Beranda blog Halaman 3

DPC PDI Perjuangan Langkat Sembelih Dua Ekor Sapi Kurban, Perkuat Solidaritas Antar Kader

0

DETEKSI.co-Langkat, Semangat kebersamaan dan gotong royong mewarnai perayaan Hari Raya Idul Adha di lingkungan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Langkat. Kamis (28/05/2026). DPC PDI Perjuangan Langkat melaksanakan penyembelihan dua ekor sapi kurban di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Langkat.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dengan melibatkan jajaran pengurus dan kader partai. Momentum kurban dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat solidaritas antar kader di berbagai tingkatan organisasi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Langkat, Romelta Ginting, SE, mengatakan bahwa pelaksanaan kurban merupakan wujud rasa syukur sekaligus bentuk kebersamaan yang terus dijaga di lingkungan partai.

“Puji syukur kepada tuhan yang maha esa, tahun ini DPC PDI Perjuangan Langkat kembali melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Kami berharap daging kurban yang dibagikan dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi kader yang merayakan Hari Raya Idul Adha,” ujar Romelta, yang didampingi Sekretaris Hermansyah SE dan Bendahara Teo Sinulingga.

Ia menjelaskan, daging kurban didistribusikan kepada jajaran pengurus DPC serta Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Langkat.

Menurut Romelta, nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Raya Idul Adha selaras dengan semangat perjuangan partai, yakni pengorbanan, kepedulian, dan kebersamaan. Karena itu, momentum tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh kader untuk terus menjaga kekompakan dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui Hari Raya Idul Adha, kita terus memperkuat semangat gotong royong, solidaritas, dan rasa persaudaraan di antara kader. Organisasi yang solid akan semakin mampu hadir dan bekerja untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban berlangsung lancar dan penuh keakraban. Selain menjadi tradisi tahunan, kegiatan ini juga menjadi simbol kuatnya kebersamaan keluarga besar PDI Perjuangan Langkat dalam menjaga nilai-nilai perjuangan serta mempererat hubungan antar kader hingga ke tingkat akar rumput. (Tim)

YPMSS Berkurban Belasan Ekor Kerbau, dari Anak Rantau untuk Sibolga-Tapteng

0
Teks foto: Prosesi penyembelihan hewan kurban di di pelataran Masjid Al Hikmah Kota Beringin, Sibolga, Rabu (27/5/2026).

DETEKSI.coSIBOLGA, Pengurus dan anggota Yayasan Pengajian Masyarakat Sibolga dan Sekitarnya (YPMSS), melaksanakan ibadah kurban di kampung halamannya, Rabu (27/5/2026). Salah satu tempat penyembelihan dilakukan di pelataran Masjid Al Hikmah Kota Beringin, Sibolga.

Di hari perayaan Iduladha 1447 Hijriah, para perantau yang berdomisili di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi itu berkurban 13 ekor kerbau dan dua ekor kambing.

Nilwan Tanjung, salah seorang pengurus YPMSS, mengatakan peyembelihan belasan ekor hewan kurban dari mereka dilakukan di sejumlah lokasi wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

“Sibolga dan Tapteng adalah kampung halaman kami, pengurus dan anggota YPMSS, yang sekarang telah menetap di Jabodetabek,” ungkapnya di Sibolga, Kamis (28/5/2026).

Sementara itu, Ketua Panitia Kurban YPMSS Sibolga-Tapteng Imron Simamora juga menyampaikan harapan dari ibadah kurban yang mereka tunaikan di kedua daerah tersebut.

“Semoga ibadah kurban tahun ini, akan meningkatkan hubungan persaudaraan sesama dusanak di perantauan. Dan, harapannya YPMSS semakin solid,” ujarnya.

Umardin Ziliwu, pengurus BKM sekaligus panitia kurban Masjid Al Hikmah Kota Beringin, mengapresiasi kepedulian sosial YPMSS.

