Beranda blog Halaman 1844

Bupati Asahan Serahkan Penghargaan dan Hadiah Pada Upacara Penurunan Bendera HUT ke-76 Kemerdekaan RI

0

DETEKSI.co – Asahan, Upacara penurunan Bendera Merah Putih di Pemerintah Kabupaten Asahan dalam rangka HUT ke-76 Kemerdekaan RI diwarnai dengan penyerahan penghargaan dan hadiah oleh Bupati Asahan H. Surya B.Sc, Selasa (17/08/2021).

Penghargaan yang diserahkan oleh Wakil Bupati Asahan berupa Satyalencana Karya Satya XXX tahun yaitu Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan Drs. John Hardi Nasution, M. Si, Asisten Administrasi Umum Khaidir Afrin, SE dan Pengawas Sekolah Tingkat SD/TK pada Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan Rahmawati, M.Pd.

Selanjutnya penerima Satyalencana Karya Satya XX tahun Asrul Wahid Kepala BPBD Kabupaten Asahan, Jojor Rismawati Hasibuan Bidan Penyelia Puskesmas Sidodadi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Syahrial, S.H Kepala UPTD Rusunawa pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Asahan.

Untuk penerima Satyalancana Karya Satya X tahun, Jutawan Sinaga Camat Pulo Bandring Kabupaten Asahan, Abd. Rahman, S.P Inspektur Pembantu V pada Inspektorat Kabupaten Asahan, Dina Ariani, SH Kasubbag Keuangan pada BKD Kabupaten Asahan, Rini Rahayu, S.H Penata Muda

H. Surya juga menyerahkan hadiah kepada Kecamatan terbaik Kabupaten Asahan Tahun 2021yakni Terbaik I Kecamatan Buntu Pane, Terbaik II Kecamatan Air Joman, Terbaik III Kecamatan Rahuning, Harapan I Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Harapan II Kecamatan Tinggi Raja, Harapan III Kecamatan Aek Kuasan.

Sehubungan dengan Program Kerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Asahan, yaitu kegiatan pemberian penghargaan Gerakan Budaya Gemar Membaca Tahun Anggaran 2021, Wakil Bupati Asahan menyerahkan hadiah berupa sepeda kepada Cindy Aulia Putri, Ilham Solichin, Novi Kartika dan Selamet.

Setelah selesai memberikan penghargaan dan hadiah, Wakil Bupati Asahan memimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih pada HUT ke-76 Kemerdekaan RI yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Asahan.

Ditempat yang berbeda di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Bupati Asahan bersama dengan Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Dandim 0208/Asahan, Danyon 126/KC, Ketua Pengadilan Agama Kisaran, Mewakili Danlanal Tanjung Balai Asahan, Mewakili Kapolres Asahan, Mewakili Kajari Asahan, Mewakili Pengadilan Negeri Kisaran, OPD, Ketua TP PKK Kabupaten Asahan dan tamu undangan lainnya mengikuti upacara penurunan bendera Merah Putih di Istana Merdeka Jakarta secara virtual dalam rangka HUT ke-76 Kemerdekaan RI Tahun 2021 di Kabupaten Asahan yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo.(Dek)

Perekonomian Alami Perbaikan karena Ditopang Pemulihan Ekonomi AS, Tiongkok dan Negara Eropa

0

DETEKSI.co – Medan, Sumut tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di Sumatera. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Soekowardojo dalam sambutannya saat membuka 2nd Sumatranomics secara webinar, Senin (16/08/2021).

“Untuk mencermati kondisi global saat ini, kinerja perekonomian terus mengalami perbaikan. Hal ini ditopang oleh pemulihan ekonomi AS, Tiongkok dan sejumlah negara di kawasan Eropa, yang semakin baik dan kuat,” ujar Soekowardojo sembari mengatakan walaupun Sumut tercatat pada peringkat ke 9, dengan share terbesar se-Sumatera.

Sambung Soekowardojo menerangkan oercepatan vaksinasi global dan meningkatkan nya permintaan global serta berbagai stimulus kebijakan, turut berdampak pada penguatan pemulihan ekonomi global. Ini tercermin dari berbagai indikator global yang telah menunjukan tren yang terus membaik.

