Beranda blog Halaman 362

Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi, Rico Waas: Sarana untuk Menambah Skill Bagi Pencari Kerja dan Reduksi Pengangguran

0

DETEKSI.co-Medan,  Pemko Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPPVP) Medan menggelar pelatihan berbasis kompetensi durasi singkat bagi pencari kerja. Selain meningkatkan kompetensi pelatihan ini juga dapat meningkatkan kemampuan pencari kerja dalam memahami dan mengimplementasikan kompetensinya.

Pelatihan berbasis kompetensi ini dibuka Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di gedung serbaguna BBPVP Kementerian Ketenagakerjaan RI – Medan, jalan Amal, Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (11/6/25). Pelatihan yang diikuti 230 pencari kerja asal kota Medan ini meliputi tata busana, tata kecantikan, teknik mesin pendingin dan teknik kendaraan ringan.

Dalam sambutannya Rico Waas menjelaskan dapat dipahami bersama bahwa saat ini tingkat persaingan dalam mencari pekerjaan itu sangat tinggi dan begitu sengit. Hal ini terjadi apakah karena lowongan pekerjaan yang kurang atau memang permintaan dari perusahaan yang semakin tinggi. Artinya perusahaan tidak hanya meminta lulusan terakhir namun juga meminta skill yang dimiliki oleh pencari kerja.

“Skiil ini tentunya dapat diperoleh melalui pelatihan seperti ini. Oleh karenanya saya mengapresiasi pelatihan berbasis kompetensi yang digelar hari ini. Tentunya pelatihan ini dapat menjadi sarana untuk menambah skill bagi pencari kerja dan mereduksi permasalahan pengganguran di Kota Medan”, kata Rico Waas yang hadir didampingi Pimpinan Perangkat Daerah diantaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Muhammad Sofyan, Kadisnaker Ilyan Chandra Simbolon, Kadis UKM Koperindag, Benny Iskandar Nasution, dan Plt Kabag Prokopim M Agha Novrian.

Selain menambah skill, lanjut Rico Waas, pelatihan ini juga dapat membentuk karakter dan integritas para pencari kerja. Karena karakter dan integritas juga menjadi penilaian tertinggi oleh perusahaan atau pelaku usaha.

“Pelatihan ini juga dapat menambah value bagi pencari kerja. Sebab karakter dan integritas juga akan menjadi penilaian bagi pemberi kerja “, ujar Rico Waas dihadapan yang hadir diantaranya Kepala BBPVP Medan, Farid Abdurrahman Nur Yuliono, Kalapas Perempuan Medan, Yekti Aprianti dan Pimpinan Area Manager Bank BSI, Ikrar Simbolon serta Stakeholder lainnya.

Kepada para pencari kerja yang mengikuti pelatihan berbasis kompetensi, Rico Waas berpesan apa yang didapatkan selama pelatihan ini resapi dan pedomani dengan baik setiap ilmu yang didapatkan guna dimanfaatkan untuk bekerja kedepannya.

“Jadikan pelatihan ini sebagai modal yang kuat untuk menambah skill dan digunakan saat mencari kerja nantinya. Selain itu percaya diri dengan apa yang kalian pelajari dalam pelatihan, karena setiap materi yang diajarkan sangat baik dan penting”, ujar Rico Waas

Selanjutnya Rico Waas bersama Faried Abdurrahman melakukan peninjauan ke gedung dan ruangan tempat pelatihan yang ada di BBPVP Medan. Dari peninjauan tersebut Rico Waas berencana akan meningkatkan kerjasama dengan BBPVP Medan untuk menggelar pelatihan.

“Kita harus tingkatkan kerjasamanya, karena ada aset di Kota Medan untuk digelar pelatihan bagi pencari kerja guna mengurangi angka pengangguran. BBPVP ini memiliki fasilitas yang lengkap untuk menggelar pelatihan bagi pencari kerja. Jadi jika kita ingin melakukan pelatihan akan dipusatkan disini saja”, ujar Rico Waas

Menurut Rico Waas, nantinya tinggal program apa yang akan dibuat untuk mengurangi pengangguran di Kota Medan. Salah satunya kita melakukan MoU dengan pelaku usaha untuk dapat menerima pencari kerja secara tepat sasaran dan yang telah mengikuti pelatihan di BBPVP ini. Mudah-mudahan kita kedepannya bisa mengurangi reduksi permasalahan pengangguran di kota Medan.

“Kedepannya kita akan ciptakan program – program terusan bahkan termasuk kepada pengusaha yang belum update marketing online. Ini juga akan melibatkan seluruh stakeholder, karena Medan untuk semua jadi kita libatkan stakeholder dalam merancang program guna mengurangi angka pengangguran”, Sebut Rico Waas.