“Semoga kurban bapak dan ibu perantau di Jabodetabek, yang tergabung dalam YPMSS, diterima Allah SWT. Kami juga doakan agar bapak dan ibu dimurahkan rezeki, serta dimudahkan segala urusan,” tutupnya. (RH)

Camat Mesuji Timur Hadiri Penyembelihan Hewan Qurban di Desa Tanjung Mas Makmur, Atas Didukung PT Advansia Indotani

0

DETEKSI.coMESUJI, Camat Mesuji Timur, Yudian Murbantaka, S.K.M, menghadiri langsung kegiatan penyembelihan hewan qurban yang berlangsung di Masjid Sabilillah, Desa Tanjung Mas Makmur, pada Kamis (28/5/2026).

Acara berjalan penuh kehangatan, diwarnai semangat kebersamaan dan gotong royong yang kuat antara warga setempat, pemerintah desa, serta didukung penuh oleh pihak perusahaan PT. Advansia Indotani.

Dalam pelaksanaan ibadah qurban tahun ini, masyarakat dan pihak yang terlibat berhasil menyalurkan sebanyak 3 ekor sapi dan 4 ekor kambing untuk disembelih dan didistribusikan kepada yang berhak. Kehadiran Camat di lokasi menjadi bentuk perhatian pemerintah kecamatan terhadap pelaksanaan tradisi keagamaan yang juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarwarga.

Yudian Murbantaka dalam kesempatannya mengapresiasi antusiasme masyarakat dan dukungan dari PT. Advansia Indotani yang turut berperan aktif dalam kegiatan sosial keagamaan ini.

“Semoga ibadah qurban yang kita laksanakan bersama ini menjadi amal yang diterima Allah SWT, membawa berkah bagi seluruh warga, semakin mempererat tali silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian sosial dan kepedulian terhadap sesama di tengah masyarakat Desa Tanjung Mas Makmur,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung tertib dan lancar, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat yang bekerja sama mulai dari proses penyembelihan hingga pembagian daging kepada kaum dhuafa, fakir miskin, dan warga sekitar. Momen ini kembali meneguhkan nilai kebersamaan dan kepedulian yang senantiasa terjaga di wilayah Kecamatan Mesuji Timur. (Yanguji)

PKS Kota Cimahi Sembelih 15 Ekor Hewan Kurban di RPH Bandung Barat, Apresiasi Pelayanan yang Semakin Prima

0

DETEKSI.co-Bandung Barat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cimahi melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban sebanyak 15 ekor di Rumah Potong Hewan (RPH) Kabupaten Bandung Barat, yang berlokasi di Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, pada Kamis (28/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian ibadah kurban tahunan partai yang disiapkan untuk disalurkan kepada masyarakat luas di wilayah Kota Cimahi.

Ketua Panitia Pelaksana, Suparman, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan tahun ini, pihaknya membawa 25 personil petugas yang siap membantu setiap tahapan proses penyembelihan hingga pengolahan daging, guna memastikan kegiatan berjalan lancar, aman, dan sesuai ketentuan syariat.

“Kami melaksanakan penyembelihan sebanyak 15 ekor hewan kurban di sini. Kami juga mendatangkan 25 orang petugas dari internal kami untuk membantu dan mengawal pelaksanaan di lapangan agar semuanya berjalan tertib. Nantinya, seluruh hasil daging kurban ini akan kami distribusikan ke wilayah Kota Cimahi, dan disalurkan melalui jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) hingga tingkat Ranting, agar tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Suparman.

Lebih lanjut, Suparman menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap kualitas pelayanan dan fasilitas yang disediakan oleh pengelola RPH Bandung Barat. Ia menilai adanya peningkatan kualitas yang sangat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, mulai dari aspek kebersihan hingga kenyamanan tempat.

“Kami sangat berterima kasih karena RPH Bandung Barat telah memfasilitasi dan melayani kami dengan sangat baik. Pelayanan dan servis yang diberikan sangat luar biasa. Secara pribadi maupun atas nama panitia, saya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Ibu drh. Wiwin Aprianti selaku Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, beserta seluruh jajarannya yang telah bekerja keras membenahi fasilitas ini,” tegasnya.

Suparman juga menyoroti perubahan positif yang terasa nyata pada fasilitas yang ada. Menurutnya, kini RPH Bandung Barat memiliki standar higienitas yang jauh lebih tinggi, lingkungan kerja yang lebih nyaman, serta kelengkapan sarana prasarana yang memadai. Hal ini tentu sangat mendukung proses penyembelihan yang tidak hanya mengutamakan syariat, tetapi juga kesehatan dan keamanan pangan.