“Ini terus berlanjut ke level nasional, di mana pada triwulan II 2021, Indonesia mencatatkan perbaikan didorong oleh perbaikan kinerja ekspor, belanja pemerintah dan juga investasi non bangunan. Grafik ekspor non-migas dan impor non-migas menunjukkan peningkatan, mengindikasikan optimisme pelaku usaha,” jelasnya.

Untuk kinerja pertumbuhan ekonomi, Sumatera mencatat perbaikan dengan seluruh provinsi mampu keluar dari zona kontraksi. Pertumbuhan positif ditopang oleh peningkatan kinerja TBS dan CPO seiring masih tercukupinya curah hujan, tingginya permintaan batu bara dari negara mitra dagang, serta perbaikan mobilitas masyarakat yang mendorong perbaikan lapangan usaha pertambangan dan perdagangan.

“Kondisi tersebut juga tertransmisikan pada sisi permintaan melalui perbaikan pendapatan masyarakat seiring perbaikan serapan tenaga kerja, serta optimisme kegiatan investasi dunia usaha,” ucapnya. (Irvan)

Pers dan Refleksi Kemerdekaan Indonesia ke-76

0

Catatan Hendry Ch Bangun

DETEKSI.co – Bagaimana kehidupan pers di usia 76 tahun Indonesia Merdeka? Kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Sebagai orang pers, saya merasa banyak sekali hal yang harus kita perbaiki. Itupun kalau ada kesadaran di kalangan pers itu sendiri.

Dalam diskusi yang diadakan Dewan Pers pada Minggu malam dengan pihak-pihak di luar pers, tercermin bagaimana kondisi pers sekarang semakin jauh dari pers yang ideal. Banyak harapan terhadap pers, jauh dari kenyataan.

Salah satu ungkapan dalam pertemuan itu menyebutkan, pers Indonesia sedang menggali kuburnya sendiri karena sikap dan perilakunya. Dalam hal ini cara pandang dan cara kerja dari media, khususnya terkait dengan pandemi Covid-19 yang melanda kita. Seharusnya semangat yang dibangun adalah bagaimana pers menggalang masyarakat untuk bersama-sama semua komponen bangsa membantu pemberantasan Covid-19.

Media yang bagus dengan kedalaman wawasan, pengetahuan, dan ketrampilan berbahasa membuat persoalan rumit menjadi enak dibaca, ditonton, atau didengar. Berita lalu menimbulkan semangat dan gairah, untuk bangkit dari keterpurukan.

Tetapi banyak sekali media yang justru sibuk dengan ini-itu, hal remeh temeh, sehingga audiens pun ikut permainan dan tidak melihat Covid-19 ini sebagai hal serius. Mungkin seperti berita entertainmen. Padahal menyangkut masalah hidup mati.

Pers juga seperti tidak peduli apakah pandemi ini cepat selesai atau tidak. Padahal negeri ini sedang kesusahan.  Kondisi ekonomi umumnya sulit, banyak usaha gulung tikar, berbagai kegiatan berkurang. Yang berimbas pada perusahan pers pendapatan anjlok, sulit beroperasi normal, terpaksa mengurangi atau memotong gaji, PHK sehingga seperti bisnis lain, pers sejatinya ingin agar ekonomi kembali pulih.

Semestinya ada strategi agar semua pemangku kepentingan bersama-sama bergerak ke arah pemulihan. Tapi kalau yang disampaikan semuanya mengarah ke bad news—membesarkan berita buruk, dan bukan membuat berita yang memberi harapan, bagaimana pasar mau optimistis?

Kalau berkaca ke peristiwa beberapa tahun lalu terlihat sekali beda antara pers Indonesia dengan pers di Thailand, misalnya. Saat Bom Bali terjadi, turis berkurang drastis bahkan nyaris tidak ada karena agen perjalanan, kedutaan besar asing, menganjurkan agar membatalkan perjalanan ke Indonesia karena media membuat gambaran kengerian.

Sementara ketika bencana sejenis menimpa Thailand, pers di negeri itu sempat euphoria memberitakan. Bad news is good news. Pariwisata hancur, wisatawan takut datang. Tetapi pers  lalu sepakat bahwa pemberitaan buruk hanya akan menghalau turis, menciptakan pengangguran, menurunkan ekonomi, dan pada gilirannya membuat sengsara perusahaan pers.
Begitu pula dengan bencana.