Sebelumnya Kepala BBPVP Medan Faried Abdurrahman menjelaskan pelatihan berbasis kompetensi durasi singkat ini terdapat empat paket pelatihan kerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan dan pelatihan UMKM barista kerjasama dengan Dinas UKM Koperindag Kota Medan.

“Pelatihan berbasis kompetensi durasi singkat ini gratis. Untuk hari ini sebanyak 230 orang peserta mengikuti pelatihan. Selama tahun ini dari bulan Januari, sebanyak 800 orang telah mengikuti pelatihan ini, 90 persen berasal dari kota Medan. Meskipun kita efesiensi namun pelatihan ini tetap berjalan karena tidak menggunakan anggaran”, jelasnya.

Dalam pembukaan pelatihan berbasis kompetensi ini, Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan dan BPPVP Medan juga melakukan penandatanganan MoU yang disaksikan Wali Kota Medan Rico Waas. Selain itu MoU juga dilakukan Dinas Ketenagakerjaan dengan Pelaku Usaha.(Red/d)

Jalan dan Jembatan di Dolok Masihul Diperbaiki, Warga Bersyukur

0

DETEKSI.co-Dolok Masihul, Warga Desa Banten, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai kini merasa lega. Jalan Banten–Pekan Kamis yang selama ini rusak dan menyulitkan aktivitas warga, akhirnya diaspal oleh Pemkab Serdang Bedagai sepanjang hampir 1 kilometer.

Perbaikan jalan ini disambut hangat oleh masyarakat. Ida Rahayu, warga setempat yang berprofesi sebagai tukang jahit, mengaku sangat bersyukur atas perbaikan ini.

“Kami sudah lama menanti, syukurlah sekarang sudah diaspal. Dulu kalau hujan becek dan licin, kalau kemarau berdebu. Sekarang kami bisa beraktivitas lebih nyaman. Terima kasih, Pak,” ujarnya kepada Wakil Bupati Serdang Bedagai H. Adlin Tambunan saat melakukan peninjauan pada Selasa (10/6/2025).

Wakil Bupati Adlin Tambunan menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini dilakukan dalam tiga sesi. “Kurang lebih satu kilometer jalan kita aspal. Semoga bisa membantu dan mempermudah aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Perbaikan Jembatan Dame I

Setelah meninjau perbaikan jalan, Wabup Adlin bersama Kadis PUTR Johan Sinaga dan Camat Dolok Masihul Elmiyati juga meninjau pembangunan Jembatan Dame I di ruas Jalan Tegal Sari–Dame.

Jembatan sepanjang 9,8 meter dengan lebar 5,6 meter ini dibangun melalui anggaran APBD Kabupaten Serdang Bedagai Tahun Anggaran 2025. (Budi)

Pemkab Sergai Salurkan Bantuan Cepat untuk Korban Puting Beliung

0

DETEKSI.co – Teluk Mengkudu, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) bergerak cepat menanggapi musibah angin puting beliung yang merusak sembilan rumah warga di Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, pada Senin (9/6/2025).

Wakil Bupati Sergai, H. Adlin Tambunan, langsung meninjau lokasi kejadian dan menyerahkan bantuan berupa seng, kayu, material bangunan, serta sembako kepada para korban.

“Kami hadir sebagai bentuk kepedulian dan komitmen untuk selalu melayani masyarakat. Sesuai arahan Bupati, seluruh jajaran harus cepat merespons setiap musibah,” ujar Adlin, Selasa (10/6).

Ia juga menginstruksikan para camat dan kepala desa untuk proaktif mendata serta menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana.

Salah satu korban, Mariani, warga Dusun IV, menceritakan bahwa atap rumahnya diterbangkan angin pada sore hari. “Adik saya yang kasih kabar. Pas lihat, seng rumah saya sudah terangkat semua,” katanya.

Mariani pun mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. “Terima kasih Pak Bupati, Pak Wakil. Semoga sehat dan murah rezeki,” ujarnya haru.( Budi ).

Tambang Emas Martabe Mesin Ekonomi Sumatra Utara yang Berkelanjutan

0

DETEKSI.co – Tapsel, Tambang Emas Martabe, di bawah naungan PT Agincourt Resources, bukanlah sekadar tambang; ia adalah jantung perekonomian Sumatra Utara yang berdetak kencang.

Terletak di Kecamatan Batang Toru, tambang seluas 30 km² ini beroperasi di atas lahan konsesi seluas 1.303 km² berdasarkan Kontrak Karya (KK) generasi keenam.

Sejak beroperasi penuh pada 24 Juli 2012, Martabe telah membuktikan dirinya sebagai produsen emas dan perak kelas dunia.

Data per 30 Juni 2024 menunjukkan potensi sumber daya yang luar biasa: 6,1 juta ounce emas dan 59 juta ounce perak.

