DETEKSI.co-Tapteng, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) kembali menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir untuk wilayah Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri.
Keputusan ini diambil setelah kedua wilayah ini dihantam banjir berulang pada Sabtu (26/9/2026) lalu.
“Tanggap darurat diputuskan hari ini agar kami punya payung hukum dan bisa segera bergerak cepat di lapangan,” ujar Bupati Masinton saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penetapan Status Tanggap Darurat di Ruang Cendrawasih Pandan, Rabu (30/9/2026).
Dalam kesempatan ini, ia menekankan pentingnya aksi cepat yang terintegrasi. Penanganan bencana harus berjalan secara gotong royong dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) demi keselamatan serta pemenuhan hak-hak dasar masyarakat terdampak.
“Bencana dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, di tengah kondisi sejumlah sarana dan prasarana publik yang masih dalam proses pemulihan pascabencana sebelumnya,” sebutnya.
Bupati juga mengingatkan, bahwa fenomena cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi saat ini tidak hanya melanda wilayah Tapteng namun juga sejumlah Kabupaten / Kota di Sumatra Utara, Aceh hingga Sumatra Barat.
“Kondisi ini adalah ujian bersama. Kuncinya adalah kebersamaan dan tidak saling menyalahkan. Tugas kita semua, bekerja fokus demi satu tujuan membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” tambahnya.
Masinton juga merumuskan sejumlah instruksi teknis dan langkah konkret yang wajib ditindaklanjuti oleh pihak terkait meliputi penentuan titik evakuasi di Kecamatan Tukka dipusatkan pada beberapa titik rawan antara lain Kelurahan Bonalumban, Hutanabolon, dan Sipange.
Kelengkapan fasilitas, mendirikan tenda pengungsian. Setiap titik pengungsian wajib memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) lengkap yang mencakup ketersediaan tenda, genset cadangan listrik, fasilitas MCK/toilet portabel, pasokan air bersih, serta dapur umum.
Pembangunan akses transportasi sementara seperti pembuatan jembatan darurat berbasis material kayu secara bergotong royong sembari menunggu perbaikan permanen dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR).
Infrastruktur kelistrikan dan permukiman relokasi, sinergi logistik dan pemantauan cuaca.
“Perum Bulog dan Pertamina dipastikan siap menyokong ketersediaan pasokan beras, bahan pangan, listrik, serta tabung gas untuk kebutuhan dapur umum,” tegasnya.
Turut hadir Wabup Tapteng Mahmud Efendi, Sekda Binsar Sitanggang, unsur Forkopimda, Kepala BMKG Stasiun Pinangsori, Kepala Pos SAR Sibolga, Manager PT PLN Sibolga, Bulog Sibolga, dan Pertamina Sibolga, Direktur PDAM Mual Nauli, serta jajaran OPD Pemkab Tapteng. (Rosianna Hutabarat)


