Beranda blog Halaman 332

Bimtek Pokjanal, Posyandu Diharapkan Semakin Optimal Memberikan Pelayanan

0
Keterangan Poto: Sekda Kabupaten Samosir, Marudut Tua Sitinjak didampingi Kadis Kesehatan Dina Hutapea membuka Bimtek Pokjanal.(DETEKSI.co/Dok. Kominfo Samosir)

DETEKSI.co- Pangururan, Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Kesehatan menggelar pertemuan advokasi, koordinasi dan bimtek Pokjanal (Kelompok Kerja Operasional) Posyandu, Puskesmas, Camat, PKK dan Mitra dalam pengelolaan Posyandu dalam Transformasi Layanan Primer, yang dilaksanakan di Aula Guest House 12 bersaudara, Pangururan, Selasa (15/7/2025).

Sekda Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak mengatakan, Posyandu sebagai bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat yang dikelola dari, oleh untuk dan bersama guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan dasar.

Marudut Sitinjak menambahkan, keberadaan Posyandu telah mengalami banyak perubahan. Tahun 2023, pemerintah mencanangkan Posyandu ILP dimana posyandu melayani siklus hidup yaitu, Ibu hamil, nifas dan menyusui, bayi dan balita, usia sekolah dan remaja, usia produktif dan lanjut usia, serta kompetensi pengelolaan posyandu.

Tahun 2024, pemerintah kembali mengeluarkan Pemendagri 13 Tahun 2024 tentang Posyandu, yang memperluas peran dan fungsi posyandu.

“Tak hanya berfokus pada kesehatan, posyandu kini juga terlibat aktif dalam pemberdayaan masyarakat diberbagai bidang seperti, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban, serta sosial yang dikenal dengan Posyandu 6 Bidang SPM”, kata Marudut.

Melalui Permendagri ini, diharapkan Posyandu semakin optimal dalam memberikan pelayanan yang komprehensif. Untuk itu, Marudut mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari Pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu dan masyarakat, untuk bersinergi dan berkolaborasi untuk mensukseskan implementasi Permendagri ini.

Marudut juga menekankan pentingnya pembagian tugas yang jelas bagi setiap OPD yang terlibat, sehingga tiap OPD memiliki target kinerja yang terukur, tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

Sebelumnya, Kadis Kesehatan melalui Kabid Kesmas Mawarisa Sitinjak dalam laporannya menyampaikan, pertemuan ini digelar untuk meningkatkan peran serta seluruh lintas sektor dalam mengoptimalkan pelaksanaan Posyandu ILP bidang 6 SPM.

Disamping itu, penyampaian informasi terkait Permendagri 13 Tahun 2024, penyamaan persepsi dan percepatan pencapaian pelaksanaan Posyandu ILP bidang 6 SPM.

Dalam pertemuan ini juga akan dibahas dan dibentuk SK Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten Samosir, kata Mawarisa Sitinjak.

Kegiatan ini diisi dengan penyampaian materi oleh narasumber Asisten II Hotraja Sitanggang, Ketua TP. PKK Kabupaten Samosir Ny. Kennauli A. Sidauruk, dan Kadis Kesehatan dr. Dina Hutapea.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Marudut Tua Sitinjak, yang dihadiri oleh Asisten II Hotraja Sitanggang, Ketua TP. PKK Kabupaten Samosir Ny. Kennauli A. Sidauruk, Kadis Kesehatan dr. Dina Hutapea, Kadis P2AP3KB dr. Friska Situmorang, perwakilan Dinas PUTR, Dinsos PMD, Bappeda Litbang, Kominfo, Dikpora, Ketapang Pertanian, Lingkungan Hidup, BPBD, Satpol PP dan Pokja IV TP. PKK Kabupaten Samosir.(hot).

Empat Anak Yatim Piatu di Tapteng Terima Bantuan dari Pemkab

0

DETEKSI.co – Tapteng, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menunjukkan kepedulian terhadap empat anak yatim piatu yang telantar di Desa Pagaran Honas, Kecamatan Badiri.

Melalui Dinas Sosial Tapteng, bantuan berupa makanan, kasur, dan perlengkapan mandi telah diberikan kepada keempat anak tersebut yang tinggal bersama neneknya yang lanjut usia.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Frenny Ponggabean, Linda S. Siahann, Jamaludden Smanjuntak, dan T.Y Waruwu dari Dinas Sosial Tapteng.

