Beranda blog Halaman 1896

Peruntukan Beberapa Wilayah Afdeling di PTPN II Tidak Jelas

0

DETEKSI.co – Deliserdang, Banyak persoalan di tubuh PTPN II dan terus bergulir di setiap waktu. Sejauh itu sepertinya hanya bersifat dialogis yang tidak merugikan beberapa pihak. Sementara aset aset Negara yang terlihat semakin buram seperti keberadaan beberapa Afdeling (AFD) di dalam kendali PTPN II yang telah hilang. Yang mana tentu saja harus dipertanggung jawabkan keperuntukanya.

PTPN II selalu menyatakan akan menempuh pendekatan secara persuasif dan solusi damai dengan melakukan dialog yang melibatkan pemangku kepentingan unsur Muspida dan tokoh masyarakat setempat dalam menyelesaikan setiap permasalahan sengketa lahan.

Seperti keterangan persnya pada Rabu (14/7/2021) terkait kasus lahan Kebun Bekala, sekali lagi Marisi Butar Butar Direktur PTPN II menyampaikan.
“ Manajemen PTPN II selalu membuka ruang dialog dengan kelompok masyarakat untuk menyelesaikan setiap sengketa lahan secara damai dan berkelanjutan,” kata Direktur PTPN II itu.

Dia juga mengatakan, perseroan telah melakukan upaya penyelesaian sejak lama dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk mencari solusi damai dan berpegang pada ketentuan dan peraturan hukum yang berlaku.

Lebih jauh Marisi juga mengungkapkan, penerbitan HGU No.171/Simalingkar A seluas 854,26 Ha tersebut pernah digugat oleh masyarakat Forum Kaum Tani Lau Cih di PTUN Medan.
Namun, perkara tersebut telah memperoleh putusan Kasasi di MA RI No. 5K/TUN/2020 yang pada intinya menguatkan putusan hukum PTUN Medan dan Pengadilan Tinggi TUN yang menyatakan bahwa gugatan tidak dapat diterima atas klaim sepihak Forum Kaum Tani Lau Cih.

Marisi menjelaskan salah satu bentuk usaha dan kepedulian PTPN II di atas lahan kebun bekala dengan memberikan tali asih secara bertahap kepada masyarakat yang bersedia meninggalkan lahan PTPN II tersebut dan menyerahkan kembali tanah tersebut kepada PTPN II.
Hal ini juga sesuai dengan hasil kesepakatan dengan Muspida dan DPRD Propinsi Sumatera Utara.

“Pengambil alihan dilakukan sejak 2017 hingga 2019, dengan melibatkan unsur Muspika, aparat keamanan dan aparat penegak hukum,” ungkapnya.

“ sementara selama periode (2017-2019) PTPN II sudah menyerahkan tali asih atau ganti rugi kepada 199 kepala keluarga (KK) untuk lahan seluas 356.093 m2,” bebernya.

PTPN II sebagai perusahaan milik negara juga secara berkesinambungan terus melakukan berbagai kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat salah satunya bekerja sama dengan Pemko Medan melakukan penyaluran sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19 di wilayah medan dan sekitarnya.

Berdasarkan penelusuran data per 30 Juni 2019, areal tanaman PTPN II (Persero) dan Anak Perusahaan didominasi oleh tanaman kelapa sawit seluas 552.888 ha, tanaman karet seluas 154.737 ha, teh 30.279 ha serta areal tebu sendiri seluas 53.946 Ha. Namun kamana beberapa areal afdeling tembakau dan tebu di wilayah kebun sempali. (sby)

Sinergitas TNI – Polri, Kapolres Batu bara Sambut Kedatangan Danrem 022 Pantai Timur

0

DETEKSI.co – Asahan, Dalam Sinergitas TNI – Polri Kapolres jajaran Polda Sumut  yang bertugas di wilayah Pantai Timur Sumatra Utara menyambut kedatangan Danrem 022 /PT Kolonel Inf. Parlindungan Hutagalung S.A.P. ke Kodim 02/08/Asahan pada Kamis (15/7/2021).