Dengan kapasitas pengolahan bijih lebih dari 6 juta ton per tahun, Martabe mampu menghasilkan lebih dari 200.000 ounce emas dan 1-2 juta ounce perak per tahun, berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kontribusi ini bukan hanya angka-angka di atas kertas, tetapi merupakan investasi nyata bagi pembangunan Sumatra Utara.

Namun, keberhasilan Martabe tidak hanya diukur dari produksi emas dan peraknya.

Komitmen PT Agincourt Resources terhadap masyarakat sekitar patut diapresiasi. Lebih dari 3.000 karyawan dan kontraktor, 99% warga negara Indonesia dan lebih dari 70% berasal dari desa-desa sekitar tambang, mendapatkan kesempatan kerja dan meningkatkan taraf hidup mereka.

Ini adalah bukti nyata program pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung dan signifikan.

Struktur kepemilikan PT Agincourt Resources juga mencerminkan sinergi yang kuat antara sektor swasta dan pemerintah.

PT Danusa Tambang Nusantara (PTDTN), anak usaha PT United Tractors Tbk (60%) dan PT Pamapersada Nusantara (40%), keduanya bagian dari Grup Astra International Tbk, memegang 95% saham.

Sisanya, 5%, dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, menunjukkan komitmen bersama dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Tambang Emas Martabe bukan hanya tentang keuntungan ekonomi semata; ia adalah lambang pembangunan berkelanjutan yang berdampak positif bagi masyarakat Sumatra Utara.

Ke depannya, diharapkan Martabe akan terus beroperasi dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan dan sosial, memberikan kontribusi yang lebih besar lagi bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (Job Purba)

Wali Kota Medan Komitmen Wujudkan Medan Bertuah Yang Inklusif, Maju dan Berkelanjutan Melalui Transformasi Menuju Medan Satu Data

0

DETEKSI.co-Medan, Dalam upaya mewujudkan visi Kota Medan tahun 2025-2029, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas berkomitmen untuk mengimplementasikan transformasi menuju Medan Satu Data. Komitmen tersebut bertujuan untuk menjadikan Medan bertuah yang inklusif, maju dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat menyampaikan penjelasannya dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan dengan agenda Penjelasan Kepala Daerah Terhadap Ranperda Kota Medan Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan Tahun 2025-2029 yang berlangsung di Gedung DPRD Medan, Selasa (10/6/2025).

Rapat paripurna di pimpin langsung oleh Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen. Selain itu hadir juga Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, para wakil Ketua dan anggota DPRD Kota Medan, pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan serta para Camat.

Dalam penjelasanya, Rico Waas menjelaskan bahwa visi Medan Bertuah  memiliki beberapa aspek penting, yaitu mewujudkan kota Medan yang penuh berkah dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya, mendorong keberagaman dan toleransi, menciptakan lingkungan yang ramah bagi semua, serta mengembangkan kota yang berkelanjutan dan berdayasaing tinggi.

Selanjutnya Maju yang berarti menciptakan kota Medan yang berkembang secara ekonomi, sosial dan infrastruktur dengan memanfaatkan inovasi serta teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Berkelanjutan memiliki makna berkembang secara ekonomi , sosial dan lingkungan dengan memepertimbangkan keseimbangan jangka panjang agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi saat ini dan yang akan datang,”kata Rico Waas.

Sedangkan Transformasi, lanjut Rico Waas yang berarti perubahan mendasar dan progresif di berbagai aspek guna menciptakan kota yang lebih modern, efisien, dan berdayasaing tinggi.

“Dan yang terakhir Medan Satu Data yang berarti mengintegrasikan seluruh data administrasi dan layanan publik di Kota Medan dalam satu sistem terpusat guna meningkatkan efisiensi, transparansi dan akurasi pengambilan keputusan,”lanjut Rico Waas.

Untuk mencapai visi tersebut, bilang Rico Waas, Pemko Medan telah merancang tujuh misi pembangunan, yaitu misi berbudaya, misi energik, misi ramah, misi tertib, misi unggul, misi aman, dan misi humanis.

” Masing-masing misi ini memiliki tujuan dan sasaran yang jelas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Medan,”terang Rico Waas.

Masih dikatakan Rico Waas, dalam implementasinya, Pemko Medan akan melaksanakan pembangunan dalam lima tahapan strategis, yaitu tahap 1 tahun 2026, memperkuat tatakelolah pemerintahan, membangun infrastruktur dasar, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan.

Selanjutnya tahap 2 tahun 2027, Rico Waas akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui UMKM, ekonomi kreatif serta peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan berbasis teknologi.

Sementara tahap 3 tahun 2028, meningkatkan daya saing kota dengan infrastruktur modern dan digitalisasi pelayanan publik serta penguatan berkelanjutan lingkungan dan transportasi hijau.

