Beranda blog Halaman 444

Polres Sergai Konferensi Pers Kasus Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan, Dua Pelaku Diamankan

0

DETEKSI.co-Sergai, Polres Serdang Bedagai (Sergai) menggelar konferensi pers terkait kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) di Aula Patriatama, Kamis (6/3/2025) pukul 14.30 WIB. Dalam kegiatan ini, Kapolres Sergai AKBP Jhon Sitepu, SIK, MH, didampingi Wakapolres Kompol Mukmin Rambe, SH, serta sejumlah pejabat utama Polres Sergai, memaparkan kronologi penangkapan dua tersangka pelaku pencurian.

Kapolres Sergai menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari laporan polisi LP/B/33/I/2025/POLRES SERDANG BEDAGAI/POLDA SUMUT tanggal 28 Januari 2025. Dari hasil penyelidikan, tim Satreskrim Polres Sergai berhasil menangkap dua tersangka, Muhammad Azmi alias Sengok (19), warga Dusun IV, Desa Citaman Jernih, Kecamatan Perbaungan dan M. Ridwan Butar-Butar alias Wawan (27), warga Dusun Rambutan, Kelurahan Melati II.

Muhammad Azmi lebih dulu ditangkap pada Rabu (19/2/2025) sekitar pukul 22.30 WIB. Saat penangkapan, polisi menemukan barang bukti berupa satu unit laptop ASUS VivoBook hijau beserta tasnya. Sementara itu, tersangka kedua, Wawan, berhasil diamankan pada Kamis (27/2/2025) pukul 03.30 WIB di Gang Nangka, Perbaungan.

Setelah pemeriksaan, petugas melakukan pengembangan dan berhasil menemukan berbagai barang curian yang disimpan di rumah Wawan.

Para pelaku menjalankan aksinya dengan berpura-pura sebagai tukang butut yang berkeliling di permukiman warga. Mereka memantau rumah yang kosong ditinggal pemiliknya, lalu melancarkan aksi pencurian.

Dalam operasi ini, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, antara lain : 1 unit becak motor merk Smash, 1 unit laptop ASUS VivoBook hijau beserta tas dan kotaknya, 1 unit jam tangan Samsung Galaxy Watch 7 beserta kotaknya, Beberapa pasang sepatu dan pakaian berbagai merek, Berbagai jenis tas dan parfum, 1 pasang earphone warna putih.

Kapolres Sergai AKBP Jhon Sitepu mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap aksi pencurian dengan memberlakukan sistem keamanan yang lebih ketat di rumah masing-masing.

“Pastikan rumah dalam keadaan terkunci dengan baik saat ditinggalkan, serta gunakan kunci yang memadai untuk menghindari aksi pencurian,”tegasnya.

Konferensi pers ini turut dihadiri oleh pejabat utama Polres Sergai, termasuk Kasat Reskrim AKP Donny P. Simatupang, SH, MH, serta beberapa perwakilan dari TNI dan Polsek setempat. (H)

Presiden Prabowo Subianto adakan Pertemuan 8 Pengusaha Besar Indonesia di Istana Kepresidenan

0
PERTEMUAN PRABOWO DAN 8 PENGUSAHA - Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan delapan pengusaha besar Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/3/2025). Mereka yang hadir antara lain adalah Anthony Salim, Sugianto Kusuma (Aguan), Prajogo Pangestu, Boy Thohir, Franky Widjaja, Dato Sri Tahir, James Riady, dan Tomy Winata. (Sekretariat Presiden)
PERTEMUAN PRABOWO DAN 8 PENGUSAHA - Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan delapan pengusaha besar Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/3/2025). Mereka yang hadir antara lain adalah Anthony Salim, Sugianto Kusuma (Aguan), Prajogo Pangestu, Boy Thohir, Franky Widjaja, Dato Sri Tahir, James Riady, dan Tomy Winata. (Sekretariat Presiden)

DETEKSI.co-Jakarta, Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan delapan pengusaha besar di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/3/2025).

Pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan perkembangan ekonomi nasional dan program-program utama yang sedang dijalankan oleh pemerintah.