“Alhamdulillah, perubahannya sangat terasa. Sekarang RPH ini jauh lebih higienis, lebih bersih, tempatnya juga jauh lebih nyaman, dan fasilitasnya pun lengkap. Intinya, kenyamanan dan kualitas pelayanannya sudah sangat baik dan memuaskan kami,” pungkas Suparman. (DR)

Siswa SMPN Bandar Lampung Tusuk Teman Sendiri dengan Pisau Dapur, Diduga Dipicu Rasa Sakit Hati Akibat Sering Diintimidasi

0

DETEKSI.coBANDARLAMPUNG, Sebuah insiden berdarah mengguncang dunia pendidikan di Bandar Lampung beberapa hari lalu terkait seorang siswa di SMPN Bandar Lampung nekat menusuk temannya sendiri menggunakan pisau dapur, tak lama setelah keduanya terlibat perkelahian. Penyelidikan sementara mengungkap dugaan kuat bahwa tindakan kekerasan ini bermula dari rasa sakit hati pelaku, yang mengaku telah lama menjadi korban perundungan atau intimidasi dari pihak yang menjadi korbannya. Kamis (28/5/2025).

Kapolresta Bandar Lampung, Komisaris Besar Polisi Alfret Jacob Tilukay, memaparkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan tim penyidik. Menurut keterangannya, motif utama yang terungkap hingga saat ini adalah akumulasi emosi pelaku akibat perlakuan yang diterimanya selama ini.

“Berdasarkan keterangan yang kami himpun dan hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku sering mendapatkan ejekan, perkataan yang tidak pantas, dan perlakuan yang tidak menyenangkan dari korban. Hal ini memicu rasa sakit hati yang terpendam dan meledak dalam perkelahian kemarin,” ujar Kombes Alfret dalam keterangannya.

Insiden ini terjadi saat keduanya bertemu dan kembali terlibat perselisihan yang memuncak. Dalam pertengkaran tersebut, pelaku diduga mengeluarkan pisau dapur yang telah disiapkan atau dibawa, lalu menusukkan benda tajam itu ke tubuh temannya sendiri. Akibat perbuatan itu, korban mengalami luka serius dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Kasus ini kini sedang ditangani secara serius oleh pihak kepolisian. Pelaku telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut, serta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh elemen sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak-anak. Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa perundungan, meski berupa kata-kata, bisa berdampak fatal jika tidak ditangani dan dihentikan sejak dini. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap kronologi lengkap dan menetapkan status hukum terhadap pelaku maupun peran pihak lain yang mungkin terlibat. (Yanguji)

Idul Adha 1447 H di Register 45, Masjid Agung LDII Babul Jannah Marga Jaya Kurban 1 Sapi 1 Kambing, Masjid Nurul Huda Tanjung Asri Siapkan 3 Kambing

0

DETEKSI.coMESUJI, Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dirayakan meriah di wilayah Kawasan Register 45, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung. Berbagai tempat ibadah di wilayah setempat telah menyiapkan hewan kurban untuk disembelih dan dibagikan kepada masyarakat sekitar, Rabu (27/5/2026).

Salah satunya di Kampung Marga Jaya, kegiatan kurban berpusat di Masjid Agung LDII Babul Jannah. Tahun ini, masjid tersebut menyiapkan sebanyak 2 ekor hewan kurban yang terdiri dari 1 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Hewan ini merupakan hasil keikhlasan dan sumbangan dari para jamaah dan warga sekitar untuk menunaikan ibadah serta berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Sementara itu, di lokasi berbeda tepatnya di Kampung Tanjung Asri, persiapan pelaksanaan kurban juga berjalan lancar di Masjid Agung Nurul Huda. Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Suratman selaku panitia kurban, masjid di wilayahnya menyiapkan sebanyak 3 ekor kambing untuk dikurbankan pada hari raya kali ini.

“Di Kampung Marga Jaya, tepatnya di Masjid Agung LDII Babul Jannah ada 1 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Sedangkan di Kampung Tanjung Asri, di Masjid Agung Nurul Huda tersedia 3 ekor kambing,” ungkap Suratman menjelaskan rincian data hewan kurban di dua wilayah tersebut.

