Trail of The Kings 2026 Resmi Dimulai, Ribuan Pelari dari 34 Negara Ramaikan Samosir

DETEKSI.co-Samosir, Trail of The Kings (ToTK) by UTMB 2026 resmi dimulai di Kabupaten Samosir. Ajang lari lintas alam bertaraf internasional itu diawali dengan malam penyambutan (welcome dinner) yang berlangsung hangat di Hotel Labersa Samosir, Kamis (11/6/2026), sekaligus menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan.

Trail of The Kings 2026 menghadirkan peserta dari 34 negara yang datang untuk merasakan tantangan lintasan alam Samosir sekaligus menikmati kekayaan budaya kawasan Danau Toba. Suasana pembukaan semakin semarak ketika alunan taganing atau gendang Batak mengiringi para pelari yang mulai berbaur dengan masyarakat dan tamu undangan.

Penyambutan para peserta dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Samosir dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Turut hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap, Regional Director and Head of Trail Running UTMB Tanya Ann Carol, UTMB Director of Trail Running Paul Hadel, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut Yudha Pratiwi Setiawan, Direktur Utama BPODT Arditama Nusantara Putra, unsur Forkopimda Samosir, SAB Rudi SM Siahaan, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Samosir Tetty Naibaho, Direktur Utama PT Cipta Aksi Bersama (Creation) Andre Ginting serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah.

Dalam prosesi pembukaan, panitia menggelar pemukulan gondang sebagai simbol dimulainya Trail of The Kings 2026. Tradisi tersebut menjadi cara memperkenalkan identitas budaya Batak kepada peserta internasional yang datang dari berbagai belahan dunia.

Tidak hanya itu, panitia juga meluncurkan Race Jersey Trail of The Kings 2026. Berbagai perlengkapan resmi perlombaan diperkenalkan melalui peragaan busana, mulai dari jersey, medali hingga plakat yang akan diterima para finisher sebagai simbol perjuangan menaklukkan lintasan Samosir.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk mengatakan kehadiran ribuan pelari nasional dan internasional menjadi kebanggaan bagi masyarakat Samosir. Menurutnya, event yang telah masuk dalam kalender dunia trail running tersebut menjadi peluang besar untuk memperkenalkan pesona Danau Toba kepada masyarakat internasional.

“Ini merupakan tonggak penting bagi kebangkitan pariwisata Samosir. Kabupaten Samosir siap tampil di panggung dunia sebagai destinasi olahraga internasional, petualangan dan ekowisata yang menawarkan keindahan alam yang menantang sekaligus mempesona,” ujar Ariston.

Ariston menilai kepercayaan menjadikan Samosir sebagai lokasi penyelenggaraan event internasional membuktikan daerah tersebut memiliki kesiapan serta daya saing untuk menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.

Ia juga mengajak seluruh peserta menikmati pengalaman selama berada di kawasan Danau Toba, bukan hanya mengejar prestasi di lintasan perlombaan.

Menurutnya, setiap rute yang akan dilalui peserta menyuguhkan panorama perbukitan, kawasan hutan hingga tepian Danau Toba yang dipadukan dengan keramahan masyarakat Samosir.

“Saat menjelajahi jalur lintasan perbukitan, hutan dan tepian Danau Toba, kami berharap para pelari dapat merasakan jiwa Samosir melalui keramahan masyarakat, senyuman penduduk dan kebersamaan yang hangat,” katanya.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap menyampaikan bahwa malam penyambutan bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum mempererat persahabatan antarbangsa sekaligus memperkenalkan Danau Toba kepada dunia.

Menurut Sulaiman, Danau Toba memiliki potensi besar sebagai destinasi sport tourism karena memadukan panorama kaldera yang megah, bentang alam yang eksotis dan kekayaan budaya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Ia mengatakan setiap jalur yang akan dilalui peserta memperlihatkan keindahan alam Danau Toba sekaligus keramahan masyarakat Sumatera Utara sehingga para pelari diharapkan memperoleh pengalaman yang tidak hanya berfokus pada kompetisi.

Sulaiman juga menilai peningkatan jumlah peserta Trail of The Kings setiap tahun menjadi bukti semakin tingginya kepercayaan dunia terhadap Danau Toba sebagai destinasi olahraga internasional. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Samosir dan seluruh pemangku kepentingan.

Selain memperkuat promosi pariwisata, penyelenggaraan event internasional ini juga diyakini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran ribuan peserta beserta pendamping membuka peluang bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner hingga pelaku UMKM lokal.

Sulaiman berharap seluruh peserta mancanegara dapat menjadi duta promosi pariwisata Danau Toba setelah kembali ke negara masing-masing.

“Bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finish, tetapi bagaimana event ini membangun persaudaraan antarnegara dan memperkenalkan keindahan Danau Toba kepada dunia,” tuturnya.

Dimulainya rangkaian Trail of The Kings by UTMB 2026 kembali menegaskan posisi Kabupaten Samosir sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan Indonesia. Dengan dukungan panorama Danau Toba, kekayaan budaya Batak dan partisipasi pelari dari 34 negara, ajang ini diharapkan semakin memperkuat citra Samosir di panggung olahraga dan pariwisata internasional. (en)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']