Adapun mereka yang hadir antara lain adalah Anthony Salim, Sugianto Kusuma (Aguan), Prajogo Pangestu, Boy Thohir, Franky Widjaja, Dato Sri Tahir, James Riady, dan Tomy Winata.

Masing-masing pengusaha memiliki latar belakang bisnis yang berbeda, mencakup sektor pangan, properti, energi, keuangan, dan manufaktur.

Seperti misalnya Aguan yang merupakan pemilik Agung Sedayu Group, Anthony Salim bos Salim Group, Tomy Winata pemilik Artha Graha Network, dan Prajogo Pangestu pendiri Barito Pacific.

Kemudian Boy Thohir pemilik Adaro Energy, Franky Widjaja bos PT Sinar Mas, Dato Sri Tahir pendiri Mayapada Group dan James Riady, Chairman Lippo Group.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Tampak Prabowo duduk di bagian ujung meja menghadap langsung ke arah para pengusaha kenamaan tersebut.

Pertemuan berlangsung hangat dan kondusif, terlihat dari keakraban mereka berbincang yang sesekali diselingi tawa.

Dilansir Tribun-Sulbar.com dari keterangan resmi Sekretariat Presiden, Jumat (7/3/2025), Prabowo membahas sejumlah isu strategis, termasuk:

1. Danantara: Topik Badan Pengelola Investasi Danantara menjadi isu utama yang dibahas berkaitan dengan industrialisasi dan pengelolaan investasi.

2 Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Kebijakan unggulan pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat.

3. Pembangunan Infrastruktur: Upaya pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur nasional.

4. Penguatan Industri Tekstil: Strategi untuk memperkuat sektor tekstil di Indonesia.

5. Swasembada Pangan dan Energi: Langkah-langkah untuk mencapai kemandirian dalam pangan dan energi.

Dalam kesempatan ini, Prabowo memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kontribusi para pengusaha.

Ia menyadari peran penting mereka dalam mendukung berbagai kebijakan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

Pertemuan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah untuk membangun sinergi dengan sektor swasta guna menciptakan stabilitas ekonomi nasional.

Pemerintah berharap sinergi antara sektor publik dan swasta dapat semakin kuat.

Tujuannya adalah mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju dengan ekonomi yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

Dalam konteks ini, investasi dari pengusaha diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

Pertemuan ini mencerminkan upaya pemerintah untuk menarik investasi yang dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

(Tribun-Sulbar.com/Via)

Menangis Lihat Kerusakan Alam Puncak Bogor, Dedi Mulyadi: Siapa yang Beri izin?

0
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak kuasa menahan tangis ketika melihat alih guna lahan di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat. Alih guna lahan ini menjadi pemicu banjir berulang di kawasan berhawa dingin tersebut. © KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak kuasa menahan tangis ketika melihat alih guna lahan di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat. Alih guna lahan ini menjadi pemicu banjir berulang di kawasan berhawa dingin tersebut. © KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN

DETEKSI.co-Bogor, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tak kuasa menahan tangis saat menyaksikan kerusakan alam akibat alih guna lahan di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat.

Ia tertunduk dan berulang kali menyeka air mata setelah melihat langsung dampak dari pembangunan yang merusak ekosistem Gunung Gede Pangrango.

Dari kejauhan, Dedi Mulyadi melihat tanah yang terbelah dan longsor, yang diduga akibat proyek pembangunan ekowisata, salah satunya jembatan gantung, di Megamendung, Kabupaten Bogor.

“Lah, itu sudah ada bangunan ya (jembatan gantung), itu yang paling melanggar. Lihat itu terbelah sampai longsor,” ujar Dedi dengan nada geram sambil menunjuk lokasi pembangunan tersebut.

Dedi menegaskan bahwa pembangunan di kawasan itu tidak seharusnya dilakukan karena berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem dan merugikan masyarakat sekitar.

“Enggak boleh harusnya ini (dibangun wisata jembatan). Tempatnya memang bagus begini, tetapi kan ada yang terganggu (warga jadi korban). Masak alam kayak gini aja diganggu,” lanjutnya.

