Kamis, 29 September 2022

97 SMPN Di Bireuen Mengikuti ANBK Tahun 2022

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram

DETEKSI.co-Bireuen, Pelaksanaan ANBK tahun 2022, berlangsung sukses hingga hari kedua selasa (20/9), Pada tahun 2022 terdapat 97 SMP Negeri se-derajat di Kabupaten Bireuen,sedangmengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer ( ANBK) yang dimulai semenjak, Senin (19-22/9/2022).

“Jumlah SMP Negeri bersifat mandiri 68 sekolah,sedangkan SMP Negeri yang menumpang yang mengikuti ANBK disekolah lain sebanyak 29 sekolah.

Hal ini dikatakan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen,Muhammad Al Mittaqin S.Pd.MPd melaui Kabid Pembinaan SMP,Muhammad Nasir S.Pd kepada media IndoNews selasa (20/9)2022.

Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) adalah program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kemdikbud untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.
Asesmen Nasional dilaksanakan dengan 3 (tiga) instrumen yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM Literasi, Numerasi), Survey Karakter dan Survey Lingkungan Belajar. Berikut penjelasan lengkapnya:

Asesmen Kompetensi Minimum Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dilakukan untuk mengukur literasi membaca dan numerasi.
Literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia dan untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat,Sedangkan, Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

Survei Karakter yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid. Terdapat 6 indikator yang menjadi penilaian dalam survei karakter pada ANBK 2022 ini, diantaranya ialah Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berkebhinekaan Tunggal, Mandiri, Gotong Royong, Berpikir Kritis, serta Kreatif.

Survei Lingkungan Belajar yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan.

Beberapa hal yang diuji dalam survei lingkungan belajar yakni bagaimana suasana keamanan sekolah, kebhinekaan sekolah, indeks sosial ekonomi di sekolah, kualitas pembelajaran dan bagaimana pengembangan guru.

Pelaksanaan ANBK di Bireuen,diharapkan berjalan normal tampa adanya hambatan apapun,misalkan padamnya aliran listrik, rusaknya jaringan internet disaat dimulainya ujian tersebut,namun hingga saat ini belum ada kendala apapun ditemukan dalam pelaksanaan ANBK di Bireuen.” Jelas M.Masir. (Hendra)