Beranda blog Halaman 326

Rotasi PjU Polres Tapanuli Tengah, Wakapolres Baru dan Sejumlah Mutasi Strategis

0

DETEKSI.co – Tapteng, Polres Tapanuli Tengah melakukan penyegaran organisasi dengan melantik Wakapolres dan merotasi sejumlah pejabat utama (PjU). Upacara pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) berlangsung di Lapangan Apel Polres Tapanuli Tengah, dipimpin langsung oleh Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K, M.Si.

Mutasi ini berdasarkan Surat Telegram Kapolda Sumatera Utara Nomor: ST / 557 / VII / KEP. / 2025 tanggal 14 Juli 2025 dan Surat Telegram Kapolres Tapanuli Tengah Nomor: STR/39/VII/KEP/2025 tanggal 17 Juli 2025, sebagai upaya peningkatan kinerja dan pelayanan kepolisian.

Jabatan-jabatan yang mengalami pergantian yakni, Wakapolres Tapanuli Tengah, Kompol Muhammad Iskad, S.H, M.M. (sebelumnya Kabag SDM Polres Labuhan Batu Selatan), Kabagren Polres Tapanuli Tengah, AKP Basar Siregar, S.H. (sebelumnya Kaurharling Subbagharbangling Yanma Polda Sumut), menggantikan Kompol Syafrizal Asrul, S.H. yang kini menjabat Kasat Binmas Polresta Deli Serdang.

Kemudian, Kasatlantas Polres Tapanuli Tengah, AKP Dela Antomi, S.H. (sebelumnya Kasat Binmas Polres Tapanuli Tengah), menggantikan AKP Mujiono, S.Pd. yang kini menjabat Kasat Binmas Polres Asahan, Kasat Binmas Polres Tapanuli Tengah, AKP Sargatua Siregar, S.H. (sebelumnya Kasubbagdalops Bagops Polres Tapanuli Tengah), menggantikan AKP Dela Antomi, S.H.

Selanjutnya, Kapolsek Pinangsori, Iptu Julius Sinurat, S.H, menggantikan AKP Jonggara Hutajulu, S.Sos. yang kini menjabat Kabag SDM Polres Toba dan Kaurbinops Satbinmas Polres Tapanuli Tengah, Iptu Ruspian, S.H, M.H. kini bertugas sebagai Panit 1 Unit 3 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Sumut.

Dalam arahannya, AKBP Wahyu Endrajaya menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan pelayanan prima dari seluruh pejabat. Ia berharap pejabat baru dapat segera beradaptasi dan melanjutkan program-program yang telah berjalan. Kapolres juga menegaskan komitmen Polres Tapanuli Tengah untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan pendekatan humanis dan preemtif, serta memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.

Upacara yang berlangsung hingga pukul 08.32 WIB dilanjutkan dengan acara pisah sambut. Rotasi ini diharapkan akan membawa peningkatan kinerja bagi Polres Tapanuli Tengah. (Jobbinson Purba)

Polres Tapanuli Tengah Selesaikan Pembangunan Rumah Warga Tak Mampu di Sitahuis

0

DETEKSI.co – Tapteng, Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Tengah kembali menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP Wahyu Endrajaya, pembangunan rumah tak layak huni (RTLH) milik Lindawati Samosir di Desa Naga Timbul, Kecamatan Sitahuis, telah rampung.

Pembangunan rumah tersebut sempat terhenti akibat kendala biaya setelah mendapat bantuan awal dari mantan Penjabat (Pj) Bupati Tapteng, Sugeng Riyanta.

Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Wahyu Endrajaya, menyatakan bahwa penyelesaian pembangunan rumah ini merupakan bagian dari program sosial Polres Tapanuli Tengah tahun 2025.

“Kami merasa terpanggil untuk membantu Ibu Lindawati agar memiliki tempat tinggal yang layak,” ujar AKBP Wahyu saat meninjau lokasi pada Senin (22/7/2025), didampingi Kabag Ren, Kapolsek Pandan, Camat Sitahuis, dan Kepala Desa Naga Timbul.

Langkah cepat Polres Tapanuli Tengah ini mendapat apresiasi tinggi.