Saat berdiskusi dengan pejabat yang turut hadir dalam kegiatan penyegelan, Dedi mempertanyakan siapa yang memberikan izin pembangunan tersebut.

“Yang memberi izin ini siapa?” tanya Dedi.

Salah satu pejabat menyebut bahwa izin itu dikeluarkan oleh Bupati Bogor sebelumnya.

Mendengar hal tersebut, Dedi langsung meminta penjelasan dari Bupati Bogor saat ini, Rudy Susmanto.

“Terus, Pak Bupati sekarang siapa? Nanti koordinasi KLH ya, minta dievaluasi izinnya dulu,” ujarnya.

Tak lama kemudian, petugas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mendekati Dedi untuk memberikan penjelasan.

Namun, Dedi tetap mempertanyakan legalitas proyek di kawasan hutan lindung tersebut.

“Ini kan udah berizin dikeluarkan bupati (sebelumnya), dari sisi aspek regulasi bisa direkomendasikan untuk dicabut?” tanyanya kepada petugas KLH.

“Itu kan sudah hutan lindung, tetapi kenapa dirusak?” tambahnya.

Setelah bertemu dengan Rudy Susmanto, awak media dilarang mendekat karena terjadi perbincangan tertutup antara keduanya.

Pemerintah Segel Perusahaan Langgar Regulasi Lingkungan
Kunjungan kerja ini dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan, Wakil Menteri LH/Wakil Kepala BPLH Diaz Hendropriono, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Mereka mengevaluasi kondisi lahan kritis dan menindak perusahaan-perusahaan yang diduga melanggar ketentuan lingkungan.

Dalam inspeksi tersebut, Menteri LH/Kepala BPLH langsung memimpin penyegelan dan penghentian operasional sejumlah perusahaan yang terbukti melanggar persetujuan lingkungan.

“Tindakan ini adalah bagian dari upaya pemerintah menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah dampak buruk bagi masyarakat sekitar,” ujar Hanif Faisol Nurofiq.

Adapun penyegelan dilakukan terhadap empat perusahaan, Di setiap lokasi, Menteri LH/Kepala BPLH bersama tim Deputi Penegakan Hukum Lingkungan memasang segel dan papan peringatan.

(Penulis Kontributor Bogor Kompas.com: Afdhalul Ikhsan)

Gelapkan Barang Senilai Ratusan Juta, RP Ditetapkan Tersangka, CV TJA Himbau Custumer Lebih Waspada

0

DETEKSI.co – Medan, Terlapor berinial RP (29) ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penggelapan. Modusnya, Rocky memesan barang ke perusahaan tempatnya bekerja dengan orderan toko fiktif.

Akibat perbuatan warga Jalan Kutilang, Kelurahan Sei Sikambing B, Medan Sunggal ini, CV Tristar Jaya Abadi (TJA) merugi ratusan juta rupiah.

Kepada wartawan, Kuasa Hukum CV Tristar Jaya Abadi, Sun Sin SH, MH, Rabu (5/3/2025) malam di Medan menjelaskan, jika CV Tristar Jaya Abadi ini adalah distributor minuman, sirup dan powder.

“RP ini sudah lama bekerja di CV TJA dan sudah menjadi orang kepercayaan,” ujar Sun Sin SH, MH.

Karena sudah dipercaya oleh pemilik perusahaan, RP ini diberi jabatan sebagai Sales Suvervisor di CV TJA. Sebelumnya dia menjabat sebagai kepala gudang. Sejak ini lah, RP mulai melakukan kejahatannya.

Modusnya, RP membua nota pemesanan barang untuk diantar ke sejumlah toko. Belakangan terungkap, toko-toko tersebut ternyata fiktif.

“Jadi toko-toko yang memesan barang melalui si RP ini ternyata fiktif. Sementara barang yang dipesan, dijual oleh RP dan uang hasil penjualan tidak dibayarkan ke CV TJA. Setelah diaudit, pihak CV TJA merugi Rp 600 juta lebih akibat perbuatan si RP.

Endingnya, pihak CV TJA memilih melaporkan RP ke Polrestabes Medan atas tuduhan penggelapan.

Berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti, polisi menetapkan RP sebagai tersangka.

Pada kesempatan itu, CV TJA melalui kuasa hukumnya menghimbau agar pemilik toko lebih waspada dan berhati-hati jika ada oknum yang menawarkan produk minuman perasa mengatasnamakan CV TJA.

“Untuk menhindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami menghimbau agar pemilik toko yang ingin membeli barang agar menghubungi nomor resmi CV TJA, atau datang ke toko di Jalan Rotan Baru No 20D, Kelurahan Petisah Tengah, Medan.” (Red/Ril)

Gerebek 8 Sarang Narkoba, Polrestabes Medan & Polsek Jajaran Ringkus 14 Pelaku

0

DETEKSI.co – Medan, Satresnarkoba Polrestabes Medan dan Polsek jajaran menggerebek 8 lokasi yang selama ini dijadikan sebagai sarang narkoba atau tempat penyalahgunaan narkoba pada Kamis (6/3/2025) siang.

Penggerebekan yang dilakukan secara serentak itu menyasar lokasi sarang narkoba di Kecamatan Kutalimbaru, Medan Helvetia, Pancur Batu, Medan Tembung, Medan Kota, Medan Tuntungan, Medan Sunggal dan Delitua.

“Kegiatan (penggerebekan) ini dilakukan secara serentak oleh penyidik Satresnarkoba Polrestabes Medan dan Polsek jajaran,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan dalam keterangan tertulisnya di Medan, Jumat (7/3/2025).

Ia menegaskan, penggerebekan Ini merupakan komitmen Polri dalam upaya memberantas dan menekan penyebaran bahaya narkoba.

“Kita berupaya agar praktek (penyebaran & penyalahgunaan) serupa benar-benar tidak terulang, untuk itu peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan,” ucap Gidion.

Sementara itu, Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan AKBP Tommy Aruan mengatakan, dari penggerebekan ini pihaknya berhasil mengamankan 14 orang yang diduga sebagai pemilik dan pengguna narkoba.

“Dari delapan lokasi yang kami gerebek, total ada 14 orang yang kami amankan,” bebernya.

Di lokasi yang berbeda-beda itu, petugas juga menemukan barang bukti paket sabu, HT, bong atau alat hisap, senjata tajam, timbangan digital, klip platik, kertas pirex, dan 6 unit sepeda motor.

“Kami juga temukan sejumlah barang bukti seperti beberapa paket sabu, alat hisap, ratusan plastik pembungkus narkoba, alat komunikasi hingga sepeda motor,” tukasnya.

Tommy menegaskan bawah setiap penggerebekan sarang narkoba tersebut pihaknya selalu melakukan pembongkaran dan pembakaran barak-barak yang digunakan sebagai tempat transaksi narkona.

“Untuk barak narkoba, seluruhnya kami bongkar dan bakar agar tidak digunakan kembali,” pungkasnya. (Pea)

Ulang Tahun SMSI: Sewindu Mengarungi Disrupsi Multidimensi

0

Oleh: Firdaus, Ketua Umum SMSI

DISRUPSI teknologi kian menjadi-jadi ketika organisasi pers Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) genap berusia sewindu pada Jumat, 7 Maret 2025.

Disrupsi tidak kunjung mereda, bahkan memasuki babak baru: disrupsi multidimensi. Ciri multidimensi ditandai dengan serangan dari berbagai sisi.

Dari berbagai sisi media dilumpuhkan satu sama lain. Dari sisi bisnis, keredaksian, jurnalisme, distribusi dan sistem pemasaran.

Persaingan antar platform media tidak terelakkan. Persaingan semakin luas antar perusahaan pers, media sosial, dan bahkan media global, seperti google, dan facebook.

Terjadi begal-membegal konten media, tanpa menghiraukan etika. Siapa yang memproduksi konten, dan siapa yang mereguk keuntungan tidak ada aturan main yang jelas.

Media platform cetak tergerus oleh platform televisi dan online. Media televisi terganggu media sosial dengan berbagai layanan aplikasi, seperti youtube.