Penyerahan bantuan dilakukan di desa, didampingi Kepala Desa Herianto dan aparat desa.

Keempat anak tersebut, Dian Parman Waruwu (8), Yaatild Waruwu (7), Sofia Setiawan Waruwu (4), dan Exilelita Waruwu (2), adalah anak dari pasangan Feberudi Waruwu dan Aduslinar Gea.

Ayah mereka sedang menjalani hukuman penjara 5 tahun 6 bulan di Lapas Sibolga, sementara ibu mereka, Adus Linar Gea, menghilang sejak Februari 2024 dan diduga meninggalkan anak-anaknya karena alasan ekonomi.

Diketahui sebelumnya Ia bekerja sebagai pekerja serabutan di Sibolga.

Kondisi memprihatinkan ini bermula dari kasus KDRT yang dilakukan ayah mereka beberapa tahun lalu.

Akibatnya, keempat anak diasuh oleh neneknya yang lanjut usia dan kesulitan memenuhi kebutuhan mereka. Beberapa minggu lalu, mereka bahkan harus pindah dari rumah kontrakan karena kesulitan membayar sewa.

Pemerintah Desa Pagaran Honas telah memberikan bantuan awal berupa makanan, susu, dan seragam sekolah untuk Dian dan Yaatild agar mereka dapat kembali bersekolah.

Kepala Desa Herianto berkomitmen memantau perkembangan keempat anak dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.

Tim dari Dinas Sosial Tapteng menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Tapteng untuk memastikan warga yang membutuhkan bantuan makanan segera tertangani.

Dinas Sosial Tapteng akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa serta petugas pendamping untuk merencanakan masa depan keempat anak dan neneknya.

Mereka juga berharap masyarakat aktif melaporkan kasus serupa.

Kepala Desa Herianto menyampaikan terima kasih atas respons cepat Dinas Sosial Tapteng dan berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap kelanjutan hidup keempat anak yatim piatu ini.

Harapan serupa disampaikan oleh nenek dan warga sekitar, yang berharap pemberitaan ini dapat menggerakkan hati ibu kandung anak-anak tersebut untuk kembali dan merawat mereka. (Jobbinson Purba)

Desa Lubuk Ampolu Bangun Drainase Cegah Banjir, Libatkan Warga Lokal

0

DETEKSI.co – Tapteng, Pemerintah Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, melakukan pembangunan drainase sepanjang 231 meter untuk mencegah genangan air di pemukiman warga Dusun II.

Proyek yang menelan dana Rp 225.557.300,- dari Dana Desa tahun anggaran 2025 ini melibatkan aktif partisipasi masyarakat setempat.

Rabu (16/7/2025), Kepala Desa Fijeaman Telaumbanua bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan sekitar 30 warga memulai pembangunan drainase.

Kegiatan ini diawasi langsung oleh Camat Badiri, Ahmad Saufi Pasaribu, beserta dua staf kecamatan.

Camat Saufi menekankan pentingnya kesesuaian pelaksanaan proyek dengan perencanaan awal dan kualitas bangunan yang tahan lama.

Ia juga mengapresiasi partisipasi warga lokal dalam pembangunan ini.

“Kita utamakan warga lokal, dan harus menjaga kualitas agar bangunan ini bermanfaat jangka panjang,” ujarnya kepada awak media di lokasi pembangunan.

Drainase yang dibangun memiliki tinggi 70 cm dan lebar dasar 60 cm.

Kepala Desa Fijeaman menjelaskan, kedalaman tersebut diharapkan mampu menampung air buangan rumah warga dan mencegah banjir saat hujan.

Warga sendiri telah bekerja selama tiga hari, membersihkan lokasi, menggali tanah, dan mengangkut material.

