Beranda blog Halaman 4

Ketua AJH Medan Apresiasi Tiga Donatur dan UMSU dalam Pelaksanaan Kurban Idul Adha 1447 H

0
M. Rais sedang mengupas kulit Kambing Kurban.
M. Rais sedang mengupas kulit Kambing Kurban.

DETEKSI.co-Medan, Pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Lingkungan I, Kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur berlangsung penuh kebersamaan dan kepedulian pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Tokoh masyarakat yang juga Ketua DPD Aliansi Jurnalis Hukum (AJH) Kota Medan, M. Rais, menyampaikan rasa terima kasih kepada tiga donatur yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan pemotongan hewan kurban kambing dapat terlaksana dengan baik.

Tidak hanya itu, M. Rais juga mengapresiasi kepedulian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang turut memberikan bantuan satu ekor sapi kurban untuk masyarakat.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada warga di momentum Idul Adha.

Selain menjabat sebagai Ketua DPD AJH Kota Medan, M. Rais juga dipercaya sebagai koordinator pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun ini. Ia mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan rasa kepedulian, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Mari kita jadikan Hari Raya Idul Adha ini sebagai momen merajut kepedulian antar sesama dan meningkatkan iman serta ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar M. Rais kepada deteksi.co, Rabu (27/5/2026).

Mewakili masyarakat Lingkungan I, ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Kelurahan Glugur Darat II dan kepala lingkungan setempat yang telah mendukung penuh kegiatan kurban tersebut sehingga berjalan lancar dan tertib.

M. Rais berharap semangat berbagi di tengah masyarakat terus tumbuh setiap tahunnya. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk bersedekah dan membantu sesama dengan penuh keikhlasan.

“Semoga ke depan semakin banyak orang-orang baik yang ikhlas berbagi dan bersedekah demi membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Menurutnya, ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan simbol ketaatan umat Islam kepada Allah SWT serta wujud kepedulian terhadap sesama.

“Ibadah kurban bukan hanya menyembelih hewan, tetapi juga bentuk ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” tutupnya. (Red/d)

Masjid Al Muhajirin NU Desa Jaya Sakti Kurban 3 Kambing, Total Wilayah Capai 35 Kambing dan 3 Sapi Sepenuh Swadaya Warga

0

DETEKSI.coMESUJI, Masyarakat Desa Jaya Sakti, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung, melaksanakan ibadah kurban dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan penuh semangat kebersamaan. Di Masjid Al Muhajirin NU, pelaksanaan kurban tahun ini berlangsung lancar dengan mengurbankan sebanyak 3 ekor kambing, Rabu (27/5/2026).

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Sugianto, terkait gambaran umum pelaksanaan kurban di wilayah desanya, dijelaskan bahwa pengelolaan kegiatan berjalan secara mandiri di setiap tempat ibadah. “Di masing-masing mushola dan masjid, panitia dibentuk dan bekerja secara sendiri-sendiri dalam mengurus pelaksanaan kurban, mulai dari pengumpulan hewan hingga pembagian daging,” ungkap Sugianto.

Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini, Desa Jaya Sakti belum pernah sama sekali menerima bantuan hewan kurban dari pemerintah, baik itu dari Pemerintah Kabupaten Mesuji maupun pemerintah tingkat atas. Seluruh hewan yang dikurbankan sepenuhnya merupakan hasil keikhlasan, partisipasi, dan swadaya dari masyarakat setempat.

Secara keseluruhan, jumlah hewan kurban yang berhasil dikumpulkan dan disembelih di seluruh wilayah Desa Jaya Sakti tahun ini tercatat cukup signifikan, yakni berjumlah 35 ekor kambing dan 3 ekor sapi. Angka ini menunjukkan tingginya kepedulian dan semangat berbagi warga meskipun pelaksanaannya sepenuhnya mengandalkan kemampuan dan gotong royong masyarakat sendiri.