Media global platform digital seperti google juga ikut mendistribusikan berita dan mengambil banyak iklan. Artificial Intelligence (AI) yang mendaur ulang informasi, turut menawarkan kerja jurnalisme, termasuk mengolah informasi menjadi karya tulis.

Sementara informasi yang disampaikan AI banyak yang belum ter-verifikasi kebenarannya. Ini juga ikut menggerus kerja media pers.

Sudah tidak terbilang entah berapa kali AI didiskusikan dan diseminarkan di dalam dan luar negeri, untuk keperluan berbagai bidang pekerjaan, termasuk bidang jurnalisme dan bisnis media.

Akan tetapi masih banyak pertanyaan dan keraguan terhadap kemampuan AI sebagai mesin pendaur ulang informasi yang melimpah-ruah setiap hari. Keraguan terhadap AI dalam menyeleksi data dan informasi dianggap masih lemah. Antara hoax dan fakta belum dipilah secara meyakinkan.

Di sinilah AI seringkali diletakkan sebagai pihak yang berlawanan dengan kerja jurnalisme yang mengedepankan fakta, data, dan verifikasi ketat terhadap kebenaran informasi sebelum disuguhkan sebagai berita. Selain berlawanan dalam prinsip kebenaran fakta dan data, juga menjadi perlawanan dalam bisnis bermedia.

SMSI tidak kaget dalam situasi seperti sekarang ini. Kelahiran SMSI delapan tahun silam memang menjawab keadaan disrupsi teknologi dan transformasi sosial yang sedang melanda media massa saat itu.

Perusahaan media massa banyak yang bangkrut, sebagian tutup, awak media seperti wartawan dan tenaga pendukung terpaksa dirumahkan, diberhentikan tanpa batas waktu.

Tenaga kerja di bidang pers banyak yang menganggur. Yang masih bertahan bekerja harus beradaptasi dengan cara kerja baru: serba internet.

Mereka yang bisa beradaptasi tetap lanjut bekerja dengan imbalan kesejahteraan yang minimal, karena iklan tidak lagi seperti sebelum terjadi disrupsi.

Keadaan seperti ini tidak hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia, termasuk di Tiongkok yang medianya disubsidi dana oleh negara.

Tenaga bidang pers yang berantakan tidak terurus seiring datangnya disrupsi, secara alamiah mengalir ke media digital/siber yang paling mudah disiapkan, dengan pola bosnis yang belum jelas.

Jadi bisa dikatakan SMSI adalah anak perubahan era 4.0, hasil dialektika media lama dan baru. Kelahirannya memang di saat disrupsi sedang berlangsung.
SMSI menjadi media alternatif, dan turut menjadi pelaku.

Hari ini, Jumat, 7 Maret 2025, SMSI berulang tahun ke-8. Perjalanannya sebagai organisasi pers yang beranggotakan sekitar 2.700 pengusaha pers media siber semakin menapak kuat dan kian tangguh di kancah persaingan media.

Namanya semakin dikenal luas, jaringan bisnisnya tidak terbatas pada instansi pemerintah. Jaringan semakin meluas pada banyak sektor swasta, termasuk di bidang industri.

SMSI semakin mengenal lebih dekat ekosistem media. Disrupsi multidimensi tidak bisa dihindarkan. Semua berjalan secara alamiah. Alam sedang berjalan sesuai kodratnya. Tidak ada yang bisa nenolak. Disrupsi teknologi barlangsung tali-temali, menghidupkan dan meruntuhkan.

Kita tidak menyerah pada disrupsi teknologi. Dari awal SMSI tidak mau hanya sekedar mengantisipasi perkembangan teknologi. Itu langkah pengekor. Tetapi semua anggota tahu bahwa SMSI tampil merancang perubahan jauh di depan teknologi itu sendiri.

Sejak awal SMSI mendidik semua awak bisnis media dan redaksi bekerja di lapangan langsung, bukan mengutip informasi AI yang masih perlu verifikasi. Jurnalisme yang berkualitas menjadi motto SMSI.

