Plt Kepala Satpol PP Tapteng, Harrys Sihombing. (DETEKSI.co/ Jobbinson Purba).
DETEKSI.co – Tapteng, tempat hiburan malam, atau yang dikenal sebagai warung remang-remang, di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) semakin meresahkan.
Praktik ini tak hanya terpusat di ibukota kabupaten, namun kini merambah hingga pelosok desa perbatasan.
Kegagalan razia yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menimbulkan pertanyaan publik, terutama setelah beredarnya video penggerebekan warung remang-remang di Desa Saragih yang dilakukan Wakil Bupati Tapteng, Mahmud Efendi Lubis.
Plt Kepala Satpol PP Tapteng, Harrys Sihombing, mengakui kendala dalam upaya penertiban.
Beliau mengungkapkan beberapa kali razia dilakukan di Desa Saragih, Sibuluan, dan Kecamatan Pandan, namun selalu gagal karena informasi razia bocor.
“Sudah beberapa kali razia, tapi selalu bocor. Saat tiba di lokasi, hasilnya nihil,” ujar Harrys di kantornya, Selasa (29/7/2025).
Meskipun demikian, Satpol PP Tapteng tetap berupaya melakukan penataan dan pembinaan terhadap perempuan rawan sosial (PRS).
“Kami mendata dulu identitas penduduknya sebelum melakukan penertiban,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Rehabilitasi Sosial Tapteng, Yul Waruwu, mengatakan bahwa dari Januari hingga Juli 2025, sebanyak tiga PRS telah ditangani dan dititipkan di Panti Sosial Parawansa Berastagi.
Ketiga PRS tersebut diserahkan oleh Polsek Barus pada Mei 2025.
“Memang untuk hasil razia Satpol PP belum ada. Ketiga perempuan ini yang kami terima,” jelasnya.
Di Panti Sosial Parawansa, PRS akan menjalani proses rehabilitasi, resosialisasi, dan bimbingan lanjut. Durasi pembinaan bervariasi, enam bulan untuk penangkapan pertama, dan bisa mencapai satu hingga dua tahun untuk penangkapan berikutnya, sebelum dikembalikan ke masyarakat.
Keberhasilan penertiban warung remang-remang di Tapteng tampaknya tergantung pada efektivitas pencegahan kebocoran informasi razia.
Perlu adanya strategi baru dan kerjasama yang lebih solid antar instansi terkait untuk mengatasi permasalahan ini. ((Jobbinson Purba)