Seluruh hewan kurban yang telah disiapkan ini nantinya akan disembelih sesuai syariat, kemudian dagingnya akan dibagikan secara merata kepada warga yang berhak, mulai dari keluarga kurang mampu, yatim piatu, hingga warga sekitar, agar keberkahan dan semangat berbagi Idul Adha dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di Kawasan Register 45. (Yanguji)

Ancaman Terorisme Digital Meningkat, Densus 88 Soroti Kerentanan Anak dan Remaja

0
Wakapolri Dedi Prasetyo bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Eddy Hartono dan Kadensus 88 AT Polri Sentot Prasetyo menghadiri Bedah Buku Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital dalam rangkaian Rakernis Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026 di Jakarta.
Wakapolri Dedi Prasetyo bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Eddy Hartono dan Kadensus 88 AT Polri Sentot Prasetyo menghadiri Bedah Buku Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital dalam rangkaian Rakernis Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026 di Jakarta.

DETEKSI.co-Jakarta, Ancaman terorisme digital kini berkembang semakin kompleks dan sulit dideteksi. Pola lama yang identik dengan organisasi tertutup dan rekrutmen langsung mulai berubah menjadi penyebaran ideologi melalui ruang digital, algoritma media sosial, komunitas virtual, hingga permainan psikologis yang menyasar generasi muda.

Perubahan pola ancaman tersebut menjadi sorotan utama dalam Bedah Buku Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital pada rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026 di Jakarta.

Kegiatan itu dihadiri Wakapolri Dedi Prasetyo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT Eddy Hartono, serta Kadensus 88 AT Polri Sentot Prasetyo.

Forum tersebut mempertemukan berbagai perspektif mulai dari keamanan, hukum, psikologi, teknologi, hingga perlindungan anak untuk membahas perubahan ancaman ekstremisme modern yang dinilai bergerak lebih cepat dibanding pola penanganan konvensional.

Wakapolri Dedi Prasetyo menegaskan bahwa ancaman terorisme modern tidak lagi selalu hadir dalam bentuk organisasi besar dengan struktur formal. Menurutnya, penyebaran ideologi kini bergerak melalui ruang digital yang sulit dipetakan.

Ia menyebut negara harus mengubah pola pikir dan strategi pencegahan agar mampu merespons perkembangan ancaman yang semakin dinamis.

“Kita sedang menghadapi ancaman yang tidak lagi selalu tumbuh melalui organisasi besar dengan struktur formal, tetapi bergerak melalui ruang digital, algoritma, dan fragmen ideologi yang sulit dipetakan,” ujar Dedi Prasetyo.

Menurutnya, negara tidak boleh hanya hadir ketika ancaman sudah berkembang besar. Pencegahan sosial, literasi digital, dan perlindungan terhadap kelompok rentan harus dilakukan sejak dini sebelum terjadi tindakan kekerasan.

Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan perubahan ancaman ekstremisme menuntut sinergi lintas sektor yang lebih kuat. Ia menilai terorisme tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan satu institusi semata.

Menurut Eddy, upaya pencegahan harus melibatkan aparat keamanan, dunia pendidikan, keluarga, komunitas, hingga platform digital agar masyarakat memiliki ketahanan terhadap penyebaran paham radikal.

“Terorisme dan ekstremisme tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan satu institusi. Ancaman ini lintas sektor, lintas ruang, dan lintas generasi,” kata Eddy Hartono.

Ia menambahkan pendekatan preventif menjadi langkah penting agar ancaman dapat dihentikan sebelum berkembang menjadi tindakan nyata.

Kadensus 88 AT Polri Sentot Prasetyo mengungkapkan bahwa pola ekstremisme saat ini semakin personal dan kerap bermula dari paparan digital yang tidak terdeteksi.

Karena itu, Densus 88 terus memperkuat strategi penanggulangan yang lebih adaptif melalui pendekatan pencegahan, asesmen risiko, dan perlindungan kelompok rentan.

Sentot menegaskan anak dan remaja menjadi kelompok yang paling rentan terhadap pengaruh ekstremisme digital. Oleh sebab itu, penguatan deteksi dini dinilai sangat penting untuk mencegah penyebaran paham kekerasan di ruang digital.