Sekilas SMSI

Selasa 7 Maret 2017  menjadi tonggak bersejarah bagi dunia pers tanah air. Hari itu sebuah lembaga yang kemudian diberi nama SMSI diproklamirkan oleh sejumlah pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari berbagai provinsi di Indonesia. Pembentukan SMSI digagas oleh Ketua PWI Banten, saat itu PWI Banten dipimpin oleh Firdaus.

Dengan diproklamirkannya pendirian SMSI, kemudian diikuti dukungan para ketua PWI Se-Tanah Air, dengan membentuk SMSI di provinsi-provinsi masing-masing.

Maka jadilah SMSI sebagai organisasi pers nasional yang menjadi wadah para pengusaha pers online atau media siber. Sekarang tercatat sekitar 1.700 pengusaha media siber bergabung. Mereka sebagian besar para start-up yang mengembangkan usaha pers.

Tiga tahun berjalan pada 29 Mei 2020 secara resmi SMSI ditetapkan sebagai konstituen Dewan Pers dengan surat keputusan Dewan Pers Nomor 22/SK-DP/V/2020 yang ditandatangani Ketua Dewan Pers  Mohammad Nuh, 29 Mei 2020.

Dengan ketetapan tersebut maka saat itu jumlah konstituennya menjadi 10, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Serikat Penerbit Pers (SPS), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan SMSI.

Dalam Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) SMSI 26 – 27 September 2020, di Hotel Marbella Anyer, SMSI mengukuhkan arah organisasi dan pemantapan program kerja.

Kemudian dirumuskan secara sistematis, bahwa SMSI menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan anggota dan pengurus.
Untuk 5 tahun pertama, SMSI membagi program menjadi dua program pokok, Pertama, Program Berorientasi kedalam (Internal). Kedua, Program Berorintasi Keluar (Eksternal).

Khusus Internal ada tiga program prioritas internal yaitu Pertama,  Pendataan dan verifikasi anggota setanah air;
Kedua, Tahun 2020 – 2021 diprioritaskan pada  pembangunan infrastruktur SMSI hingga Kota dan Kabupaten di seluruh Indonesia; Ketiga, memperkuat news room yang menjadi  perekat jaringan media siber di Indonesia.

Dalam rangka mewujudkan amanah rakernas tersebut,  dengan keterbatasan di tengah badai pandemi Covid-19, SMSI bergerak membangun siberindo.co sebagai news room terbesar di Tanah Air yang diluncurkan pada 10 Oktober 2020 di Bintaro Tangerang Selatan.

Sebelumnya sudah di bangun sin.co.id dan indonesiatoday.co.
Sementara itu, secara eksternal sesuai hasil Rakernas 26 – 27 September 2020, SMSI akan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan anggota dan pengurus.

Terkait hal tersebut, SMSI membagi program yang berorientasi eksternal menjadi tiga yaitu Pertama, Membangun hubungan dengan seluruh jajaran pemerintahan dalam rangka memperkuat tatanan pemerintahan  untuk mencapai keadilan bagi seluruh masyarakat.
Kedua, Membangun hubungan dengan Dunia Usaha dan masyarakat pers sebagai komunitas SMSI; Ketiga, Membangun dan memperkuat hubungan SMSI di tataran international.

Kajari Medan Support Pembangunan, Rico Waas: Beliau Siap Beri Saran dan Masukan

0

DETEKSI.co-Medan, Selain dengan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap juga bersilaturahmi dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan Fajar Syah Putra di Kantor Kejari Medan Jalan Adinegoro, Medan, Kamis (6/3/2025). Silaturahmi ini digelar guna meningkatkan sinergitas antara Pemko Medan dengan Kejari Medan.

Tiba pukul 10.00 WIB, Rico Waas dan Zakiyuddin didampingi Asisten Pemerintahan dan Sosial Setda kota Medan HM Sofyan, Asisten Ekbang Agus Suriyono, Asisten Administrasi Umum Ferry Ichsan dan Kasatpol PP Rakhmat Adi Syahputra Harahap langsung disambut Fajar Syah Putra.

Dalam silaturahmi yang berlangsung dengan penuh keakraban tersebut, Rico Waas mengucapkan terima kasih kepada Kajari Medan karena telah menerima dengan baik. Diharapkannya, melalui silaturahmi ini dapat meningkatkan jalinan sinergitas dan koordinasi diantara Pemko Medan dan Kejari Medan ke depannya.

