DETEKSI.co–MESUJI, Keluarga korban peristiwa penembakan Mersiyanto (49) membantah keras kabar yang beredar luas di media sosial yang menyebutkan insiden tersebut akibat masalah penagihan utang piutang sebesar 20 juta rupiah. Menurut pihak keluarga, informasi itu tidak benar dan justru menyesatkan publik.
Peristiwa penembakan menimpa Mersiyanto, warga Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, yang terjadi di Desa Sungai Sidang, Kecamatan Rawa Jitu Utara, Kabupaten Mesuji, pada Selasa (1/9/2026). Sejak kejadian itu, berbagai informasi bermunculan di media sosial, salah satunya menyebutkan penyebab kejadian berkaitan dengan urusan utang piutang.
Merespons maraknya kabar tersebut, pihak keluarga korban yang diwakili berinisial T memberikan klarifikasi tegas kepada awak media pada Senin (7/9/2026).
“Ya mas, hal itu tidak benar. Informasi yang menyesatkan publik itu kami pun tidak tahu dari mana asalnya, hingga ada yang menyatakan perselisihan itu karena ditagih hutang 20 juta. Sebenarnya penyebab peristiwa itu murni perselisihan terkait kegiatan sambung ayam atau tajen,” tegas T.
Kala kejadian, korban berselisih dengan pelaku berinisial A karena ayam yang dipertandingkan kalah. Pelaku merasa tidak terima, sehingga perselisihan memanas. Tak lama kemudian, datang tiga orang kerabat pelaku, hingga keempat orang tersebut diduga mengeluarkan senjata api. Dalam kejadian itu, korban menderita tiga luka tembak.
T melanjutkan, keempat orang yang diduga terlibat langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian dan sempat berada di sekitar wilayah Kecamatan Rawa Jitu Utara. Barulah sehari setelah peristiwa itu, mereka diketahui meninggalkan wilayah Kabupaten Mesuji.
Pihak keluarga sangat menyesalkan beredarnya informasi yang tidak akurat tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah menelan mentah-mentah setiap kabar yang beredar di dunia maya, serta selalu memverifikasi kebenaran informasi sebelum mempercayainya atau membagikannya kembali.
“Kami selaku keluarga korban sangat menyesalkan hal ini. Seharusnya siapa pun yang mendapat kabar belum jelas, jangan langsung disebarkan, tapi cek dulu kebenarannya. Kami berharap masyarakat tidak terpedaya dan tidak lagi menyebarkan informasi yang tidak benar. Semoga ke depannya tidak ada lagi yang termakan berita hoaks,” ujarnya.
Keluarga berharap klarifikasi ini dapat meluruskan fakta yang sesungguhnya, meredakan isu yang berkembang, serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif di lingkungan sekitar.
“Kami juga berharap kepada pihak kepolisian Polres Mesuji agar secepatnya mengamankan seluruh pelaku dan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. (Yanguji)


