DETEKSI.co – Dairi, Pemerintah Kabupaten Dairi dan PT. Pupuk Indonesia melaksanakan tanam padi bersama di area persawahan Desa Lumban Toruan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan diikuti Wakil Bupati, Wahyu Daniel Sagala, Sekretaris Daerah, Surung Charles Lamhot Bantjin, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan, Kesti Angkat, Camat Lae Parira, para Kepala Desa dan lainnya.
Bupati Dairi, Vickner Sinaga dalam sambutan tertulisnya dibacakan Wakil Bupati menyampaikan, target swasembada pangan merupakan program strategis utama Pemerintah dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dan Pemerintah Daerah diminta bergerak cepat melakukan upaya ekstensifikasi atau pencetakan sawah baru dan juga intensifikasi yakni dengan cara peningkatan produktivitas lahan yang sudah ada.
“Kegiatan tanam bersama yang dilakukan dengan PT. Pupuk Indonesia merupakan perwujudan strategi intensifikasi yang dimaksudkan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi dan keuntungan bagi petani”, sebut Bupati.
Dijelaskan, hamparan persawahan di Desa Lumban Toruan seluas 105 hektar, didukung sarana irigasi dan pasokan air yang cukup memadai, diharapkan akan mengembalikan area persawahan Lumban Toruan sebagai lumbung pangan Dairi.
Melalui kerjasama dengan PT. Pupuk Indonesia, Pemkab Dairi mendapat dukungan teknologi berupa fasilitas mobil uji tanah. Dengan fasilitas dimaksud, kesuburan tanah dapat diketahui secara presisi.
Melalui penerapan pola pertanian modern, dan pemupukan yang tepat, biaya produksi akan lebih efisien dan hasil panen akan meningkat hingga mencapai 7 sampai 8 ton per hektar.
GM Regional I Sumatera Utara PT. Pupuk Indonesia, Beni Parlo menyebut, Kedaulatan pangan merupakan salah satu visi misi pemerintah pusat. Dan untuk mensukseskan visi misi dimaksud, Pupuk Indonesia membutuhkan dukungan pemerintah daerah.
Disebutkan, sesuai data, rata-rata produksi gabah Kabupaten Dairi berada pada angka 3 hingga 6 ton per hektar, dikelola oleh petani yang rata-rata sudah berusia diatas 50 tahun.
“Kita berharap, akan muncul petani-petani muda yang adaptif terhadap teknologi dan pertanian modern untuk memperkuat dan mendukung peningkatan produktivitas dan mewujudkan swasembada pangan”, sebutnya. (NGL)


