran masih sangat baik. Loan to Deposit Ratio (LDR) per Maret 2025 tercatat sebesar 87%, menunjukkan likuiditas yang sehat. Tahun ini, Bank Sumut menargetkan penyaluran pinjaman produktif sebesar Rp1,1 triliun, namun baru terealisasi Rp200 miliar. Artinya, masih terbuka peluang pembiayaan hingga Rp900 miliar lagi.

“Bagi pelaku usaha yang tidak bisa masuk ke KUR, kami juga memiliki produk lain seperti KMSB, KMSS, dan pinjaman komersial dengan bunga kompetitif antara 5% hingga 16%,” pungkas Ahmad.

Acara ini turut menghadirkan Pengamat Ekonomi Sumut Benjamin Gunawan dan Kepala Perwakilan LPDB Kementerian Koperasi untuk Sumatera, Laode Karsid, serta menjadi forum diskusi terbuka antara pelaku usaha, koperasi, akademisi, dan media dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. (Ded)