Daging hasil penyembelihan nantinya akan dibagikan secara merata kepada warga yang berhak, terutama keluarga kurang mampu, yatim piatu, dan masyarakat sekitar, agar keberkahan dan kebahagiaan Hari Raya Idul Adha dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di Desa Jaya Sakti. (Yanguji)

RPH Cikamuning Padalarang Layani Pemotongan 60 Ekor Sapi, Bupati Jeje Potong Sapi Senilai Lebih 1 Ton  

0

DETEKSI.co-Bandung Barat, Rumah Potong Hewan (RPH) Cikamuning, Kecamatan Padalarang, menjadi pusat kegiatan ibadah kurban hari ini. Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail hadir langsung didampingi istri, Wakil Bupati H. Asep Ismail, Sekretaris Daerah Eriska, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Asep Nirwan. Kehadiran pimpinan daerah ini untuk memantau dan turut serta dalam rangkaian pemotongan hewan kurban yang berlangsung tertib dan lancar.

Pada pelaksanaan hari ini, tercatat sebanyak 30 ekor sapi diproses, dan rencananya besok akan dilayani jumlah yang sama, sehingga total keseluruhan mencapai 60 ekor sapi. Mayoritas hewan kurban tersebut merupakan milik warga yang berpatungan, dengan rata-rata satu ekor sapi dimiliki oleh sekitar 3 hingga 7 orang. Diperkirakan, ada sekitar 420 orang yang terlibat sebagai pemilik hewan kurban yang diproses di lokasi ini. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan RPH agar semakin banyak masyarakat yang terbantu dan terlayani dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jeje Ritchie Ismail berkurban satu ekor sapi jenis Peranakan Ongole (PO) dengan bobot mencapai 1,1 ton. Langsung Wakil Bupati H. Asep Ismail yang memotong berjalan aman dan hewan dikondisikan tenang, sesuai syariat dan ketentuan kesehatan hewan.

“Daging hasil pemotongan ini nantinya akan dikemas menjadi lebih dari 500 bungkus untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan warga di sekitar lingkungan pemerintahan daerah. Alhamdulillah, proses berjalan lancar dan tertib,” ungkap Bupati Jeje.

Selain itu, Bupati juga menyaksikan proses pemotongan sapi kurban milik Presiden Republik Indonesia yang berlokasi di wilayah Gunung Halu. Sapi tersebut berbobot sekitar 1,5 ton dan merupakan kurban yang senantiasa disalurkan oleh Presiden ke Kabupaten Bandung Barat. Daging dari sapi ini nantinya akan dibagikan kepada warga yang berada di wilayah sekitar Gunung Halu dan sekitarnya, dengan estimasi manfaat untuk sekitar 61 orang penerima.

Kegiatan pemotongan ini melibatkan puluhan petugas terlatih. Tim pelaksana terdiri dari petugas RPH, anggota Badega, relawan, staf dari Bagian Kesra, serta mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran. Kehadiran dokter hewan juga memastikan seluruh hewan yang dipotong dalam kondisi sehat dan layak konsumsi, sehingga daging yang disalurkan aman dan berkualitas. (DR)

Idul Adha 1447 H: Masjid Agung Jami Nurul Huda Desa Budiaji Siapkan 1 Sapi dan 6 Kambing, Warga Berharap Perhatian Pemerintah

0

DETEKSI.coMESUJI, Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, persiapan pelaksanaan ibadah kurban terus dilakukan di berbagai wilayah di Kabupaten Mesuji, termasuk di Desa Budiaji, Kecamatan Simpang Pematang. Berdasarkan data yang dihimpun pada Rabu (27/5/2026), Masjid Agung Jami Nurul Huda An-Nahdliyah yang beralamat di RT 02 RK 03 Desa Budiaji, menyiapkan sebanyak 7 ekor hewan kurban, yang terdiri dari 1 ekor sapi dan 6 ekor kambing.

