Beranda blog Halaman 319

Satu Lagi Korban Hutang Piutang AR Terungkap, Ustadz Abbas Gugat Bupati Langkat

0

DETEKSI.co-Medan, Permasalahan hutang piutang kembali mencuat, kali ini melibatkan Ustadz Abbas Rambe yang mengaku diminta mengosongkan rumah tempat tinggalnya oleh pihak yang disebut mewakili Bupati Langkat, H. Syah Affandin. Pengosongan tersebut di klaim berkaitan dengan utang yang belum dibayarkan oleh Abbas.

Namun, dalam klarifikasinya kepada media pada Selasa (29/7/2025), Bupati Langkat Syah Affandin membantah tudingan pemaksaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa rumah yang dimaksud telah diperjualbelikan kepada seseorang bernama Alfin berdasarkan perjanjian yang sah di hadapan Notaris Nilawati, SH.

Menurut Bupati Langkat, Ustadz Abbas pernah meminjam uang dalam dua termin. Pada Mei 2025, Abbas meminjam Rp950 juta, dan sempat memberikan Rp60 juta sebagai bentuk keuntungan awal. Tak lama berselang, Abbas kembali meminjam Rp350 juta. Namun hingga kini, menurut pengakuan Syah Affandin, tak ada pembayaran lanjutan atas kedua pinjaman tersebut.

“Awalnya saya dukung, karena katanya untuk usaha. Tapi kemudian dia mengaku bahwa usaha itu tidak benar-benar ada. Ia hanya terpaksa mengatakan itu karena terdesak untuk membayar hutang lain,” jelas Syah Affandin.

Terkait isu pengosongan rumah, Syah Affandin menegaskan bahwa tidak pernah ada unsur pemaksaan. Rumah itu, menurutnya, sudah sah diperjualbelikan dan ia mempersilakan Abbas menjualnya jika ingin melunasi utangnya.

“Saya tidak pernah memaksa dia keluar dari rumah itu. Tapi saya minta uang saya dikembalikan. Kalau perlu, jual saja rumah itu, harganya pun tidak sampai Rp1 miliar,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Ustadz Abbas membenarkan bahwa dirinya memiliki utang kepada Bupati Langkat. Namun, ia meminta waktu hingga akhir tahun untuk melakukan pelunasan, sembari berharap masih bisa tinggal di rumah yang kini menjadi objek jaminan.

“Saya tidak menyangkal ada utang, tapi saya mohon waktu sampai akhir tahun. Saya masih butuh tempat tinggal untuk keluarga saya. Karena merasa tertekan, saya terpaksa menggugat Pak Bupati ke pengadilan agar persoalan ini diselesaikan secara hukum,” ujar Abbas singkat.

Bupati Langkat pun menyatakan siap menghadapi gugatan tersebut melalui jalur hukum.

“Kita hadapi saja di pengadilan. Yang penting, kembalikan uang yang dipinjam,” tegasnya. (BM)

Bupati Tapteng Tinjau Perambahan Hutan 300 Hektare di Desa Aek Raso

0

DETEKSI.co – Tapteng, Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, melakukan peninjauan langsung terhadap perambahan hutan seluas kurang lebih 300 hektare di Desa Aek Raso, Kecamatan Sorkam Barat.

Perjalanan sejauh tujuh kilometer melewati medan berbukit yang menantang, dilakukan bersama Wakil Bupati Mahmud Efendi, perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, kepolisian, dan sejumlah kepala dinas.

Suara drone menemani perjalanan menuju lokasi perambahan hutan register yang diduga telah menimbulkan kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah.

Dengan semangat yang tinggi, Bupati Masinton, didampingi rombongan, menyusuri medan terjal.

Kepada masyarakat setempat, beliau menyampaikan himbauan tegas untuk menghentikan penanaman sawit di kawasan hutan lindung Dolok Sigordang.

“Kawasan hutan produksi terbatas ini telah dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit. Kita hadir untuk meminta masyarakat menghentikan aktivitas ini,” tegas Masinton.

Sosialisasi langsung dilakukan di lokasi, menekankan pentingnya pelestarian hutan dan bahaya perambahan hutan terhadap lingkungan.

Rencananya, sosialisasi lebih besar akan dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, melibatkan seluruh masyarakat Kecamatan Sorkam Barat.

