Beranda blog Halaman 1909

Desa Pangaloan Zona Merah, Bupati dan Kapolres Samosir Monitor & Beri Bantuan

0

DETEKSI.co – Samosir – (8/7), Bupati Samosir Vandiko T Gultom bersama unsur Forkopimda, Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon, Kasi Intel Kejari Samosir Tulus Tampubolon, Danramil Pangururan Kapt Inf Donald Panjaitan monitoring penanganan Covid-19 dalam bentuk 3T (Testing, Tracing, Treatment) secara massal di desa yang masuk ke dalam zona merah, Desa Pangaloan, Kecamatan Nainggolan, Kamis (8/7).

Camat Nainggolan Barisan P Manullang dalam laporannya menyampaikan bahwa untuk Kecamatan Nainggolan terdapat 1 desa yang masuk ke dalam zona merah dan 6 zona kuning. Untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, Tim Satgas Covid-19 Kecamatan telah melakukan beberapa kebijakan yaitu penutupan kegiatan ibadah di gereja selama 3 minggu, penutupan pantai dan klinik. Juga mengatakan bersama Polsek dan Danramil telah melakukan pemantauan dan pendampingan tracing lanjutan jika ada laporan masyarakat yang terpapar Covid-19.

Kepala Desa Pangaloan mengatakan untuk menyikapi lonjakan kasus yang terjadi dalam dua minggu terakhir di Desa Pangaloan, telah mengambil langkah cepat yaitu dengan melakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), seperti kegiatan ibadah, penutupan lapo-lapo dan tempat-tempat keramaian lainnya. Kepala Desa juga mengatakan telah mengalokasi dana desa untuk membantu masyarakat yang terpapar Covid-19. Ke depan diharapkan akan terus bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten dalam penanganan dan pengendalian Covid-19 di Desa Pangaloan.

Bupati Samosir dalam arahannya menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak menyepelekan wabah Covid-19, dan meminta masyarakat untuk berkomitmen dalam mematuhi protokol kesehatan. Bupati juga mengharapkan masyarakat mampu menahan diri untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah jika tidak terlalu penting, demi menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Bupati juga menyampaikan sudah mengeluarkan Surat Edaran untuk membatasi kegiatan pesta/adat yang berpotensi mengundang kerumunan. Bupati sangat mengapresiasi kinerja kepala desa dan tenaga medis yang tanggap dalam melayani masyarakatnya, dan sudah melakukan koordinasi baik dengan kecamatan dan kabupaten. Bupati meminta di tiap desa untuk membentuk Posko Siaga Covid, guna mengontrol aktivitas masyarakat yang melakukan isolasi mandiri dan penerapan protokol kesehatan.

Secara khusus bupati meminta kepada kepala desa dan tim medis, apabila ada keluarga yang merasa tidak mampu dalam melakukan isolasi mandiri dan dikhawatirkan akan menularkan anggota keluarga lainnya agar segera dirujuk ke RSUD. Pemkab juga berusaha membantu kebutuhan masyarakat terpapar Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri.

Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon menyampaikan kepada masyarakat untuk terus menjaga imun tubuh dengan disiplin menjaga protokol kesehatan dan membatasi interaksi. Juga menyarankan kepada masyarakat untuk berjemur di pagi hari dan tetap berdoa kepada Tuhan YME. Pada kesempatan ini Kapolres juga mengajak masyarakat bernyanyi bersama untuk menambah imun dan semangat masyarakat setempat.

Di akhir kegiatan, Bupati dan Kapolres Samosir memberikan bantuan masker dan hand sanitizer kepada Kepala Desa Pangaloan. (en)

Karang Taruna Kecamatan Medan Johor Gelar Bakti Sosial

0

DETEKSI.co – Medan, Dalam rangka memperingati HUT Kota Medan ke 431 Karang Taruna Kecamatan Medan Johor menggelar Road Show Bakti Sosial berupa kegiatan donor darah dan pangkas gratis.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di empat titik lokasi dimulai pada hari Senin tanggal 05 Juli 2021 bertempat di Lapangan olahraga POR Sejati Jl. Karya Jaya Keluarga Pangkalan Masyhur, kemudian hari Selasa tanggal 06 Juli 2021 bertempat di Kantor Lurah Suka Maju Jl. STM No. 40, hari ketiga Rabu tanggal 07 Juli 2021 bertempat di Pasar Inpres Jl. Pintu Air IV Kwala Bekala, dan hari terakhir Kamis 08 Juli 2021 bertempat di Kantor Lurah Kedai Durian Jl. Sari No. 6 Medan.