Sugeng Riyanta, yang kini menjabat Direktur D di Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM Pidum) Kejaksaan Agung, menyampaikan rasa syukur dan harunya melalui unggahan tertulis.

Ia mengucapkan terima kasih atas penyelesaian pembangunan rumah yang sempat ia inisiasi.

“Alhamdulillah, PR saya dituntaskan Pak Kapolres. Saya terharu melihat aksi cepat beliau,” tulis Sugeng.

Rumah baru Lindawati Samosir direncanakan diresmikan dalam dua pekan mendatang.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi contoh sinergi positif antara pemerintah dan kepolisian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu.

Dengan rumah yang layak huni, Lindawati kini dapat menikmati kehidupan yang lebih aman dan nyaman, berkat kepedulian aparat penegak hukum yang tak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan harapan nyata. (Jobbinson Purba)

Gubsu dan Bupati Langkat Sepakat Kolaborasi akan Membangun Pulau Kampai

0

DETEKSI.co-Langkat, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH melakukan kunjungan kerja ke Desa Pulau Kampai, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Senin (21/7/2025) sore, sampai dengan Ba’da Isya. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam upaya kolaborasi pembangunan wilayah terluar Langkat tersebut.

Didampingi para kepala dinas dari Pemprov Sumut dan Pemkab Langkat, peninjauan dimulai dari pelayanan masyarakat seperti kegiatan posyandu, pengembangan UMKM terasi, pengajian anak-anak, hingga berdialog langsung dengan masyarakat untuk mendengar aspirasi dan keluhan mereka.

Di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Pulau Kampai, Bupati Langkat Syah Afandin dan Gubernur Sumut berkomitmen untuk segera melakukan renovasi fasilitas kesehatan tersebut. “Insyaallah ini akan segera kita renovasi agar masyarakat di sini lebih nyaman,” ujar Bupati Syah Afandin, yang langsung disambut riuh bahagia warga setempat.

Sebagai bentuk perhatian, bantuan juga diberikan kepada balita yang mengikuti kegiatan posyandu. Di antaranya berupa makanan sehat seperti roti, bubur, telur, dan jajanan bergizi lainnya.

Peninjauan dilanjutkan ke lokasi UMKM produksi belacan khas Pulau Kampai. Di sini, Bupati Syah Afandin menegaskan bahwa terasi pulau Kampai harus menjadi produk unggulan khas Kabupaten Langkat. “Ketika orang mencari terasi atau belacan yang enak, harus dari Langkat,” tegasnya. Gubernur Bobby Nasution menyambut antusias gagasan ini dan menyatakan dukungan penuh dari Pemprov untuk peningkatan skala usaha UMKM tersebut.

Dalam kunjungan ke kegiatan pengajian anak-anak menjelang Maghrib, Gubernur Bobby turut memberikan bantuan Al-Qur’an, meja ngaji, sarung, dan perlengkapan lainnya. Anak-anak pun menyambut hangat dengan seruan serempak, “Terima kasih Pak Bobby.”

Menanggapi aspirasi masyarakat terkait minimnya fasilitas kesehatan, Gubernur dan Bupati sepakat membangun Puskesmas Rawat Inap di Pulau Kampai. Pemerintah Kabupaten Langkat akan menyiapkan lahan, sedangkan anggaran pembangunan akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Tadi kata Pak Bupati, lahan akan disiapkan. Perencanaan untuk pembangunan Puskesmas rawat inapnya akan dibuat oleh kabupaten, kami menyiapkan anggarannya,” jelas Gubernur Bobby.

Bupati Langkat H. Syah Afandin menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bukti nyata sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten untuk pemerataan pembangunan hingga ke daerah terluar. “Pulau Kampai harus menjadi bagian dari pembangunan strategis Sumut, bukan lagi wilayah yang tertinggal,” ucapnya.

Kunjungan kerja ini menjadi simbol kuat komitmen Gubernur Sumut dan Bupati Langkat dalam mewujudkan keadilan sosial serta kesejahteraan masyarakat di pelosok Sumatera Utara. (Tim).

POBSI Medan Ingin Rangkul Semua Rumah Biliar

0

DETEKSI.co-Medan, Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Medan periode 2025-2019 ingin merangkul semua rumah biliar. Mereka ingin bersama-sama memajukan biliar di Kota Medan.

