Puskesmas Glugur Darat Medan Timur, Paul: “Jangan Tolak Pasien”

DETEKSI.co – Medan, Disaat Pemko Medan dan DPRD sedang berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan prima kepada seluruh masyarakat Medan. Namun beda halnya dengan tindakan pelayanan buruk yang dilakukan pihak Puskesmas Glugur Darat di Jl Pendidikan, Kecamatan Medan Timur.

Dua warga dengan kasus yang berbeda menyampaikan keluhan kepada anggota DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak (Paul MAS) terkait mempersulit layanan lalu petugas Puskesmas Glugur Darat menolak pasien BPJS.

Keluhan ke dua warga dengan penolakan berobat gratis di Puskesmas tersebut disampaikan
saat Paul Mei Anton Simanjuntak melaksanakan sosialisasi Perda (Sosper) ke X Tahun 2025 produk hukum Pemko Medan Perda No 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jl Bambu II, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (11/10/2025).

Menurut pengaduan Sulistiawati (55) yang beralamat Jl. Jemadi, saat Dianya hendak berobat ke Puskesmas Glugur Darat pada bulan September 2025 lalu dan mengaku lupa persis tanggalnya. Petugas menolak dengan alasan bahwa Sulistiawati memiliki BPJS Kesehatan lain.

“Ibu ada BPJS Kesehatannya dan soal Faskesnya tanya saja pihak BPJS dimana bisa berobat,” ujar Sulistiawati menirukan ucapan petugas Puskesmas Glugur Darat yang menolak berobat.

Mendapat penolakan itu, Sulistiawati mengaku sangat sedih ditolak berobat ke Puskesmas Glugur Darat padahal dekat dengan tempat tinggalnya. Parahnya, Sulistiawati disuruh bertanya ke kantor BPJS Kesehatan untuk mengetahui dimana Faskesnya.

Ditambahkan Sulistiawati, anjuran bertanya ke kantor BPJS terkait dimana Faskesnya tidak dituruti mengingat informasi yang didapat lokasi cukup jauh dari rumahnya. Sulistiawati pun mengaku terpaksa berobat ke dokter praktek umum dan bayar sendiri.

“Katanya berobat gratis, tapi saat saya ke Puskesmas Glugur Darat ditolak, gimana itu pak,” ujar Sulistiawati polos dengan kondisi kesehatan yang tampak lemah dengan batuk batuk.

Sulistiawati mengaku, saat berobat dan adanya penolakan, ianya tidak mendapat penjelasan dan keterangan dari petugas Puskesmas. “Hanya selalu menyarankan bertanya ke BPJS,” sambungnya.

Keluhan terkait pelayanan buruk di Puskesmas Glugur Darat juga dibeberkan Adolf Martin Tambah. Dari pengakuan Adolf, saat Dianya berobat bulan September lalu mendapat penolakan dari petugas Puskesmas. Petugas menyarankan harus berobat ke Puskesmas pembantu (Pustu).

Pada hal jauh sebelumnya, Adolf sudah berobat ke Puskesmas Glugur Darat dan berhubung dekat dengan tempat tinggalnya. Bahkan, sebelumnya pun, salah satu petugas Puskesmas Glugur Darat menyampaikan tidak ada masalah.

“Kok tiba saat itu ditolak salah satu petugas. Saya yang rutin ke Puskesmas merasa dipersulit mendapat kesehatan,” kesalnya.

Menanggapi keluhan ke dua warga tersebut, Kepala Puskesmas Glugur Darat dr Sri Wirya Ningsi yang hadir saat Sosper menyampaikan maaf atas kekurangan anggotanya terkait pelayanan di Puskesmas Glugur Darat.

Menyahuti keluhan warga, pada kesempatan itu juga anggota DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak minta kepada pihak Puskesmas Glugur Darat agar tidak mempersulit layanan administrasi kesehatan.

“Masyarakat yang berobat layani dulu. Soal administrasi bisa belakangan. Tidak ada lagi penolakan bagi yang berobat,” pesan Paul seraya berharap pelayanan supaya tetap ditingkatkan. (moe)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']