Tahap 4 tahun 2029, Rico Waas berkomitmen mewujudkan kota cerdas, berbasis data, energi yang ramah lingkungan, serta keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Dan yang terakhir tahap 5 tahun 2030, terwujudnya medan bertuah yang inklusif, maju dan berkelanjutan melalui semangat transformasi menuju Medan satu data.

“Setiap tahapan pembangunan tersebut akan dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan melalui penguatan arah kebijakan yang mencerminkan tujuh misi utama pembangunan kota Medan,”bilang Rico Waas.

Sebelumnya ditempat yang sama, Wali Kota Medan Rico Waas juga turut mengikuti rapat paripurna DPRD Kota Medan dengan agenda pandangan umum fraksi DPRD Medan terhadap ranperda kota Medan tentang laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD TA 2024. (Red/d)

TNI AL Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ayam Ras Filipina dan Miras di Kepulauan Sangihe

0

DETEKSI.co-Jakarta, Prajurit TNI AL dari Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Tahuna berhasil menggagalkan penyelundupan ayam ras Filipina dan minuman keras (miras) tanpa cukai di Perairan Kepulauan Sangihe.

Penyelundupan ini digagalkan pada Sabtu (7/6) setelah tim menerima informasi intelijen tentang kapal yang diduga membawa barang ilegal.

Atas perintah Danlanal Tahuna, Letkol Laut (P) Hadi Subandi, tim SFQR melakukan pemantauan intensif dan berhasil mendeteksi kapal tanpa nama yang membawa muatan ilegal.

Setelah pengejaran dan pemeriksaan, ditemukan bahwa kapal tersebut membawa 227 ekor ayam ras Filipina dan barang campuran berupa 20 botol miras serta 1 karung obat ayam dengan nilai ekonomis sekitar Rp2,281,000,000.

Tim juga berhasil mengamankan dua terduga pelaku, terdiri dari satu WNI dan satu WNA asal Filipina. Para terduga pelaku, kapal, dan barang bukti kemudian dibawa ke Lanal Tahuna untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penangkapan ini merupakan implementasi dari perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk selalu sigap menghalau segala ancaman, termasuk penyelundupan melalui perairan yurisdiksi Indonesia.(Red)

Sarasehan Di ISTP, Sofyan Tan : Jaga Nyala Api Perjuangan

0

DETEKSI.co-Medan, Anggota DPR RI Sofyan Tan mengatakan, kita harus tetap menjaga api perjuangan, menyalakan semangat gotong royong dan membumikan ideologi Pancasila dalam setiap langkah nyata.

Hal itu dikatakannya saat melakukan sarasehan peringatan bulan bung Karno di ruang multi media lantai 2, Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede (ISTP) Medan, Selasa (10/6/2025).

“Dalam semangat Bulan Bung Karno, kita tidak sekadar mengenang, tapi meneladani. Bung Karno mewariskan fondasi kuat: kedaulatan rakyat, keadilan sosial, dan cinta tanah air. Melalui sarasehan ini, saya mengajak seluruh anak bangsa untuk terus menjaga nyala api perjuangan,” ujarnya.

Karenanya, kata kader PDI Perjuangan itu, mari bersama kita rawat warisan besar ini, agar bangsa ini melangkah kokoh ke masa depan.

Sofyan Tan berkomitmen untuk terus memperjuangkan sektor pendidikan dan budaya di Sumatera Utara dan berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui peranannya di DPR RI.

Sarasehan dengan tema “Setialah Kepada Sumber Mu : Kekuatan Rakyat Sebagai Api Perjuangan” dihadiri 120 peserta terdiri dari rektorat, para dekan, dosen, pegawai dan mahasiswa ISTP.

Acara dimulai pukul 09.00 Wib dan dibuka oleh Rektor ISTP Ir. Semangat MT Debataraja ST, MT, IPU, Asean Eng, yg dalam sambutannya menekankan pentingnya menerapkan Pancasila dalam kehidupan dan perkembangan dunia pendidikan.

Dengan diadakannya sarasehan tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi peserta dalam mengembangkan nilai-nilai Pancasila dan semangat sang proklamator dalam dunia pendidikan yang adaptif dan inovatif di era digital ini, ujarnya.

Setelah seri pemaparan materi dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif dan antusias. (moe)

Penganiayaan Brutal di Labusel, Satu Tewas dan Empat Luka, Pelaku Ditangkap Polisi

0

DETEKSI.co-Labusel, Aksi penganiayaan brutal yang dipicu minuman keras jenis tuak terjadi di Perumahan F34 TP 2 Kebun PT Abdi Budi Mulia (ABM), Desa Teluk Panji, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), pada Kamis (5/6) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Insiden ini menyebabkan satu orang tewas, dua mengalami luka berat, dan dua lainnya luka ringan.