Hal itu terungkap saat Pengkot POBSI Medan melakukan silaturahmi dengan rumah biliar di Aula Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan, Jalan Ibus Raya, Petisah, Senin (21/7/2025) sore.

Hadir Ketua Pengkot POBSI Medan Ir Halomoan Samosir, Sekretaris Sumuang Nababan, Bidang Organisasi Tri Yoga Wibowo, Bidang Kepelatihan Resa M Rangkuti, Bidang Hukum dan Lembaga Asril Tanjung, dan lainnya. Hadir juga beberapa rumah biliar.

“Tujuan kita menggelar pertemuan ini adalah untuk saling mengenal dengan rumah biliar. Selain itu juga membahas program POBSI Medan ke depan bersama rumah biliar. Kita ingin merangkul semua rumah biliar di Kota Medan,” jelas Halomoan.

Agenda POBSI Kota Medan terdekat adalah pelaksanaan Kejuaraan Biliar Piala Wali Kota Medan yang akan digelar 9-10 Agustus 2025 mendatang. Kejuaraan ini akan dirangkai dengan pelantikan Pengkot POBSI Medan periode 2025-2029.

“Pengkot POBSI Medan akan dilantik pada 9 Agustus 2025 bersamaan dengan pembukaan Piala Wali Kota Medan. Kita berharap semua rumah biliar hadir,” ungkapnya.

Pertemuan itu juga membahas soal rencana pembentukan klub biliar, handicap, pelaksanaan turnamen, dan sebagainya. POBSI Medan berharap turnamen biliar di Kota Medan ke depan lebih terjadwal sehingga lebih ramai.

“Kita berencana membentuk klub di rumah-rumah biliar. Mereka akan dibuatkan SK. Jadi dengan adanya klub tersebut, maka pembinaan atlet akan semakin berkembang,” jelasnya.

Halomoan mengakui rumah biliar di Kota Medan semakin berkembang belakangan ini. Dan, rumah biliar tidak bisa dipisahkan dari segi prestasi dengan bisnis. “Kita ingin kolaborasikan antara prestasi dengan bisnis dengan pembentukan klub di rumah biliar,” paparnya.

Untuk itu, POBSI Medan bertekad menjadi rumah bagi seluruh rumah biliar di Kota Medan. POBSI ingin melindungi rumah biliar. Karena itu, mereka akan menjalin komunikasi dengan pemerintah.

“Memang berat. Tapi kami tidak pernah parah semangat. Kami akan bekerja keras bagaimana merangkul semua rumah biliar. Kemudian sama-sama menjalin komunikasi dengan pemerintah,” pungkas Halomoan. (moe)

Bangun Semangat Perubahan, Kalapas Sibolga Pantau Langsung Program Rehabilitasi

0

DETEKSI.co – Tapteng, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga, Novriadi, bersama Kepala Kesatuan Pengamanan (KPLP) Ibnu Taqwym dan Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Krispinus Tarigan, melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan Program Rehabilitasi Pemasyarakatan di Lapas Sibolga.

Peninjauan yang dilakukan pada Senin (21/07/2025) ini bertujuan untuk memastikan program berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi warga binaan.

Kalapas Novriadi menyaksikan langsung berbagai kegiatan rehabilitasi yang diikuti para warga binaan.

Dari sesi konseling individual dan kelompok, pembinaan spiritual yang intensif, hingga aktivitas-aktivitas positif seperti olahraga dan pengembangan keterampilan, semuanya diamati secara detail.

Selain itu, Kalapas juga melakukan inspeksi terhadap sarana dan prasarana pendukung program rehabilitasi, memastikan semuanya memenuhi standar kenyamanan dan keamanan.

Dalam arahannya kepada para peserta rehabilitasi, Kalapas Novriadi menekankan pentingnya semangat dan komitmen untuk berubah.

“Program ini dirancang untuk membantu kalian menjadi pribadi yang lebih baik, bebas dari jeratan narkoba, dan menjadi contoh bagi warga binaan lainnya,” tegas Kalapas.

Ia menambahkan pesan inspiratif, “Keberhasilan diukur dari perbaikan diri setiap hari. Jadilah lebih baik dari diri kalian kemarin.”