Secara keseluruhan, jumlah hewan kurban yang akan disembelih di seluruh wilayah Desa Budiaji tahun ini tercatat mencapai 8 ekor sapi dan 37 ekor kambing. Angka ini merupakan hasil partisipasi dan keikhlasan dari para warga dan masyarakat setempat yang ingin menunaikan ibadah kurban dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Namun, di tengah antusiasme warga dalam menyemarakkan hari raya besar umat Islam, terdapat harapan besar yang disampaikan pihak pengelola dan panitia. Jarot Widodo, selaku Ketua Panitia Kurban di desa tersebut, mengungkapkan bahwa selama beberapa tahun terakhir, Desa Budiaji belum mendapatkan bantuan hewan kurban dari pemerintah, baik tingkat daerah maupun pusat.

“Sudah beberapa tahun ini, desa kami belum ada bantuan hewan kurban dari pemerintah sama sekali. Terakhir kali kami menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mesuji itu pada tahun 2022 lalu, saat itu kami mendapatkan satu ekor sapi. Namun setelah tahun itu hingga saat ini, belum ada bantuan yang kami terima kembali,” ungkap Jarot Widodo.

Keterbatasan bantuan dari pemerintah membuat pelaksanaan kurban di desa ini sepenuhnya mengandalkan swadaya dan kepedulian warga setempat. Meski demikian, semangat berkurban warga Desa Budiaji tetap tinggi, meskipun di sisi lain muncul harapan agar ke depannya desa mereka kembali diperhatikan.

Warga Desa Budiaji berharap agar pemerintah daerah dapat kembali mengalokasikan bantuan hewan kurban ke wilayah mereka di tahun-tahun mendatang. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan jumlah daging yang disalurkan kepada warga kurang mampu, sehingga manfaat dan keberkahan Idul Adha dapat dirasakan lebih luas lagi oleh masyarakat.

“Kami berharap ke depannya pemerintah dapat kembali memperhatikan Desa Budiaji terkait bantuan hewan kurban. Tentu ini akan sangat membantu kami dalam membagikan manfaat kepada warga yang membutuhkan,” tambah Jarot.

Hingga saat ini, panitia kurban di Desa Budiaji terus mematangkan persiapan teknis mulai dari penyembelihan hingga pembagian daging, agar pelaksanaan ibadah kurban berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. (Yanguji)

Lintang Astha Gelar Penyembelihan Hewan Kurban di Hari Raya Idul Adha, Distribusikan 500 Paket Daging

0
Oplus_131072

DETEKSI.co-Bandung Barat, Bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Lintang Astha di bawah pimpinan drh. Muhammad Burhan melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban sebagai wujud syukur dan berbagi dengan sesama. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan usai pelaksanaan Shalat Idul Adha, bertempat di pelataran Masjid Agung Lintang Astha, Kampung Ngamprah, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Pada pelaksanaan tahun ini, Lintang Astha menyiapkan satu ekor sapi dengan bobot mencapai 500 kilogram serta empat ekor domba. Seluruh hewan kurban tersebut nantinya akan diolah dan dikemas menjadi 500 kantong paket daging yang siap disalurkan. Pembagian daging ini ditujukan untuk masyarakat yang tinggal di lingkungan sekitar lokasi kegiatan, serta sebagian lagi diserahkan kepada para karyawan yang bekerja di lingkungan Lintang Astha, agar kebahagiaan dan berkah Hari Raya dapat dirasakan oleh seluas-luasnya kalangan.

Dalam keterangannya di hadapan para awak media yang turut hadir menyaksikan jalannya kegiatan, Pimpinan Lintang Astha, drh. Muhammad Burhan, menyampaikan bahwa tradisi berbagi melalui penyembelihan kurban ini telah dilakukan hampir setiap tahun. Ia bersyukur pelaksanaan senantiasa berjalan lancar, tertib, dan mendapatkan antusiasme yang baik dari warga sekitar.

“Kegiatan berkurban ini rutin kami laksanakan hampir setiap tahun, dan alhamdulillah hingga saat ini semuanya berjalan dengan lancar serta mendapat dukungan banyak pihak. Harapan kami, apa yang kami lakukan ini menjadi ladang pahala bagi kami dan seluruh pihak yang terlibat, menjadi amal ibadah yang kekal hingga di akhirat kelak, serta mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Tak kalah penting, kami juga berdoa agar bagi mereka yang menerima pembagian daging ini mendapatkan keberkahan, kemaslahatan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya,” ungkap drh. Muhammad Burhan.