“Kami melihat langsung bagaimana pola ekstremisme berubah. Ancaman kini lebih cair, lebih personal, dan sering kali berawal dari paparan digital yang tidak terdeteksi,” ujar Sentot Prasetyo.

Dalam forum tersebut, para akademisi memberikan apresiasi terhadap substansi buku Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital. Mereka juga menyampaikan sejumlah catatan kritis agar strategi pencegahan ekstremisme semakin adaptif dan berbasis bukti ilmiah.

Selain itu, pendekatan penanggulangan diharapkan tetap menjunjung tinggi prinsip perlindungan masyarakat di tengah perkembangan ancaman digital yang terus berubah. (Red/d)

Begal Emas Dumai Dibekuk, Polres Dumai Tegaskan Perang Lawan Kejahatan Jalanan

0
Personel Polres Dumai menunjukkan pelaku begal perhiasan emas beserta barang bukti hasil kejahatan yang berhasil diamankan di Kota Dumai.
Personel Polres Dumai menunjukkan pelaku begal perhiasan emas beserta barang bukti hasil kejahatan yang berhasil diamankan di Kota Dumai.

DETEKSI.co-Dumai, Begal emas di Dumai akhirnya berhasil dibekuk jajaran Polres Dumai, Polda Riau. Pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang selama ini meresahkan masyarakat itu ditangkap bersama sejumlah barang bukti hasil kejahatan.

Pengungkapan kasus tersebut menjadi langkah tegas Polres Dumai dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya terhadap maraknya aksi kriminal jalanan yang menyasar warga pengguna jalan.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku diketahui mengincar korban yang menggunakan perhiasan emas. Modus tersebut dinilai sangat berbahaya karena menyasar masyarakat di ruang publik dan dapat mengancam keselamatan korban.

Keberhasilan penangkapan ini sekaligus menunjukkan komitmen Polres Dumai dalam memberikan perlindungan hukum dan rasa aman kepada masyarakat di wilayah hukum Kota Dumai.

Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik Satreskrim Polres Dumai. Polisi mendalami motif pelaku serta kemungkinan adanya keterlibatan dengan jaringan kejahatan jalanan lainnya.

Pihak kepolisian memastikan proses hukum terhadap pelaku akan dilakukan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Langkah tersebut dilakukan agar pelaku mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya di hadapan hukum.

Pasca penangkapan begal tersebut, Polres Dumai juga mengeluarkan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di jalan raya.

Kepolisian secara khusus mengingatkan kaum wanita untuk menghindari penggunaan perhiasan emas atau barang berharga mencolok di tempat umum. Penggunaan aksesori berlebihan dinilai dapat memancing pelaku kejahatan melakukan aksi kriminal.

Selain itu, masyarakat diminta tetap memperhatikan situasi sekitar saat berkendara, terutama ketika melintas di lokasi yang sepi dan minim penerangan.

Polres Dumai menegaskan akan terus meningkatkan patroli serta tindakan tegas terhadap pelaku kriminalitas jalanan demi menjaga situasi keamanan tetap kondusif di Kota Dumai. (Red/d)

DPC GMNI Jakarta Timur Membuka Bantuan Hukum untuk Kaum Marhaen dan Kaum Marjinal

0
Stevent Parhusip (Wakabid Advokasi dan Bantuan Hukum DPC GMNI Jakarta Timur)
Stevent Parhusip (Wakabid Advokasi dan Bantuan Hukum DPC GMNI Jakarta Timur)

Oleh : Stevent Parhusip (Wakabid Advokasi dan Bantuan Hukum DPC GMNI Jakarta Timur)

Bahwa sesungguhnya Indonesia didirikan atas cita-cita luhur untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 dan pasal 1 ayat 3 UUD 1945 yang berbicara tentang supremasi hukum bahwasanya negara Indonesia ialah negara hukum. Negara memiliki tanggung jawab untuk menjamin perlindungan hukum, persamaan kedudukan di hadapan hukum, serta memastikan bahwa setiap warga negara memperoleh hak atas keadilan tanpa diskriminasi.