Kerja sama yang solid antara Lapas Kelas IIA Sibolga, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Kementerian Agama menjadi kunci keberhasilan Program Rehabilitasi Pemasyarakatan ini.

Program yang komprehensif ini meliputi konseling, pembinaan spiritual, perawatan kesehatan, kegiatan olahraga, dan pengembangan karakter melalui berbagai aktivitas positif dan terarah.

Harapannya, program ini dapat membantu para warga binaan untuk kembali berintegrasi ke masyarakat sebagai individu yang produktif dan bertanggung jawab. (Jobbinson Purba)

Tangis Nurlela di Persidangan, Akui Enam Kali Jadi Kurir Sabu Demi Biaya Anak

0
Oplus_0

DETEKSI.co-Batam, Suasana ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (21/7/2025) berubah haru ketika Nurlela, perempuan paruh baya yang menjadi terdakwa kasus narkotika, menangis di hadapan majelis hakim. Ia mengaku sudah enam kali menjadi kurir sabu atas perintah menantunya sendiri, Chairul.

Sidang yang dipimpin hakim Douglas Napitupulu, didampingi Andi Bayu dan Dina Puspasari, awalnya menghadirkan saksi penangkap dari Polda Kepri, Redi Trisaputra. Namun jalannya sidang sempat memanas ketika jaksa penuntut umum (JPU) meminta penjelasan detail tentang kronologi penangkapan.

“Coba tanyakan langsung ke terdakwa Chairul,” jawab Redi, singkat.

Jawaban itu membuat jaksa tak puas. “Saksi ini dari kepolisian kan? Jawaban seperti ini kurang pantas,” kata JPU dengan nada meninggi.

Redi kemudian menjelaskan bahwa penangkapan awal dilakukan petugas Bea Cukai Bandara Hang Nadim. Saat itu, Nurlela tertangkap membawa sabu seberat 500 gram. Dari hasil pengembangan, barulah polisi menangkap Chairul. Dari rumah Chairul, polisi menemukan 2.284 butir ekstasi dan 12 gram sabu yang rencananya akan diedarkan ke Karimun.

Barang haram itu, kata Redi, diduga berasal dari seorang bandar asal Malaysia yang kini masih berstatus buron. Sementara percakapan WhatsApp yang disita polisi mengungkapkan bahwa Nurlela hanya menjalankan perintah Chairul. Barang yang dibawa Nurlela milik Chairul. Dia diperintah untuk mengantarkan sabu ke Kalimantan,” jelas Redi.

Ketika gilirannya memberikan keterangan, Nurlela mengakui sudah enam kali menjadi kurir sabu. “Empat kali ke Samarinda, satu kali ke Jakarta, dan satu kali ke Lombok,” katanya. Total sabu yang telah ia selundupkan mencapai enam kilogram.

Motifnya sederhana, untuk biaya hidup dan kebutuhan anak. Saya hanya dibayar delapan juta sekali jalan. Total sudah tiga puluh juta. Semua untuk biaya anak,” tutur Nurlela dengan suara bergetar.

Menutup kesaksiannya, Nurlela menundukkan kepala dan menangis. “Saya menyesal,” ucapnya lirih.

Majelis hakim kemudian menunda sidang dan akan melanjutkan pemeriksaan pekan depan. (Hendra S)

Lamban Tangani Kasus Penganiayaan, Polsek Pulau Tello Disorot Kuasa Hukum Korban

0

DETEKSI.co-Nias Selatan, Kuasa hukum keluarga korban penganiayaan, Sanokhôi Sarumaha, yakni Onesius Gaho, S.H., M.H., CLA., C.Md., secara tegas mempertanyakan kinerja Polsek Pulau Tello, Nias Selatan yang dinilai lamban dalam menangani kasus dugaan penganiayaan berat yang dialami kliennya.

Sanokhôi Sarumaha dilaporkan mengalami luka serius dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Namun hingga kini, menurut keluarga, belum ada langkah konkret dari pihak kepolisian untuk menindak dua orang terduga pelaku.

“Sebagai kuasa hukum, saya sangat menyesalkan sikap diam Polsek Pulau Tello. Ini bukan delik aduan, melainkan delik biasa sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat (2) KUHP. Harusnya polisi bisa bertindak tanpa menunggu laporan,” ujar Onesius Gaho, Senin (21/7/2025).