Seorang yang bertugas di BNPB menyampaikan ketika dia berada di Jepang, saat terjadi gempa di Sendai, di hari-hari yang menyedihkan itu, media televisi praktis tidak ada yang mengambil kesedihan, mengumbar penderitaan. Yang tampil di media adalah liputan yang menunjukkan semangat dan kerja keras, gotong royong, kesiagaan menghadapi gempa yang mungkin terjadi, bahu membahu rakyat dan petugas bencana.

Sementara di Indonesia, kebanyakan fokus menggambarkan penderitaan. Orang yang sedang kesusahan, yang sengsara, kesulitan ini itu, kehancuran bangunan, rumah ibadah, dengan narasi mendayu-dayu. Lalu di televisi, seperti biasa, terdengarlah lagu Ebie G Ade, Berita Kepada Kawan..” mungkin Tuhan mulai bosan//melihat tingkah kita//yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa//…” sebagai pengiring. Orientasinya menciptakan kesedihan, bukan semangat untuk bangkit, berjiwa tegar menghadapi musibah, dst.

Dalam survei atas berita Covid di media siber di bulan Maret 2020 sampai 2021, diadakan Dewan Pers bersama London School of Public Relation, ditemukan bahwa hanya 20,2% berita yang memenuhi kaidah jurnalisme bencana dan bernada empati dari 1000 berita yang diteliti. Sekitar 78,9% berita ditulis biasa, datar-datar saja. Tanpa keprihatinan sebagai anak bangsa, sebagai bagian dari masyarakat yang sedang menderita. Hanya 27,1 % berita yang memberikan harapan, dan hanya 29,3% berita yang menjadikan pandemi Covid-19 sebagai pembelajaran, yang akan menjadi introspeksi bagi kita sebagai bangsa.

Maka kalau ada yang mengatakan bahwa isi kepala banyak wartawan kita tidak memiliki kesadaran etis, ideologi dan wawasan kebangsaan, bisa jadi ada benarnya. Gejala ini menakutkan karena ketika nanti teknologi sudah maju, mereka akan mudah digantikan robot-robot penulis, yang sudah diajari menulis, mendeskripsikan, memasukkan angka-angka. Robot-robot itu kini sudah berhasil menulis berita pertandingan olahraga, bahkan lebih telaten dan komplet karena semua angka sudah tertanam di “otaknya”.

Begitu pula berita bursa, yang sisi pentingnya adalah naik turun nilai saham, pergerakan keluar masuk modal, yang fokus pada angka. Teori mengatakan media, wartawan, adalah agen perubahan dengan karya jurnalistik yang memberikan wawasan, informasi yang inspiratif, semangat untuk maju, contoh keberhasilan, dan harapan bahwa sisi lain dari kesulitan adalah peluang.

Untuk sampai di sana memang harus ada kesadaran pada diri wartawan dan pengelola media bahwa beritanya berdampak bagi audiensnya secara cepat atau pelahan. Dia harus punya ideologi bahwa dia bekerja untuk kepentingan masyarakatnya, bangsanya, bukan untuk dirinya sendiri, apalagi bos nya di kantor.

Oleh karena itu kalau  masyarakatnya sedang kesulitan maka dia harus ikut merasakan, lalu ikut mencari solusi. Minimal dengan menenangkan hatinya, dan kalau bisa mencarikan jalan keluar bersama-sama lewat berita yang memberi harapan, contoh orang atau pihak yang mampu lepas dari penderitaan dengan cara-cara tertentu. Keberhasilan pegawai kena PHK yang sukses menjadi wiraswasta mandiri, adalah contoh berita positif, yang membuat mantan karyawan menempuh upaya sejenis.

Media memberikan pilihan-pilihan, alternative, dari kebuntuan di masyarakatnya. Ketika Orde Baru berkuasa dan saluran aspirasi macet, banyak media di Indonesia yang memuat berita tentang praktik demokrasi di negara lain. Selain memberi harapan pada masyarakat yang tidak berdaya, berita itu sekaligus menyindir kekuasaan agar memberi kelonggaran pada warganya.