Pembangunan drainase ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Desa Lubuk Ampolu untuk meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

Proyek ini diharapkan mampu memberikan solusi terhadap permasalahan drainase yang selama ini dikeluhkan warga dan mencegah longsor di bahu jalan utama desa. (Jobbinson Purba)

Vandiko Gultom Apresiasi Peran TNI Peduli Menjaga Kebersihan Danau Toba

1
Keterangan Foto: Bupati Samosir Vandiko Gultom meninjau kegiatan TNI/Danrem 023 KS manunggal dalam pembersihan eceng gondok di Desa Sitinjak. TNI Manunggal sudah membersihkan eceng gondok sebanyak 62 hektare dan berhasil mengangkut 10 ribu ton eceng gondok dari Danau Toba. (DETEKSI.co/Dok. Kominfo Samosir

DETEKSI.co – Onan Runggu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Danrem 023 KS Jansen P. Nainggolan dan Forkopimda Kabupaten Samosir kembali menggelar pembersihan eceng gondok di Danau Toba.

Rangkaian kegiatan dengan pemberian sembako kepada masyarakat dan penanaman pohon untuk penghijauan di wilayah Korem 023 KS.

Kegiatan ini dalam rangka TNI Manunggal Memelihara Danau Toba Bersinar, Bersih, Nauli dan Ringgas dilaksanakan di Desa Sitinjak-Kecamatan Onan Runggu, Rabu (16/7/2025).

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengapresiasi peran TNI terutama Danrem 023 KS yang peduli untuk menjaga kebersihan Danau Toba.

Menurutnya, peran TNI dalam pelestarian Danau Toba berwujud nyata dengan kegiatan pembersihan eceng gondok yang rutin dilaksanakan. Sebagai bentuk dukungan, Pemkab. Samosir mengerahkan 8 unit truk pengangkut eceng gondok dan satu unit beko loader.

Ditambahkan Vandiko, Danau Toba yang sangat indah dengan panorama alamnya yang cantik perlu dipelihara bersama dengan seluruh lapisan masyarakat termasuk generasi muda dan kegiatan ini diharapkan menjadi contoh.

“Kami mengapresiasi dan patut berbangga, putra kebanggaan Samosir yang bertugas sebagai Danrem peduli dengan Danau Toba. Kebersihan Danau Toba tanggung jawab bersama. Mari tanamkan dalam hati untuk ikut melestarikan dan merawat Danau Toba,” ajak Vandiko.

Untuk pemanfaatan eceng gondok, Bupati Samosir mengutarakan bahwa Pemkab. Samosir bersedia memberikan pelatihan untuk mengolah eceng gondok menjadi pupuk organik maupun menjadi kerajinan tangan sehingga masyarakat diharapkan dapat memberdayakan eceng gondok untuk peningkatan perekonomian.

Guna mengoptimalkan pembuatan pupuk kompos dengan bahan baku eceng gondok, Kepala Desa dihimbau dapat membantu dengan pembelian membeli alat pencacah untuk mempermudah masyarakat.

Danrem 023 KS Jansen P. Nainggolan menjelaskan program TNI Manunggal membersihkan Danau Toba sudah dilaksanakan secara rutin, sudah berjalan selama 6 bulan dan fokus pada eceng gondok.

Sekitar 62 ha sudah dibersihkan dengan 10 ribu ton eceng gondok yang sudah diangkat.

“Kegiatan ini terus berlangsung tiap hari dengan harapan Danau Toba bersih dari eceng gondok juga untuk menjaga kelestarian ekosistimnya. Program ini berjalan dengan perlengkapan yang didukung Kasad dan disuport penuh pemerintah daerah, bahu membahu membersihkan Danau Toba” terang Jansen.

Sebagai daerah wisata yang banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara, Jansen menegaskan Danau Toba harus dijaga, harus bersih.

Dengan kehadiran wisatawan menurutnya akan dapat mendukung peningkatan perekonomian masyarakat.

“Danau yang kita cintai ini dibanggakan Indonesia, disukai bangsa dari luar negeri, maka perlu kesadaran memelihara keindahan dan kelestariannya. Ini menjadi keharusan kita semua bukan hanya pemerintah tapi juga kita semua” tegasnya.

Sebagai putra asal Samosir, Jansen meminta kebersihan dan kelestarian Toba harus diwariskan dari generasi ke generasi sehingga Danau Toba tetap terjaga.

“Dulu orangtua saya mewariskan Danau Toba ke saya masih bersih, sekarang juga harus kita bersihkan. Saya pesankan, mari kita wariskan Danau Toba yang bersih kepada anak cucu kita, kita ajarkan juga itu kepada mereka agar Danau Toba lestari dan terjaga selamanya” tutup Jansen.(Hot)

Mantan Kades Sekipi Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp434 Juta

0

DETEKSI.co – Lampung Utara, Mantan Kepala Desa Sekipi, Kecamatan Abung Tinggi, Kabupaten Lampung Utara, Jonsen, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara.