Di akhir pernyataannya, ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada para rekan-rekan media massa yang telah meluangkan waktu hadir dan meliput kegiatan sosial keagamaan tersebut. Kehadiran media dinilai turut membantu menyebarluaskan nilai-nilai kebaikan dan semangat berbagi yang menjadi inti dari perayaan Idul Adha.

“Terima kasih banyak kami ucapkan kepada rekan-rekan media yang sudah hadir di sini. Semoga liputan ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk saling berbagi dan peduli terhadap sesama,” pungkasnya. (DR)

Antusias Warga Saksikan Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Al Istiqomah Mabar Hilir

0
Ratusan warga Mabar Hilir memadati halaman Masjid Al Istiqomah di Jalan Suasa Tengah, Lingkungan V, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Rabu (27/5/2026) menyaksikan penyembelihan hewan kurban dalam perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.
Ratusan warga Mabar Hilir memadati halaman Masjid Al Istiqomah di Jalan Suasa Tengah, Lingkungan V, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Rabu (27/5/2026) menyaksikan penyembelihan hewan kurban dalam perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

DETEKSI.co-Medan Ratusan warga Mabar Hilir memadati halaman Masjid Al Istiqomah di Jalan Suasa Tengah, Lingkungan V, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Rabu (27/5/2026). Mereka datang sejak pukul 09.00 WIB untuk menyaksikan prosesi penyembelihan hewan kurban dalam perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan terlihat jelas di lokasi. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan kurban yang rutin digelar setiap tahun oleh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Istiqomah bersama para remaja masjid.

Kekompakan pengurus BKM dan panitia kurban mendapat apresiasi dari masyarakat. Selama puluhan tahun, Masjid Al Istiqomah dinilai konsisten membangun kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat Mabar Hilir.

Ketua BKM Masjid Al Istiqomah, Eko, mengatakan panitia telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan jauh hari sebelum Idul Adha berlangsung. Persiapan tersebut meliputi sistem keamanan, penataan lokasi penyembelihan, hingga mekanisme pembagian daging kurban kepada masyarakat.

“Setiap tahun kami selalu mempersiapkan kepanitiaan secara matang agar proses penyembelihan dan pembagian daging berjalan tertib dan aman. Antusias masyarakat juga sangat tinggi,” ujarnya.

Menurut Eko, Masjid Al Istiqomah dikenal sebagai salah satu lokasi penyembelihan hewan kurban terbesar di Kecamatan Medan Deli. Puluhan ekor sapi dan domba dikurbankan setiap tahunnya atas kepercayaan masyarakat yang terus meningkat.

Ia juga menjelaskan bahwa pihak masjid telah menjalankan sistem tabungan kurban sejak lama untuk membantu masyarakat mempersiapkan ibadah kurban sejak dini.

“Kami ingin masyarakat bisa terus berkurban setiap tahun. Karena itu sistem menabung kurban terus kami jalankan dan alhamdulillah mendapat sambutan baik,” katanya.

Salah seorang peserta kurban, Sari (43), mengaku tahun ini dirinya bersama keluarga dan rekan-rekannya kembali mempercayakan hewan kurban kepada BKM Masjid Al Istiqomah.

“Tahun ini kami menyumbang satu ekor sapi bersama keluarga dan teman-teman. Semua pengelolaan sudah diatur panitia dengan baik. Daging kurban nantinya dibagikan kepada masyarakat luas di Mabar Hilir,” ungkapnya.

Panitia juga tetap siaga mengantisipasi berbagai kemungkinan selama proses penyembelihan berlangsung, termasuk mengendalikan hewan kurban agar tidak panik akibat banyaknya warga yang menyaksikan kegiatan tersebut.