Pihak keluarga korban mengaku frustrasi karena belum mendapat kepastian hukum, dan akhirnya menunjuk Gaho sebagai kuasa hukum. Namun yang disayangkan, lanjutnya, pihak Polsek hanya menyampaikan bahwa kasus ini masih dalam tahap “meminta keterangan,” tanpa ada tindakan hukum tegas terhadap para pelaku.

“Ini bukan sekadar kelalaian, tetapi kegagalan fungsi penegakan hukum. Kami akan membawa persoalan ini ke Kapolres Nias Selatan, Kapolda Sumut, bahkan Kapolri. Jika perlu, kami minta seluruh personel di Polsek Pulau Tello dievaluasi dan diganti karena tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya,” tegas Gaho.

Ia juga mengingatkan masyarakat Pulau Tello dan Nias Selatan agar tidak main hakim sendiri dalam menyelesaikan persoalan.

“Negara ini adalah negara hukum. Semua masalah harus diselesaikan secara legal. Jika tindakan kekerasan dibiarkan, itu sama saja meruntuhkan wibawa hukum di negeri ini,” pungkasnya.(Red)

TNI Amankan Kunker Bupati Puncak di Agandugume, Wujud Sinergi untuk Pelayanan Masyarakat

0

DETEKSI.co-Puncak, Dalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan pemerintahan di wilayah pegunungan tengah Papua, Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 751/Vira Jaya Sakti (VJS) melaksanakan pengamanan kunjungan kerja Bupati Puncak, Bapak Elvis Tabuni, S.E., M.M., di Distrik Agandugume, pada Senin (21/7/2025).

Kehadiran Bupati disambut meriah oleh masyarakat melalui tarian adat dan pengalungan kalung oleh tokoh masyarakat Agandugume, sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas kunjungan pimpinan daerah ke wilayah mereka.

Dalam agenda kunjungannya, Bupati Puncak menyerahkan penyaluran dana desa kepada para kepala kampung secara simbolis. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil Distrik Agandugume.

Personel Yonif 751/VJS yang terlibat dalam pengamanan bekerja secara profesional dan humanis, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan penuh keakraban antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Satgas Yonif 751/VJS terus berkomitmen mendukung program-program pemerintah daerah di wilayah pegunungan Papua, khususnya dalam menciptakan stabilitas keamanan yang kondusif bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat.(Ril)

Kalapas Sibolga Perketat Keamanan, Tinjau Langsung Area Rawan

0

DETEKSI.co – Tapteng, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga, Novriadi, memimpin inspeksi mendadak ke area brandgang Lapas, Senin (21/7/2025).

Langkah tegas ini bertujuan memperkuat sistem deteksi dini dan memastikan keamanan serta ketertiban di lingkungan Lapas tetap terjaga.

Didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan (KPLP), Ibnu Taqwym, Kalapas Novriadi melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi area brandgang, meliputi kebersihan lingkungan dan kinerja petugas di setiap pos pengawasan.

Peninjauan yang dilakukan secara detail ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi fisik bangunan hingga efektivitas sistem pengawasan yang diterapkan.

Kalapas menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesigapan petugas dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

“Pengawasan rutin dan intensif di area-area rawan seperti brandgang ini merupakan langkah preventif yang krusial,” tegas Kalapas Novriadi.

Inspeksi ini bukan hanya sekedar pengecekan keamanan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab seluruh petugas Lapas.

“Kita harus selalu waspada dan proaktif dalam mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya lagi.

Kalapas berharap kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan Lapas Sibolga tetap aman dan kondusif. (Jobbinson Purba)

Rico Waas Ikuti Peluncuran 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Pemko Medan Siap Sukseskan Program Presiden Prabowo

0

DETEKSI.co-Medan, Program nasional Koperasi Desa (Kopdes)/ Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih secara resmi diluncurkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Senin (21/7/2025). Program yang mencakup pembentukan 80.000 kelembagaan koperasi di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia ini diluncurkan secara simbolis di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Peluncuran program nasional Kopdel/Kopkel Merah Putih ini diikuti Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas secara virtual melalui Command Center di Kantor Wali Kota Medan. Turut hadir dan mengikuti peluncuran Kopdel/Kopkel , Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, Perwakilan Kajari Medan, dan segenap Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim. Pada hari ini, Senin 21 Juli 2025, saya Presiden Prabowo Subianto meluncurkan kelembagaan 80 ribu koperasi desa dan kelurahan merah putih. Terima kasih,” ucap Presiden Prabowo Subianto sembari menekan tombol sirine sebagai pertanda peluncuran.