“Kita hari ini bersilaturahmi dengan Kepala Kejari Medan untuk menjalin sinergitas antara Pemko Medan dengan Kejari Medan, agar nantinya membangun pemerintahan yang lebih baik ke depannya,” kata Rico Waas.

Pria kelahiran Medan 5 Juli 1986 ini mengaku, mendapat support dari Kajari Medan dalam membangun Kota Medan. Bahkan, Kajari Medan siap memberikan saran dan masukan yang baik sehingga jajaran Pemko Medan dari tingkat paling bawah hingga tingkat paling atas dapat bekerja dengan maksimal dan bersih.

“Kalau mau pembangunan yang kita lakukan baik tentunya harapan beliau harus punya pemerintahan yang baik juga secara kinerjanya. Beliau juga sampaikan siap memberikan saran agar pekerjaan kami ke depannya, sistemnya lebih baik lagi,” jelasnya.(Red/d)

Di Bulan Suci Ramadan, Sekda Kota Medan Ajak Masyarakat Perbanyak Berdoa Kepada Allah SWT

0

DETEKSI.co-Medan, Di bulan suci Ramadan yang penuh dengan keberkahan ini, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman mengajak masyarakat untuk perbanyak berdoa kepada Allah Swt.

Ajakan tersebut disampaikan Wiriya Alrahman saat memberikan sambutan mewakili Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, usai melaksanakan Salat Tarawih berjamaah di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis (6/3).

“Mari kita perbanyak berdoa kepada Allah swt agar selama bulan suci ramadan ini kita diberi kekuatan dan kesehatan sehingga dapat melaksanakan seluruh ibadah baik yang wajib maupun sunnah,”kata Wiriya Alrahman.

Salat tarawih yang juga di hadiri Camat Medan Kota Raja Ian Andos Lubis beserta jajarannya, para alim ulama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda itu, Wiriya Alrahman menyampaikan bahwa kegiatan salat tarawih berjamaah di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan rutin di lakukan setiap tahun di bulan suci Ramadan, karenanya dimasa kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Waas, kegiatan positif seperti ini terus dilanjutkan.

“Kita tidak hanya melaksanakan salat saja, namun juga mendengarkan tausiah, karena itu semoga ilmu yang kita proleh dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,”harap Wiriya Alrahman.

Sementara itu Al Ustadz Deliman Siregar dalam tausiah singkatnya menyampaikan pentingnya berbaik sangka terhadap doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah Swt. Sebab dengan berbaik sangka dan keyakinan maka doa akan dikabulkan oleh Allah Swt.

“Berprasangka baik artinya kita yakin dengan apa yang kita minta bakal dikabulkan oleh Allah swt dan kita juga yakin allah akan mengabulkan doa kita,”pesanya.(Red/d)

Turnamen Badminton Butterfly CUP II Sukses Digelar di Desa Klambir Lima Kebun

0

DETEKSI.co-Deli Serdang, Turnamen Badminton Butterfly CUP II sukses digelar di Desa Klambir Lima Kebun, menghadirkan persaingan sengit dari enam tim dengan total 36 peserta. Ajang ini memperebutkan trofi dan hadiah dari Ketua MKGR Kabupaten Deli Serdang, Gandhy Panigoro, S.Ab serta menjadi wadah pembinaan bagi atlet bulu tangkis lokal.

Turnamen ini dihadiri oleh sejumlah tokoh olahraga, di antaranya Ketua MKGR Kabupaten Deli Serdang, Gandhy Panigoro, Ketua PBSI Klambir Lima, Syarifuddin, SH, Sekretaris PBSI Klambir Lima, Wagirun, S.Pd, serta Ketua KONI Kecamatan Hamparan Perak, Hanafi Lubis, A.Md. Kehadiran mereka menjadi bukti dukungan nyata terhadap perkembangan bulu tangkis di tingkat desa.