Namun dalam realitas kehidupan berbangsa dan bernegara hari ini masih banyak masyarakat kecil terlebih kaum marhaen, buruh, petani, nelayan, pedagang kecil, masyarakat adat, perempuan hingga kelompok rentan lainnya yang mengalami ketidakadilan hukum. Tidak sedikit rakyat kecil yang kesulitan mendapatkan akses bantuan hukum karena keterbatasan ekonomi, lemahnya pengetahuan hukum, hingga adanya praktik-praktik penyalahgunaan kekuasaan yang membuat hukum terasa jauh dari rasa keadilan.

Fenomena kriminalisasi terhadap rakyat kecil, yang merugikan masyarakat, ketimpangan akses hukum, intimidasi terhadap masyarakat marginal, serta lemahnya perlindungan terhadap korban ketidakadilan menjadi persoalan serius yang harus menjadi perhatian bersama. Dalam banyak kasus, masyarakat kecil sering kali berada pada posisi yang lemah ketika berhadapan dengan kekuatan modal, kekuasaan, maupun birokrasi yang tidak berpihak kepada rakyat.

Atas dasar tersebut maka DPC GMNI Jakarta Timur secara resmi membuka ruang Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat sebagai bentuk keberpihakan terhadap kaum marhaen dan kaum marjinal yang membutuhkan pendampingan, perlindungan, dan perjuangan hukum. Melalui Bidang Advokasi dan Bantuan Hukum DPC GMNI Jakarta Timur siap memberikan ruang pengaduan masyarakat, konsultasi hukum, pendampingan advokasi, edukasi hukum, serta membangun gerakan kolektif dalam memperjuangkan hak-hak rakyat yang tertindas dan termarjinalkan.

Wakabid Advokasi dan Bantuan Hukum DPC GMNI Jakarta Timur yang merupakan inisiator bantuan hukum yaitu Stevent Parhusip menyampaikan bahwa “Hukum harus menjadi alat pembebasan bagi rakyat, bukan justru menjadi instrumen ketakutan bagi masyarakat kecil. DPC GMNI Jakarta Timur hadir membuka bantuan hukum untuk membantu kaum marhaen dan kaum marjinal yang membutuhkan keadilan, kepastian, dan kemanfaatan hukum. Kami percaya bahwa setiap rakyat memiliki hak yang sama di hadapan hukum dan tidak boleh ada masyarakat yang merasa sendirian menghadapi persoalan hukum.”

Lebih lanjut, Stevent Parhusip memandang bahwa bantuan hukum bukan semata-mata persoalan pendampingan litigasi, melainkan bagian dari perjuangan membangun kesadaran kritis rakyat terhadap hak-haknya sebagai warga negara. Oleh karena itu, gerakan bantuan hukum harus dibangun secara progresif, humanis, dan berpihak kepada kepentingan rakyat banyak.

DPC GMNI Jakarta Timur juga mengajak seluruh elemen mahasiswa, akademisi, praktisi hukum, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat sipil, dan seluruh elemen rakyat untuk bersama-sama mengawal tegaknya supremasi hukum yang berkeadilan dan berpihak kepada rakyat kecil. Sebagai organisasi perjuangan, DPC GMNI Jakarta Timur percaya bahwa keberpihakan kepada rakyat adalah jalan ideologis yang tidak boleh ditinggalkan. Kehadiran bantuan hukum ini merupakan bentuk nyata pengabdian organisasi kepada masyarakat serta bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai Marhaenisme dalam kehidupan sosial.

Reswara Borong Penghargaan CSR 2026, Bukti Nyata Tambang Bisa Bangun Masyarakat

0
Direktur PT Reswara Minergi Hartama, Iwan Hermawan, menerima penghargaan TOP Leader on CSR Commitment 2026 usai perusahaan meraih TOP CSR Awards 2026 Corporate Level #4 Stars di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Direktur PT Reswara Minergi Hartama, Iwan Hermawan, menerima penghargaan TOP Leader on CSR Commitment 2026 usai perusahaan meraih TOP CSR Awards 2026 Corporate Level #4 Stars di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

DETEKSI.co-Jakarta, PT Reswara Minergi Hartama (Reswara) kembali mencatat prestasi di bidang keberlanjutan dengan meraih penghargaan TOP CSR Awards 2026 Corporate Level #4 Stars. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa sektor pertambangan tidak hanya berfokus pada keuntungan bisnis, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Pada ajang yang digelar Majalah TOP Business di Jakarta, Direktur PT Reswara Minergi Hartama, Iwan Hermawan, juga menerima penghargaan TOP Leader on CSR Commitment 2026 atas komitmennya dalam mendorong program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Environmental, Social, and Governance (ESG) secara berkelanjutan.

