Wakil Gubernur Kepri Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran di Bandara Hang Nadim Batam

DETEKSI.co-Batam, Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, meninjau kesiapan arus mudik Lebaran di Bandara Internasional Hang Nadim, Kamis (12/3/2026). Dari hasil peninjauan tersebut, pemerintah menilai persiapan bandara dalam menghadapi lonjakan penumpang pada musim mudik Idulfitri tahun ini telah dilakukan secara matang.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Nyanyang disambut Direktur Operasional PT Bandara Internasional Batam, Anton Marthalius, serta Pelaksana Sementara Kepala Bandara Hang Nadim Annang Setia Budhi bersama jajaran manajemen. Turut mendampingi rombongan dari Dinas Perhubungan Provinsi Kepri dan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Kepri.

Nyanyang mengatakan pihak bandara telah memaparkan berbagai langkah antisipasi menghadapi peningkatan arus penumpang selama periode mudik lebaran, mulai dari proyeksi jumlah penumpang, penambahan penerbangan, hingga skema mitigasi saat puncak arus mudik.

“Alhamdulillah hari ini kita melihat langsung persiapannya. Dari pihak bandara sudah menyampaikan secara detail, mulai dari kenaikan jumlah penumpang, extra flight hingga mitigasi lonjakan penumpang yang diprediksi terjadi pada 18 Maret,” ujar Nyanyang.

Ia menegaskan bahwa peninjauan dilakukan lebih awal agar pemerintah dapat memastikan kesiapan layanan transportasi sebelum puncak arus mudik terjadi. “Jangan nanti sudah ramai baru kita datang. Dari H-7 kita sudah bisa melihat estimasi pesawat yang datang dan berangkat, termasuk pergerakan landing dan take off,” katanya.

Berdasarkan data pengelola bandara, pada periode mudik Lebaran tahun ini terdapat tambahan sekitar 266 penerbangan. Sementara jumlah penumpang diperkirakan meningkat sekitar tiga persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Nyanyang menilai tingginya permintaan tiket penerbangan menjadi indikasi meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri. Bahkan sebagian tiket penerbangan telah hampir habis terjual melalui sistem pemesanan daring sehingga maskapai menyiapkan penerbangan tambahan.

“Kalau kita lihat sekarang dari penjualan tiket online sudah hampir habis. Makanya maskapai menyiapkan extra flight untuk mengantisipasi lonjakan penumpang,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kepri, lanjut Nyanyang, akan terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, BP Batam, serta aparat keamanan dari TNI dan Polri untuk memastikan arus mudik maupun arus balik berjalan lancar.

Sebelum meninjau Bandara Hang Nadim, rombongan Pemprov Kepri juga memeriksa kesiapan arus mudik di Pelabuhan Domestik Sekupang yang melayani rute antarpulau di wilayah Kepri. “Di pelabuhan juga persiapannya sangat baik. Sekarang sistem tiket sudah hampir semuanya online sehingga antrean tidak seperti dulu lagi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tiket transportasi laut yang mendapatkan subsidi pemerintah hingga 50 persen juga hampir habis terjual karena tingginya minat masyarakat untuk mudik. “Jadi secara umum persiapan mudik dan arus balik Lebaran di Kepri sudah baik dan siap,” katanya.

Nyanyang juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan serta menjaga keselamatan selama perjalanan. “Pastikan kompor dan listrik di rumah aman sebelum ditinggalkan. Kemudian selama perjalanan tetap jaga keselamatan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan selama perjalanan maupun saat berada di kampung halaman, sejalan dengan imbauan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat menjaga Indonesia tetap ASRI, yakni Aman, Bersih, Rapi, Indah, dan Sehat.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Bandara Internasional Batam, Anton Marthalius, menyampaikan bahwa selama periode Posko Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 13-30 Maret 2026, Bandara Hang Nadim diproyeksikan melayani sekitar 280 ribu hingga 285 ribu penumpang dengan total sekitar 1.800 pergerakan pesawat.

“Proyeksi penumpang selama periode posko sekitar 280 ribu penumpang dengan 1.800 pergerakan pesawat. Jika dibandingkan tahun lalu, ada kenaikan sekitar 3 persen untuk penumpang dan sekitar 1 persen untuk pergerakan pesawat,” kata Anton.

Ia menambahkan bahwa puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 18 ribu orang dalam satu hari. Angka tersebut jauh di atas rata-rata pelayanan harian Bandara Hang Nadim yang biasanya melayani sekitar 10 ribu penumpang.

“Pada hari puncak itu diperkirakan ada sekitar 18 ribu penumpang dalam sehari. Kalau rata-rata harian kita melayani sekitar 10 ribu penumpang,” ujarnya.

Anton juga menyebut sejumlah rute domestik diprediksi tetap menjadi tujuan favorit pemudik, terutama penerbangan menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Bandar Udara Internasional Kualanamu, serta rute ke Pekanbaru, Surabaya, Palembang, dan Padang. “Rute favorit masih didominasi Cengkareng dan Kualanamu, disusul Pekanbaru, Surabaya, Palembang, dan Padang,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai juga telah mengajukan tambahan penerbangan. Hingga saat ini, Bandara Hang Nadim menerima usulan sekitar 266 penerbangan tambahan dari berbagai maskapai yang masih dalam proses persetujuan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

“Usulan extra flight yang sudah masuk sekitar 266 penerbangan tambahan dari maskapai. Saat ini masih dalam proses persetujuan dari Kementerian Perhubungan,” kata Anton. (Hendra S)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']