Kapolres Batu bara AKBP Ikhwan Lubis SH.MH yang hadir dalam Sinergitas TNI – Polri tampak menerima Plakat dari Danrem 022/ PT. sebagai bentuk sinergitas antar Polres dan Dandim karena bekerjasama dengan baik melakukan tugas tugas kenegaraan selama musim Pandemi Covid 19 selama ini.

Danrem 022/PT Kolonel Inf . Parlindungan Hutagalung S.A.P menjelaskan pantas diberikan penghargaan kepada Sinergitas TNI – Polri di wilayah Pantai timur ini.   Dimana kita ketahui dalam melakukan tugas tugas negara seperti mengatasi Pandemi Covid 19 ini mereka bekerja dengan sangat baik, contohnya melakukan Oprasi Yustisi yang serentak di lakukan bersama juga memberi solusi himbauan baik kepada masyarakat dan selalu bersama menghadapi permasalahan keamanan Negara hingga menciptakan situasi aman dan kondusif  ( Kantibmas ), Ungkap Danrem.

Kapolres Batu bara AKBP Ikhwan Lubis SH.MH disela sela aktifitas nya dalam kunjungan Danrem di Kodim 08/08/As menjelaskan Hal ini adalah bentuk sinergitas antara TNI – Polri dalam melakukan kerjasama untuk melayani masyarakat, Disini Danrem memberikan plakat  dan kami Polres Batu bara juga memberikan plakat sebagai bentuk Sinergitas yang baik, Dan kami akan terus melakukan kerja sama melakukan Oprasi Yustisi dan dimana kami juga akan selalu melakukan kegiatan sosial bersama kepada masyarakat, tandas Kapolres. (Boim)

Bupati Nias Barat Sampaikan Nota Pengantar Rancangan Awal RPJMD Tahun 2021-2026

0

DETEKSI.co – Nias Barat, Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2021-2026 pada rapat paripurna DPRD Nias Barat di Ruang Sidang DPRD Nias Barat, Kamis (15/07/2021).

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Nias Barat Drs. Evolut Zebua didampingi oleh Wakil Ketua I Haogomano Gulo, S.Pd dan Wakil Ketua II Tolosokhi Halawa, S.Pd, turut dihadiri oleh Wakil Bupati Nias Barat Dr. Era Era Hia, MM., M.Si, Asisten, Staf Ahli, Pimpinan OPD, Tim Penyusun RPJMD dan Insan Pers.

Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu menyampaikan bahwa Nota Pengantar Ranwal RPJMD kepada DPRD Kabupaten Nias Barat merupakan kewajiban pemerintah daerah sebagaimana telah diatur pada pasal 49 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017 yang mengamanatkan Kepala Daerah Mengajukan Rancangan Awal RPJMD kepada DPRD untuk dibahas dan memperoleh kesepakatan.

RPJMD merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program kepala daerah yang memuat Tujuan, Sasaran, Strategi, Arah Kebijakan Pembangunan Daerah dan Keuangan Daerah, Serta Program Perangkat Daerah dan lintas perangkat daerah yang disertai dengan kerangka pendanaan bersifat indikatif untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang disusun dengan berpedoman pada RPJPD, RTRW, RPJMD Provinsi dan RPJMN.

Usai membacakan Pidato Pengantar, Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu didampingi Wakil Bupati Nias Barat Dr. Era Era Hia MM, M.Si menyerahkan Nota Pengantar Rancangan Awal RPJMD Kepada Pimpinan DPRD untuk dibahas bersama untuk mendapat persetujuan. (Utema Gulo)

Letakkan Batu Pertama Wabup Adlin: Harapkan Kesejahteraan Masyarakat Merata

0

Deteksi co – Sergai, Wakil Bupati Serdang Bedagai Adlin Umar Yusri Tambunan ST, M.SP. menghadiri peletakan batu pertama program bedah rumah yang dilaksanakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serdang Bedagai di Dusun 2 Desa Pematang Guntung Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (15/7/2021).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Adlin Tambunan mengatakan program bedah rumah ini hasil kerja keras pengurus Baznas dan para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah menyerahkan zakat dan infaq nya kepada Baznas Kabupaten Serdang Bedagai.