Penetapan tersangka ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa, 15 Juli 2025, dipimpin oleh Kasi Pidana Khusus (Pidsus) M. Azhari Tanjung dan didampingi Kasi Intelijen Ready Mart Hendry Royani.

Jonsen diduga menyalahgunakan Dana Desa tahun anggaran 2018 dalam proyek pembangunan lapangan sepak bola yang menelan anggaran sebesar Rp570.600.000.

“Berdasarkan hasil audit Inspektorat Lampung Utara, ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp434.962.250 dalam proyek tersebut,” ungkap M. Azhari Tanjung di hadapan awak media.

Atas perbuatannya, Jonsen disangkakan melanggar:

Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, dan

Subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 undang-undang yang sama.

“Untuk mempercepat proses penyidikan, tersangka Jonsen telah kami tahan di Rutan Kelas IIB Kotabumi selama 20 hari ke depan,” tambah Azhari.

Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat besarnya nilai kerugian negara dan pentingnya pengawasan penggunaan Dana Desa untuk pembangunan infrastruktur di tingkat desa. (Yusri)

Rico Waas Siap Tampilkan Kreasi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan pada Acara Pemko Medan

0

DETEKSI.co-Medan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, berkomitmen untuk memberi ruang bagi warga binaan dalam menampilkan karya dan kreativitas mereka pada acara Pemko Medan.

Komitmen ini disampaikannya saat membuka Pelatihan Tenun Ulos di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan, Rabu (16/7/2025).

Dalam kegiatan yang dihadiri antara lain oleh perwakilan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Sumatera Utara, Ketua Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Sumatera Utara Prof. Dr. H. Mohammad Hatta, Ketua Dekranasda Kota Medan Airin Rico Waas, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Medan Yekti Apriyanti, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan llyan Chandra Simbolon, dan perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Medan, warga binaan menampilkan pertunjukan tari tradisional yang memukau hadirin.

Wali Kota menilai penampilan warga binaan ini bukti bahwa kreativitas dan seni dapat tumbuh di mana saja, bahkan di balik tembok penjara.

“Tadi kita lihat mereka menari, dan kita tidak bisa membedakan mereka dengan penari profesional. Sama bagusnya. Mereka hebat,” ujarnya dengan bangga.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Wali Kota berjanji akan menghadirkan warga binaan yang telah mengikuti pelatihan dan seni pertunjukan dalam acara-acara resmi Pemko Medan. Menurutnya, mereka layak mendapat panggung, bukan hanya karena kemampuan, tetapi juga karena hak setiap manusia untuk diberi kesempatan kedua.

“Kami berjanji akan mengundang warga binaan yang telah berlatih untuk tampil di luar. Mereka berhak didengar, dilihat, dan diberi kesempatan,” tegasnya.

Orang nomor satu di Pemko Medan ini menegaskan, pemasyarakatan tidak semata-mata berbicara tentang hukuman, tetapi tentang bagaimana harapan bisa tumbuh dari proses itu. Yang lebih penting dari hukuman, sebutnya, bagaimana seseorang bangkit dan melangkah ke depan setelahnya.

“Pemasyarakatan tidak hanya bicara soal hukuman, juga tentang harapan, masa depan, tentang bagaimana kita melewati hukuman tersebut. Kita memberdayakan, bukan mengasingkan,” ujarnya.

Rico Waas mengapresiasi pelatihan tenun ulos sebagai bentuk nyata pembinaan yang tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat kebudayaan lokal dan membuka potensi ekonomi bagi warga binaan setelah masa tahanan.

“Tenun ulos bukan hanya soal kain, tapi tentang bagaimana masyarakat mencintai produk dan kebudayaannya sendiri,” katanya.

Menurutnya, pelatihan ini membuktikan proses pemasyarakatan bisa menjadi jembatan menuju perubahan, bukan dinding penghalang masa depan. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, warga binaan dapat kembali menemukan arah hidupnya dan menjadi bagian dari pembangunan yang inklusif.