Menurut Ketua Karang Taruna Kecamatan Medan Johor bung M Yusrilsyah SH kegiatan bakti sosial ini Karang Taruna didukung oleh pihak PMI untuk pelaksanaan donor darah dan pihak MBA ( Medan Barber Academy ) untuk pelaksanaan pangkas gratis.

Dalam empat hari pelaksanaan donor darah dan pangkas gratis ini total pendonor darah sebanyak 76 orang dan pangkas sebanyak 87 orang.
Masih menurut Ketua Karang Taruna Kecamatan Medan Johor Bung Yusril ” kegiatan ini juga tidak terlepas dari dukungan Ketua Karang Taruna Medan Bung Yopie Hari Irwansyah Batubara, SE, Camat Kecamatan Medan Johor Bapak Zufakhri Ahmadi, S.Sos, Ketua MBA ( Medan Barber Academy ) Bang Ivan W Ginting , PMI Kota Medan dan PMI Kecamatan Medan Johor, Lurah Kelurahan Pangkalan Masyhur , Lurah Kelurahan Suka Maju, Lurah Kelurahan Kwala Bekala , Lurah Kelurahan Kedai Durian, Ketua PAC PDIP Kecamatan Medan Johor bung Jusup Ginting , Ketua Sub Rayon AMPI Kel. Kedai Durian bung Anggi Ardiansyah, Ketua POR Sejati Abangda Zulham Nasution, Kepala Lingkungan, Babinsa, Babinkamtibmas.

Dan seluruh pengurus Karang Taruna Kecamatan dan Kelurahan se Kecamatan Medan Johor. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan bakti sosial ini dapat berjalan dengan lancar “pungkasnya”. (Ir.Lubis)

Atasi Kesulitan Rakyat, Edy Rahmayadi Luncurkan Wakaf Modal Usaha Mikro

0

DETEKSI.co – Medan, Untuk membantu kesulitan rakyat akibat pandemi Covid-19 dan mempercepat pemulihan ekonomi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan program Wakaf Modal Usaha Mikro.

Wakaf Modal Usaha Mikro adalah sebuah program yang diinisiasi oleh Global Wakaf berupa penyaluran dana bantuan modal usaha berbasis wakaf kepada pelaku usaha mikro dan petani dengan skema Qhardul Hasan (Pinjaman Kebaikan). Tujuannya untuk membebaskan pelaku usaha mikro dan para petani dari jeratan utang dan riba.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mendukung penuh kegiatan tersebut, dan berharap dengan program tersebut banyak memberikan manfaat untuk umat.  “Wakaf adalah sesuatu yang diajarkan oleh Nabi, yang Insya Allah, akan banyak manfaatnya untuk kita,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi, pada acara peluncuran Wakaf Modal Usaha Mikro di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Kamis (8/7).

Peluncuran program Wakaf Modal Usaha Mikro oleh Global Wakaf-ACT diharapkan membuka peluang usaha kecil untuk berkembang dan bangkit kembali setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19. Hal itu disebabkan pelaku usaha dapat mengembangkan usaha dengan dukungan modal tanpa terbebani bunga pinjaman.

Direktur Regional ACT Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Husaini Ismail mengatakan, program Wakaf Modal Usaha Mikro ini ditujukan untuk membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah masa pandemi Covid-19. Sumut merupakan provinsi yang ketiga, setelah Jakarta dan Surabaya yang meluncurkan program Wakaf Modal Usaha Mikro.

“Kenapa kita pilih Kota Medan yang ada di Sumut, karena Kota Medan merupakan pusat pembangunan di bagian barat Indonesia, mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus berkembang hingga ke seluruh Indonesia,” ujarnya.

Husaini juga mengatakan, program ini merupakan langkah kecil yang dilakukan untuk meringankan beban ekonomi yang dirasakan masyarakat, dan berharap kegiatan tersebut mampu menggerakan stakeholder yang ada di Indonesia, khususnya Sumut.