Tujuannya, untuk mendapatkan komitmen bersama dalam menghentikan perambahan dan mengembalikan fungsi hutan.

“Ke depannya, kita akan membantu masyarakat dengan tanaman alternatif yang bernilai ekonomis tinggi, seperti aren, durian, atau jengkol, sesuai dengan kondisi tanah dan alam setempat,” jelas Masinton.

Petugas penyuluh pertanian akan memberikan pendampingan teknis. Langkah ini diharapkan dapat mencegah potensi bencana alam seperti longsor yang kerap ditimbulkan oleh perambahan hutan.

Sebelumnya, pada tanggal 29 Juli 2025, Dinas Kehutanan, aparatur pemerintahan Kecamatan dan Desa, bersama Polres Tapteng telah melakukan kunjungan serupa untuk edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi hutan dan menjaga kelestarian lingkungan di Desa Aek Raso.(Jobbinson Purba)

Janda 5 Anak Tagih Uang Rp300 Juta yang Dipinjam Ustad AR, Harap Ada Itikad Baik

0

DETEKSI.co-Medan, Seorang janda lima anak di Medan berharap uang Rp300 juta yang dipinjam seorang pria berinisial AR dapat segera dikembalikan secara baik-baik. Uang tersebut sebelumnya dipinjam dari suaminya, almarhum Ustad Sampan (SF), dan hingga kini belum juga dikembalikan.

Putri keempat almarhum, Rhodah (26), kepada wartawan menyampaikan harapan besar keluarganya atas keadilan dalam pengembalian dana yang dipinjam AR, yang juga dikenal sebagai ustad.

“Awalnya AR datang membujuk orang tua kami untuk berinvestasi dalam usaha obat-obatan di sebuah rumah sakit. Setelah ayah meminjamkan uang sebesar Rp300 juta, usaha tersebut ternyata tidak pernah menunjukkan hasil apapun. Saat kami menagih, AR hanya mengatakan dia akan mengembalikannya, namun tanpa kepastian waktu,” ungkap Rhodah.

Ia juga menyebut, AR sempat menandatangani selembar surat dan kwitansi tanpa materai sebagai bentuk pengakuan hutang pada Oktober 2024. Namun sejak saat itu, AR menghilang dan sulit dihubungi.

Situasi semakin menyulitkan setelah ayah mereka wafat. Keluarga pun bingung harus menempuh cara apa untuk menagih kembali dana tersebut. Kabar terakhir yang mereka dengar menyebutkan bahwa AR kini tengah terlilit banyak utang.

“Saat terakhir kami menagih, dia hanya bilang, ‘Mau dibawa ke mana pun, terserah. Yang penting saya akui saya memang berutang.’ Tapi setelah itu, dia tak bisa dihubungi lagi,” tambah Rhodah.

Istri almarhum SF turut membenarkan pernyataan anaknya. Ia mengaku sangat berharap AR menunjukkan itikad baik untuk mengembalikan uang tersebut.

“Kalau almarhum suami saya masih hidup, mungkin kami tidak akan kesusahan seperti ini. Saya mohon kepada AR, kembalikanlah uang itu. Kami benar-benar sangat membutuhkan untuk kehidupan sehari-hari,” ujarnya dengan penuh haru.

Saat dikonfirmasi, AR membenarkan bahwa dirinya memang memiliki utang sebesar Rp300 juta kepada almarhum SF. Ia mengaku akan mengembalikannya apabila memiliki rezeki.

“Saya tidak mengelak. Memang benar saya punya utang. Kalau ada rezeki, pasti saya kembalikan,” ujar AR singkat.(BM)

Bupati Langkat Dukung Penuh Legalitas Sumur Minyak Rakyat dalam upaya percepatan ketahanan energi indonesia

0

DETEKSI.co-Langkat, Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menghadiri langsung rapat koordinasi yang digelar di Kementerian ESDM terkait pengaturan dan pemberian izin bagi sumur minyak rakyat, Selasa (29/7/2025). Rapat penting ini dipimpin oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan diikuti oleh para kepala daerah penghasil minyak dari berbagai wilayah di Indonesia.