Selain membuka pelatihan, Wali Kota Medan juga menyaksikan sejumlah penandatanganan kerja sama, salah satunya Perjanjian Kerja Sama antara Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan dan Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan tentang Peningkatan Kompetensi Warga Binaan Pemasyarakatan melalui Penyelenggaraan Pelatihan Kemandirian Berbasis Kompetensi di Lapas Perempuan Kelas IIA Medan.

Wali Kota juga mengunjungi stand pameran kerajinan tangan dan kuliner, serta kamar hunian warga binaan.(Red/d)

Pabrik Cerutu Tembakau Deli Diresmikan, Siap Bertarung di Pasar Global

0

DETEKSI.co-Deliserdang, Apa yang sudah cukup lama menjadi mimpi : memiliki pabrik yang mampu memproduksi cerutu (cigar) akhirnya terwujud. Region Head PTPN 1 Regional 1 Didik Prasetyo, Rabu siang (16/07) meresmikan Deli Nusantara Cigar Factory, di Tandem Hulu, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

Pabrik Cerutu yang sepenuhnya memanfaatkan hasil Budi daya tembakau Deli di kebun Helvetia ini diharapkan menjadi pilot project hilirisasi tembakau untuk bersaing di pasar global. “Kita harapkan pabrik ini terus mampu meningkatkan produksinya, dan tidak hanya berkontribusi bagi PTPN 1 Regional 1 tapi juga bagi PTPN 1, sekaligus menjadi bukti kemampuan kita untuk melakukan hilirisasi tembakau Deli,” ujar Region Head PTPN 1 Regional 1 Didik Prasetyo dalam sambutannya. Ia optimis produk yang dihasilkan pabrik di Tandem ini bisa diterima pasar.

“Syukur-syukur bisa menjadi favorit bagi penggemar cerutu,” tambahnya.

Menurut Manager Unit Tembakau Henri Tua Hutabarat, saat ini sudah tersedia 2.460 batang cerutu seri Helvetia dan Saentis yang siap dipasarkan dalam waktu dekat. Targetnya sampai akhir tahun 2025 akan memproduksi 6000 batang cerutu.

“Seluruh persyaratan yang diwajibkan untuk pabrik Deli Nusantara Cigar Factory sudah dimiliki. Artinya produk kita sudah siap untuk dipasarkan secara luas,” katanya.

Sementara daun tembakau Deli yang dihasilkan dari kebun-kebun yang sudah ada sejak tahun 1863, hingga kini masih memiliki kualitas terbaik, khususnya lembar daun yang digunakan sebagai pembungkus cerutu. Di samping bertekstur halus, elastis, dan warna cerah yang merata, tembakau Deli juga memiliki sifat pembakaran yang baik.

Karena itu, menurut Kasubag Humas PTPN 1 Regional 1 Rahmat Kurniawan, cerutu yang diolah langsung dari daun tembakau Deli, diharapkan mampu menjadi pilihan di pasar cerutu internasional.

Apalagi pihak PTPN 1 akan menggunakan nama nama kebun di era kolonial dalam produksi cerutunya, seperti edisi Helvetia, edisi Saentis, Klumpang, Bulu Cina dan sebagainya. “Ini pasti akan memiliki daya tarik yang tidak ada duanya,” jelas Rahmat Kurniawan.

Hadir dalam peresmian Deli Nusantara Cigar Factory Tandem Hulu, di samping Region Head Didik Prasetyo, juga SEVP BS Wispramono Budiman, Kabag Sekper, Kabag Trkpol, Manejer unit Tembakau Henri Tua Hutabarat, Ferry (Frederico Kedang) brand owner Sultan Cigar Indonesia, pemilik pabrik cerutu Sejahtera Cerutu Indonesia – Kebumen Jawa Tengah sebagai mitra Regional 1, dan Capt. Ridwan Zainuddin penikmat cerutu dari Jakarta. (Zul)

Samosir Siap Jadi Tuan Rumah Tunggal Penyelenggaraan Tao Toba Jou-Jou Dan Aquabike

0
Keterangan Foto: Bupati Samosir, Vandiko Gultom menerima perwakilan BI Sibolga dan MPGA selaku panitia Aquabike di rumah dinas bupati.

Deteksi.co.id – Pangururan, Pemerintah Kabupaten Samosir siap jadi tuan rumah penyelenggaraan dua event berskala besar yaitu Tao Toba Jou-Jou dan Aquabike.