Kepolisian Sektor Kampung Rakyat, Polres Labusel, berhasil menangkap pelaku utama berinisial Fatmati Gulo (40), warga setempat. Pelaku diamankan pada Jumat (6/6) di kawasan dekat PMKS PT SMA, Desa Perkebunan Teluk Panji.

“Motif kejadian bermula dari perselisihan paham akibat pengaruh alkohol, yang berujung pada pertengkaran dan penusukan secara membabi buta oleh pelaku,” ungkap Kapolres Labusel, AKBP Aditya SP Sembiring Muham, melalui Kapolsek Kampung Rakyat, AKP Iman Azahari Ginting, Senin (9/6).

Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi, kejadian bermula saat korban Febry Nduru (25) dan sejumlah temannya sedang minum tuak di belakang rumah seorang warga bernama Martinus Lase. Pada waktu bersamaan, tersangka yang juga dalam pengaruh alkohol dipanggil oleh seseorang untuk bergabung ke lokasi tersebut.

Awalnya tidak menghiraukan, namun setelah dipanggil berkali-kali, tersangka datang dengan membawa sebilah pisau yang diselipkan di pinggangnya. Setibanya di lokasi, tersangka melihat pertengkaran antara Febry dan korban lainnya, Ali Usman Nduru (31).

“Tersangka ikut campur dan justru menjadi sasaran amarah. Ia dipukul hingga terjatuh ke parit, lalu mengeluarkan pisau dan menyerang secara membabi buta,” jelas Kapolsek.

Korban tewas adalah Febry Nduru (25), sementara korban luka berat yaitu Ali Usman Nduru (31) dan Oktober Gulo (34). Adapun korban luka ringan masing-masing November Gulo (25) dan Falalini (39). Seluruh korban adalah warga Perumahan F34 TP PT ABM Desa Teluk Panji.

Kelima korban sempat dibawa ke Puskesmas Teluk Panji dan selanjutnya dirujuk ke RS Nur Aini Block Songo. Febry dinyatakan meninggal dunia saat mendapat perawatan medis.

Polisi telah mengamankan barang bukti berupa satu bilah pisau yang digunakan pelaku, serta pakaian pelaku yang berlumuran darah. Saat ini pelaku ditahan di Mapolsek Kampung Rakyat guna proses hukum lebih lanjut.

“Kami akan menindaklanjuti kasus ini secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegas AKP Iman Azahari Ginting.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi minuman keras yang kerap menjadi pemicu tindakan kekerasan di tengah lingkungan masyarakat.(Red)

Sempat Viral di Tik Tok, Polda Sumut Ungkap Kasus Penipuan Terhadap Casis Bintara Polri

0

DETEKSI.co – Medan, Sempat viral di media sosial tiktok, Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut ungkap kasus penipuan dan atau penggelapan terhadap casis polri. Selain viral di media sosial tiktok, Ditreskrimum Polda Sumut juga telah menerima laporan dari para korban yerkait kasus penipuan dan atau penggelapan terhadap casis polri.

Berdasarkan laporan polisi nomor : LP/B/848/VI/2025/SPKT/Polda Sumut, Tanggal 03 Junu 2025, pelapor bernama Nurlina. Peristiwa penangkapan itu dilakukan pada Sabtu, 03 Februari 2024 di tempat Bimbingan Belajar “Maju Bersama di Jalan Selambo, Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara.

Berdasarkan keterangan Irwasda Polda Sumut, Kombes Pol Nanang Masbudhi, SIK.,M.Si didampingi Kabid Humas, Kombes. Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H dan Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut Kompol Jama Kita Purba saat melaksanakan konferensi pers di Ditreskrimum Polda Sumut, Selasa (10/6/2026) siang.

Sekira bulan September 2023 pelapor (Nurlina) memasukkan anaknya yang bernama Aditya untuk bimbingan belajar masuk Bintara Polri Tahun 2024 di Bimbingan Belajar “Maju Bersama di Jalan Selambo, Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai, milik pelaku FPB.

Kemudian, FPB menawarkan untuk mengurus anak Nurlina masuk menjadi anggota Bintara Polri dengan biaya Rp. 430.000.000, (Empat Ratus Tiga Puluh Juta Rupiah) dan mengiming-imingi kelulusan untuk anak korban bernama Aditya. Disitu pelaku mengatakan keoada korban apabila anak Pelapor tidak lulus uang akan dikembalikan dengan utuh.

Siriring waktu berjalan, sekira Bulan Februari 2024, korban memberikan uang sebesar Rp. 430.000.000, (Empat Ratus Tiga Puluh Juta Rupiah) yang di terima melalui asisten pelaku yang dikenal sebagai Bou untuk pengurusan masuk Bintara Tahun 2024. Namun di Bulan Juni 2024 saat pengumuman dan perengkingan masuk Bintara Polri anak korban dinyatakan kalah.