Bupati Syah Afandin hadir didampingi oleh Kepala Bappedalitbang Langkat, Rina Wahyuni Marpaung, S.STP, M.AP. Kehadiran Pemkab Langkat menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat untuk menata ulang keberadaan sumur minyak dikabupaten langkat dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan sektor energi di Langkat dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah serta memberikan kejelasan kepada pelaku usaha dan masyarakat.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 sebagai dasar hukum legalisasi aktivitas pengeboran minyak rakyat. Regulasi ini mengatur skema kerja sama antara masyarakat pengelola sumur minyak dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Dalam aturan tersebut, minyak yang dihasilkan dari sumur rakyat wajib dijual kepada KKKS, dan masyarakat harus memiliki izin usaha—baik dalam bentuk koperasi, UMKM, maupun bermitra dengan BUMD. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kepastian hukum, menjaga keselamatan, serta meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat.

Dalam forum tersebut, Menteri Bahlil menegaskan bahwa izin hanya akan diberikan kepada sumur minyak rakyat yang sudah terbukti berproduksi dan memiliki potensi yang jelas. Tujuannya adalah untuk menjaga keberlanjutan energi nasional sembari memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat pengelola.

“Kami tidak akan memberikan izin baru untuk eksplorasi, tapi hanya untuk sumur-sumur rakyat yang sudah eksisting dan produksi. Ini bukan untuk pembukaan sumur baru. Kami ingin legalisasi ini mendorong keselamatan dan keberlanjutan,” tegas Menteri Bahlil.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Syah Afandin menyatakan dukungan penuh atas langkah pemerintah pusat tersebut. Ia menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Langkat terdapat banyak sumur minyak yang dikelola masyarakat secara tradisional, namun belum tersentuh pengawasan dan belum mengikuti regulasi yg berlaku. Sehingga diharapkan jika dikelola dengan baik mengikuti regulasi yang ada, tidak hanya mampu meningkatkan ketahanan energi tetapi juga pendapatan daerah.

“Kami menyambut baik langkah ini. Di Langkat banyak sumur minyak rakyat yang berjalan tanpa mengikuti regulasi yang ada dan sering kali mengabaikan aspek keselamatan. Maka kehadiran regulasi dan legalitas dari pusat sangat kami butuhkan terutama dalam upaya mewujudkan percepatan ketahanan energi dan peningkatan pendapatan daerah,” ujar Bupati Syah Afandin dalam sesi tanya jawab.

Bupati juga menanyakan skema pendampingan teknis dan perlindungan hukum bagi masyarakat pengelola sumur minyak rakyat di daerah. Menteri Bahlil menjawab bahwa pemerintah pusat sedang menyusun peraturan teknis turunan yang melibatkan Pertamina dan kementerian terkait, termasuk aspek pendampingan serta pengawasan agar pelaksanaan kebijakan ini berjalan optimal.

“Yang penting jangan memberatkan rakyat, Pak Menteri. Tapi bagaimana ini bisa memberikan perlindungan dan kepastian hukum, sekaligus tetap membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal,” ujar Syah Afandin yang disambut positif oleh Menteri Bahlil.

Langkat sendiri tercatat memiliki sejumlah sumur minyak yang masih dikelola masyarakat dan sumur tua yang tersebar di kecamatan padang tualang, sei lepan dan gebang, terutama di daerah yang dulunya bekas wilayah konsesi. Namun, aktivitas tersebut kerap menimbulkan kekhawatiran akibat tidak adanya standar keselamatan kerja serta potensi pencemaran lingkungan.

Dengan kehadiran langsung dalam rapat ini, Pemkab Langkat menunjukkan komitmen untuk menjadi bagian dari solusi nasional dalam penataan energi rakyat, sembari tetap melindungi kepentingan dan keselamatan warganya.

“Kami siap berkoordinasi dengan pusat dan mendata sumur-sumur eksisting yang memenuhi syarat. Harapan kami, masyarakat dilibatkan secara legal dan aman dalam kegiatan ini,” tutup Bupati.(Tim).

Memahami Jenis Golongan Darah Anda yang Mana?

0

Jakarta, Penemuan sistem golongan darah oleh Dr. Karl Landsteiner pada awal abad ke-20 menemukan bahwa tidak semua orang memiliki sel darah yang sama.

Dilansir dari livescience, penemuan ini mengungkapkan bahwa Ketika darah dari orang yang dicampurkan berbeda, seringkali darah tersebut akan menggumpal dan merusak sel-sel di dalamnya.