Disampaikan juga, tentang alasan penggunaan  istilah “wakaf”, agar masyarakat yang meminjam bisa melakukan infaq kembali. “Jadi kegiatan ini tidak ada bunga apa-apa, karena dananya pun kita himpun dari mitra-mitra ACT,” jelasnya.(Irwan Ginting)

Dinas Kominfo Sumut Gelar Pertemuan Bakohumas, Peran Humas Pemerintah di Masa Pandemi

0

DETEKSI.co – Medan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumatera Utara (Sumut) menggelar Pertemuan Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) bersama Kabupaten/Kota di Hotel Santika Medan, Kamis (8/7). Mengambil tema Penguatan Sinergi Komunikasi Kehumasan di Masa Pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Kominfo Sumut Irman Oemar menyampaikan bahwa secara umum organisasi perangkat daerah (OPD) ini berperan dan berfungsi untuk mengoptimalkan sekaligus menyosialisasikan program pemerintah. Khusus untuk dua tahun terakhir, ada penambahan tugas yang berkaitan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia.

“Peran komunikasi, peran kehumasan di dalam kondisi saat ini sangat-sangat strategis. Dalam rangka menginformasikan dan menyosialisasikan langkah pemerintah dalam hal penanganan Covid-19, data perkembangan serta upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat, sekaligus melibatkan masyarakat dalam mencegah penularan virus,” ujar Irman, didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik (PKP) Diskominfo Sumut Abdul Aziz Batubara.

Hadir sebagai narasumber pada pertemuan itu, Dr Sakhyan Asmara (Ketua STIKP Medan), Dr Muhammad Surip (Kepala Humas Unimed) dan Dr Shohibul Anshor Siregar (Dosen UMSU). Serta diikuti para Kepala Dinas Kominfo Kabupaten/Kota atau yang mewakili. Adapun sebagai moderator, Setia Pandia dari TVRI Perwakilan Sumut.

“Jadi kita undang para narasumber yang cukup berpengalaman, untuk memberikan masukan dan saran bagaimana mengoptimalkan peran kehumasan Dinas Kominfo Kabupaten/Kota dan Provinsi di tengah pandemi Covid-19. Semoga outcome-nya ada langkah inovatif dan strategis dalam meminimalisasi dampak Covid-19 di daerah masing-masing,” sebut Irman.

Selain itu, Irman juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa Dinas Kominfo Sumut akan membantu daerah yang punya keterbatasan dalam hal akses jaringan internet. Karena itu pihaknya akan melihat mana tempat yang membutuhkan seperti pesantren, sekolah atau fasilitas umum yang bisa dibantu pengadaan jaringan (WiFi).

“Kami sebagai dinas yang menanggungjawabi hal itu, ingin membantu mengatasi masalah tadi. Mudah-mudahan dengan bantuan ini, masalah itu bisa kita kurangi,” jelasnya.

Sementara narasumber dari Unimed Dr Muhammad Surip, serta dari UMSU Dr Shohibul Anshor Siregar mengatakan pentingnya mengubah kerangka berfikir setiap pejabat dan petugas Humas, khususnya Dinas Kominfo. Bahwa dalam pemerintahan daerah maupun pusat, Humas menjadi semacam faktor utama dan prioritas dalam tugas memberikan citra yang baik tentang kepemimpinan, selain tentang program pembangunan itu sendiri. OPD ini harus selalu ada mendampingi Bupati, Walikota atau Gubernur.

Begitu juga dengan Dr Sakhyan Asmara (Ketua STIKP Medan) yang menyampaikan tentang akibat yang ditimbulkan karena beberapa media massa kerap memberitakan perkembangan Covid-19 dari sisi data serta fakta. Menurutnya, banyak yang membuat masyarakat ketakutan akibat berita yang disajikan ke publik, ditambah lagi mudahnya orang mengakses informasi dari berbagai media sosial.