Daftar Pemenang Butterfly CUP II

Setelah melalui pertandingan yang sengit, berikut adalah tim dan pemain yang berhasil meraih prestasi:

Juara 1: Tim Apung

Juara 2: Tim Elang

Juara 3: Tim Flaminggo

Juara 4: Tim Dragon

Pemain Terbaik: Jester

Tim Terbaik: Tim Cendrawasih

Para pemenang langsung menerima trofi, medali, sertifikat, serta uang pembinaan yang diserahkan secara langsung oleh Ketua MKGR Kabupaten Deli Serdang, Gandhy Panigoro, S.Ab.

Dalam sambutannya, Gandhy Panigoro, S.Ab menyampaikan apresiasi atas semangat dan antusiasme para peserta. “Turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet muda yang berbakat. Kami berharap ke depan, olahraga badminton di Klambir Lima semakin berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PBSI Klambir Lima, Syarifuddin, SH, menegaskan pentingnya turnamen semacam ini untuk menumbuhkan bakat atlet muda. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini dan akan teruse berupaya menghadirkan turnamen yang lebih besar di masa mendatang,” katanya.

Ketua KONI Kecamatan Hamparan Perak, Hanafi Lubis, A.Md, juga memberikan dukungan penuh terhadap ajang ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif bagi pengembangan olahraga di tingkat lokal. “Turnamen seperti ini harus terus digalakkan, karena menjadi ajang pencarian bakat dan pembinaan atlet muda. Kami dari KONI siap mendukung penuh perkembangan olahraga, khususnya bulu tangkis, di Kecamatan Hamparan Perak,” ungkapnya.

Sebagai Ketua Panitia, Aziz Tantyo, S.Pd, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen ini. “Kami sangat mengapresiasi antusiasme peserta dan dukungan dari semua pihak, terutama Ketua MKGR Kabupaten Deli Serdang, PBSI, KONI, serta masyarakat Desa Klambir Lima Kebun. Semoga turnamen ini dapat terus berlanjut dan melahirkan atlet-atlet berbakat yang bisa berkompetisi di tingkat lebih tinggi,” ujar Aziz Tantyo.

Turnamen Butterfly CUP II ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus mendorong minat generasi muda dalam olahraga bulu tangkis, sekaligus mencetak atlet potensial yang mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. (RZ)

Iuran Tanah Wakaf Diduga di Gelapkan, Masyarakat Desa Paya Gambar Laporkan Pelaku ke Polresta Deli Serdang

0

DETEKSI.co-Deli Serdang, Diketahui terlapor inisial AH selaku warga Desa Paya Gambar diduga telah menggelapkan iuran tanah Wakaf, masyarakat yang rata rata korbannya mengalami kerugian diatas Rp.3.000.000,- Tidak terima perbuatan pelaku terpaksa warga membuat laporan pengaduan ke Polresta Deliserdang, Kamis (6/3/2025).

Menurut keterangan pelapor bernama Ahmad Anwar, terduga pelaku inisial semenjak dirinya menjadi Ketua Tanah Wakaf di desa Paya Gambar, Dirinya telah menerima sejumlah uang iuran dari saya sebesar Rp 3.030.000 itu secara pribadi belum lagi warga lainnya, dan Setelah AH di berhentikan menjadi Ketua Tanah Wakaf, dirinya tidak mengembalikan uang Tanah Wakap yang ia terima dari masyarakat dan akhirnya saya melaporkan kepada pihak berwajib di Polresta Deli Serdang Sumatera Utara.

Adapun keterangan masyarakat sekitar bahwasanya Hadi juga kerap mengganggu kelancaran pembangunan desa dengan memosting serta menakut-nakuti para pekerja pembangunan dengan alasan alasan akan melaporkan ke Pemerintah Pusat dari semua dugaannya yang tidak tepat sasaran atau salah alamat, keluh warga.

Warga Payagambar meminta kepada Polresta Deli Serdang segera memproses laporan dugaan penggelapan sebagaimana tertera pada Nomor Laporan : LP/B/187/II/2025/ SPKT / POLRESTA DELI SERDANG SUMATRA UTARA .pada tanggal 24 Februari 2025 atas nama pelapor Ahmad Anwar. ( Boim )