Mengetahui anaknya kalah, kemudian korban menagih janji kepada pelaku untuk mengembalikan uangnya namun hingga saat ini tidak ada itikad baik dari pelaku dan pelaku selalu menghindar dengan berbagai macam alasan, ketika korban meminta uang tersebut di kembalikan.
Atas peristiwa itu korban Nurlina mengalami kerugian Rp. 430.000.000 (Empat ratus tiga puluh juta rupiah). Kemudian datang ke Kantor SPKT Polda Sumut untuk membuat laporan pengaduan agar segera mengusut para pelaku dan para pelaku di proses sesuai dengan Hukum.

“Pelaku utama berinisial FPB, RNB (istri FPB) dan SS alias Bou Regar alias Mak Koko. Ketiga pelaku mengiming-imingi korban bisa membantu kelulusan dalarn mengikuti seleksi tes masuk Polri,” kata Irwasda Polda Sumut, Kombes Pol Nanang Masbudhi.

Modus pelaku utama berinisial FPB, mempekerjakan Istrinya (RNB) untuk menjalankan bimbingan belajar, lalu SS alias Boh Regar alias Mak Koko yang bertugas menerima uang dari para korbannya. Kemudian pelaku utama FPB merekrut atau mempekerjaan alumni USU dan UNIMED untuk Bimbel Pelajaran akademik pisikologi dan jasmani milik tersangka.

Selain menerima laporan Nurlina, Polda Sujut juga telah menerima lainnya yakni LP/845 atas nama Purnomo kerugian 130.000.000, LP/850 atas nama Martua Ganda Sihite kerugian 170.000.000 3) LP/849 atas nama Ajun Parhusip kerugian 350.000.000 dan LP/846 atas nama Lusiana kerugian 350.000.000.

“Saat diminta untuk menunjukkan legalitasnya dan izin-izin Bimbel “MAJU BERSAMA” yng didirikan sejak Tahun 2014 sampai Tahun 2024 tersebut, pelaku tidak dapat menunjukan legalitasnya dan izin-izin Bimbel “MAJU BERSAMA” dan tidak ada MoU Polda Sumatera Utara,” kata Kombes Pol Nanang Masbudhi.

Kombes Pol Nanang Masbudhi juga menjelaskan para korban (Casis) mewajibkan pelajar Bimbel untuk membayar biaya Bimbel per bulan sebesar Rp. 6.000.000, (enam juta rupiah) selama 5 bulan dan mewajibkan pelajar Bimbel memilih paket yang telah ditetapkan dan memberikan uang terima kasih paket A sebesar Rp. 400.000.000,- dan Paket B sebesar Rp. 350.000.000,- untuk pemberkasan Casis sampai dinyatakan lulus Bintara Polri T.A 2024

“Pelaku juga menjanjikan apabila calon siswa tidak lulus uang terima kasih yang diserahkan kepada tersangka akan dikenakan potongan sesuai dengan tahapan seleksi yang telah diikuti,” paparnya.

Sambungnya, Nanang Masbudhi menjelaskan, SS alias Boh Regar alias Mak Koko yang berperan menerima uang terima kasih Paket A dan Paket B yang diberikan oleh orang tua Casis yang akan digunakan untuk meluluskan anak korban lulus seleksi Bintara Polri T.A.2024, lalu menyerahkan uang tersebut kepada RNB

Sedangkan, pelaku RNB berperan untuk menyakinkan orang tua para korban bahwa suaminya dapat mengurus, memasukkan dan meluluskan anak korban lulus seleksi Bintara Polri T.A 2024 dan menjelaskan kepada orang tua Casis pilihan paket yang telah ditetapkan oleh tersangka.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, SS alias Boh Regar alias Mak Koko tidak mengakui telah menerima uang terima kasih Paket A dan B dari para korban,” ucapnya.

Terpisah, Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut Kompol Jama Kita Purba mengaku telah memeriksa saksi sebanyak 3 orang yakni berinisial R, W dan A. Selain mengamankan 3 pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti yakni bukti kwitansi pembayaran Bimbel dan buku tabungan Bank BRI dan Bank Sumut milik korban.

“Para pelaku disangkakan dengan Pasal 378 dan atau Pasal 372 dari KUHPidana dan saat para pelaku masih dilakukan penahanan,” pungkasnya. (Pea)

DPP CAS Bersama Gubernur Jawa Barat Gelar Evaluasi Kinerja Pemprov Jabar di Era Kepemimpinan KDM

0

DETEKSI.co-Depok, Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis (DPP CAS), menggelar kegiatan Diskusi Publik bertajuk Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Jawa Barat di era kepemimpinan KDM, Senin (09-06-2025) bertempat di Graha Insan Cita Depok Jawa Barat.

Dengan menggandeng Gubernur Jawa Barat melalui Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi, S. STP, M. Si, DPP CAS bersama dengan para narasumber lainnya, mengupas berbagai diskursus yang tengah hangat diperbincangkan sejak era KDM memimpin Bumi Pasundan tersebut.