“Jadi solusinya adalah, bagaimana peran Kominfo memberikan informasi yang baik dan membuat masyarakat tidak ketakutan akan suatu hal. Jadi, kurangi informasi menakutkan, perbanyak informasi menggembirakan. Itu tanggung jawab Kominfo,” jelasnya. (Irwan Ginting)

Konflik TPL, Tim Investigasi GMKI & Tim Independen Sumut Berbeda Pandang

0

DETEKSI.co – Medan, Sesuai hasil temuan Tim Independen bentukan Gubernur Sumatera Utara melalui rilis resminya pada Sabtu (5/6/2021) lalu menyampaikan, hasil temuan mengenai sengketa klaim tanah adat di Desa Natumingka, kecamatan Borbor, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Dalam temuan tersebut, Hasudungan Butar Butar dan Rickson Simarmata yang mewakili tim independen pada rilisnya menyatakan bahwa lokasi bentrok berada di dalam lokasi HTI PT Toba Pulp Lestari Tbk dan bukan di wilayah Desa Natumingka.

“Dari wawancara mendalam Tim Independen kepada beberapa anggota masyarakat, diketahui bahwa masyarakat di daerah tersebut membutuhkan perluasan lahan pertanian. Seiring dengan terbitnya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.21/MENLHK/SETJEN/KUM.1/4/2019 tentang Hutan Adat dan Hutan Hak harapan masyarakat mengenai Tanah Adat semakin besar. Dorongan semakin besar setelah ada pihak ketiga yang bisa saja punya agenda kepentingan lain dalam masalah ini,” tulis tim independen dalam keterangan resminya, Sabtu (5/6/2021) lalu.

Tim Independen menyatakan untuk mendapatkan tanah dengan status tanah adat agar mengikuti beberapa tahapan sesuai dengan peraturan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Sementara itu terkait dengan legalitas pengelolaan hutan, Tim Independen menyatakan bahwa wilayah hutan yang dikelola TPL sudah sesuai dengan ketetapan pemerintah.

“Legalitas PT Toba Pulp Lestari,Tbk sebagai perusahaan pengelola hutan tanaman industri dengan penanaman Eucalyptus didasarkan pada SK Menhut No.236/Kpts-IV/1984 dan SK No.493/Kpts-II/1992 jo. SK No.307/MENLHK/SETJEN/HPL.0/7/2020 tanggal 28 Juli 2020 dengan status Hutan Produksi,” ungkap Tim Independen.

Atas munculnya klaim tanah adat tersebut, Tin Independen meminta agar TPL memperkuat komunikasi dan memaksimalkan penyaluran CSR kepada masyarakat sekitar.

“Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan akses untuk memperbaiki kesejahteraan ekonomi mereka dengan bermitra dengan perusahaan,” tulis tim independen.

Sementara menurut PP GMKI (dikutip dari Media Mudanews.com.). Menyikapi persoalan PT. TPL (Toba Pulp Lestari), Pengurus Pusat GMKI yang di wakili oleh Timoteus Lubis selaku Sekretaris Fungsi Bidang Masyarakat, telah melakukan investigasi langsung ke lokasi masyarakat yang terdampak.

“Dua minggu lalu, saya baru saja pulang dari Sumatera Utara untuk melihat langsung persoalan PT TPL, dan saya melihat salah satu faktanya bahwa ada banyak persoalan disana, salah satunya adalah konflik antar masyarakat adat Desa Natumingka Kecamatan Borbor Kabupaten Toba dengan PT TPL Mei 2021 lalu mengakibatkan setidaknya 12 korban luka dari pihak masyarakat adat Natumingka dan kriminalisasi masyarakat adat yang melakukan perlawanan,” terang Timoteus Lubis dalam pers rilisnya kepada mudanews.com, Minggu (4/7/2021).

PT TPL sebelumnya bernama PT IIU (Inti Indorayon Utama) berdiri pada tahun 1983 diduga telah merusak lingkungan hidup di sekitar Danau Toba. PT TPL memiliki konsesi lahan 185 ribu Hektare yang terdapat di 11 kabupaten. Perambahan hutan yang dilakukan oleh pihak PT TPL dengan menanam tanaman Eucalyptus dinilai merusak sumber air bagi masyarakat khususnya para petani dan juga merusak hutan kemenyan sumber mata pencaharian masyarakat.

PP (Pengurus Pusat) GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) melalui Ketua Umum Jefri Edi Irawan Gultom menyayangkan kejadian kekerasan yang mengakibatkan masyarakat menjadi korban. Menurut Jefri Gultom bahwa keberadaan PT TPL banyak menyakiti bahkan melukai masyarakat adat dan juga menyoal kelestarian lingkungan hidup di sekitar Danau Toba.