Pertanyaannya sekarang, apakah wartawan kita memiliki kompetensi untuk membuat berita yang “solutif”, berita yang berempati terhadap penderitaan masyarakatnya, berita yang membuat pembacanya lega dan optimistis? Apakah wartawan masih membaca buku-buku di kepustakaan atau membaca hati masyarakat dengan sering terjun ke lapangan dan mendengar apa yang mereka keluhkan dan harapkan?

Hanya wartawan dari media tertentu yang masih melakukannya. Wartawan pada umumnya makin malas membaca dan turun ke lapangan. Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik dan turunannya saja mungkin hanya sekali dibaca yakni sewaktu ikut uji kompetensi.

Apalagi buku-buku pengetahuan untuk mendukung tugas jurnalistiknya. Paling juga googling, atau bertanya, yang berakibat pemahaman tentang suatu hal hanya di permukaan saja.
Ke lapangan menjadi sesuatu yang langka, kecuali kalau ke kantor humas dianggap lapangan. Press release dari humas pun kini sudah dikirimkan via email, atau WA, jadi wartawan tinggal menyalinnya—kadang masih dengan judul yang sama—lalu menurunkan berita itu dengan mencantumkan namanya.

Padahal sebelum menuliskan beritanya, seorang wartawan mestinya bertanya pada diri sendiri dulu, untuk apa berita ini saya tulis. Jawabnya tentu, untuk publik. Maka berita itu haruslah sebesar-besarnya diupayakan bermanfaat bagi publik. Publik mana? Tentu saja publik yang ada di sekeliling kita, dari lingkungan sampai ke seluruh masyarakat itu sendiri. Semangat menulis untuk publik ini akan memberikan darah segar, tapi juga empati, ketika wartawan menuliskan kata demi kata, kalimat demi kalimat.

Karena dia tahu karya jurnalistiknya itu akan memberikan kesenangan, kegembiraan, inspirasi, bagi sasaran yang ditujunya. Wartawan tidak menulis untuk memuaskan dirinya sendiri. Tidak memuaskan orang perorang, untuk si narasumber atau kelompok tertentu. Atau entitas bisnis tertentu yang telah memberikan keuntungan, manfaat bagi wartawan atau per situ. Atau yang mengirimkan rilis demi rilis dan di akhir bulan memberikan bayaran tertentu.

Kita patut bangga karena UU Pers telah menghilangkan bredel, sensor, dan menghapus pasal yang bisa memenjarakan wartawan karena karya tulisnya. Kita menjadi negara yang medianya boleh menulis apa saja, dan sanksinya hanya berupa hak jawab dan atau dengan permintaan maaf karena telah melanggar kode etik. Kemerdekaan pers hasil reformasi tahun 1998 itu patut disyukuri bukan hanya oleh pers tetapi masyarakat pada umumnya karena mereka lalu ikut menikmatinya karena pers bisa memuat apapun aspirasi mereka.

Tidak usah jauh-jauh bertanya, apa yang sudah pers berikan bagi bangsa ini. Cukup kita bertanya apakah yang sudah saya lakukan untuk memperbaiki diri sendiri. Memperbaiki khazanah pers yang kini sering disebut kebablasan dan dibajak penumpang gelap? Pers yang asik dengan dirinya sendiri dan seperti tidak peduli dengan sekelilingnya?

Perusahaan pers harus mendefinisi ulang dirinya karena semakin besarnya peran media sosial dalam mensuplai informasi ke masyarakat. Semakin berubahnya pengertian media mainstream karena saat ini yang menjadi patokan, tidak lagi sekadar brand dan nama besar media, tetapi adalah topik-topik aktual yang dipetik dari mesin pencari?

Terutama agar media massa tidak terjebak dalam urusan isi perut sehingga menjatuhkan dirinya dalam cengkeraman klikbait dan ikut-ikutan bermain di tataran judul.
Yang juga harus dilakukan bersama adalah terus menerus meningkatkan kualitas dan kapasitas wartawan agar semakin kompeten sehingga semakin berkurang keluhan atau pengaduan dari masyarakat, walau pada kenyataannya terus bertambah sebagaimana tergambar dari kasus yang dimediasi di Dewan Pers.