Penelitian Dr. Karl Landsteiner mengenai tipe-tipe sel darah merah ini mengarah pada penemuan sistem golongan darah ABO, yang mengantarkannya meraih Hadiah Nobel dalam fisiologi atau kedokteran pada tahun 1930.

Penemuan ini juga membantu menjadikan transfusi darah sebagai praktik yang aman dan menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahunnya.

Banyak orang mengetahui di mana mereka berada dalam sistem golongan darah ABO klasik, yang mengkategorikan darah menjadi 4 tipe yakni, A,B, AB, atau O.

Namun dari 4 golongan darah klasik ini bukanlah akhir dari cerita. Tipe darah ada karena sel darah merah, yang mengangkut oksigen melalui aliran darah, membawa protein dan gula yang berbeda di permukaannya, yang disebut antigen.

Tipe golongan darah ABO ditentukan oleh satu gen, dengan satu salinan yang diturunkan dari orang tua.

Golongan darah O adalah versi gen yang paling umum tetapi bersifat resesif, sehingga seseorang perlu mewarisi dua salinan untuk memiliki tipe darah O. versi gen A dan B bersifat dominan, sehingga mereka mengalahkan salinan gen O manapun.

Selain sistem ABO, kita juga mengenal istilah “positif” atau “negatif” untuk tipe darah.

Kategori ini berasal dari antigen lain yang disebut faktor Rh. Orang dengan faktor Rh dikendalikan oleh sekelompok gen yang mempengaruhi beberapa antigen, sehingga genetika di sini lebih rumit dibanding dengan sistem ABO.

Namun, Rf- positif adalah sifat dominan dan lebih umum dalam populasi. Kombinasi berbagai tipe dalam sistem ABO dan faktor Rh menciptakan delapan kelompok darah utama.

Dalam banyak kasus, mengetahui kelompok darah ini sudah cukup untuk memberikan transfusi yang aman.

Namun, beberapa penyakit memperumit hal ini, dan tipe darah menjadi semakin kompleks Ketika mempertimbangkan ratusan antigen lain di permukaan sel darah merah.

Jenis Darah Lainnya
Selain antigen A,B,O, dan faktor Rh. Setidaknya ada 350 antigen lain yang diketahui pada sel darah merah. Angka ini terus bertambah seiring para peneliti mengindentifikasi protein baru yang penting.

Hingga tahun 2024, International Society of Blood Transfusion mengaku 47 sistem golongan darah. Setiap golongan darah ini dapat mencakup beberapa tipe darah, seperti halnya sistem ABO yang mencakup A,B,AB, dan O. Contoh tipe darah langka termasuk fenotip McLeod dan fenotip Kidd-null.

Kompleksitas dalam tipe darah adalah salah satu alasan mengapa bank darah selalu membutuhkan pendonor baru. Comberly mengatakan “Inilah mengapa sangat penting bahwa kami mempertahankan pasokan darah yang beragam dari donor darah dari semua latar belakang,”.

“Darah akan tersedia untuk semua pasien ketika mereka membutuhkannya, termasuk yang membutuhkan darah yang lebih cocok untuk mereka.”

Dengan adanya variasi genetik dalam populasi donor, bank danar memastikan bahwa ada pasokan darah untuk semua pasien ketika keselamatnnya terancam. (Tesalonika Loris)

Sumber, Bisnis.com

Lapas Sibolga dan Pemkab Tapteng Jalin Sinergi, Amankan Masa Depan Anak Terlantar

0

DETEKSI.co – Tapteng, Dalam sebuah kolaborasi yang patut diapresiasi, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) berhasil memberikan solusi bagi empat anak terlantar di Desa Pagaran Honas.

Anak-anak tersebut merupakan buah hati dari seorang warga binaan Lapas Sibolga yaitu Feberudi Waruwu.

Tepat pada Rabu (30/7/2025) siang, pertemuan penting yang dihadiri oleh Kepala Desa Pagaran Honas Herianto dan Kepala Dusun III, Dinas Sosial Tapteng, dan Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga-Tapteng menghasilkan keputusan yang krusial.

Yul Waruwu, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Tapteng, menjelaskan bahwa keempat anak tersebut nantinya akan ditempatkan di sebuah panti asuhan di bawah pengawasan Dinas Sosial.

Keputusan ini diambil demi memastikan anak-anak mendapatkan kehidupan yang layak, perlindungan optimal, dan pemenuhan hak-haknya sesuai peraturan yang berlaku.