“Saya teringat dengan perkataan seorang sosiolog Johan Galtung yang mengatakan Pembangunan yang melahirkan konflik tidak dapat disebut sebagai pembangunan Pembangunan adalah upaya untuk pemenuhan kebutuhan dasar manusia, baik secara individual maupun kelompok, dengan cara-cara yang tidak menimbulkan kerusakan, baik terhadap kehidupan sosial maupun lingkungan sosial,” sambungnya.

“Dengan memperhatikan buah yang dilahirkan PT TPL adalah konflik dan kerusakan, maka saya menilai kehadiran PT. TPL tidak untuk pembangunan masyarakat sekitar atau pemerintah daerah,” tegas Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Indonesia itu.

Solusi yang diberikan oleh PP GMKI terhadap penutupan TPL adalah tanah masyarakat adat dikembalikan, karyawan harus mendapatkan pesangon yang layak, jika soal PAD dan pajak untuk negara dapat dicari melalui yang lain, tidak harus dari PT.TPL.

“Oleh karena itu, dengan tegas saya katakan PT TPL sudah saatnya tutup permanen karena itulah solusi terbaik, dengan itu kita sedang menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar Danau Toba dan menghindarkan masyarakat dari korban kekerasan dan korban bencana akibat aktivitas PT TPL, kami selaku gerakan mahasiswa dengan jelas memberikan sikap sekaligus solusi,” ucap Jefri Gultom.

Disisi lain sesuai kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo yang menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata super prioritas dengan tujuan menjadi wisata kelas Internasional. Untuk mewujudkan hal tersebut maka alam sekitar Danau Toba juga harus terus dijaga dan dibenahi untuk menambah daya Tarik Danau Toba sebagai destinasi wisata Internasional. Kelestarian alam Danau Toba terus mengalami penurunan kualitas, hal tersebut ditandai dengan debit air danau yang terus berkurang dikarenakan hutan yang menjadi hulu air Danau Toba diduga telah rusak.

PP GMKI berkeyakinan bila potensi wisata Danau Toba dapat dimaksimalkan dengan melestarikan lingkungan sekitar Danau Toba lebih memajukan ekonomi masyarakat dibanding mempertahankan keberadaan PT. TPL.

“Bukti keseriusan kami menyikapi hal ini, saya selaku Ketua Umum GMKI menginstruksikan seluruh cabang GMKI se-Sumatera Utara untuk bergerak bersama masyarakat terdampak dalam memperjuangkan Gerakan tutup TPL, dan kami PP GMKI akan suarakan ditingkat pemerintah pusat,” tutup Jefri. (sby)

HNSI Medan dan Karang Taruna Bagikan 400 Goni Beras bagi Anak Yatim dan Masyarakat Nelayan

0

Deteksi.co – Belawan, Kegiatan bhakti sosial kembali digelar DPC HNSI Kota Medan dan Karang Taruna Belawan dengan membagikan 400 karung beras @5 Kg pada masyarakat nelayan pesisir dan anak yatim ditengah kondisi pandemi Covid 19, Kamis (08/07/2021) di Aula kantor Camat Belawan, Kamis (8/8/2021).

Kegiatan bhakti sosial juga dirangkaikan dengan peninjauan lokasi bantuan rehab rumah warga yang cacat di Lingkungan 1 Kelurahan Belawan Bahari.

Kegiatan bhakti Ketua HNSI Kota Medan Abdul Rahman alias Bung Atan mengatakan kegiatan ini bekerjasama dengan Karang Taruna telah melaksanakan kegiatan bakti sosial pembagian 400 Beras dan pembagian masker serta santunan kepada anak yatim dan pembagian beras pada masyarakat nelayan pesisir.

Kegiatan yang mulia ditengah pandemi Covid 19 ini terlaksana di depan halaman kantor Camat Medan Belawan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Pembagian paket sembako beras dan masker tersebut secara langsung diberikan kepada para anak yatim serta masyarakat nelayan turut dihadiri Camat Belawan Subhan F. Harahap, Ketua Karang Taruna kota Medan Yopie Batu Bara, SE didampingi Ketua Karang Taruna Belawan Bung Atan serta sejumlah pengurus dan ketua Karang Taruna Kecamatan lainnya serta turut hadir para jurnalis tergabung dalam Belawan Pers Club (BPC) Maju.

