Di Atas Perbedaan, Romelta Ginting Mendirikan Mushola

DETEKSI.co-Langkat, Tiga puluh tahun lebih berlalu, namun belum pernah ada langkah seberani ini di tubuh DPC PDI-P Kabupaten Langkat. Sebuah mushola kini berdiri di lingkungan partai, bukan karena tekanan, bukan karena pencitraan, tetapi karena kesadaran bahwa iman dan perjuangan tidak boleh dipisahkan.

Penggagasnya adalah Ketua DPC PDI-P Langkat periode 2025–2030, Baru beberapa bulan menjabat, ia langsung membuat langkah yang berbicara lebih lantang daripada seribu pidato : “membangun mushola di bekas Kantor Radio Perjuangan“.

Di tengah riuhnya dinamika politik, ia memilih menghadirkan ruang hening, tempat dahi bersujud, tempat hati ditenangkan. Bagi Romelta, perjuangan tanpa fondasi spiritual hanya akan melahirkan kekuasaan tanpa arah.

“Salat itu mencegah kita dari perbuatan zalim, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain,” tegasnya, saat di wawancarai via WhatsApp, Rabu (4/3/2026).

Yang membuat langkah ini terasa lebih dalam adalah fakta bahwa Romelta adalah seorang Nasrani yang taat. Namun ia memahami satu hal mendasar : menghormati keyakinan orang lain adalah bagian dari iman itu sendiri.

“Mushola itu tujuannya sama seperti gereja, tempat umat berkomunikasi dengan Tuhannya. Bagaimana kita bisa membangun hubungan baik dengan manusia jika hubungan kita dengan Tuhan tidak terjaga?” ujarnya lugas.

Kalimat itu sederhana, tetapi maknanya kuat. Ia tidak berbicara tentang toleransi, ia mempraktikkannya.

Terpisah, Sekretaris PAC PDI-P Kecamatan Stabat terpilih, Muhammad Yandik mengatakan, saat isu perbedaan kerap dipolitisasi, langkah ini justru menjadi penyejuk. Mushola itu bukan sekadar bangunan. Ia adalah simbol bahwa keberagaman tidak melemahkan perjuangan, justru menguatkannya.

“Jika toleransi selama ini hanya menjadi slogan di panggung-panggung seremonial, maka di Langkat ia menjelma menjadi tindakan nyata. Dan karena itu, tak berlebihan bila publik menyematkan satu julukan bagi Bung Romelta Ginting. Figur yang menjadikan toleransi sebagai laku hidup, bukan sekadar retorika” tegas Yandik. (Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']