Hingga siang hari, ratusan warga masih terlihat memadati area masjid untuk menyaksikan penyembelihan hewan kurban. Tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti kuatnya kepercayaan warga terhadap BKM Masjid Al Istiqomah dalam pelaksanaan ibadah kurban setiap tahunnya. (Boim)

Kapolres Langkat Pimpin Penyembelihan Hewan Qurban, 10 Ekor Sapi dan 4 Ekor Domba

0

DETEKSI.co-Langkat, Sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengabdian Polri kepada masyarakat, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si memimpin langsung kegiatan penyembelihan hewan qurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M di Lapangan Jananuraga Polres Langkat, Rabu (27/05/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Waka Polres Langkat Kompol Vivien Ayuningtias, S.I.K, para Pejabat Utama Polres Langkat, Ketua Bhayangkari Cabang Langkat, serta panitia qurban Polres Langkat.

Pada momentum Idul Adha tahun ini, Polres Langkat menyembelih sebanyak 10 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Seluruh proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam dengan melibatkan panitia qurban dan petugas pemotongan hewan.

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo mengatakan bahwa kegiatan qurban bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Polri untuk terus hadir membantu dan berbagi dengan masyarakat.

“Melalui momentum Idul Adha ini, Polres Langkat ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga hadir dengan kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Daging qurban kemudian dibagikan kepada personel Polres Langkat, PHL, ustadz dan tokoh agama, masyarakat, awak media, pekerja, penjaga ternak, hingga warakauri Polri dengan total penerima sebanyak 1.156 orang.

Selain dilaksanakan di tingkat Polres, kegiatan penyembelihan hewan qurban juga turut dilaksanakan oleh Polsek jajaran Polres Langkat sebagai bentuk kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat di wilayah hukum masing-masing.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar serta mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kehadiran Kapolres Langkat bersama jajaran di tengah masyarakat menjadi wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat serta mempererat hubungan silaturahmi dan kebersamaan.

Polres Langkat juga mengajak masyarakat untuk terus bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian ataupun ingin melaporkan gangguan kamtibmas, dapat menghubungi layanan Call Center Polri 110 yang aktif melayani selama 24 jam secara gratis. (Tim)

Superstereo Hadirkan “Simpati Hati”, Lagu Melankolis tentang Arti Kehadiran di Masa Sulit

0
Superstereo

Deteksi | Superstereo kembali merilis single terbaru bertajuk “Simpati Hati”. Lagu ini membawa warna alternative pop rock dengan nuansa balad yang kuat, sekaligus mempertegas identitas musik mereka yang sederhana namun tetap memiliki karakter.

Lewat “Simpati Hati”, Superstereo menghadirkan perpaduan melodi gitar hangat, progresi akor emosional, dan vokal yang dibawakan secara ekspresif. Formula itu membuat lagu terasa nyaman didengar sejak awal hingga akhir.

Cerita Tentang Ketulusan yang Tidak Perlu Berlebihan

Perhatian Kecil Jadi Inti Pesan Lagu

“Simpati Hati” mengangkat cerita tentang ketulusan dalam hubungan dan arti kehadiran seseorang di waktu yang paling dibutuhkan. Lagu ini menyoroti perhatian sederhana yang sering kali memiliki dampak besar bagi seseorang.

Menurut Superstereo, hubungan tidak selalu harus ditunjukkan lewat sesuatu yang besar. Perhatian kecil justru dapat menjadi bentuk kepedulian yang paling bermakna.

Pesan itu dituangkan lewat lirik yang sederhana, langsung, dan mudah dipahami. Pendekatan tersebut membuat lagu terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Superstereo

Terinspirasi Era Musik Pop Rock 90-an

Membawa Nuansa Lama ke Aransemen Modern

Superstereo mengaku banyak terpengaruh musik pop rock era 90-an hingga awal 2000-an. Pengaruh itu terasa kuat dalam dinamika ballad yang muncul sepanjang lagu.

“Kami banyak terinspirasi dari musik pop rock era 90-an hingga awal 2000-an yang terasa jujur dan relate. Lagu ini adalah cara kami membawa nuansa itu ke dalam konteks yang lebih modern,” ujar Superstereo.