Camat Belawan Subhan Harahap pada kesempatan tersebut menyambut baik kegiatan Medan berkah kolaborasi pengurus Karang Taruna dengan HNSI Kota Medan ini.

Apalagi angka kemiskinan di wilayah kecamatan Medan Belawan ini masih tergolong tinggi, dari 21 kecamatan warga Belawanlah yang tertinggi angka kemiskinannya.

Camat juga mengingatkan pada warganya agar senantiasa mematuhi Prokes, Walikota Medan telah mengeluarkan surat edaran perpanjang PPKM pada masa pandemi Covid 19 khususnya di wilayah kota Medan.

“Kita senang, kegiatan bhakti sosial ini mengikut sertakan Forkopimda Belawan sehingga terjalin sinergisitas antara Pemerintah dan masyarakat,” Ungkap Camat Belawan yang masih muda dan energik baru mengantikan Camat Lama Ahmad SP tersebut.

Yopi Batu Bara selaku Ketua Karang Taruna kota Medan menyambut baik kegiatan bhakti sosial yang berkolaborasi dengan HNSI Kota Medan sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat yang kurang mampu.

“Saya berterima kasih pada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan bhakti sosial ini apalagi dirangkaikan dengan pemberian bantuan rehab rumah bagi masyarakat miskin yang mengalami cacat fisik,” cetus Yopie Batu Bara yang mengaku salut atas kepedulian pada masyarakat nelayan pesisir tersebut.

Pak Burhan selaku penerima bantuan beras dan rehab rumah di Kelurahan Belawan Bahari mengaku sabgat bersyukur dan berterimakasih sekali pada pihak Karang Taruna dan HNSI Medan.

Menurut Subhan, bantuan rehab rumah dan bantuan sembako tersebut sebagai penyambung hidup keluarganya.

“Dulunya rumah, kami kerap dilanda banjir rob bahkan sudah bocor-bocor sehingga sewaktu hujan kami kehujanan dan khawatir rumah kami runtuh karena sudah condong,” ungkap pak Burhan sembari mengangkat tongkatnya sebagai penyanggah kakinya yang lumpuh.(usman)

Rosmaida Darma Wijaya : Layanan Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak harus Ada Ditingkat Desa

0

Deteksi.co – Sergai, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Serdang Bedagai, Rosmaida Darma Wijaya menegaskan bahwa layanan pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus ada ditingkat Desa. Hal itu diungkapkan Rosmaida saat membuka acara Rapat Koordinasi dan Kerjasama Sektor Pencegahan Kekerasan / TPPO di aula Dinas Pendidikan, Kamis (8/7/2021).

Ia mengungkapkan layanan ditingkat Desa sangat dibutuhkan untuk mempermudah layanan dan laporan masyarakat tentang adanya tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak itu dibagi menjadi 4 yakni kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual dan penelantaran terhadap perempuan dan anak yang bisa menimbulkan dampak jangka pendek,”ungkapnya.

Korban kekerasan akan rentan menjadi pelaku kekerasan dikemudian hari. Dan itu menurut Rosmaida butuh penanganan dan tindakan yang konverhensif agar trauma anak dan perempuan segera pulih.

“Tingkat perdagangan orang dan anak juga terus meningkat. Namun demikian kekerasan terhadap anak dan perempuan itu belum bisa digambarkan dengan nyata karna tidak ada laporan. Maindset masyarakat yang masih berfikiran kekerasan itu adalah aib keluarga tentunya harus di ubah “tambahnya.

Menurut Rosmaida masyarakat juga masih belum mengerti bagaimana melaporkan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Layanan pengaduan anak dan perempuan harus didekatkan hingga ke Desa.

“Ini menjadi salah satu solusi mengurangi tingginya kekerasan terhadap anak dan perempuan. Korban kekerasan dalam rumah tangga juga butuh penanganan konverhensif. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dimulai dari orang tua, guru, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta lainnya,”tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas P2KBP3A Dasril mengatakan dasar pelaksanaan rapat ini sesuai dengan Undang Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Hasil yang diharapkan adalah terbangunnya sinergitas antara dinas P2KBP3A dengan komunitas peduli anak dan perempuan.