Kesadaran itu harus ada pada diri wartawan, apabila dia menyatakan sebagai wartawan professional, selain pada perusahaan medianya. Yang diwujudkan dengan karya-karya jurnalistik yang minimal sesuai standar dan taat pada kode etik jurnalistik, dan kalau bisa produk jurnalistik hebat dan memperoleh penghargaan nasional atau bahkan internasional.

Kalau melihat produk jurnalistik di media internasional, kadang kita malu juga melihat apa yang dihasilkan wartawan di media kita. Seperti tidak ada upaya membuat karya jurnalistik yang bagus, seadanya saja, sehingga tidak malu kalau disandingkan dengan karya wartawan negara lain, seperti kalau meliput topik yang sama.

Sering tanpa perspektif, kering dan kosong, melulu berisi kutipan narasumber, data yang disediakan, dan tidak ada upaya serius untuk memperkaya atau memberikan sudut pandang berbeda. Seperti tidak punya jati diri, tidak beridentitas. Semua mirip-mirip, atau malah sama.

Padahal menjadi wartawan adalah pilihan pribadi. Mestinya menjadi maju dan professional adalah sikap diri dan bukan kehendak perusahaan pers. Mau perusahaan bangkrut, saya harus maju dan terus maju. Karya tulis saya harus bagus dan semakin bagus. Saya tidak akan terganggu oleh berbagai “cengkonek” di sekeliling saya. Karena tulisan saya adalah jati diri saya, dan saya malu kalau sampai tulisan saya hanya begitu-begitu saja. Tetapi masih adakah wartawan masa kini yang bersikap seperti itu?

76 Tahun Indonesia Merdeka, Hadapi Wehalo Hidup Sebatang Kara di Gubuk Tak Layak Huni

0

DETEKSI.co – Nias Selatan, Hari ini tepatnya Hari Kemerdekaan Repubik Indonesia ke-76 tahun. Banyak yang bersyukur Indonesia masih bisa bertahan di usia 76 tahun. Namun banyak juga mengeluh karena belum bisa merasakan nikmatnya kemerdekaan.

Ditengah-tengah wabah virus Covid 19 di Indonesia, khususnya wilayah Kabupaten Nias Selatan, Pemerintah telah mengucurkan anggaran untuk membantu masyarakat yang mengalami dampak dari virus tersebut, baik secara tunai maupun non tunai.

Berbeda halnya dengan salah seorang warga Desa Hilionaha, Kecamatan Onolalu Kabupaten Nias Selatan. Hadapi Wehalo (30) belum pernah mendapatkan bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah, baik bantuan PKH, BPNT, BLT dan lain sebagainya.

Hadapi Wehalo merupakan anak yatim piatu yang ditinggal kedua orangtuanya sejak masih berumur 15 tahun.

Salah seorang dermawan yang tergerak hatinya, bernama Asahuku Laia, mendatangi rumah Hadapi Wehalo untuk memberikan bantuan berupa paket sembako untuk kehidupan sehari-hari, Selasa (17/8).

Bantuan tersebut diberikan atas dasar kondisi Hadapi Wehalo yang memprihatinkan.

“Hadapi Wehalo hidup sebatang kara digubuk kecil tak layak huni berlantai tanah dan beratap daun rumbia berukuran 2×2 m. Dia tinggal dikebun seorang diri yang jauh dari pemukiman warga berjarak sekitar 2 Km dari Desa Hilionaha” ucap Asahuku.

Setiap harinya, Hadapi Wehalo hidup dengan memakan makanan seadanya dihutan, dan belum pernah tersentuh bantuan dari Pemerintah.

Asahuku Laia berharap, Pemerintah Desa maupun Kabupaten, khususnya Dinas terkait untuk memberikan bantuan, dan juga kepada para dermawan untuk dapat membantu meringankan beban saudara Hadapi Wehalo.

Dia menambahkan agar nantinya Pemerintah dapat melakukan penyesuaian data, agar program sosial pemerintah tepat sasaran, sehingga warga fakir/miskin menerima haknya sebagaimana mestinya. (Heldiz)

Wagub Musa Rajekshah Pimpin Upacara HUT ke-76 RI di Lanud Soewondo

0

DETEKSI.co – Medan, Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah memimpin upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang digelar di Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo, Medan, Selasa (17/8) pagi.