Nuansa tersebut membuat “Simpati Hati” seperti jembatan antara memori lama dan selera musik masa kini.

Superstereo Dinilai Membawa Warna yang Semakin Langka

Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik menyebut band dengan pendekatan musik seperti Superstereo kini semakin sedikit muncul di industri musik Indonesia.

“Setelah era Peter Pan, Noah, dan sejenisnya, band yang memainkan musik alternative dengan mementingkan harmoni yang manis dibalut dengan sound yang jernih itu boleh dibilang sangat jarang muncul dari generasi baru,” ujar Fransiscus Eko.

Ia menilai Superstereo tetap mempertahankan kekuatan harmoni dan karakter lagu tanpa meninggalkan pendekatan modern dalam produksinya.

Dikerjakan Bersama Lima Personel Superstereo

Single “Simpati Hati” dibawakan oleh Ridho “Doy” pada vokal, Rully dan Alam di gitar, Temmie “Tem’s” pada drum, serta Billy pada bass.

Lagu ini ditulis oleh Rulyanto Sukandar yang juga bertindak sebagai produser. Proses rekaman dilakukan di Working Space Studio, sementara mixing dan mastering dikerjakan di Xumber Maxmur Studio oleh Adi Pentana.

“Simpati Hati” kini sudah tersedia di seluruh platform musik digital.

Rico Waas Guncang Belawan, Festival Bedug Gema Takbir Jadi Simbol Perubahan Medan Utara

0
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama unsur Forkopimda memukul bedug saat membuka Festival Budaya Islam “Bedug Gema Takbir” dalam rangka Iduladha 1447 Hijriah di Lapangan PJKA, Medan Belawan, Selasa (26/5/2026) malam. Festival tersebut digelar untuk memperkuat syiar Islam sekaligus membangun citra positif kawasan Medan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama unsur Forkopimda memukul bedug saat membuka Festival Budaya Islam “Bedug Gema Takbir” dalam rangka Iduladha 1447 Hijriah di Lapangan PJKA, Medan Belawan, Selasa (26/5/2026) malam. Festival tersebut digelar untuk memperkuat syiar Islam sekaligus membangun citra positif kawasan Medan

DETEKSI.co-Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas resmi membuka Festival Budaya Islam “Bedug Gema Takbir” dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Lapangan PJKA, Jalan Stasiun, Kecamatan Medan Belawan, Selasa (26/5/2026) malam.

Pembukaan festival berlangsung meriah dan ditandai dengan pemukulan bedug bersama unsur Forkopimda Kota Medan yang hadir di tengah ribuan masyarakat Belawan.

Dalam sambutannya, Rico Waas memberikan apresiasi kepada Ukhuwah BKM Medan Utara sebagai penyelenggara kegiatan. Menurutnya, festival budaya Islam seperti ini memiliki peran penting dalam membangun citra positif kawasan Medan Utara, khususnya Belawan.

“Acara seperti ini penting dibuat di Belawan untuk menghapus stigma negatif yang selama ini melekat. Kita ingin menggantinya dengan stigma positif melalui kegiatan yang membawa manfaat,” kata Rico Waas.

Rico Waas juga menegaskan bahwa Belawan memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kawasan yang lebih maju dan aman. Karena itu, ia mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga aparat keamanan untuk bersatu menjaga generasi muda dari bahaya narkoba dan kriminalitas.

“Belawan memiliki potensi luar biasa. Mari kita bangun daerah ini menjadi lebih baik ke depan. Kita harus menjaga anak-anak kita dari hal-hal negatif yang bisa merusak masa depan mereka,” ujarnya.

Suasana hangat juga terasa ketika Rico Waas menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Belawan karena datang sedikit terlambat usai mengikuti takbiran di halaman Kantor Wali Kota Medan.

Ia mengaku memiliki janji yang belum sempat ditepati kepada warga Belawan sejak Idulfitri lalu.