“Ini sebagai langkah awal mencegah kekerasan perempuan dan anak. Tentunya dukungan dari berbagai pihak mulai dari OPD, Aparat penegak hukum, forum anak serta lembaga peduli perempuan dan anak (LPA) sangat dibutuhkan,”jelasnya.(Budi)

Sergai Berpotensi menjadi Lumbung Padi, Bawang dan Cabai Sumut

0

Deteksi.co – Sergai, Wakil Bupati Serdang Bedagai Adlin Umar Yusri Tambunan mengaku jika Serdang Bedagai memiliki potensi yang besar untuk menjadi lumbung padi, bawang merah dan cabai di Sumatera Utara. Hal itu diungkapkannya saat meninjau lokasi pembibitan padi, bawang dan cabai di Desa Pantai Cermin Kanan Kecamatan Pantai Cermin, Kamis (8/7/2021).

Wakil Bupati Adlin Tambunan mengatakan tinjauan kali ini untuk melihat dan menggali potensi perekonomian di Serdang Bedagai khususnya pada sektor pertanian.

“Di masa pandemi ini, kita harus meningkatkan perekonomian masyarakat, salah satunya di sektor pertanian.

Kedepan Serdang Bedagai harus bisa menjadi lumbung padi Sumatera Utara,”ungkapnya.

Selain itu, Adlin yakin dengan penggunaan bibit yang unggul serta penerapan tekhnologi yang baik akan membuat Serdang Bedagai swasembada pangan khususnya beras.

“Petani dan masyarakat bisa ikut serta meningkatkan produksi padi, jagung, bawang dan cabai. Tentunya bibit yang digunakan harus yang berkualitas.

Kita harap kita bisa bekerjasama dengan PT BIP dan memberikan kontribusi ke pertanian kita,”tandasnya.

Sementara itu perwakilan PT Benih Inti Prima Elianoor Sembiring mengatakan selama ini Kabupaten Deli Serdang masih menjadi penyumbang komoditi pangan di Sumatera Utara.

“Kedepan Serdang Bedagai akan bisa menjadi nomor satu dengan penerapan pola tanam dan penggunaan tekhnologi yang tepat,”ungkapnya.

Saat ini, banyak komoditi tanam di dataran tinggi yang bisa ditanam di dataran rendah Seperti Serdang Bedagai. Mulai dari bawang, cabai dan lainnya bisa ditanam di dataran rendah dengan penerapan tekhnologi yang tepat.

“Padi dengan cara konvensional masih berproduksi minim sekitar 6-7 ton per hektar. Namun dengan tekhnologi dan alsintan yang baik bisa meningkat menjadi 8-9 ton perhektar.

Selain itu banyak komoditi dataran tinggi yang bisa dikembangkan di dataran rendah seperti bawang, cabai dan lain sebagainya,” tandasnya.(Budi)

Keberatan di Pimpin dr. M Riski Ramdhan, 4 Fraksi Walk Out di Rapat Paripurna

0

Deteksi.co – Sergai, Rapat paripurna Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dengan Agenda Ranperda Nota Pengantar RPJMD Tahun 2021-2026 Kabupaten Serdang Bedagai diwarnai Walk Out Sejumlah Fraksi diantaranya Fraksi  Partai Amanat Nasional ( PAN), Fraksi Partai kebangkitan Bangsa (PKB) Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) dan Partai Hati Nurani Rakyat ( Hanura ) Kamis (8/7) di ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serdang Bedagai.

Rapat Paripurna DPRD  Serdang Bedagai yang seyogyanya dimulai pukul 9:30 WIB, molor hingga pukul 11:25 WIB dan di scors  kembali 5 menit kerena beberapa Fraksi merasa ogah dan keberatan jika yang memimpin Rapat Paripurna adalah dr. M. Riski Ramadhan Hasibuan karena Mosi tidak Percaya terhadap Ketua DPRD yang masih dalam tahapan di Badan Kehormatan DPRD (BKD ).