“Ini suatu bentuk kerja keras dan kerja nyata dari Baznas dan ASN yang ada. Teruslah berbuat baik demi kemaslahatan ummat khususnya warga Serdang Bedagai,”ungkapnya.

Turut hadir Ketua Baznas Serdang Bedagai Hasbul Husnain, Kadis Kominfo Akmal, Kabag Kesra Raden Cici Sistiansyah, Camat Teluk Mengkudu, serta Kades Pematang Guntung Juni dan para tamu undangan lainnya.

Wabup Adlin Tambunan berharap kepada Baznas untuk terus menyusun program yang baik demi kemaslahatan ummat.

“Jika tahun ini 10 rumah yang akan dibedah, tahun depan diharapkan bisa 50 rumah. Caranya Baznas harus lebih giat lagi mengumpulkan daza zakat dan shodaqoh dari masyarakat, tidak hanya ASN di jajaran Pemkab Serdang Bedagai,”harapnya.

“Tidak hanya mengumpulkan, pengelolaan keuangan yang baik sangat dibutuhkan agar dana yang ada dapat tersalur dan terealisasi kepada masyarakat yang membutuhkan,”tambah Adlin.

Dengan dibangunnya rumah milik warga ini iapun berharap agar kesetaraan dan kesenjangan sosial di Serdang Bedagai dapat diperkecil sehingga kesetaraan ekonomi masyarakat dapat merata.

“Baznas harus benar-benar menseleksi rumah warga yang akan dibangun/dibedah, baik dari status kepemilikan rumah serta kelayakan rumah yang akan dibangun.

Jangan rumah orang yang berada yang dibangun, rumah warga yang benar-benar sudah tidak layak hunilah yang harusnya dibangun,”ucapnya.

Tak lupa, Wakil Bupati Adlin tambunan juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan program 5 M, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan.

“Mari kita sukseskan vaksinasi yang tengah dilaksanakan Pemerintah. Jika belum di vaksin koordinasi dengan Kepala Desa dan Camat, jika sudah di vaksin, ajak sanak famili dan keluarga untuk di vaksin.

Vaksin merupakan salah satu cara kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,”tandasnya.

Sementara itu, pemilik rumah Nenek Salasiah mengucapkan syukur dan terima kasihnya kepada Baznas dan Pemkab Serdang Bedagai yang sudah membangun rumahnya.

“Ia bercerita jika rumahnya sejak dibangun puluhan tahun lalu tidak pernah di renovasi karna keterbatasan dana.

“Cemanalah ya pak, kami hanya buruh tani yang penghasilannya pas-pasan. Hanya cukup untuk makan. Kami bersyukur rumah kami ini diperbaiki. Karena saat hujan atapnya pada bocor, saat angin kencang rumah kami ini seperi mau rubuh,”ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Pak Jumain. Ia mengaku dirinya tinggal dirumah bersama istri dan keempat anaknya di tanah seluas lebih kurang 60 M. Ia mengaku rumahnya yang lama terbuat dari papan dengan atap seng. Namun karena keterbatasan dana, papan yang sudah lapuk dan seng yang berkarat dan bocor terpaksa ia biarkan dan tidak diperbaiki.

“Alhamdulillah kami dapat program bedah rumah. Istri dan anak-anak saya bisa tidur dengan tenang. Gak takut kehujanan lagi (bocor). Gak takut ketimpa rumah saat angin (rubuh). Terimakasih pak Bupati dan pak Wakil Bupati,”ucapnya.

Sebelumnya Ketua Baznas Serdang Bedagai Hasbul Husnain melaporkan bahwa pada tahun ini, pihaknya memprogramkan 10 bedah rumah warga tidak layak huni. Hingga kini 3 rumah sudah terbangun dan sisanya 7 rumah akan segera dibangun.

