Walikota Gunungsitoli Dukung Kepolisian Usut Tuntas Satpol VS PKL

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram

DETEKSI.co-Gunungsitoli, Walikota Gunungsitoli Ir Lakhomizaro Zebua sayangkan insiden antara oknum pedagang dan petugas Satpol PP yang terjadi pada Jumat (22/04/2022) yang sepengal videonya viral di berbagai media sosial.

Kepada awak media, Walikota memastikan bahwa tidak mundur selangkahpun untuk berdamai. Ia memastikan bahwa langkah hukum yang ditempuh saat ini yang terbaik. Hal ini disampaikan saat konferensi pers yang digelar Dinas Kominfo Kota Gunungsitoli, Kamis (28/04/2022) di Restoran Kaliki Gunungsitoli.

” Saya awalnya sempat marah pada petugas Satpol ketika video perkelahian itu disampaikan. Namun setelah mendapatkan informasi lengkap disertai dengan video kejadian sebenarnya, dia memahami kondisi lapangan saat itu iyah Insiden itu tidak terlepas dari situasional. Anggota Satpol kita telah melakukan upaya persuasif namun mendapat perlawanan, bahkan mencekik salah seorang petugas, hingga mereka terjatuh, dilerai tapi tidak mau melepaskannya tangannya sehingga dianggap dapat membahayakan jiwa petugas kita dilapangan”. jelasnya.

Lanjutnya bahwa, sebagai Walikota, ia tidak mentolerir tindakan melawan dan menyerang petugas Satpol PP. Selangkahpun saya tidak mundur, tidak ada kata damai. Biar dituntaskan secara hukum,” tegasnya lagi.

“Mereka sudah beberapa kali diingatkan dan bahkan mereka disiram air ikan, mereka melawan dan hingga mengancam jiwa petugas”. ujarnya.

Ir. Lakhomizaro Zebua, juga menepis informasi publik kemungkinan pejabat di Satpol PP dianggap tidak becus dan akan dicopot.

“Tidak ada pejabat yang dicopot, Malah saya perintahkan agar anggota Satpol PP yang bertugas di lapangan dinaikkan gajinya tahun depan. Pekerjaan mereka sangat keras dan beresiko,” katanya.

Sangat tegas disampaikannya bahwa pejabat yang dilantiknya bukan bencong tetapi merupakan pejantan.

“Mereka ini pejantan-pejantan pilihan yang mampu dengan tegas melaksanakan tugasnya, 1+1=2. tidak akan pernah menjadi 4/,1/2” ujarnya.

Diketahui bahwa saat ini, dua petugas dari Satpol PP, telah membuat laporan di Polres Nias dengan terlapor WAT alias A sebagai pelaku pemukulan.(SL)