” Intrupsi” kata Junaidi S dari Fraksi PAN. Kami keberatan jika memimpin rapat paripurna ini adalah ketua DPRD Serdang Bedagai dr. M Riski Ramadhan Hasibuan karena mosi tidak percaya terhadap ketua masih dalam tahap di BKD” paparnya.

Sikap yang sama juga diambil oleh Khaidir SE, dari fraksi PKB, Defrianti Tambah Fraksi Hanura, dan Juhri Ahyar Fraksi PDIP juga menyatakan sikap yang sama mengingat Mosi tidak percaya yang masih dalam tahapan Dewan Kehormatan DPRD dan mengusulkan untuk Wakil Ketua Siswanto atau Merlin Barus sebagai Pimpinan Sidang.

Namun sidang tetap di pimpin oleh ketua DPRD Serdang Bedagai hingga ke empat Fraksi mengambil sikap walk out.

Pantauan Deteksi.co sidang paripurna yang di hadiri Bupati H. Darma Wijaya dan Wabup Serdang Bedagai H. Adlin Tambunan tetap berlanjut dan hanya di hadiri Sugiatik, Hari Ananda, James dan Surya Anggara meski  sudah masuk keruang sidang namun kembali keluar.(Budi)

Ingat Masa Kecil, Sang Pejuang Dhuafa Sentuh para Pedagang bersama KSJ

0

DETEKSI.co – Batu bara, Teringat masa kecil, Kapolres Batu bara AKBP Ikhwan Lubis SH.MH disela – sela kesibukannya mengajak Komunitas Sedekah Jum’at (KSJ) mengunjungi dan memberi bantuan kepada seluruh pedagang pajak ikan TPI Pelabuhan Tanjung Tiram  Kota Tanjung Tiram Kab. Batu bara (8/7/2021).

Kapolres AKBP Ikhwan SH.MH di saat menyentuh para pedagang Ikan di kota Tanjung tiram mengatakan, kalau dirinya bukanlah seorang ningrat melainkan semasa kecil pernah menjadi Pedagang ikan di pajak  sambiuh di Kota Medan, dan sengaja menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan dan memberi bantuan kepada seluruh pedagang Ikan dan khususnya yang berdagang di pajak TPI di kota Tanjung tiram tersebut.

Mengingat masa kecil Sang Pejuang Dhuafa, Dengan mata berkaca kaca menceritakan masa kecil kepada para pedagang, sembari mengajak bahwa ” Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Selagi ada kesempatan dan waktu kita saling tolong menolong, kata Sang Pejuang Dhuafa kepada para pedagang ikan.

Mungkin ada yang bertanya, Mengapa saya datang kemari dengan secara tiba tiba, ” Saat saya teringat masa kecil hidup keluarga kami sangat Pahit, Dengan bekerja sebagai pedagang Ikan di pajak sambu Medan saya berjuang bersama ibu saya yang sangat saya cintai ini. Di mana saya harus bertarung dengan kerasnya kehidupan di masa kecil saya dan saya tahu itu tidak gampang, kata Kapolres Batu bara memberi motivasi kepada para pedagang.

Tak jarang saya harus berkelahi untuk mendapatkan pekerjaan saya dan ibu saya, kerasnya kehidupan ini membawa saya semakin kuat untuk terus melakukan usaha agar saya bisa menggapai cita cita. Dan pahitnya semasa itu membuat saya harus mengingat masa lalu, sembari berharap generasi muda pantang menyerah.

Dan setelah saya berhasil, saya akan selalu berusaha untuk membantu para pedagang yang ada di pasar baik pedagang ikan mau pun pedagang sayur, karena ibu saya dahulu adalah seorang pedagang sayur.

Sementara para pedagang yang merasakan sentuhan baik dari sosok Pejuang Dhuafa yang tak lain Kapolres Batu bara ini sangat tertib dan mengikuti arahan Kapolres dalam melakukan jual beli yang tertib seperti yang di katakan Husin 30 tahun, katanya Kami akan ikuti perintah bapak Kapolres untuk berjualan dengan tertib dan kami siap mengikuti perintahnya, ungkap para pedagang ikan.

Dalam bakti sosial Kapolres bersama KSJ Kamis sore mengucurkan 100 sembako dan tali asih untuk para pedagang di pajak TPI Tanjung tiram, giat ini mengikuti Protokol Kesehatan. ( Boim )