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-76 Kemerdekaan RI yang diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Sumut, OPD Pemprov Sumut dan sejumlah pejabat lainnya. Meski jumlah peserta dibatasi karena dalam masa pandemi Covid-19, namun upacara tetap berlangsung khidmat.

Usai menjadi inspektur upacara, Wagub Musa Rajekshah mengatakan, semangat kemerdekaan harus terus bergelora khusus bagi para generasi muda. Menurutnya, perjuangan dan jasa para pahlawan harus terus dikenang, karena untuk memerdekakan Bangsa Indonesia bukanlah hal yang mudah.

“Karenanya generasi-generasi muda harus tetap menjaga keutuhan bangsa. Generasi muda kita juga jangan lengah oleh waktu, harus ikut berjuang mempertahankan bagaimana negara ini dapat menjadi negara yang maju dengan SDM yang berkualitas ke depannya,” jelasnya.

Selain itu, Musa Rajekshah juga menyampaikan, bahwasanya pandemi Covid-19 hingga saat ini belum usai. Untuk itu, Musa Rajekshah mengajak seluruh masyarakat Sumut untuk bersama-sama berdoa agar masalah pandemi ini bisa segera terselesaikan.

“Mari kita sama-sama berdo,a agar masalah pandemi ini bisa segera terselesaikan, sehingga masyarakat kita bisa kembali beraktivitas untuk membangkitkan perekonomian di daerah,” harapnya. (Irwan Ginting)

Forkopimda Asahan Ikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT Ke 76 Kemerdekaan RI Secara Virtual

0

DETEKSI.co – Asahan, Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar upacara detik-detik proklamasi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) secara virtual di Aula Melati Kantor Bupati Asahan yang terhubung langsung ke Istana Merdeka Jakarta, Selasa (17/08/2021).

Pada peringatan upacara ini yang menjadi Inspektur Upacara adalah Presiden Indonesia Ir. Joko Widodo, sebagai Komandan Upacara Kolonel Pnb Putu Sucahyadi, sebagai Komandan Kompi Paskibraka Kapten Inf. Suryadi Nataatmaja, adapun yang bertindak sebagai Perwira Upacara Brigadir Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya.

Tim Paskibraka yang akan mengibarkan Bendera Merah Putih yang disebut Tim Indonesia Tangguh yakni Ardelia Muthia Zahwa terpilih menjadi pembawa bendera Merah Putih perwakilan Provinsi Sumatera Utara asal Sekolah SMA Harapan I Medan.

Bertugas mengibarkan bendera Merah Putih Aditya Yogi Susanto perwakilan Provinsi Gorontalo, Dika Ambiya Rahman bertugas sebagai pembentang Bendera perwakilan dari Provinsi Jawa Barat dan Ridho Hadfizar Armadhani bertugas sebagai pengerek bendera perwakilan Provinsi Lampung.

Di upacara peringatan HUT ke-76 RI ini Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan teks Proklamasi.

Seteleh selesai melaksanakan upacara detik-detik proklamasi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) secara virtual, Bupati Asahan H. Surya, BSc saat dikonfirmasi media meminta masyarakat Kabupaten Asahan, dalam mengikuti detik-detik proklamasi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dimasa pandemi covid-19 ini, agar menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 yaitu memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak.

“Saya yakin seluruh masyarakat Kabupaten Asahan tertib dalam mengikuti upacara detik-detik proklamasi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) secara virtual ini Dan, apa yang menjadi moto dalam HUT RI pada tahun ini yaitu Indonesia tangguh Indonesia tumbuh dapat tercapai di Kabupaten Asahan,” ungkap Bupati.

Tampak hadir Bupati Asahan, Wakil Bupati Asahan, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Kajari Asahan, Ketua PN Kisaran, Ketua PA Kisaran, Danyon 126/KC, Mewakili Dandim 0208/Asahan, Mewakili Danlanal Tanjung Balai Asahan, Mewakili Kapolres Asahan, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, OPD, Ketua TP PKK Kabupaten Asahan dan tamu undangan lainnya.(Dek)

Dinas Kominfo Kabupaten Asahan Gelar Upacara Peringatan Kemerdekaan RI Ke-76

0

DETEKSI.co – Asahan, Kemerdekaan bukanlah sekadar seremoni belaka. Ada kenangan, cinta dan luka di sana. Ada harapan, mimpi dan cita-cita yang harus dijaga. Ada kita yang terus mencoba memperbaiki, dengan cara yang sederhana dan tak kenal lelah. Perjuangan panjang yang dilakukan para pahlawan bangsa selama kurang lebih 300 tahun untuk memerdekakan bangsa ini haruslah dilanjutkan dengan perjuangan dalam menjaga keutuhan NKRI dan mewujudkan cita-cita bangsa untuk memberikan kehidupan makmur dan adil bagi warganya.