” Samosir siap dijadikan sebagai tuan rumah penyelenggaraan even besar. Kami merasa senang, kembali dipercaya menjadi tuan rumah,” sebut Bupati Samosir Vandiko Gultom-Ariston saat menerima kunjungan Kepala kantor perwakilan BI Sibolga dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku penyelenggara Aqubike, Rabu (16/7/2025) di rumah dinas bupati.

Dari empat kali penyelenggaraan, kata Vandiko, Samosir tiga kali menjadi tuan rumah, ini berkah dan memberi kami semangat bahwasanya Pemkab Samosir dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan even skala nasional dan internasional.

Ditengah efisiensi saat ini, Vansuko berharap penyelenggaraan Toba Jou-Jou dan Aquabike dapat berlangsung sukses.

Karenanya, Ia meminta panitia benar-benar melakukan persiapan yang matang dan menjalin komunikasi yang baik terutama dalam pengamanan even.

“Kami siap menjalin komunikasi menyukseskan acara ini bersama Forkopimda. Saya harap even harus sukses karena akan mempertaruhkan nama Samosir sebagai destinasi wisata. Kalau sukses tentu akan mengangkat pariwisata. Jadi kita harus sama-sama untuk menyukseskannya,” pintanya.

Paling penting kata Vandiko, kegiatan yang dilaksanakan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat, karena Samosir akan menjadi tuan rumah tunggal.

Vandiko juga meminta pihak Injourney melalui MGPA mempersiapkan even serta mendukung dari sisi anggaran.

“Kami menitip dan berharap MGPA dan Injourney berkoordinasi untuk pembahasan persiapan. Segala resiko dan teknis harus diantisipasi, mengingat orang yang datang dari mancanegara. Kalau gagal bisa mencoreng nama Samosir, Sumatera Utara bahkan Indonesia,” terang Vandiko.

Kepala Perwakilan BI Sibolga Riza Putera menyampaikan persiapan Tao Toba Jou-Jou dipersiapkan sejak 6 bulan lalu dan sudah rampung 100 persen dan akan dihibur artis ibukota yaitu Band Kotak pada puncak acara. “Kegiatan akan ditutup dengan konser Kotak. Kami juga berterima kasih kepada Pemkab Samosir yang tetap berkoordinasi dengan baik,” ucap Riza.

Rulli Habibie dari Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menjelaskan, persiapan Aquabike sedang berproses, sembari itu barang peserta sudah dalam perjalanan dari Italy, diharapkan awal Agustus container sudah masuk ke Samosir.

“Kali ini difokuskan di Samosir. Kita harap akan lebih menghibur dengan berbagi jenis kategori,” katanya.

Rulli meminta dukungan persiapan secara umum termasuk tempat/ supporting area.

Dalam penyelenggaraannya, MGPA akan dibantu ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation).

Adi Priana dari ITDC menyampaikan, selama penyelenggaraan even juga akan ada side even yang menampilkan produk UMKM dan juga akan menghadirkan artis nasional. “Harapannya bisa mengerakkan ekonomi masyarakat dan UMKM,” sebutnya.

” Butuh Semangat kita dalam mengembangkan destinasi wisata sesuai mandat yang diterima Injourney. Kami juga butuh support dari Forkopimda terkait persiapan kedepan,” ujarnya.

Dandim 0210 TU, Ronald Tampubolon mengatakan pihaknya siap mendukung dan menyukseskan kedua acara tersebut. Namun ia meminta panitia agar tetap menjalin komunikasi dan koordinasi kedepannya.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini dan siap mendukung dibidang pengamanan. Kita jalin kerjasama dan koordinasi yang baik,” ucapnya.

Even Toba Jou-Jou Festival akan digelar pada tanggal 25-27 Juli 2025 dan Aquabike digelar pada tanggal 14-17 Agustus 2025.(Hot)

Taruna Poltekip Orlap dan PKL di Lapas Sibolga, Meniti Jalan Profesionalisme Aparatur Pemasyarakatan

0

DETEKSI.co – Tapteng, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga menjadi tempat pembelajaran bagi calon aparatur pemasyarakatan yang profesional.

