
DETEKSI.co–Dairi, Seribuan massa yang tergabung dalam kelompok Petabal (Pejuang Tani Bersama Alam) Parbuluan VI Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi Sumatera Utara, berencana akan menginap di Mapolres Dairi, menunggu pembebasan ketua dan rekan mereka yang diamankan.
Hal itu dikatakan aktivis Petabal, Darman Purba dan diaminkan ratusan rekan, saat diwawancarai wartawan di sekretariat Petrasa di bilangan Panji Sibura-bura, Rabu (12/11/2025), sore.
“Mulai malam ini kami akan menginap di Mapolres Dairi. Jumlah kami bisa mencapai seribuan orang. Sebagian lagi akan datang dari kampung dengan membawa perlengkapan. Mereka akan segera bergabung”, sebut Darman.
Berkumpul dan menginap di Mapolres Dairi, menurut Darman akan dilakukan sampai rekan mereka dibebaskan.
Dia memastikan, Aksi akan berlangsung damai.
“Seluruhnya telah sepakat, tidak akan ada tindakan anarkis, dan jika ada yang melakukan tindakan anarkis, berarti penyusup”, sebut Darman dan kembali diaminkan rekannya yang lain.
Darman menyebut, aksi yang mereka lakukan hari ini di Mapolres Dairi terjadi secara spontan setelah mengetahui ketua mereka (ketua Petabal-Red) Pangihutan Sijabat ditangkap Polisi.
Hal senada dikatakan aktivis Petrasa, Duat Sihombing yang mendampingi perjuangan warga.
“Mengetahui ketua ditangkap, warga terkonsolidasi secara spontan dan mendatangi Mapolres Dairi untuk meminta pembebasan ketua mereka”, ujar Duat.
Menurutnya, hal-hal yang terjadi dalam aksi siang tadi di Mapolres dairi, dipicu akumulasi kekecewaan dan kelelahan warga yang telah menjalani perjalanan dan perjuangan yang cukup panjang.
“Perjuangan mereka telah cukup panjang dan melelahkan, mereka adalah petani lokal yang memperjuangkan ruang hidup. Mereka menolak eksploitasi hutan yang dilakukan koorporasi yang menyebabkan warga kehilangan sumber air “, sebut Duat.
Tentang rekan mereka yang diamankan Polisi, Duat berharap segera dibebaskan. “Mereka bukan penjahat”, ulang Duat.
Untuk langkah hukum selanjutnya, Petabal akan mendapat pendampingan dari Bantuan Hukum dan Advokasi Sumatera Utara (Bakumsu).
“ Tim Bakumsu akan membantu, mereka sudah hadir dan sekarang sedang mencermati rangkaian dan kronologis peristiwa”, sebut Duat Sihombing. (NGL)