“Kita akan terus bekerja demi kemaslahatan ummat dan kita akan jalin kerjasama dengan para ASN khususnya Pemkab Serdang Bedagai dibawah naungan bapak Bupati Darma Wijaya dan bapak Wakil Bupati Adlin Tambunan. Kami yakin jika ulama dan umara bersatu kemaslahatan ummat akan terjaga,”tandasnya.(Budi)

Kolaborasi Vaksinasi Bareng HMI dan SEMMI, Kapolri Optimis Herd Immunity Terbentuk di Agustus-September

0

DETEKSI.co – Jakarta, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kegiatan kolaborasi vaksinasi massal antara Polri dengan PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di SMA Negeri 38 dan PB SEMMI (Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia) di Universitas Indraprasta, Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Sigit mengungkapkan, dengan adanya peran pemuda menjadi garda terdepan dalam penanganan Pandemi Covid-19, maka optimisme terbentuknya Herd Immunity terhadap virus corona bisa terwujud di sekitar bulan Agustus hingga September.

“Sehingga target kita akhir tahun paling tidak atau menjelang bulan Agustus, September, Herd Immunity segera bisa terwujud,” kata Sigit dalam tinjauannya tersebut.

Seiring dengan tercapainya target Pemerintah mewujudkan kekebalan kelompok, mantan Kapolda Banten ini menekankan bahwa, roda perekonomian masyarakat yang sempat terhambat akibat pandemi bakal bisa segera bangkit atau pulih.

“Kemudian masyarakat diharapkan bisa kembali laksanakan aktivitasnya sehingga pemulihan ekonomi bisa berjalan dengan baik,” ujar eks Kabareskrim Polri tersebut.

Optimisme Herd Immunity akan segera terwujud, menurut Sigit, juga terlihat dari antusiasme yang tinggi dari para peserta vaksinasi kategori anak usia 12 tahun ke atas.

“Hari ini dilaksanakan kegiatan vaksinasi untuk anak-anak usia 12 tahun keatas dari mulai SMP, SMU, dan juga anak-anak SD yang sudah bisa divaksin. Tentunya kami melihat anak-anak pun antusias untuk di vaksin ini merupakan kabar baik untuk kita semua,” ucap mantan Kadiv Propam Polri itu.

Sementara itu, Sigit berharap, kolaborasi vaksinasi massal ini bisa berlanjut ke seluruh wilayah di Indonesia. Mengingat, sinergitas, kerjasama dan saling bergandengan tangan antar kelompok menjadi kunci dalam penanganan Pandemi Covid-19.

“Saya harapkan kegiatan ini bisa terus berlanjut di beberapa wilayah yang akan terus kami kerjasama kan, sehingga upaya akselerasi vaksin dalam rangka membentuk Herd Immunity yang tentunya kami tunggu-tunggu sehingga kemudian kehidupan masyarakat bisa kembali pelan-pelan pulih normal. Tentunya kita harapkan ini semua bisa segera tercapai,” papar Sigit.

Tak lupa, Sigit kembali mensosialisasikan kepada seluruh peserta vaksin akan pentingnya tetap disiplin menjaga protokol kesehatan, meskipun sudah mendapatkan suntikan vaksinasi.

Diketahui, dalam kegiatan vaksinasi massal di SMA Negeri 38 yang diselenggarakan PB HMI, menargetkan seribu orang per hari. Diselenggarakan selama dua hari tanggal 15-16 Juli 2021.

Petugas vaksinator yang dilibatkan dalam kegiatan ini sejumlah 13 orang vaksinator yang terdiri dari 5 vaksinator Polri dan 8 vaksinator dari HMI. Dalam kegiatan ini, panitia juga menyajikan Hastag #remajaambilperan, dengan tujuan menyukseskan vaksinasi massal remaja.

Sementara, vaksinasi massal PB SEMMI yang diselenggarakan di Universitas Indraprasta menargetkan seribu orang per hari yang disuntik vaksin. Petugas vaksinator yang dilibatkan dalam kegiatan itu sejumlah 15 orang vaksinator dari Biddokkes Polda Metro Jaya.(hum/didik).

