KPK Tanamkan Integritas kepada Pelajar Lewat Film Antikorupsi di Museum BI

DETEKSI.co-Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkuat pendidikan antikorupsi bagi generasi muda melalui pemutaran film pendek dan kunjungan edukatif ke Museum Bank Indonesia (MuBI). Kegiatan yang digelar bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda 2026 ini mengajak pelajar memahami pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Sekitar 100 pelajar dari SMAN 17 Jakarta dan SMK Candra Naya mengikuti kegiatan tersebut di Museum Bank Indonesia, kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Program ini merupakan kolaborasi KPK melalui Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) bersama Museum Bank Indonesia.

Kegiatan tersebut dirancang untuk mengenalkan nilai antikorupsi dengan pendekatan kreatif dan mudah dipahami. Melalui film dan pembelajaran sejarah, para pelajar diajak melihat bahwa membangun bangsa yang bebas dari korupsi dapat dimulai dari kebiasaan bersikap jujur dan bertanggung jawab.

Program Director ACFFEST, Adhi Setyo Tamtomo, mengatakan peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk membangkitkan semangat generasi muda dalam mendukung upaya pemberantasan korupsi.

Menurut Adhi, pemutaran film dan kunjungan museum memberikan pengalaman belajar yang saling melengkapi. Film membantu peserta memahami nilai antikorupsi melalui cerita, sedangkan museum mengajak mereka mengenal kembali sejarah perjuangan bangsa.

“Melalui pemutaran film dan kunjungan museum, kami ingin membangkitkan kembali semangat generasi muda, khususnya dalam upaya pemberantasan korupsi. Dari film, kita dapat belajar tentang nilai-nilai antikorupsi dan integritas, sementara dari museum, kita dapat mengenal kembali sejarah perjuangan bangsa,” ujar Adhi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menyaksikan dua film pendek pilihan ACFFEST, yakni Magdalena dan Balik Nama. Kedua film itu menghadirkan cerita yang mendorong pelajar memahami pentingnya kejujuran, tanggung jawab, serta keberanian menolak tindakan yang tidak benar.

Melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, para pelajar diajak memahami bahwa integritas tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan tentang korupsi. Integritas juga tercermin dalam keputusan untuk tetap melakukan hal yang benar, meskipun menghadapi pilihan yang sulit.

Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan tur edukasi di Museum Bank Indonesia. Para peserta diperkenalkan pada sejarah ekonomi Indonesia melalui koleksi museum.

Kunjungan ini menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran yang menggabungkan pemahaman nilai moral dengan pengetahuan sejarah. Dengan demikian, pelajar tidak hanya mendapatkan pesan antikorupsi melalui film, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengenal perjalanan bangsa melalui koleksi museum.

Perwakilan Museum Bank Indonesia, Evi Kusumaningrum, berharap kolaborasi tersebut menjadi awal bagi penyelenggaraan berbagai kegiatan edukatif yang menarik dan berkelanjutan bagi generasi muda.

“Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, kami mengajak para pelajar mengenal sejarah perjuangan bangsa sekaligus menumbuhkan keberanian untuk menjaga integritas, berlaku jujur, dan menjadi bagian dari generasi yang menolak korupsi,” ujar Evi.

Kolaborasi ini juga menempatkan museum sebagai ruang belajar publik yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan pendidikan antikorupsi secara kreatif dan relevan bagi pelajar.

Kerja sama KPK dan Museum Bank Indonesia merupakan bagian dari program Mitra Kolaborasi ACFFEST. Program tersebut bertujuan memperluas jangkauan pendidikan antikorupsi melalui kemitraan dengan berbagai institusi dan komunitas.

Melalui kolaborasi ini, pendidikan antikorupsi diharapkan dapat menjangkau generasi muda dengan metode pembelajaran yang lebih beragam. Pendekatan melalui film dan museum juga memberikan ruang bagi pelajar untuk memahami integritas dari sisi kehidupan sehari-hari dan sejarah bangsa.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa kontribusi generasi muda dalam membangun Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui persatuan. Komitmen menjaga kejujuran, memenuhi tanggung jawab, dan mengutamakan kepentingan bersama juga menjadi bagian penting dalam membangun bangsa yang berintegritas.

KPK berharap nilai-nilai yang diperoleh peserta selama kegiatan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan bersikap jujur, bertanggung jawab, dan berani menolak tindakan yang salah merupakan langkah penting dalam membangun budaya antikorupsi sejak dini.

Dengan pendekatan edukasi yang kreatif dan kolaboratif, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk memahami peran mereka dalam mewujudkan Indonesia yang berintegritas dan bebas dari korupsi.(Ril)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']