Langkah ini mendapat persetujuan penuh dari warga binaan yang bersangkutan.

Ia menandatangani surat penyerahan anak-anaknya ke panti asuhan, disaksikan oleh Dinas Sosial Tapteng dan Kepala Desa Pagaran Honas. Tidak ada paksaan atau tekanan dalam proses ini.

Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga, Novriadi, menyampaikan apresiasi tinggi atas kerjasama yang terjalin.

“Ini bukti nyata kepedulian kita bersama untuk memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi, meskipun orang tua mereka menjalani masa pidana,” ujarnya.

Novriadi menekankan bahwa sinergi antara Lapas Sibolga dan Pemkab Tapteng tidak hanya meringankan beban warga binaan, tetapi juga menjamin masa depan anak-anak agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Dengan penempatan di panti asuhan, diharapkan keempat anak tersebut akan mendapatkan pendidikan, perhatian, dan kasih sayang yang layak selama orang tua mereka menjalani masa pembinaan di Lapas Sibolga.

Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana lembaga pemerintah dan masyarakat dapat bersatu untuk melindungi kelompok rentan. (Jobbinson Purba)

Tenaga Kesehatan dan Guru Honorer Beraudiensi ke DPRD Langkat Sampaikan Aspirasi Terkait Skema Kerja Paruh Waktu

0

DETEKSI.co-Langkat, Ratusan tenaga kesehatan yang tergabung dalam Aliansi R4 dan guru honorer yang tergabung dalam Aliansi R3 beraudiensi ke DPRD Kabupaten Langkat pada Rabu (30/7/2025). Audiensi tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin Angin, Wakil Ketua DPRD Antoni, serta Ketua Komisi II DPRD Langkat Sedarita Ginting.

Dalam pertemuan tersebut, Muliana Sitepu sebagai juru bicara Aliansi R4 menyampaikan harapan agar dapat difasilitasi untuk tetap bekerja dengan skema paruh waktu. Aspirasi ini disampaikan sebagai upaya agar para tenaga kesehatan tetap terdata secara resmi di sistem pemerintahan, terutama menjelang proses pendataan tenaga non ASN yang akan ditutup pada September 2025.

“Kami berharap DPRD Langkat bisa mendorong dan mengusulkan aspirasi kami ke pemerintah pusat, khususnya Kementerian PAN-RB, sebelum batas waktu pengusulan ditutup,” ujar Muliana Sitepu.

Sementara itu dari Aliansi R3 mempertanyakan bagaimana status mereka jika diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, sedangkan menurut mereka untuk guru tidak ada yang paruh waktu.

Menjawab pertanyaan itu, Plt. Kepala BKD Langkat Syafriansyah menjelaskan bahwa dasar pengangkatan PPPK Paruh Waktu adalah Kepmen PANRB nomor 16 tahun 2025, namun pihaknya belum menerima juknis dari aturan tersebut.

Berdasarkan Kepmen PANRB nomor 16 tahun 2025, pengadaan PPPK Paruh Waktu dilakukan berdasarkan hasil seleksi ASN tahun anggaran 2024, sebut Syafriansyah.

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa kebutuhan ASN di Pemerintah Kabupaten Langkat disesuaikan dengan Anjab dan ABK.

Atas pernyataan ini, Wakil Ketua DPRD Langkat Antoni meminta BKD dapat bekerja sama dengan Bagian Organisasi Setdakab Langkat melakukan pemetaan kebutuhan ASN berdasarkan Anjab dan ABK. Terkait belum ada juknis dari Kemen PANRB, ia meminta BKD Langkat untuk jemput bola ke pusat dan DPRD Langkat siap mendampinginya.

Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin Angin dalam arahannya menyambut baik kedatangan dan aspirasi yang disampaikan oleh kedua Aliansi. Ia menyatakan bahwa DPRD Langkat siap menjadi jembatan antara para tenaga kesehatan dan guru honorer dengan pemerintah pusat.

“Kami memahami keresahan dan harapan rekan-rekan tenaga kesehatan dan guru honorer. DPRD akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengawal aspirasi ini agar dapat ditindaklanjuti,” ujar Ketua DPRD dalam tanggapannya.