Cicil Tunggakan Pajak Mall Center Point Mulai Dibuka Kembali

0

DETEKSI.co – Medan, Wali Kota Medan Bobby Nasution, akhirnya memberikan kesempatan dengan tenggang waktu hingga Desember 2021, kepada PT ACK agar melunasi tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Mall Centre Point Medan ke Pemerintah Kota (Pemko) Medan sebesar Rp56 miliar.

“Sudah ada kesepakatan antara pihak pengelola dengan Pemko Medan dan kami kasih tenggang waktu hingga Desember tahun ini. Jadi harus dilunasi Rp56 miliar,” kata Bobby Nasution kepada awak media di Medan, Rabu (14/7/2021).

Lebih jauh Bobby menjelaskan, bahwa PT ACK telah membayar tunggakan PBB dengan cara mencicil sebesar Rp20 miliar. Karena itulah mall terbesar di Kota Medan itu diizinkan beroperasi kembali setelah sebelumnya sempat disegel.

“Untuk PBB sudah dicicil Rp20 miliar, kami buka penyegelan tersebut karena sudah ada kesepakatan, pihak pengelola akan bayar sampai Desember tahun ini hingga Rp 56 miliar, dan sudah dicicil 20 miliar. Jadi sudah saya izinkan dibuka,” ungkap Bobby.

Yang mana di ketahui sebelumnya, Mall Centre Point yang berada di Jalan Jawa, Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan sempat disegel pada Jumat (9/7/2021). Pasalnya mall yang dikelola PT ACK tersebut menunggak pembayaran PBB ke Pemko Medan sebesar Rp 56 miliar.

Pihak pengelola tidak membayar PBB Mall Centre Point sejak 2011. Dalam penagihan tunggakan itu, Pemko Medan pernah membuat Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak pengelola (PT ACK), namun tidak ditanggapi baik oleh pihak pengelola.

Jauh sebelumnya telah dilakukan komunikasi pada 7 Juni 2021 dengan melibatkan KPK, Kejari Medan dan Polrestabes Medan. Saat itu, PT ACK diberi tenggang waktu hingga 7 Juli 2021 dalam pelunasan pajak tersebut, akan tetapi, PT ACK tetap tidak melakukan pembayaran pajak dimaksud.

Sebelumnya PT ACK juga pernah menawarkan skema pembayaran namun skema tersebut tak disetujui Pemko Medan karena tidak sesuai dengan peraturan hingga berujung pada penyegelan.

Terakhir diketahui bahwa PT ACK Tak hanya menunggak pajak, bahkan tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Bahkan Bobby menegaskan Pemko Medan tidak pernah menyetujui pembangunan mall di atas lahan PT KAI (Persero) itu.

“Izin Mendirikan Bangunan (IMB) -nya belum ada. Sama sekali tidak ada IMB-nya. Belum pernah ada IMB nya yang disetujui Pemko. Karena IMB itu syaratnya harus bayar PBB dulu, ada syarat IMB yang belum dipenuhi karena pajaknya belum dibayar,” pungkas Bobby.(sby)

Bocah 10 Tahun di Belitang Meninggal Usai Terseret Arus Masuk ke Gorong-Gorong

0

Deteksi.co – Sekadau, Seorang bocah lelaki usia 10 tahun berinisial CH ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus dan terhisap masuk dalam gorong-gorong parit.

Peristiwa tersebut terjadi Rabu siang (14/7) di sp VI dusun Sungai Sawak desa Nanga Ansar Kecamatan Belitang sekitar pukul 13.30 WIB.

Menurut Kapolsek Belitang Ipda Suyatman, kejadian bermula saat korban beserta kedua temannya sedang bermain di tepi parit dekat gorong-gorong.

“Kondisi saat itu hujan sehingga kondisi air cukup deras. Ketika hendak terjun, ia masih sempat ditahan oleh kedua orang temannya,” kata Kapolsek, Kamis 15 Juli 2021.

Namun korban tidak mengindahkan peringatan tersebut dan tetap ingin terjun ke parit. Sementara, kedua temannya hanya bisa menyaksikan di tepi parit.