Dalam kesempatan Diskusi Publik itu, turut hadir menjadi narasumber adalah, Elin Amalia, S. Pd (Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini & TK Al Quran di Jawa Barat), Cut Emma Mutia Ratna Dewi, SH, MH (Ketua Dewan Pengawas DPP CAS) dan Syamsul Qomar (Ketua Dewan Syari’ah DPP CAS) serta dipandu oleh moderator Tony Hamzah (Wakil Ketua Umum DPP CAS).

Terlihat juga Ketua Dewan Pembina DPP CAS Syahrir Muhamad yang secara resmi membuka acara, juga ada Zulkifli Ali selaku Ketua Dewan Pengarah DPP CAS, Sekretaris Dewan Penasihat DPP CAS Muzakir Muannas dan Achwan Yulianto sebagai Sekretaris Dewan Pembina DPP CAS beserta para pakar lainnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat melalui Kepala Bappeda Provinsi Jabar menegaskan bahwa sekitar 18 pointer yang menjadi catatan penting pada diskusi publik tersebut akan disampaikan kepada KDM. Dan Kepala Bappeda itu menyebutkan bahwa keinginan besar KDM mensejahterakan masyarakat Jawa Barat melalui berbagai program maupun kebijakan yang dimunculkannya.

Sementara Maulana Maududi selalu Ketua Umum DPP CAS mengharapkan agar pemerintahan provinsi Jawa Barat di era kepemimpinan KDM ini, dapat bertindak dan berbuat lebih arif dan bijaksana khususnya dalam menelurkan berbagai bentuk aturan kepada masyarakat.

“Penelitian ilmiah secara universal harus di kedepankan dalam sistem membangun pondasi sebagai landasan hukum di Pemprov Jabar yang marketable sehingga tidak menjust segala sesuatunya hanya berdasarkan aduan segelintir orang yang seolah-olah menjadi derita keseluruhan warga Jawa Barat”, ujar Maulana Maududi.

Dan Maulana Maududi menegaskan agar jangan hanya dengan aduan segelintir orang-orang saja dan berkembang menjadi konten youtube, seolah-olah olah derita kesusahan melanda masyarakat Jawa Barat dan berimplikasi menyebutkan para orang tua murid di Jawa Barat mayoritas orang susah yang tidak berkampuan secara financial memfasilitasi anak-anaknya.

“Kita semua sayang KDM, kita bangga memiliki KDM yang notabene adalah kader HMI dan alumni potensial di jajaran Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Dan saya serta mayoritas jajaran petinggi dan pengurus DPP CAS adalah mayoritas kader HMI dan saat ini sebahagian besar berkecimpung di pengurus KAHMI Nasional, Wilayah dan Daerah-daerah se Indonesia. Kami tidak mau KDM tergelincir dan dimanfaatkan popularitasnya oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang akhirnya akan membawanya ke jurang. Karenanya juga KDM bukan Raja di Siliwangi ini, akan tetapi KDM adalah Gubernur yang dipilih dan terpilih melalui proses politik. Maka aksentuasi dan dialektika politik harus tetap dijaga untuk membuat KDM lebih mawas diri dalam bertindak tanduk”, Tegas Maulana Maududi yang diketahui juga saat ini sebagai Pengurus MN KAHMI.

Sementara, adapun khususnya sebagaimana yang disampaikan oleh Elin Amalia, S. Pd selaku Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini & TK Al Qur’an, menilai dari dari surat edaran yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat terhadap pelarangan khususnya aktivitas wisuda anak PAUD & TK masih sangat kontradiktif.

Dan menurut Elin Amalia, hal itu menimbulkan pemahaman yang berbeda sehingga kalangan Dinas terkait di Kabupaten Kota mayoritas menyimpulkan bahwa surat edaran itu adalah bentuk larangan yang harus dipatuhi.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat melalui Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi, S. STP, M. Si menegaskan bahwa dipersilahkan untuk melakukan wisuda dengan tidak memberatkan orang tua murid. Dan silahkan melakukan apresiasi kepada murid dalam bentuk apapun.

“Silahkan lakukan apresiasi kepada siswa dalam bentuk apa saja yang tidak membebani orang tua murid. Dan untuk dipahami bahwa yang namanya surat edaran tidak ada landasan hukum untuk ditindak bagi yang melakukannya”, terang Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat itu.

Sebagaimana diketahui, dari langkah Gubernur Jawa Barat yang berencana akan menghapus tradisi wisuda bagi siswa PAUD, TK dan SD, tentunya menuai reaksi dari berbagai pihak.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi saat mengikuti kegiatan retreat di Magelang, seperti dilansir pada unggahan di akun Instagram pribadinya, @Dedimulyadi71, Minggu 23 Februari 2025.