Dengan adanya audiensi ini, Aliansi R3 dan R4 mengharapkan aspirasi mereka segera ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan yang berpihak pada keberlangsungan pekerjaan karena mereka sudah puluhan tahun mengabdi di Kabupaten Langkat.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Asisten Administrasi Umum Musti Sitepu dan Kabag Organisasi Beni Sukmaria Ginting. (Tim).

Audiensi ke Kantor Camat, PAC PBB Percut Seituan Siap Sosialisasikan Program PATEN KALI ke Masyarakat

0

DETEKSI.co – Sentis, Dalam rangka mewujudkan program kerja nyata, sekaligus untuk menjalin silaturahmi dengan Pemerintahan, dan jajaran pengurus Pemuda Batak Bersatu (PBB), Kecamatan Percut Sei Tuan, melakukan Audiensi ke kantor Camat Percut Sei Tuan, Jalan Abioso Dusun XIV Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Rabu (30/7/2025).

Dikesempatan itu, Ketua Pimpinan Anak Cabang Pemuda Batak Bersatu (PAC PBB) Kecamatan Percut Sei Tuan, Bohal Sinambela, Wakil Ketua II, Maratua Sinaga, Ketua Ranting Desa Sentis, M. Siregar, Ketua Ranting Desa Cinta Damai, Frederik Rajagukguk, menyampaikan bahwa organisasi PPB bergerak di bidang sosial, yang didasari azas gotong-royong, solidaritas, toleransi serta menjaga kerukunan umat beragama.

Sambung Ketua PAC PBB Kecamatan Percut Sei Tuan, Bohal Sinambela menjelaskan bahwa kedatangannya untuk beraudiensi dalam rangka koordinasi terkait dengan Program Kerja PBB kedepannya, visi misi, dan sebagai mitra kerja demi mewujudkan situasi kondusif di wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan ini. Ia juga berharap, kiranya kegiatan-kegiatan di PBB Percut Sei Tuan yang bersifat sosial dapat disinkronkan dengan kegiatan yang ada di Kecamatan Percut Sei Tuan ini.

“Kita berharap agar nantinya, program-program Pemuda Batak Bersatu ini, dapat sejalan dengan program-program yang ada Kecamatan Percut Sei Tuan dalam rangka terwujudnya pertumbuhan dan perkembangan serta kesadaran dan tanggung jawab sosial setiap generasi muda dalam mencegah, menangkal, menanggulangi dan mengantisipasi berbagai masalah sosial yang ada di wilayah hukum Kecamatan Percut Sei Tuan ini,” ucapnya.

Audiensi dengan Camat Percut Sei Tuan, A. Fitriyan Sukri, S.STP, M.Si yang di wakili oleh Sekcam Percut Sei Tuan Andriani Zahara Nasution, S.Ag, menyampaikan pihaknya menyambut baik, dan senang akan kedatangan Ketua serta pengurus, Pemuda Batak Bersatu Kecamatan Percut Sei Tuan berharap kiranya organisasi tersebut dapat membantu berbagai kegiatan sosial yang positif yang ada di kecamatan Percut Sei Tuan ini.

“Mewakili Pak Camat, saya bangga akan kehadiran Pemuda Batak Bersatu di Kecamatan Percut Sei Tuan ini. Semoga kedepannya PBB ini dapat bersinergi dengan Pemerintahan,” harap, Sekcam Andriani Zahara Nasution seraya menjelaskan pada dasarnya pak Camat senang berkolaborasi dengan PBB khususnya PBB yang ada di Kecamatan Percut Sei Tuan.

Selain itu, Andriani Zahara Nasution berharap bantuan PBB untuk mendukung pembinaan masyarakat dan pemuda di Kecamatan. Sesuai visi misi Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, M.Ked(PD), Sp.PD Masyarakat sehat, Cerdas, Sejahtera, Religius dan Berkelanjutan.
Sambung Andriani Zahara Nasution menjelaskan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan lounching atau uju coba program PATEN KALI (Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan Lengkap dan Elektronik), untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan pelayanan administrasi di tingkat kecamatan.

program PATEN KALI ini untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan, perizinan usaha, dan pelayanan publik lainnya.