“Saat melompat ke parit, korban terhisap ke dalam gorong-gorong karena terbawa arus dan tidak tampak lagi. Temannya panik lalu meminta pertolongan ke rumah kerabat korban di dekat lokasi kejadian,” ungkap Kapolsek.

Mendengar kabar tersebut, orang tua korban yang kebetulan berada di rumah tersebut bersama warga segera datang menolong, namun korban tidak bisa di keluarkan dari gorong-gorong.

“Korban baru bisa dievakuasi setelah gorong-gorong itu dibongkar menggunakan Alat berat milik KUD. Namun saat itu, korban ditemukan sudah meninggal,” pungkasnya.

Penulis : Didi

Polres Kediri Gelar Vaksinasi Umum Tahap Dua

0

DETEKSI.co – Kediri, Dalam rangka mendukung percepatan penanganan Covid-19, Polres Kediri melaksanakan kegiatan vaksinasi tahap kedua di lapangan indoor Mapolres Kediri dengan protokol kesehatan ketat, Kamis (15/7). Seperti diketahui kegiatan vaksinasi itu dihadiri sebanyak 233 masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Kediri.

Kasubbag Humas Polres Kediri AKP Ratmoko Budi Lartono menjelaskan, ada 233 masyarakat yang di suntik vaksin tahap kedua dan dosis kedua. Mereka masing-masing berasal dari wilayah Kabupaten Kediri khususnya di polsek jajaran.

“Vaksinasi ini diikuti secara umum mulai berusia 18 tahun keatas sampai selesai. Sebelumnya masyarakat juga disuntik vaksin pada Kamis (17/6) lalu,” terangnya.

AKP Ratmoko Budi Lartono menuturkan, masyarakat yang sudah di vaksinasi maka harus tetap menjalankan protokol kesehatan 5M memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas tujuannya agar terhindar dari penyebaran Covid-19.

“Kami harapkan semoga masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan agar pandemi ini cepat selesai,” jelasnya.(Didik S).

Tag Line Vandiko, Bohama Asa Bosur, Hipas Jala Malo

0

KALAU jurus transformasi birokrasi Bupati Samosir Vandiko Gultom sudah dikupas Pirma Simbolon, Akademisi STIE Jayakarta, Jakarta, berupa transformasi dan tantangannya hingga mengutip CAMBRIDGE Dictionary, yang mendefinisikan transformasi a complete change in the appearance or character of something or someone, especially so that thing or person is improved, transformasi adalah perubahan total dalam penampilan atau karakter sesuatu atau seseorang, sehingga secara khusus sesuatu hal atau orang itu diperbaiki, saya mau menyoroti dari sisi lainnya.

Sisi lain itu adalah bagaimana dengan program Vandiko, Bohama, singkatan dari bo artinya bosur, ha artinya hipas dan ma artinya malo. Terlepas apakah tag-line ini menyontek dari slogan Sahabat Semua Suku, Syamsul Arifin ketika menjabat Gubernur Sumatera Utara, Rakyat tidak Lapar, Rakyat tidak Sakit dan Rakyat tidak Bodoh, saya kira sama saja dengan satu tujuan: untuk kesejahteraan rakyat yang sebesar-besarnya, bukan untuk rakyat-rakyat besar.

Vandiko Timotius Gultom l repro

Bohama Vandiko ini kalau diruntut ke depan, bohama asa bosur, hipas jala malo. Atau bagaimana agar rakyat kenyang tidak lapar, sehat tidak sakit dan ini dia, pintar tidak bodoh. Bosur ini dalam artian lain, ada pendapatan dari sisi ekonominya. Saya sudah lama menyerukan agar di tiap desa di Samosir dibuat program OHOP, One Huta One Product, satu desa satu produk atau biasa juga disebut dengan OVOP, One Village One Product.

Di tiap desa agar tidak menjadi over produksi, diatur desa a misalnya, memproduk makanan begitu seterusnya ke desa lainnya hingga tidak terjadi lagi produk yang berlebihan. Bisa saja sebagai contoh mangga yang panen besar-besaran. Selain OHOP, dalam bahasa Batak bisa disebut mang-hophop, merangkul, harus dibarengi juga dengan sistem POJ, Petik Olah Jual.

