DETEKSI.co-Dairi, Bupati Dairi, Vickner Sinaga, turun langsung memimpin razia ke sejumlah Cafe Live Music dan Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayah Kabupaten Dairi, Jumat (27/3/2026). Langkah itu dimaksudkan sebagai bentuk ketegasan Pemerintah dalam menertibkan usaha hiburan agar beroperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Lokasi yang menjadi sasaran razia, diantaranya adalah JM Cafe Live Music dan Karaoke, Harungguan Club dan Bar, Lolona Cafe serta sejumlah cafe live music lainnya.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, masih ditemukan berbagai pelanggaran, diantaranya ketidaksesuaian jam operasional, belum lengkapnya dokumen perizinan usaha, belum terpenuhinya izin penjualan minuman beralkohol, serta pengelolaan limbah yang belum sesuai dengan ketentuan.
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Dairi tidak melarang kegiatan usaha, namun menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
“Cafe dan tempat hiburan wajib memastikan pengunjung dan pekerja telah memenuhi syarat usia dewasa (atau sesuai kategori izin usaha), perlindungan bagi para Pencaker (Pencari Kerja) agar tidak terjebak dalam praktik perdagangan manusia (TPPO) berkedok pekerjaan dan taat terhadap Peraturan izin usaha. Apabila ditemukan pelanggaran, maka akan ditindak tegas hingga penutupan sementara,” tegas Bupati.
Sebagai tindak lanjut, sejumlah tempat usaha yang belum memenuhi persyaratan, operasionalnya langsung dihentikan sementara, guna memberikan kesempatan kepada pengelola untuk melakukan pembenahan dan melengkapi seluruh dokumen perizinan.
Pemerintah Kabupaten Dairi berharap seluruh pelaku usaha dapat segera menyesuaikan diri dengan ketentuan yang berlaku, sehingga tercipta iklim usaha yang tertib, aman di Kabupaten Dairi.
Dalam pelaksanaan razia itu, Bupati Dairi didampingi Sekretaris Daerah, Surung Charles Lamhot Bantjin, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Dairi, Horas Pardede serta Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan, Saut Maruli Tua Sinaga. (NGL)