Lapas Sibolga menyambut kedatangan tiga taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) antara lain, dua taruna tingkat I untuk Orientasi Lapangan (Orlap), dan satu taruna tingkat II yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Kedatangan para taruna disambut hangat oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Sibolga, Ibnu Tawym. Dalam arahannya, Ibnu Tawym menekankan pentingnya profesionalisme, kedisiplinan, dan semangat belajar yang tinggi selama masa Orlap dan PKL.

Ibnu Tawym berharap para taruna dapat menyerap ilmu sebanyak mungkin dari pengalaman lapangan, serta berkontribusi positif bagi kemajuan Lapas Sibolga.

“Kehadiran kalian diharapkan membawa energi positif dan berdampak pada kemajuan organisasi,” tegas Ibnu Tawym pada Rabu (16/7/2025) di ruang kerjanya.

Program Orlap dan PKL ini merupakan langkah strategis dalam mencetak petugas pemasyarakatan yang kompeten dan berintegritas.

Kerja sama antara Poltekip dan Lapas Sibolga ini diharapkan akan menghasilkan generasi penerus yang mampu membangun sistem pemasyarakatan yang humanis, modern, dan profesional.

Para taruna ini akan mendapatkan pengalaman langsung dalam menjalankan tugas-tugas pemasyarakatan, sehingga siap menghadapi tantangan di masa depan.

Inisiatif ini merupakan bukti nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan pemasyarakatan di Indonesia. (Jobbinson Purba)

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Sepasang Kekasih di Batam Terancam 20 Tahun Bui

1
Oplus_0

DETEKSI.co-Batam, Sepasang kekasih, As’alukal Khusnul Afiata dan Reza Falafi, duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (16/7/2025). Keduanya diadili dalam kasus narkotika jenis sabu yang disembunyikan di tempat tak lazim, yakni celana dalam dan dompet hitam.

Sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa itu dipimpin majelis hakim Andi Bayu, didampingi Douglas dan Dina.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdullah menguraikan dakwaan yang menjerat keduanya. Mereka disebut melakukan pemufakatan jahat mengedarkan sabu pada 21 Januari 2025.

“Keduanya, baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri, berencana menjual sabu yang dibeli dari seseorang bernama Mamang, yang kini buron,” ujar Abdullah.

Dalam sidang, terdakwa As’alukal mengaku baru pulang dari Malaysia sebelum peristiwa itu. Hari itu, ia dan Reza menyewa Daihatsu Rocky putih untuk jalan-jalan. Namun, Reza tiba-tiba mengajaknya singgah ke kawasan Bengkong, Batam, untuk menemui Mamang. Dari pertemuan itu, mereka menerima dua paket sabu.

Satu paket untuk dipakai sendiri. Paket lain rencananya dijual ke seseorang bernama Pranowo, yang juga masuk daftar pencarian orang (DPO).

As’alukal menuturkan sabu itu semula dimasukkan ke dalam bungkusan salonpas, kemasan penutup yang biasa dipakai untuk mengelabui petugas. Kemudian, satu bungkus diselipkannya di belakang celana dalam, sementara satu lainnya dimasukkan ke dompet hitam. “Saya tahu itu sabu,” kata As’alukal dihadapan hakim.

Begitu kembali ke kamar kos mereka di kawasan Lubuk Baja, keduanya tak sadar sudah diintai aparat Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri. Tim bergerak cepat menggerebek kamar kos dan langsung mengamankan pasangan tersebut.

Petugas mendapati dua paket sabu seberat 1,39 gram. Barang bukti ditemukan di celana dalam dan dompet hitam milik As’alukal. Dari penggeledahan, polisi juga menemukan timbangan digital yang disimpan dalam termos di bawah meja televisi.

Reza mengakui timbangan itu miliknya dan biasa dipakai menakar sabu. Ia juga mengaku sudah dua kali membeli sabu dari Mamang.

Balai Pengawasan Obat dan Makanan Batam memastikan sampel sabu mengandung methamphetamine, narkotika golongan I sesuai Permenkes Nomor 44 Tahun 2019 dan UU Nomor 35 Tahun 2009.

Atas perbuatannya, keduanya dijerat Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika, yang ancaman hukumannya mencapai 20 tahun penjara.

JPU Abdullah menyatakan tuntutan akan dibacakan pada sidang pekan depan. “Saat ini kedua terdakwa tetap ditahan. Sidang selanjutnya adalah pembacaan surat tuntutan,” ujarnya usai sidang. (Hendra S)