Reswara menempatkan CSR dan ESG bukan sekadar pelengkap perusahaan, tetapi menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Fokus utama perusahaan meliputi pemberdayaan masyarakat, pemulihan lingkungan, serta tata kelola perusahaan yang terintegrasi di seluruh lini usaha.

Direktur Utama PT ABM Investama Tbk (ABMM), Achmad Ananda Djajanegara, menjelaskan bahwa CSR memiliki posisi penting dalam kerangka ESG Grup ABMM, khususnya pada aspek sosial untuk menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan.

“Melalui program CSR yang terarah kami ingin memastikan pertumbuhan usaha berjalan seiring dengan penguatan masyarakat, peningkatan kesejahteraan, dan dampak nyata bagi lingkungan sekitar operasional perusahaan,” ujar Achmad Ananda Djajanegara di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, pendekatan keberlanjutan tidak cukup hanya memenuhi regulasi. Perusahaan harus mampu menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.

Iwan Hermawan mengatakan keberhasilan program CSR dan ESG Reswara ditopang oleh kepemimpinan yang konsisten, tata kelola yang terukur, serta komitmen integritas perusahaan dalam menjalankan seluruh program di lapangan.

“CSR dan ESG bukan sekadar kewajiban perusahaan, tetapi cara untuk memastikan kehadiran kami benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Kami ingin program yang dijalankan mampu menciptakan peluang dan kemandirian jangka panjang,” kata Iwan.

Dalam implementasinya, Reswara menjalankan berbagai program berbasis kebutuhan masyarakat lokal. Salah satu program utama dilakukan melalui anak usahanya, PT Tunas Inti Abadi (TIA), di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Program reklamasi lahan yang dijalankan TIA berhasil mencatat total pemulihan lahan mencapai 901,26 hektare. Selain itu, rehabilitasi daerah aliran sungai telah mencapai 1.745,10 hektare atau setara 100 persen dari kewajiban perusahaan.

Tidak hanya itu, sebanyak 563.268 pohon telah ditanam di area IUP TIA sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan dan memperkuat ekosistem di wilayah operasional tambang.

Di sektor ekonomi masyarakat, Reswara juga mengembangkan program Kopi Aranio di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Program tersebut menggabungkan revitalisasi lahan dengan penguatan kapasitas petani kopi lokal.

Hasil pengukuran Social Return on Investment (SROI) menunjukkan angka 3,38. Nilai tersebut menggambarkan bahwa program memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.

Pemberdayaan perempuan juga menjadi perhatian perusahaan. Reswara mendukung pengembangan UMKM lokal, termasuk membantu pemasaran produk batik Sasirangan di Desa Bunati, Kecamatan Sungai Loban, Tanah Bumbu.

Melalui berbagai program tersebut, Reswara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat agenda keberlanjutan yang berorientasi pada dampak jangka panjang.

Perusahaan akan melanjutkan pemulihan lingkungan secara konsisten, memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan lokal, serta menjaga agar strategi bisnis tetap berjalan seiring dengan keberlanjutan sosial dan lingkungan.

PT Reswara Minergi Hartama merupakan anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM) yang bergerak di bidang pertambangan batubara terintegrasi. Reswara menjalankan operasional melalui sejumlah entitas usaha, di antaranya PT Tunas Inti Abadi (TIA) di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) di Aceh Barat, serta PT Piranti Jaya Utama (PJU) di Kapuas, Kalimantan Tengah.

PT ABM Investama Tbk (ABMM) adalah perusahaan energi terintegrasi yang memiliki investasi di sektor pertambangan, logistik, dan jasa teknik industri. Grup ABMM memiliki sejumlah anak usaha, antara lain PT Reswara Minergi Hartama, PT Cipta Kridatama, PT Cipta Krida Bahari, PT Sanggar Sarana Baja, PT Anzara Janitra Nusantara, dan PT Prima Wiguna Parama. (Red/d)