Petik Olah Jual ini ketika EWP Tambunan menjadi Gubernur Sumatera Utara dan Kepala Kantor Wilayah / Kepala Dinas Perindustrian Sumatera Utara dijabat Drs Buha Tambunan, POJ ini selalu dikumandangkan dan tidak terus memakai istilah PJ, artinya, petik jual. Dengan petik jual nilai tambahnya tentu tidak bertambah.

Kenyang ini juga bisa diartikan agar rakyat tidak usah lagi menghabiskan uangnya untuk berjudi, membeli togel, main ikan – ikan atau game online dan sejenisnya tapi agar bekerja dan bekerja saja. Jangan biarkan setiap jengkal tanah ditumbuhi ilalang, duhut-duhut. Kerja nyata cukup banyak selain bercocok tanam, kerajinan tangan dan membuat produk-produk atau mendirikan fabrik mi gomak.

Saya belum mendapat angka resmi, berapa ratus kilogram atau ton setiap hari mi gomak dikonsumsi di 9 kecamatan di Samosir. Masalahnya, mi gomaknya dari mana? Tentu dari luar Samosir, hingga partiga-tiga mi gomak menjadi konsumennya, bukan produsen.

Hipas, mengharuskan agar ada rumah sakit sekelas Penang yang dokternya paripurna menganalisa penyakit dan tidak membuang uang ke Medan atau Jakarta untuk berobat. Sering kita dengar ambulans lintas dari Tano Ponggol. Kalau untuk malo, saran saya, sudah waktunya didirikan sebuah universitas dan bisa dibangun di Kantor Bupati sekarang. Kantor bupatinya pindah ke Parbaba, kompleks perkantoran yang sudah menyatu .

Saya juga mendengar adanya program Vandiko yang ingin mengembalikan peradaban Batak yang bermartabat. Cocok. Salah satunya Pusuk Buhit yang harus diatur poruntukannya dan dibutuhkan adanya Master Plan atau rencana induk di tanah adat yang diakui sebagai tempat asal mula orang Batak.

Yayasan Pusuk Buhit sudah menjadwalnya dengan melaksanakan Rapot Bolon dan FGD Zoom bertajuk Pusuk Buhit : Najolo, Saonari dan Haduan.

Yang pasti, dinamika perubahan itu akan berlangsung seterusnya khususnya Bohama asa Bosur Hipas Jala Malo itu khususnya di 2022 untuk lebih fokus karena sebenarnya implementasi program dengan misi kesejateraan di awal tahun efektif Vandiko, enak disebut dengan Vantas. Memang kita akui, di 2021 masih design yang lama dan bagaimana agar komplit ke depannya, ke – 100 hari kinerja Vandiko sebagai janji – janji politik mereka kemaren.

Program perubahan Vandiko yang sudah dicanangkan 1 tahun ini dan sudah ada road-map- nya, sudah on the track, tentu termasuk juga bagian dari implementasinya.

Proses perubahan yang sedang berlangsung, dimana misi Vantas lainnya Masyarakat Sejahtera Bermartabat, ditandai dengan tekad tidak ada korupsi – KKN dan penyakit demoralisasi seperti perjudian, narkoba, prositusi tidak boleh ada lagi dan khusus pelelangan proyek, ya  harus bersih dan transparan lewat ULP yang online.

Banyak kalangan mempertanyakan kinerja Vandiko, soal Gedung Perpustakaan,  dipersoalkan supaya tidak ada rekayasa dan supaya diaudit, Tim Transisi yang dibentuk sebelum pemerintahan sah Vandiko dan lainya. Staf Khusus juga dipersoalkan yang sesuai bidangnya sebenarnya untuk membantu Vandiko menjamin diimplementasikannya program perubahan khususnya Program 100 Hari , 6 bulan dan 1 tahun, walau saya juga menyayangkan staf khusus ini masih pelit informasi.

