Asta Cita Tapanuli Didorong ke Presiden, PPPT Usung Strategi “Prabowonomics” untuk DOB Kuat

DETEKSI.co-Jakarta, Panitia Percepatan Provinsi Tapanuli (PPPT) menyiapkan langkah strategis dengan mengusung konsep Asta Cita Tapanuli dan pendekatan ekonomi Prabowonomics untuk disampaikan langsung kepada Prabowo Subianto. Upaya ini dilakukan guna memastikan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Provinsi Tapanuli selaras dengan agenda pembangunan nasional.

Asta Cita Tapanuli menjadi peta jalan utama yang memuat delapan agenda prioritas pembangunan. Ketua Umum PPPT, Yonge Sihombing, menegaskan bahwa konsep ini disusun untuk memastikan Provinsi Tapanuli lahir sebagai wilayah yang mandiri, maju, dan sejahtera.

“Asta Cita Tapanuli dan semangat Prabowonomics kami siapkan agar pembentukan Provinsi Tapanuli memiliki fondasi ekonomi dan pembangunan yang kuat sejak awal,” ujar Yonge di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Prabowonomics dijadikan sebagai kerangka strategi ekonomi yang menitikberatkan pada hilirisasi, kedaulatan pangan dan energi, serta penciptaan lapangan kerja. Menurut Yonge, pendekatan ini dinilai relevan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah Tapanuli.

Lebih jauh, PPPT menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Tapanuli bukanlah gerakan baru. Yonge menyebut pihaknya melanjutkan perjuangan panjang lintas generasi yang telah dirintis para tokoh sebelumnya.

“Ini bukan perjuangan dari nol. Kami merajut kembali seluruh simpul perjuangan agar tidak ada yang terputus,” tegasnya.

PPPT juga aktif melakukan konsolidasi dengan panitia terdahulu serta tokoh masyarakat yang selama ini memperjuangkan pemekaran. Langkah ini dinilai penting agar pemerintah pusat melihat aspirasi pembentukan Provinsi Tapanuli sebagai suara yang solid dan tidak terpecah.

Dalam pernyataannya, Yonge turut mengajak para tokoh senior untuk bersatu dan melakukan evaluasi terhadap hambatan di masa lalu. Ia menyinggung perlunya menghindari ego sektoral, miskomunikasi, dan strategi yang kurang tepat agar proses ke depan berjalan lebih efektif.

Struktur PPPT diperkuat sejumlah tokoh nasional dan daerah. Ketua Dewan Pembina dijabat oleh Luhut Binsar Pandjaitan. Ketua Dewan Penasehat adalah Nikson Nababan, sementara Ketua Dewan Pakar dipegang Maruasas Pandjaitan. Posisi Sekretaris Jenderal dijabat Murniati Tobing dan Bendahara Umum oleh Binton Simorangkir.

Delapan poin Asta Cita Tapanuli meliputi:
penguatan sumber daya manusia, ekonomi berbasis potensi lokal, pelestarian budaya Batak, pemerataan infrastruktur, tata kelola pemerintahan yang bersih, ketahanan lingkungan, peningkatan kesehatan masyarakat, serta konektivitas antarwilayah.

PPPT menegaskan komitmennya membuka ruang kolaborasi luas dengan pemerintah pusat, DPR, DPD, pemerintah daerah, akademisi, tokoh adat, hingga diaspora Tapanuli. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat realisasi pembentukan Provinsi Tapanuli sekaligus memastikan kesiapan pembangunan pasca terbentuk.

Dengan strategi terpadu ini, PPPT optimistis Provinsi Tapanuli dapat segera terwujud sebagai daerah otonomi baru yang kuat, terencana, dan berdaya saing tinggi. (gaho)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']