Dengan adanya PATEN KALI, diharapkan masyarakat Deli Serdang dapat merasakan kemudahan dan kenyamanan dalam mengakses berbagai layanan publik.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan melaksanakan lounching program PATEN KALI di Desa Kolam, Desa Sambirejo Timur, yang sebelumnya program PATEN KALI sudah kita laksanakan di Kelurahan Kenagan Baru. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap dan kami berharap partisipasi PBB untuk menyampaikan program kerja serta visi dan misi Bapak Bupati Deli Serdang ke masyarakat,” harapnya. (Pea)

Respect Untuk Timnas Indonesia, Rico Waas Duduk Lesehan Bersama Ribuan Masyarakat Nobar Final Piala AFF U-23

0

DETEKSI.co-Medan, Ribuan masyarakat Kota Medan antusias memadati halaman depan Balai Kota dan jalan Raden Saleh untuk nonton bareng (nobar) pertandingan Final Piala AFF U- 23 antara Timnas Indonesia melawan Vietnam melalui layar videotron besar, Selasa (29/7/25) malam. Antusiasme luar biasa ini mencerminkan semangat juang Garuda Muda yang pantang menyerah, meskipun harus mengakui keunggulan Vietnam dengan skor akhir 1- 0.

Nobar yang digelar oleh Pemko Medan ini sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan timnas di laga Piala AFF U- 23 tahun 2025. Selain itu Nobar ini juga menjadi wadah yang diberikan Pemko Medan kepada masyarakat untuk mendukung Timnas U- 23.

Suasana meriah dan penuh semangat mewarnai jalannya nobar. Dua layar Videotron besar dipasang di depan Balai Kota dan di Jalan Raden Saleh (Jembatan). Sekitar pukul 18.00 Wib masyarakat Kota Medan mulai berdatangan ke Balai Kota. Melalui Nobar ini kita bangkitkan semangat nasionalisme dan patriotisme.

Acara nobar sendiri berlangsung santai tanpa adanya seremonial. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas duduk lesehan membersamai masyarakat. Rico Waas pun menikmati jalannya pertandingan tersebut. Hadir dan ikut Nobar Anggota DPRD kota Medan Muhammad Afri Rizki Lubis, Sekda Wiriya Alrahman dan unsur Forkopimda serta Pimpinan Perangkat Daerah Kota Medan.

Saat pertandingan dimulai, tepuk tangan dan sorakan masyarakat memberi semangat pun beberapa kali terdengar ketika Timnas Indonesia membawa bola dan melakukan serangan ke gawang Vietnam.

Indonesia memiliki peluang pertama di menit kelima melalui Bola tandukan Jens Raven dalam situasi lemparan ke dalam melayang di atas mistar gawang. Selanjutnya Vietnam balik mengancam di menit ke-12. Bola tembakan luar kotak penalti Nguyen Van Truong masih menyamping dari gawang Indonesia.

Di menit ke-36 pemain Vietnam Nguyen Cong Phuong mencetak gol dengan menyambar bola muntah di kotak penalti dalam situasi sepak pojok. Vietnam memimpin 1-0 dan bertahan hingga turun minum.

Dibabak kedua Timnas Indonesia masih kesulitan menembus pertahanan Vietnam. Serangan demi serangan dicoba oleh Timnas Indonesia namun tidak ada yang menghasilkan gol.

Akhirnya setelah wasit meniupkan peluit panjang Timnas Indonesia U-23 harus mengakui keunggulan Vietnam di final Piala AFF U-23 2025. Garuda Muda harus puas jadi runner-up setelah dikalahkan Vietnam 1- 0.

Usai Nobar Wali Kota Medan Rico Waas menanggapi pertandingan Timnas Indonesia U-23 melawan Vietnam. Menurut Rico Waas permainan cukup ketat. Meskipun kalah kita tetap respect dan apresiasi terhadap Timnas Indonesia karena sampai di menit akhir pertandingan tensi permainan tidak turun dan para pemain tetap semangat.

“Ini yang membuat masyarakat tetap stay menonton, tidak pulang meskipun Timnas Indonesia tertinggal tapi punya harapan kita bisa membobol pertahanan dan gawang Vietnam”, kata Rico Waas

Secara pribadi, Rico Waas menilai kedua tim yang bertanding Final Piala AFF U- 23 ini imbang. Namun bagi Timnas Indonesia tinggal butuh kesempatan sedikit saja untuk membobol pertahanan Vietnam. “Kualitas Timnas Indonesia sudah mantab, hanya tinggal diperkuat lagi aja”, ujar Rico Waas.

