DETEKSI.co-Nabire, Tembak mati DPO KKB kembali terjadi di wilayah Papua Tengah. Tim Patroli Keamanan Koops TNI Papua berhasil melumpuhkan seorang buronan kelompok bersenjata yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam operasi di Kabupaten Nabire, Minggu (15/3/2026).
Tembak mati DPO KKB tersebut menargetkan Hurbianus Mirip, yang diketahui merupakan anggota TPNPB-OPM Kodap III/Dulla dan anak buah dari pimpinan kelompok, Aibon Kogoya. Hurbianus telah lama masuk dalam daftar buronan aparat sejak 2025 karena diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan di Papua.
Peristiwa bermula saat tim patroli TNI melakukan pengamanan rutin dan mendapati dua orang anggota kelompok bersenjata membawa dua pucuk senjata api. Kontak tembak pun tidak terhindarkan. Kedua pelaku sempat melarikan diri ke arah hutan untuk menghindari kejaran petugas.
Tim patroli kemudian melakukan pengejaran intensif. Dalam proses tersebut, aparat menemukan satu orang anggota kelompok bersenjata dalam kondisi tewas di lokasi. Identitas korban kemudian dipastikan sebagai Hurbianus Mirip, salah satu DPO prioritas aparat keamanan.
Berdasarkan data aparat, Hurbianus Mirip tercatat dalam dua nomor DPO, yakni DPO/63/IX/RES.1.7/2025/Reskrim dan DPO/75/XI/2025/Reskrim. Ia diduga kuat terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, termasuk kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah Papua.
Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa operasi yang dilakukan merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua. Ia menyatakan bahwa TNI tidak akan memberikan ruang bagi kelompok bersenjata yang mengganggu kedaulatan negara dan keselamatan masyarakat.
“TNI menegaskan tidak akan memberi ruang bagi kelompok TPNPB-OPM di Papua. Setiap tindakan dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan pendekatan terukur, profesional, dan sesuai prosedur,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa operasi keamanan tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga bertujuan menciptakan stabilitas, meningkatkan kesejahteraan, serta membangun kepercayaan masyarakat di wilayah Papua.
Keberhasilan operasi ini dinilai menunjukkan bahwa setiap langkah aparat dilakukan secara terencana dan berhati-hati, tanpa mengabaikan keselamatan warga sipil di sekitar lokasi kejadian.(Red)