“Waktu Idulfitri kemarin saya sebenarnya ingin takbiran di Belawan, namun ada kendala. Saya merasa punya utang janji kepada masyarakat Belawan. Karena itu pada Iduladha ini saya harus hadir dan berlebaran di Belawan,” ungkapnya disambut tepuk tangan warga.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas juga membawa kabar gembira bagi masyarakat Medan Utara. Ia mengumumkan bahwa bantuan hewan kurban dari Prabowo Subianto berupa sapi seberat 1,2 ton khusus dialokasikan untuk warga Belawan.

Menurut Rico Waas, sejak awal dirinya langsung meminta agar sapi bantuan presiden ditempatkan di Belawan sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat Medan Utara.

“Ketika ditanya sapi bantuan Presiden mau ditempatkan di mana, saya langsung jawab Belawan. Sapi itu sudah sampai di kecamatan dan insyaallah besok akan disembelih untuk dinikmati masyarakat Belawan,” katanya.

Festival Bedug Gema Takbir berlangsung penuh antusias dan dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kodaeral I Belawan Laksamana Muda TNI Deny Septiana, Danpomal Kodaeral I Kolonel Laut (PM) Triono Adi Susilo, Danden Intel Kodaeral I Kolonel Laut (P) Dwi Prasetyo, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, Dewan Penasehat Ukhuwah BKM Medan Utara Datok H. Irfan Hamidi, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, para tokoh agama, camat, serta pimpinan perangkat daerah. (Red/d)

Punya Senjata Api Rakitan atau Peluru Karet, Bupati Mesuji Imbau Warga Segera Serahkan ke Polisi, Ingatkan Ancaman Hukum 15 Tahun Penjara

0

DETEKSI.coMESUJI, Bupati Mesuji, Lampung, Hj. Elfianah, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat yang memiliki senjata api rakitan (Senpira), amunisi, bahan peledak, pistol peluru karet, maupun barang sejenis lainnya. Ia meminta warga agar segera menyerahkan barang-barang tersebut kepada pihak kepolisian secara sukarela sebelum terjerat sanksi hukum yang berat. Rabu (27/5/2026).

Imbauan tersebut disampaikan secara langsung oleh Hj. Elfianah melalui akun media sosial Facebook pribadinya bernama Elfianah Khamami, pada Selasa (26/5/2026). Dalam unggahannya, Bupati menegaskan bahwa kepemilikan benda-benda berbahaya tersebut tanpa izin resmi merupakan tindakan yang melanggar hukum dan berisiko menimbulkan masalah bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Kepada seluruh masyarakat yang memiliki Senjata Api Rakitan (Senpira), Amunisi, Bahan Peledak, Pistol peluru karet atau sejenisnya, dimohon untuk menyerahkan kepada kepolisian. Lebih baik menyerahkan sekarang daripada nanti berurusan dengan hukum,” tulis Hj. Elfianah dalam unggahannya.

Tak hanya mengimbau, Bupati Mesuji juga melampirkan dan mengutip bunyi ketentuan hukum yang berlaku, yakni Pasal 306 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Aturan tersebut mengatur mengenai Tindak Pidana senjata api, yang berbunyi:

“Setiap orang yang tanpa hak memasukkan ke wilayah Indonesia, membuat, menerima, menyerahkan, menguasai, membawa, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan atau menggunakan senjata api, amunisi, bahan peledak, gas air mata atau peluru karet, akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun”.

Melalui peringatan ini, Hj. Elfianah berharap masyarakat semakin sadar hukum dan memahami risiko berat yang akan diterima jika tetap menyimpan atau menggunakan benda-benda terlarang tersebut. Ia menekankan bahwa langkah menyerahkan senjata atau barang berbahaya ke pihak berwajib adalah tindakan bijak demi menjaga keamanan, ketertiban, serta keselamatan bersama di wilayah Kabupaten Mesuji.

Unggahan ini pun mendapatkan perhatian luas dari warga net, yang banyak menyetujui langkah tegas pemerintah daerah dalam menjaga keamanan lingkungan dan mengingatkan masyarakat akan aturan hukum yang berlaku. (Yanguji)