DETEKSI.co – Medan, Terkait video viral di media sosial (medsos) mengenai pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Full Bethesda diduga menolak dan tidak menangani pasien kondisi gawat darurat. Humas RSU Full Bethesda Condolius Pasaribu menyebut pihaknya telah berdamai secara kekeluargaan.
“Sudah selesai berdamai secara kekeluargaan, hanya kesalahpahaman saja,” sebut Condolius Pasaribu kepada wartawan via pesan whatsApp, Senin (2/3/2026).
Saat disinggung, siapa nama petugas yang menolak pasien gawat darurat tersebut, Condolius menegaskan tidak ada penolakan.
“Hanya salah paham, tidak ada penolakan,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, viral video di media sosial (medsos) pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Full Bethesda, Jalan Medan – Binjai KM 10,8/Jalan Sama No 71, Kabupaten Deliserdang diduga menolak dan tidak menangani pasien BPJS yang dalam kondisi gawat darurat.
Video yang berdurasi 1 menit, 24 detik, salah seorang keluarga pasien merasa kecewa dengan pihak RSU Full Bethesda yang diduga menolak pasien lansia yang sedang dalam kondisi gawat darurat dari IGD.
“Udah-udah enggak usah ditangani, bawa aja bawa-bawa, ngapain ibu, mana dokter ini. Kalau enggak diginikan kalian dari tadi gak ada direspon yang BPJS IGD gak ada. Siapa bilang BPJS. Orang tuaku udah kayak gitu kalian buat yah begini penanganan Bethesda ini. Bapak Gubernur Sumatera Utara, Bapak Kadis Kesehatan Sumatera Utara, Bapak Kepala Cabang BPJS, rumah sakit Bethesda ini. Orang sakit darurat ini tidak kalian terima BPJS, kalian bilang ke IGD. Mana dokternya, ibu jangan ikut-ikut. Dokternya bilang jangan bawa kesini orang yang darurat. Nyawa ini tau klian. Seluruh peserta BPJS berhak menggunakan haknya dimana aja, kami bayar bukan enggak bayar kami. Rumah Sakit Bethesda ini. Kepala Dinas Sumatera Utara Kesehatan pasien ditolak ini enggak ditangani,” isi dalam narasi video tersebut.
Seorang warga yang menyaksikan peristiwa penolakan pasien darurat tersebut mengatakan kejadian itu menjelang Adzan Magrib, perawat RSU Bethesda membawa keluar pasien dari IGD.
“Saya melihat ribut-ribut keluarga pasien dengan perawatnya dan perawatnya membawa keluar dari ruang IGD. Keluarga pasien langsung membawa ke rumah sakit Adam Malik bang dan terlihat kondisi pasien sangat memprihatinkan. Perempuan pasiennya bang dan sudah tua,” ungkap warga yang menyebutkan namanya kepada wartawan, Sabtu (28/2/2026).
Saat dikonfirmasi langsung oleh awak media ke pihak RSU Bethesda terkait kebenaran video penolakan pasien BPJS darurat tersebut, namun awak media terkesan dipersulit oleh petugas Rumah Sakit berinisial A. Siahaan yang mengaku dari bagian Farmasi. Dia mengatakan bahwa Direktur RSU Full Bethesda dan Humasnya lagi tidak ada.
Padahal sebelumnya, awak media dihantarkan oleh salah seorang rumah sakit untuk menemui Direktur RSU Full Bethesda. Semapainya di depan ruangan Direktur RSU Full Bethesda petugas tersebut sempat mengedor pintu ruangan yang di pintunya tertulis “Direktur” dan dari dalam ruang Direktur tersebut keluar seorang petugas wanita Rumah Sakit berinisial A. Siahaan dan mengarahkan salah seorang perwakilan awak media untuk mengisi buku tamu dengan catatan usau mengisi buku tamu awak media akan dipertemukan dengan Direktur RSU Full Bethesda karena Direktur RSU Full Bethesda sedang ada tamu di ruangannya.
Namun, tidak lama, petugas wanita Rumah Sakit berinisial A. Siahaan kembali ke ruangan Direktur RSU Full Bethesda dan kemali lagi menemui awak media, “Direktur RSU Full Bethesda sedang tiadak ada di ruangannya dan Humasnya juga sedang kuar dan tidak ada di tempat, silahkan orang abang sekalian mengkonfirmasi langsung ke Humas,” ujar petugas wanita Rumah Sakit berinisial A. Siahaan seraya pergi kembali masuk ke dalam rumah sakit.
Selang hitungan detik, seorang petugas kemanan (Satpam) menemui awak media seraya berkata “ini bang nomor Humas RSU Full Bethesda yang dikirim ibu tadi (A. Siahaan) ke HP ku, silahkan orang abang hubunggi nomor tlp itu,” ucap patugas keamanan yang bermarga Surbakti tersebut.
Terpisah, Humas RSU Full Bethesda, Condolius Pasaribu saat dikonfirmasi awak media ke nomor 08116780xxx terkait video viral pasien darurat yang diduga ditolak dan tidak ditangani tersebut. “Saya msh koordinasi,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp, Sabtu (28/2/2026) sekira pukul 23.20 WIB. (Pea)