76 tahun sudah, Nusantara ini telah melalui berbagai fase perjalanan sebagai sebuah negara yang merdeka. 17 Agustus 2021, seluruh warga Negara Indonesia yang tersebar di berbagai daerah memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke- 76 tahun 2021. Untuk tahun ini, peringatan tersebut masih dalam suasana pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan akan berakhirnya. Kondisi ini telah membawa dampak yang luar biasa bagi sendi-sendi kehidupan segenap anak bangsa. Wabah ini juga telah banyak menghabiskan fokus perhatian Pemerintah dan kita semua pada penanganannya.

17 Agustus 2021, Pemerintah Kabupaten Asahan juga melaksanakan Upacara Peringatan Detik – Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-76 tahun 2021. Namun, untuk tahun ini Upacara tersebut tidak dilaksanakan terpusat di satu tempat. Bupati Asahan menginstruksikan agar setiap Instansi Pemerintahan, Lembaga Swasta, Lembaga Pendidikan, dan Organisasi melaksanakan Peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI di kantor masing-masing secara sederhana dan khidmat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan penanganan dan pencegahan Covid-19.

Sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan juga turut laksanakan Upacara Peringatan Detik – Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-76 tahun 2021. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos., M.Si bertindak sebagai Pembina Upacara dalam upacara yang dilaksanakan di Halaman Kantor Dinas Kominfo Kabupaten Asahan Selasa, (17/8/2021) tersebut.

Upacara tersebut juga diikuti oleh seluruh pejabat Eselon III, IV dan ASN dan di lingkungan Dinas Kominfo Kabupaten Asahan. Suasana khidmat pun kentara kala bendera merah putih berkibar di halaman Kantor yang beralamat di Jalan Mahoni Nomor 3 Kisaran itu. Usai Upacara, seluruh peserta upacara melanjutkan kegiatan dengan foto bersama.

Dalam keterangannya usai pelaksanaan upacara, Kadis Kominfo Kabupaten Asahan Rahmat Hidayat Siregar menghimbau seluruh aparatur di lingkungan Dinas Kominfo Asahan agar dapat memanfaatkan momentum Dirgahayu Republik Indonesia Ke- 76 tahun ini dengan meningkatkan kualitas, inovasi dan kreasi demi terwujudnya efektifitas dan efisiensi komunikasi dan informatika penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam rangka mewujudkan Asahan yang religius, sehat, cerdas dan mandiri.

Dirinya juga mengajak seluruh aparatur Dinas Kominfo untuk terus memaksimalkan peran sebagai instansi yang bertanggung jawab di bidang komunikasi dan informatika di Kabupaten Asahan.

“mari kita jadikan momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-76 tahun ini dengan meningkatkan sinergi, kolaborasi, kreasi dan inovasi sebagai Dinas yang komunikatif dan informatif”, ujar Hidayat.

Dalam kesempatan tersebut tak lupa Hidayat berpesan agar seluruh aparatur Dinas Kominfo Kabupaten Asahan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di masa pandemi Covid-19 saat ini.(Dek)

Bupati Taput Pimpin Peringatan Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia

0

DETEKSI.co – Taput, Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan , M.Si bersama Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat , SH, Ibu Ketua Penggerak PKK Kabupaten Tapanuli Utara Ny. Satika Simamora dan Wakil Ketua PKK Kabupaten Tapanuli Utara Ny. Marsaulina Lumbantobing, Forkopimda dan beberapa Pimpinan OPD, pimpin Upacara Peringatan Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia secara sederhana di Halaman Kantor Bupati Taput, Selasa (17/08).

“Di tengah Pandemi ini, kita tetap gelar Upacara Peringatan Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia dengan sangat sederhana dan protokol kesehatan yang ketat”, ujarnya.