Selain penekanan tombol sirine, Peluncuran Kopdel/Kopkel Merah Putih ini juga ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Badan Hukum Koperasi Merah Putih secara simbolis oleh Presiden Prabowo Subianto kepada perwakilan Ketua Koperasi.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengatakan konsep koperasi lahir dari semangat gotong royong, dan ditujukan khusus bagi mereka yang lemah secara ekonomi agar bisa bangkit bersama.

“Konsep koperasi adalah konsep orang-orang lemah, untuk orang-orang lemah. Yang kuat, yang sudah kaya, biasanya tidak mau masuk koperasi. Mereka sudah bikin PT, bikin holding, bikin korporasi sendiri,” kata Presiden Prabowo.

Ditegaskan Prabowo Subianto, koperasi merupakan sarana utama untuk mewujudkan kedaulatan dan kemerdekaan ekonomi rakyat Indonesia. Oleh karena itu kekuatan koperasi terletak pada kebersamaan. Seperti satu batang lidi yang lemah tak mampu menyapu, tetapi jika disatukan akan menjadi sapu lidi yang kuat dan bermanfaat.

“Dari yang lemah-lemah, jika kita satukan, maka akan menjadi kekuatan. Ini adalah filosofi koperasi. Dari ekonomi lemah kita bangun menjadi kekuatan ekonomi,” Jelas Prabowo Subianto.

Dinilai Prabowo Subianto, sistem koperasi kerap tidak disukai oleh para pemilik modal besar atau korporasi kapitalis. Artinya dapat kita lihat gerakan koperasi ini sudah lama, tetapi sering dianggap mengganggu oleh kekuatan besar.

“Dari semuanya, hanya sebagian saja yang menganggap koperasi bisa jadi saingan. Bahkan, ada negara-negara tertentu yang tidak senang melihat bangsa lain yang ingin bangkit,” ujar Presiden Prabowo.

Selanjutnya Presiden Prabowo berharap koperasi harus menjadi alat perjuangan bagi rakyat kecil, sehingga rakyat bisa berdaulat secara ekonomi.

“Koperasi adalah alat pihak yang lemah untuk mengubah kelemahan menjadi kekuatan. Tentunya ini jalan menuju kemerdekaan sejati, yaitu kemerdekaan ekonomi,” pungkas Presiden Prabowo.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, selaku Ketua Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi, mengatakan hingga saat ini terdapat 80.081 Kopdes Merah Putih yang sudah berbadan hukum. Selain peluncuran kelembagaan Kopdes/kopkel Merah Putih ini, juga diresmikan 108 koperasi percontohan atau mock-up yang siap beroperasi.

“Kopdes/Kopkel Merah Putih ini akan fokus pada lini usaha keagenan, seperti agen sembako, pupuk, dan LPG 3kg. Selain itu, juga akan dibentuk lini usaha gudang penyimpanan pangan atau cold storage hingga apotek desa”, ujar Zulkifli Hasan seraya menambahkan selama 4 bulan ke depan ditargetkan seluruh Kopdes Merah Putih telah beroperasi di desa dan kelurahan masing-masing.

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan Pemko Medan siap mensukseskan program Presiden Prabowo Subianto yakni Kopdes/ Kopkel Merah Putih di Kota Medan. Saat ini berdasarkan data dari Dinas UKM Koperindag, koperasi kelurahan telah terbentuk di 151 Kelurahan yang ada di Kota Medan.

“Kami Pemerintah Kota Medan siap mendukung sepenuhnya program ini. Mudah-mudahan program ini bisa meningkatkan ekonomi daerah khususnya Kota Medan dalam memperkuat usaha-usaha ekonomi masyarakat kita yang ada di tingkat kelurahan. Apalagi program ini memang dirancang sebagai wadah pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan kemandirian dan pemerataan ekonomi”, kata Rico Waas.(Red/d)