Terkait Rencana Pansus Gruti, DPRD Dairi Diharapkan Peka Terhadap Aspirasi Mayoritas Warga Parbuluan VI

Kepala Desa Parbuluan VI kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi, Parasian Nadeak didampingi perangkat, memberi tanggapan kepada wartawan seputar operasional PT. Gruti di wilayahnya, Kamis (28/8/2025). (DETEKSI.co/Parulian Phsp Nainggolan)
Kepala Desa Parbuluan VI kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi, Parasian Nadeak didampingi perangkat, memberi tanggapan kepada wartawan seputar operasional PT. Gruti di wilayahnya, Kamis (28/8/2025). (DETEKSI.co/Parulian Phsp Nainggolan)

DETEKSI.co-Dairi, Kepala Desa Parbuluan VI Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Parasian Nadeak menyayangkan pernyataan oknum atau sekelompok orang yang bertindak seolah-olah menjadi representasi yang mewakili masyarakat Parbuluan VI untuk menyatakan penolakan terhadap operasional PT. Gunung Raya Utama Timber Industries (Gruti) Wilayah Tele II di Desa tersebut.

“Kalau ada oknum dan sekelompok orang yang menyuarakan keberatan atau sejenisnya terhadap operasional PT. Gruti di Parbuluan VI, itu merupakan pernyataan pribadi atau kelompok, tidak boleh digeneralisasi sebagai pernyataan masyarakat, karena faktanya, banyak warga yang mendukung”, Kata Parasian Nadeak didampingi perangkatnya, di ruang kerja, Kamis (28/8/2025).

Memang masih ada warga yang kontra terhadap keberadaan dan operasional Gruti, meski demikian, jumlah warga yang pro dan mendukung, jauh lebih banyak.

“Sebagai Kepala Desa, saya netral, tetapi saya tidak bisa menutup mata terhadap fakta yang sebenarnya, bahwa banyak warga yang menggantungkan sumber perekonomian keluarga di PT. Gruti, sehingga suara mereka juga patut didengar dan dipertimbangkan”, Kata Parasian.

Sampai sekarang, sedikitnya 150 orang warga Parbuluan VI telah bekerja di Gruti, dan mereka merupakan tulang punggung keluarga. Jumlah itu diyakini akan bertambah mengingat perusahaan dimaksud akan segera mengembangkan operasionalnya dan dalam waktu dekat akan membangun pabrik pengolahan Kopi yang tentunya membutuhkan tambahan tenaga kerja, jelasnya.

Andai dibuatkan semacam refrerendum atau angket kepada 100 orang untuk diperbandingkan, diyakini yang kontra, hanyalah diangka 10 orang, selebihnya adalah yang pro dan mendukung”, sebut perangkat desa, Romulo menimpali.

Disebutkan, dukungan dan apresiasi masyarakat Desa Parbuluan VI kepada operasional PT.Gruti tidak lepas dari dampak positif yang telah dirasakan warga. Selain telah membuka lapangan dan kesempatan kerja, masyarakat juga telah merasakan sentuhan dari aksi sosial perusahaan dimaksud.

Diterangkan, beberapa tahun belakangan perusahaan yang mengembangkan budidaya kopi itu telah menjadi mitra masyarakat dalam berbagai kegiatan gotong-royong.

“Hampir seluruh kelompok gotong-royong di Desa Parbuluan VI menggandeng perusahaan itu dalam kegiatan. Semisal menyuplai material berupa batu yang dibutuhkan warga saat kegiatan gotong-royong untuk membenahi fasilitas jalan, dan sejenisnya”, terang Kades.

Setiap hari besar keagamaan, PT.Gruti secara kontiniu memberikan perhatian dan sentuhan kepada masyarakat yang kurang mampu di Desa Parbuluan VI berupa bantuan sembako, termasuk memberi atensi dan tali asih kepada pengurus rumah ibadah.

Sementara itu, menanggapi rencana DPRD Dairi yang akan membentuk Pansus terhadap operasional PT.Gruti sebagaimana tercetus dalam Rapat Dengar Pendapat DPRD dengan Aliansi Petani Untuk Keadilan (APUK) yang berlangsung Senin lalu, Kepala Desa Parasian Nadeak berharap DPRD tidak bertindak buru-buru.

Sebelum melangkah jauh, DPRD Dairi diharapkan turun kepada masyarakat untuk menyerap aspirasi, dengan demikian, sikap dan kondisi riil masyarakat dapat diketahui.

Anggota DPRD Dairi, utamanya yang berasal dari daerah pemilihan I, diharapkan turun langsung untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan warga.

“Jangan hanya mendengar suara dari sepihak, tetapi suara mayoritas warga Parbuluan VI juga harus didengar dan diakomodir, terutama dari warga masyarakat yang berdampingan langsung dengan area kerja PT. Gruti, hal itu sangat perlu guna menjaga kondusifitas ditengah masyarakat Parbuluan VI”, sebutnya.

Ditandaskan, informasi seputar kegiatan RDP di DPRD Dairi yang membahas operasional PT. Gruti di Desa Parbuluan VI baru-baru ini, diketahui dari pemberitaan media.

“Awalnya, saat tidak tahu ada agenda itu, saya kemudian tahu setelah memperoleh informasi dari media, dan dalam amatan kami, dari sejumlah orang yang hadir ke gedung DPRD, hanya beberapa orang saja yang merupakan warga Desa Parbuluan VI.”, tandasnya.

“Ada beberapa orang warga desa kita, meski demikian, kehadiran mereka disana bukan atas nama masyarakat desa Parbuluan VI, sementara peserta lainnya,n saya kurang kenal. Kemudian organisasi yang bernama APUK, saya kurang tahu, dan tidak berkedudukan di desa ini”, sebut Kades diamini perangkatnya.

Terhadap debit air menurun, Parasian Nadeak berpendapat, tidak semata-mata dampak operasional PT. Gruti, tetapi lebih diakibatkan kemarau berkepanjangan. (NGL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']