Melihat antusias masyarakat yang hadir dalam Nobar ini, Rico Waas bersyukur masyarakat ramai yang datang dan tertib. Tentunya ini menandakan bahwa masyarakat betul-betul cinta sama olahraga dan cinta dengan Timnas Indonesia sehingga benar-benar ingin mendukung.

“Kita bisa lihat walaupun Timnas kalah dan tidak beruntung pada kali ini, masyarakat juga tidak meluapkan kekecewaan yang berlebihan. Tetap ada respect yang tinggi kepada Timnas. bagi kami itu salah satu yang terpenting, artinya kita selalu punya harapan tentang bagaimana perjalanan Timnas kita untuk menjuarai dari waktu ke waktu, itu yang paling penting tentang harapan kedepannya”, jelas Rico Waas.

Selanjutnya di sela babak pertama dan akhir pertandingan, Rico Waas memberikan hadiah kepada 6 orang masyarakat yang dapat menjawab pertanyaan. Games ini pun menambah keseruan Nobar Final Piala AFF U- 23.(Red/d)

Bentrokan Brutal Antar Pemuda Kembali Pecah di Belawan, Warga Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku dan Bandar Narkoba

0

DETEKSI.co-Belawan, Ketegangan antar kelompok pemuda kembali memuncak dan menimbulkan keresahan di Kelurahan Belawan, Kecamatan Medan Belawan, Selasa (29/7/2025). Bentrokan yang diduga dipicu oleh persaingan dalam bisnis narkoba ini melibatkan dua kelompok pemuda dari kawasan Kampung Kolam yang dikenal dengan sebutan “Kampung Narkoboy” dan kelompok pemuda dari Jalan Tanggul.

Aksi tawuran yang terjadi sejak beberapa hari terakhir ini menyebabkan kerusakan sejumlah rumah warga di sekitar Jalan Tanggul. Bahkan, satu rumah nyaris hangus terbakar akibat ledakan petasan yang dilempar saat bentrokan terjadi. Beruntung, api berhasil dipadamkan oleh warga sebelum meluas.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa ketegangan bermula dari penolakan kelompok pemuda Jalan Tanggul terhadap aktivitas peredaran narkoba yang dilakukan oleh kelompok dari Kampung Kolam. Perseteruan ini kemudian berubah menjadi bentrokan terbuka.

“Persaingan antara dua kelompok ini semakin panas. Diduga ada aktor yang sengaja memprovokasi agar Belawan terus tidak kondusif,” ujarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan aksi tawuran berlangsung brutal. Massa saling serang menggunakan senjata tajam, batu, senapan angin, panah, hingga petasan. Aparat gabungan dari Polres Pelabuhan Belawan, Polsek Belawan, Brimob Polda Sumut, dan TNI AL (Marinir) yang turun ke lokasi pun sempat mendapat perlawanan. Petugas bahkan dilempari batu oleh massa.

Sebagai langkah meredam situasi, pada malam hari sebelumnya, Senin (28/7/2025), PAC Pemuda Pancasila Medan Belawan menginisiasi mediasi perdamaian bertajuk “Bersatu Lebih Kuat, Damai Lebih Hebat: Saatnya Bersaudara, Bukan Bermusuhan”. Acara berlangsung di Lapangan Sekretariat PAC dan dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat serta Wali Kota Medan.

Meski demikian, warga menilai upaya damai tersebut belum cukup efektif. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas, tidak hanya terhadap pelaku tawuran, tetapi juga terhadap bandar dan pengedar narkoba yang dituding menjadi biang kerok konflik.

“Ini sudah sangat meresahkan! Rumah kami dirusak, ada yang dijarah, bahkan korban luka dan nyawa pun mulai berjatuhan. Polisi jangan cuma bubarkan massa, tapi tangkap dan bersihkan kampung ini dari pelaku kejahatan,” tegas salah seorang warga dengan nada geram.

Ia juga berharap Polres Pelabuhan Belawan meningkatkan patroli, terutama pada malam hari, di titik-titik rawan kejahatan. Pasalnya, aksi begal juga dilaporkan semakin marak dan bahkan viral di media sosial, dengan beberapa kejadian terjadi di kawasan Belawan.

Warga kini berharap penuh pada aparat penegak hukum untuk mengembalikan rasa aman dan nyaman di lingkungan mereka, serta menindak tegas segala bentuk kriminalitas yang merusak tatanan sosial masyarakat.(Ema)