DETEKSI.co-Samosir, Pemerintah Kabupaten Samosir kembali memperoleh dukungan dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan daerah. Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom secara resmi menerima hibah aset senilai Rp22,8 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara.
Penyerahan hibah tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara antara Bupati Vandiko T. Gultom dan Kepala BPBPK Sumatera Utara, Yenni Mulyadi, di Kantor BPBPK Sumatera Utara, Jalan Sisingamangaraja Km 7 Nomor 99, Harjosari II, Rabu (17/6/2026).
Hibah aset Rp22,8 miliar tersebut meliputi pembangunan Penataan Kawasan Sibea-bea Tahap II Tahun Anggaran 2024 serta Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kabupaten Samosir Tahun Anggaran 2023–2024. Kedua proyek itu kini resmi menjadi aset Pemerintah Kabupaten Samosir.
Turut menghadiri kegiatan tersebut Kepala Bapperida Kabupaten Samosir Rajoki Simarmata, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Rudimanto Limbong, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Golfried Harianja, Kabid Aset Pangondian Limbong, serta Kabid IKP Diskominfo Togarma Naibaho.
Bupati Vandiko Gultom menegaskan bahwa penyerahan aset tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar proses administrasi. Menurutnya, hibah tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan Kabupaten Samosir.
Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Samosir terus mengembangkan pembangunan yang mengintegrasikan sektor pariwisata, infrastruktur, serta pelestarian lingkungan agar berjalan secara berkelanjutan.
Vandiko menjelaskan, penataan Kawasan Sibea-bea tahap kedua akan semakin memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di kawasan Danau Toba.
Menurutnya, pembangunan yang telah selesai dikerjakan akan membuat kawasan wisata itu semakin tertata, lebih lengkap, dan semakin menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Penataan Kawasan Sibea-bea tahap kedua ini melengkapi pembangunan yang telah dilakukan sebelumnya. Kami melihat langsung di lapangan bahwa pembangunannya telah selesai dengan baik. Kami bersyukur karena kawasan ini akan semakin indah, semakin lengkap, dan semakin memperkuat posisinya sebagai ikonik pariwisata di Kabupaten Samosir,” ujar Vandiko.
Ia menegaskan, pengembangan destinasi wisata tidak hanya bertujuan mempercantik kawasan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Samosir terus mendorong pengembangan destinasi wisata yang mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, sekaligus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif masyarakat.
Selain sektor pariwisata, Vandiko juga menaruh perhatian besar terhadap pembangunan infrastruktur lingkungan. Salah satunya melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang untuk pertama kalinya dimiliki Kabupaten Samosir.
Keberadaan fasilitas tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan pengelolaan limbah domestik sehingga tidak mencemari lingkungan, khususnya kawasan Danau Toba.
“Untuk pertama kalinya, Kabupaten Samosir memiliki IPLT. Ke depan, fasilitas ini akan membantu kami mengelola limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan, sehingga kebersihan dan kelestarian kawasan Danau Toba dapat terus terjaga,” katanya.
Vandiko menilai keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi kunci dalam mempercepat realisasi berbagai program pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Pekerjaan Umum yang telah mendukung usulan pembangunan Kabupaten Samosir hingga dapat diwujudkan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Balai, Kasatker, PPK, dan seluruh jajaran Kementerian PU yang sejak awal menerima usulan kami, sehingga dapat mewujudkan IPLT dari yang tidak ada menjadi ada. Kami berharap kita terus bersinergi dalam membangun Kabupaten Samosir. Pembangunan yang dilakukan saat ini semakin melengkapi kebutuhan daerah dan yang paling penting memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucap Vandiko.
Ia juga menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Samosir untuk mempercepat seluruh kewajiban administrasi daerah agar berbagai program pembangunan berikutnya dapat segera direalisasikan.
“Kami siap mempercepat seluruh kewajiban yang menjadi tanggung jawab daerah agar program-program pembangunan yang akan datang dapat segera diwujudkan di Kabupaten Samosir,” tegasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab atas aset negara yang telah dihibahkan, Vandiko meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menjaga, merawat, dan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh fasilitas yang telah dibangun.
Menurutnya, aset tersebut harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Samosir.
“Yang terpenting setelah serah terima aset, seluruh OPD terkait harus menjaga dan merawat aset yang telah dibangun. Aset ini harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Samosir,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPBPK Sumatera Utara Yenni Mulyadi mengatakan penyerahan hibah aset senilai lebih dari Rp22,8 miliar menandai selesainya seluruh rangkaian pembangunan yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum di Kabupaten Samosir.
Dengan selesainya proses serah terima, seluruh infrastruktur tersebut kini resmi menjadi aset Pemerintah Kabupaten Samosir.
Yenni berharap pemerintah daerah mampu menjaga serta mengelola seluruh aset tersebut secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Dengan serah terima ini, kami berharap aset yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Keberlanjutan pembangunan sangat bergantung pada pengelolaan dan pemeliharaan yang dilakukan pemerintah daerah,” ujarnya.
Hibah aset senilai Rp22,8 miliar tersebut tidak hanya menambah nilai infrastruktur di Kabupaten Samosir, tetapi juga menjadi indikator semakin kuatnya kepercayaan pemerintah pusat terhadap arah pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam mengembangkan pariwisata, memperkuat infrastruktur, dan menjaga kelestarian kawasan Danau Toba. (en)