Terkait perampingan perangkat daerah yang efektif dan efisien, dengan miskin struktur kaya fungsi, sesuai program reformasi birokrasi harus dilaksanakan dan saya tetap mengusulkan agar Dinas Kominfo tetap di garda terdepan, tidak disatukan dengan Dinas Perhubungan. Dinas Perhubungan tugasnya cukup berat dan banyak seperti urusan darat, danau dan udara. Kominfo juga di udara dalam arti dunia jaya, internet dan kita harus melek teknologi informasi. Satu hal lagi, seyogianya diberlakukan a man behind a gun, orang yang tepat di bidangnya. Kalau sarjana pendidikan ya di Dinas Pendidikan saja.

Ada yang meminta lelang supaya disesuaikan dengan aturan, sudah dilakukan dengan sistem on line, tentu tidak ada pengaturan apalagi bagi-bagi proyek. Vandiko sudah mempersilakan untuk menyanggah dan silakan lanjut ke PTUN, Pengadilkan Tata Usaha Negara.

Yang namanya perubahan untuk kesejateraan yang kita harapkan memang berat. Ibarat membongkar rumah, ada yang harus dibongkar dan ada yang harus disisip. ***

Efendy Naibaho l FKKBS Forum Komunikasi Keluarga Besar Asal Samosir l Yayasan Pusuk Buhit l Tinggal di Kaki Gunung Pusuk Buhit, Siogung – ogung, Pangururan l

Janji Bayar Tunggakan PBB, Pemko Medan Lepas Segel Mall Centre Point

0

DETEKSI.co – Medan, Pemko Medan melalui Satpol PP Kota Medan melepas segel Mall Centre Point sehubungan dengan telah dibayarkannya tunggakan Pajak Bumi Bangunan (PBB) yang dibebankan terhadap mall tersebut dengan cara dicicil, Rabu (14/7). Pelepasan segel tersebut disaksikan langsung oleh Kasat Pol PP Kota Medan, M. Sofyan bersama Kaban Pengelolah Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan, Suherman.

Pencabutan segel ini juga ditandai dengan penandatangan berita acara pembukaan segel dan penandatanganan surat pernyataan Direktur PT. ACK selaku pengelolah Mall Centre Point.

Kasat Pol PP, M. Sofyan menjelaskan Pemko Medan membuka segel Mall Centre Point karena Mall tersebut telah melakukan kewajibanya dengan membayarkan tunggakan pajak ke Pemko Medan.

“Setelah dilakukan pembayaran tunggakan Pajak Bumi Bangunan (PPB) ke Pemko Medan maka hari kami melepas segel Mall Centre Point tersebut,” kata Sofyan.

Sementara itu terkait dengan nominal pajak yang telah dibayarkan PT. ACK ke Pemko Medan, Kaban Pengelolah Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan, Suherman menyebutkan PT. ACK telah berjanji akan melakukan pembayaran tunggakan PBB sebesar 56 Milyar dengan cara di cicil sampai dengan akhir tahun. Untuk bulan ini PT. ACK akan membayar sebesar Rp23 Milyar.

“PT. ACK sudah membayarkan pajaknya dengan cara di cicil dan uang yang baru masuk ke kas kita sebesar 20 Milyar, namun mereka sudah berjanji akan membayarkan 23 Milyar untuk bulan ini,” sebut Suherman.

Sedangkan untuk bulan berikutnya, lanjut Suherman lagi, PT. ACK harus membayar kembali sisah tunggakannya sebesar 7 Milyar.

“Apabila bulan depan tidak dibayarkan, maka seketika akan kita segel kembali,” ujar Suherman.

Sebelumnya Wali Kota Medan, Bobby Nasution melakukan penyegelan gedung Mall Centre Point yang terletak dijalan Jawa, Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur, Jumat (9/7). Penyegelan ini dilakukan karena pihak Mall Centre Point memiliki tunggakan Pajak Bumi Bangunan (PBB) yang belum dibayarkan kepada Pemko Medan selama 10 tahun sebesar Rp 56 Milyar. (Red/Van)