BNPB Dukung Percepatan Target 30 Persen Vaksinasi Booster di Kepri

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram

DETEKSI.co – Batam, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI Suharyanto mengatakan, syarat suatu wilayah agar bisa menerima kunjungan wisatawan manca negara adalah 30 persen masyarakatnya harus sudah divaksin ketiga (booster). Sedangkan Provinsi Kepri baru mencapai 25 persen.

“Saat ini ada ketentuan, bahwa syarat untuk menerima wisman, masyarakat yang sudah dibooster itu sudah mencapai 30 persen,” kata Suharyanto usai acara koordinasi percepatan vaksinasi booster di gedung Pemko Batam, Kamis (24/3/2022).

Dijelaskan, sejak dikeluarkannya Surat Edaran (SE) no 15 tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi COVID-19, pihak BNPB melakukan pendampingan kepada pemerintah Provinsi Kepri, khususnya Batam dan Bintan, dalam rangka mendukung program pariwisata.

“Salah satu kegiatan kita adalah, membantu tercapainya target 30 persen. Kita akan mengerahkan relawan dan Pemda untuk melaksanakan penyuntikan dosis ke-3, sehingga pelabuhan dibuka seperti apapun kita sudah tidak ada masalah,” jelas Kepala BNPB.

Sementara stok vaksinasi dosis ke-3, dinyatakan sangat cukup. Selain jenis vaksin Sinovac, jenis vaksin lain yang ada di Indonesia bisa dipergunakan untuk vaksinasi dosis ke-3. Sementara ini cakupan atau target dari BNPB untuk vaksinasi dosis ke-3 ini baru sebatas Batam dan Bintan.

“Kita sudah koordinasi dengan Kadinkes kepri. Stok kita banyak, justru kita akan mengejar target percepatan booster kepada masyarakat, kita sampaikan bahwa booster ini sangat diperlukan,” terangnya.

Kemudian, khusus masyarakat Provinsi Kepri yang ingin melakukan mudik saat bulan puasa atau menjelang hari raya diperbolehkan, dengan syarat masyarakat itu sudah melakukan vaksinasi dosis ke-3.

“Batam termasuk daerah pekerja, sudah dipastikan banyak warganya yang akan mudik. Itu kita perbolehkan dengan syarat yang akan mudik itu sudah melakukan booster, makanya masyarakat harus mau booster kalau mau mudik,” pungkasnya. (Hendra S)