Menurut Dedi Mulyadi, langkahnya dalam menghapus kegiatan yang dianggap membebani orang tua siswa.

“Ada keluhan, misalnya anak-anak TK wisuda, SD wisuda. Nah, kegiatan-kegiatan yang tidak ada relevansinya dengan pendidikan minta dihapus. Pak Bupati berani enggak?” tanya Dedi dalam sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya, @Dedimulyadi71.

Dedi menyoroti, biaya yang dikeluarkan untuk wisuda TK dan SD sering kali menjadi beban bagi orang tua. Oleh karena itu, ia meminta agar kegiatan seremonial yang tidak memiliki dampak langsung pada pendidikan dihapuskan.

Ia menegaskan, segala kebijakan yang bertujuan mengurangi beban finansial orang tua siswa akan menjadi prioritas pemerintah daerah.

Langkah ini menuai beragam reaksi dari masyarakat, terutama dari kalangan orang tua dan tenaga pendidik.

Sebagian mendukung kebijakan ini sebagai upaya meringankan beban ekonomi keluarga, sementara yang lain menganggap wisuda sebagai momen berharga bagi anak-anak.

Memang syah-syah saja ketika kebijakan ini sejalan dengan upaya Dedi Mulyadi dalam mereformasi dunia pendidikan di Jawa Barat, dengan menekankan efisiensi dan relevansi dalam setiap kegiatan akademik.

Akan tetapi juga harus lebih cerdas dan cermat dalam menganalisis serta mempertimbangkan untuk kemudian memutuskan langkah strategis terhadap eksekusi dari kebijakan dimaksud.

Pertama, ketika secara spesifikasi akademik berbicara kurikulum pendidikan untuk TK Al Qur’an dan SD IT atau SMP IT, tentu saja ada perbedaan khusus yang sangat melekat khususnya terhadap penanaman nilai keislaman.

Misalnya, sebagaimana diketahui bahwa metode pembelajaran Al-Qur’an di TK Al-Qur’an (TKA) bervariasi, namun beberapa metode yang populer di Indonesia meliputi metode Iqra’, Qiroati, dan Ummi.

Metode-metode ini fokus pada pengenalan huruf hijaiyah, membaca Al-Qur’an, dan menghafal surah-surah pendek.
Beberapa metode yang umum digunakan di TKA:

*Metode Iqra’:*
Metode ini menekankan pada pengenalan huruf hijaiyah dan cara membaca Al-Qur’an secara bertahap.

*Metode Qiroati:*
Metode ini menekankan pada pengenalan dan pemahaman bacaan Al-Qur’an yang benar, termasuk tajwid dan makhorijul huruf.

*Metode Ummi:*
Metode ini fokus pada pengenalan huruf hijaiyah, membaca Al-Qur’an, dan menghafal surah-surah pendek dengan pendekatan yang komprehensif.

Selain metode-metode di atas, TKA juga dapat menggunakan metode-metode lain seperti metode bercerita, tanya jawab, dan bermain untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan efektif. Penting untuk diingat bahwa setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga guru perlu memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa.

Contoh aplikasi metode Iqro’ di TKA:

*CBSA (Cara Belajar Santri Aktif):*
Guru memberikan contoh, siswa berlatih sendiri, dan guru mengamati kemajuan siswa.

*Privat:*
Guru memberikan perhatian individual kepada setiap siswa selama pembelajaran.

*Asistensi:*
Siswa yang lebih mahir membantu siswa lain yang masih kesulitan.

*Komunikatif:*
Guru memberikan umpan balik (positif atau negatif) kepada siswa selama pembelajaran.

Dan ultimate goal sesungguhnya ingin disampaikan pada khalayak umum bahwa saat berlangsungnya wisuda menunjukkan eksistensi sekolah dalam melakukan proses pendidikan dasar mengenal Al Quran sekaligus sebagai motivasi dan kebanggaan positif yang mencerminkan kemampuan sekolah terkait untuk membina siswanya sekaligus kebangsaan para orang tua siswa menyaksikan anak-anak mereka dan membaca dan menghafal Al Quran pada rangkaian wisuda yang dilakukan.

Bahkan Almarhum BJ Habibie pernah mengatakan bahwa ia nya sangat bangga mewisuda santri/siswa TK Al Qur’an ketimbang menghadiri wisuda mahasiswa yang tidak bisa membaca Al Qur’an (mahasiswa yang beragama Islam).

Dan jika alasan efesiensi hingga kepada relavansi untuk kemudian melakukan penghadangan terhadap nilai-nilai luhur syiar agama Islam akibat proses wisuda TK Al Qur’an, tentu saja patut menjadi bahan diskursus yang sejatinya juga dengan tidak menyamaratakan ekonomi orang tua siswa yang seolah semua miskin alias tidak mampu.(Tim)