DETEKSI.co-Dairi, Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana kebakaran, Pemkab Dairi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), UPT Pemadam Kebakaran melaksanakan sosialisasi pengenalan, tata cara, dan teknis pengoperasian unit mobil pemadam kebakaran kepada personel Batalyon TP 908/Gaja Dompak.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Bupati Vickner Sinaga, yang menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Kegiatan berlangsung di Pos Unit Pelayanan Damkar Sidikalang, diikuti 45 personel Batalyon Yon TP 908/Gaja Dompak dipimpin Pasi Intel Yonif TP 908/GD Letnan Dua Inf. Muhammad Reza, Sabtu (20/6/2026).
Selain mengerahkan personil, pihak Yonif TP 908/GD juga menyertakan dua unit mobil pemadam kebakaran yang dimiliki, dalam kegiatan dimaksud.
Kepala BPBD, Dekman Sitopu bersama Kepala UPT Pemadam Kebakaran, Amudi Situmeang menjelaskan bahwa kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan personel dalam mengoperasikan peralatan pemadam kebakaran, sekaligus menyamakan persepsi dalam pelaksanaan tugas penanggulangan kebakaran di lapangan.
Selain sosialisasi teknis pengoperasian kendaraan dan peralatan pemadam kebakaran, kegiatan tersebut juga menjadi momen untuk merumuskan sistem koordinasi antara UPT Damkar Kabupaten Dairi dengan Batalyon Yon TP 908/Gaja Dompak.
Sistem koordinasi diharapkan dapat mempercepat respons serta memperkuat sinergi, jika sewaktu-waktu terjadi peristiwa kebakaran yang membutuhkan penanganan bersama.
Dekman Sitopu menyebut, kolaborasi antar lembaga menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan penanganan kebakaran yang cepat, tepat, dan efektif.
Dengan adanya pemahaman yang sama mengenai prosedur operasional dan mekanisme komunikasi, setiap unsur yang terlibat dapat bergerak secara terpadu saat situasi darurat.
Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Dairi dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana, khususnya kebakaran, melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan koordinasi dengan berbagai pihak.
Melalui kegiatan itu, seluruh pemangku kepentingan diharapkan memiliki kesiap-siagaan dan koordinasi yang baik, guna memastikan penanganan darurat bencana berjalan optimal demi melindungi masyarakat.(NGL)


