DETEKSI.co-Riau, Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi penghormatan terakhir bagi Aiptu Apendra, anggota Polsek Kampar yang gugur saat menjalankan tugas pengamanan malam takbiran Idul Fitri 1447 H/2026 M.
KPLB anumerta ini diberikan langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas dedikasi almarhum dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Aiptu Apendra, yang bertugas sebagai Banit Reskrim Polsek Kampar, meninggal dunia pada Sabtu (21/3/2026) pukul 02.39 WIB. Ia mengembuskan napas terakhir akibat kelelahan dan sesak napas saat menjalankan tugas pengamanan malam takbiran.
Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum. menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi juga pengingat kuat akan pengabdian seorang anggota Polri yang rela berkorban demi masyarakat.
“KPLB ini bukan hanya bentuk apresiasi tertinggi, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua akan dedikasi dan pengorbanan almarhum dalam menjaga keamanan,” ujar Herry.
Pengabdian Aiptu Apendra disebut sebagai teladan bagi seluruh anggota kepolisian. Kapolda Riau menyampaikan bahwa semangat pengabdian almarhum akan menjadi warisan abadi, baik bagi rekan sesama polisi maupun masyarakat luas.
Ia juga mengungkapkan bahwa kepergian almarhum merupakan takdir yang tidak diharapkan siapa pun. Namun, dari peristiwa tersebut, diharapkan semua pihak dapat mengambil hikmah dan terus melanjutkan semangat pengabdian yang telah ditunjukkan.
Aiptu Apendra, yang lahir di Air Tiris pada 24 Februari 1984, meninggalkan seorang istri dan satu anak perempuan. Kepergiannya membawa duka mendalam bagi keluarga serta seluruh jajaran Polsek Kampar.
KPLB anumerta ini menjadi bukti bahwa negara hadir untuk menghargai setiap pengorbanan aparat yang gugur dalam tugas. Dedikasi almarhum kini dikenang sebagai simbol loyalitas dan tanggung jawab tanpa batas dalam menjaga keamanan masyarakat.(Red/d)


