DETEKSI.co-Medan, Samosir kembali mencuri perhatian pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50. Pagelaran seni dan budaya yang digelar Pemerintah Kabupaten Samosir di Gedung Pertunjukan PRSU, Medan, Jumat (24/7/2026), sukses memukau ribuan pengunjung yang memadati lokasi acara.
Mengusung tema “The Heart of Toba Civilization” (Jantung Peradaban Toba), pertunjukan menghadirkan kekayaan budaya Batak Toba yang berpadu dengan kisah terbentuknya Pulau Samosir di tengah Danau Toba sebagai pusat peradaban dan spiritual masyarakat Batak.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Dandim 0210/TU Kiky Hardian, Waasrendam I/Bukit Barisan Ronald Tampubolon, Kapolres Samosir AKBP Rina SN. Tarigan, Konjen India di Medan Ravi Shanker Goel, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, TP PKK Kabupaten Samosir, Dharma Wanita Persatuan, serta tamu undangan lainnya.
Samosir menampilkan beragam pertunjukan budaya yang menggambarkan identitas masyarakat Batak Toba. Atraksi yang disajikan meliputi Tortor Pangurason, Tortor Mangalahat, Tortor Marsiadapari, pertunjukan Taganing, Martumba yang dibawakan TP PKK Kabupaten Samosir, hingga opera Batak yang mengangkat nilai-nilai kehidupan masyarakat.
Suasana semakin meriah ketika Konjen India di Medan Ravi Shanker Goel tampil membawakan tarian tradisional India dan tarian Bollywood. Penampilan tersebut disambut tepuk tangan meriah dan menjadi simbol persahabatan Indonesia dan India melalui pertukaran budaya.
Puncak acara semakin semarak saat Marsada Band tampil menghibur pengunjung. Iringan musik akustik khas yang dibawakan membuat penonton larut mengikuti setiap lagu hingga akhir pertunjukan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari penuhnya Gedung Pertunjukan PRSU selama acara berlangsung. Para seniman yang tampil mendapat apresiasi berupa tepuk tangan meriah dari ribuan pengunjung.
Tidak hanya menyaksikan pertunjukan, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk dan jajaran Forkopimda juga ikut menghibur pengunjung dengan menyanyikan sejumlah lagu yang diiringi Marsada Band.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat yang hadir memenuhi lokasi kegiatan.
“Acaranya sukses, terima kasih atas antusiasme seluruh pengunjung hadir,” ujar Vandiko.
Menurut Vandiko, pagelaran budaya tersebut menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Samosir kepada masyarakat yang lebih luas.
Ia mengatakan Kabupaten Samosir memiliki kekayaan budaya, keindahan alam Danau Toba, serta masyarakat yang ramah sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang dan menikmati langsung pesona Kabupaten Samosir,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menilai penyelenggaraan PRSU ke-50 merupakan tonggak penting sebagai pameran terbesar di Sumatera Utara.
Menurutnya, perjalanan lima dekade PRSU mencerminkan semangat kebersamaan, kemajuan, serta sinergi seluruh kabupaten dan kota dalam membangun Sumatera Utara.
Ariston berharap momentum tersebut semakin memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan UMKM, pelestarian seni budaya, serta peningkatan sektor pariwisata.
Ia menegaskan keikutsertaan Kabupaten Samosir di PRSU bukan sekadar promosi daerah, tetapi juga kesempatan memperkenalkan budaya Batak, keindahan Danau Toba, serta berbagai produk unggulan UMKM kepada masyarakat.
“Kabupaten Samosir hadir dengan membawa kekayaan budaya Batak, keindahan alam Danau Toba, dan berbagai produk unggulan UMKM yang menjadi kebanggaan masyarakat. Kami berharap keikutsertaan ini semakin memperkenalkan Samosir sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional sekaligus membuka peluang investasi dan kerja sama yang lebih luas,” ujar Ariston.
Ia juga menambahkan bahwa seni dan budaya merupakan kekuatan yang mampu mempererat persaudaraan, memperkokoh identitas daerah, sekaligus menjadi penggerak ekonomi kreatif sehingga perlu terus dilestarikan dan dipromosikan.
Apresiasi terhadap keindahan Samosir juga disampaikan Konjen India di Medan Ravi Shanker Goel. Ia mengaku terkesan dengan keindahan Danau Toba dan keramahan masyarakat Samosir.
Ravi bahkan membandingkan panorama Danau Toba dengan destinasi wisata dunia yang pernah dikunjunginya.
“Saya sudah mengunjungi berbagai negara di Eropa, termasuk Swiss. Namun ketika saya datang ke Danau Toba, saya melihat keindahan yang luar biasa. Danau Toba itu Swissnya Sumatera Utara. Saya merekomendasikan kepada semua orang yang hadir di sini untuk datang mengunjungi Danau Toba dan Pulau Samosir,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan India melalui kerja sama budaya dan pariwisata.
Selain pertunjukan budaya, Paviliun Kabupaten Samosir di PRSU juga menjadi daya tarik tersendiri. Hingga 24 Juli 2026, sekitar 1.500 pengunjung tercatat telah mengunjungi paviliun tersebut.
Berbagai produk UMKM menjadi favorit pengunjung, mulai dari aksesoris, makanan olahan, kopi, ukiran, kain tenun, hingga hasil pertanian seperti bawang, beras, alpukat, jeruk, dan produk unggulan lainnya.
Salah seorang pengunjung asal Kabupaten Karo mengaku terkesan dengan perkembangan Kabupaten Samosir. Bahkan dalam satu pekan ia telah tiga kali berkunjung ke Pulau Samosir.
“Saya kagum melihat Samosir. Keamanannya sangat baik, pariwisatanya berkembang, dan masyarakatnya ramah. Tiket masuk ke objek wisata relatif murah, saya tidak bosan datang ke Samosir,” katanya.
Melalui partisipasi pada PRSU ke-50, Pemerintah Kabupaten Samosir menegaskan komitmennya untuk terus mempromosikan potensi daerah, melestarikan budaya Batak, memperkuat UMKM, serta memperkokoh posisi Samosir sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di kawasan Danau Toba. (en)