Kita memang sudah merdeka dari penjajah, tetapi saat ini kita harus bersatu padu memerangi Covid-19 agar kita semua bisa sehat dan memulihkan perekonomian yang saat ini terguncang. Kalau bukan kita siapa lagi?,” ujar Bupati.

Usai upacara, Bupati Taput menyaksikan atraksi Moccak Batak dan juga atraksi para motor.

Bupati dan rombongan usai upacara, selanjutnya mengikuti detik – detik proklamasi peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia.Upacara Peringatan Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, di Sopo Rakyat Rumah Dinas Bupati Taput. en

PDI Perjuangan Medan Deli Berbagi kepada Kaum Dhuafa dalam Merayakan HUT RI

0

DETEKSI.co – Medan Deli Sumut, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) wilayah Kec. Medan Deli dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia menggelar bhakti sosial yang dilakukan di 2 Daerah kec. Medan Deli di Kel. Mabar Hilir dan Kel. Tanjung mulia kec. Medan Deli, Kota Medan Sumatera Utara, Selasa (17/8/2021) .

Ketua PDIP Guntur Turnip yang didampingi Sekretaris Candra dan kepengurusan PDIP wilayah Medan Deli menjelaskan ada dua daerah di Kec. Medan Deli yang kita lakukan untuk memeriahkan dan mengisi HUT RI ke 76 tahun 2021 kali ini.

Kegiatan ini mengedepankan bhakti sosial kepada masyarakat kaum Dhuafa dan memberikan sembako serta tali asih kepada masyarakat luas yang saat ini sedang terdampak Covid-19.

Dalam hal ini kami juga mengajak masyarakat untuk selalu mengikuti arahan pemerintah tentang gunanya menjaga protokol kesehatan agar dapat menghindari Penularan Covid 19 kepada sesam masyarakat.

Guntur Turnip juga menghimbau, agar seluruh masyarakat jangan mengundang kerumunan massa yang akhirnya nanti dapat menjadi penularan Covid 19 yang saat ini masih mengganas, semua ini agar bisa di ikuti masyarakat yang melakukan aktifitas dalam memeriahkan HUT RI, tandasnya.

PDIP yang melakukan bhakti sosial di Dua daerah kelurahan tepatnya di GG Seroja Kel .Mabar hilir kec.medan Deli ini akan terus melakukan Bhakti sosial selama satu Minggu kedepan di seluruh kelurahan yang ada di Kec. Medan Deli. ( Boim )

Dikabarkan Terpapar Covid-19 Paskibra Langkat Gagal Jalankan Tugasnya

0

DETEKSI.co-Langkat, Setelah berlatih di Kabupaten dan geladi sudah digelar di alun – alun T. Amir Hamzah Stabat Pasukan pengibar bendera peringatan HUT RI Ke 76, Setelah dikabarkan 23 dari 58 orang pasukan pengibar bendera tersebut terpapar Covid -19 gagal menjalankan tugasnya.

Pada peringatan 17 Agustus 2021 tidak ada terlihat pengibaran bendera merah putih di Alun – alun Tengku Amir Hamzah Stabat oleh pasukan pengibar bendera yang sudah dilatih berminggu – Minggu tersebut ,melainkan upacara dilaksanakan di halaman kantor bupati Langkat dengan tiga orang yang mengibarkan bendera merah putih dari Personil Satpol PP Kabupaten Langkat.

Pasukan pengibar bendera ternyata mengikuti upacara bendera secara virtual yang di laksanakan di aula AKPER PAL Stabat.

Hadi Ilham salah seorang orang tua siswa bersama beberapa orang tua lainya dimana anak mereka ikut dalam Paskibra tersebut,merasa kecewa karena anaknya gagal mengibarkan bendera bersama rekan – rekanya di Alun – alun Tengku Amir Hamzah Stabat.

Rasa kecewa itu semakain menjadi setelah iya melihat dari 23 orang yang dikabarkan Terpapar Covid -19 tersebut ikut bergabung mengikuti upacara Virtual.

” Seharusnya kalau benar terpapar Covid -19 dilakukan Isolasi,mengapa harus di gabungkan,ada apa sebenarnya ini ” terang Hadi Ilham kepada wartawan (17/08/2021).(AR.Lim)