Bantuan Pangan di Mesuji Tak Sesuai Undangan, Warga: Tertulis 20 Kg Beras, Dapatnya Cuma 10 Kg

DETEKSI.co-MESUJI, Warga Desa Panggung Jaya, Kecamatan Rawa Jitu Utara, Kabupaten Mesuji, mengeluhkan penyaluran bantuan pangan yang dinilai tidak sesuai dengan surat undangan yang diterima. Padahal, bantuan tersebut merupakan program cadangan pangan dari Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas), Minggu (5/4/2026).

Keluhan ini muncul setelah warga mendapati adanya selisih jumlah bantuan antara yang tertulis di undangan dengan yang diterima secara fisik.

Dalam surat undangan tertanggal resmi, tertulis jelas bahwa besaran bantuan yang akan diterima adalah beras sebanyak 20 kilogram (Kg) dan minyak goreng sebanyak 4 liter. Namun, kenyataannya warga hanya menerima beras 10 Kg dan minyak goreng 2 liter.

Hal ini diungkapkan oleh istri salah satu penerima manfaat, Kuatno, melalui akun Facebook pribadinya. Dalam postingannya, ia menuliskan kekecewaan tersebut dengan bahasa sehari-hari.

“Panggung Jaya Nang Undangan Dapatnya 20 Kg dan Minyak 4 Liter. Tapi yang didapat beras 10 Kg, minyak 2 liter. Katanya dibagi dua sama Gandengan yang Gak Dapat Undangan. Jadi Satu Undangan Untuk 2. Yowes..! Kalau Tempat Sampean Gemana Bolo..?”. Tulis akun tersebut.

Menanggapi hal ini, operator desa yang enggan disebutkan namanya, disebut saja Parno membenarkan adanya pengurangan jumlah bantuan tersebut. Menurutnya, hal ini dilakukan atas instruksi dari Bupati Mesuji agar bantuan dibagi dua.

“Iya, Bupati yang mintak, harusnya bagi 2, beras 10 Kg dan minyak 2 liter. Tapi Pak Kades gak mau kayak gitu, cuma minyak aja yang di kurangin. Semua Desa di Kabupaten Mesuji Lampung begitu, kecuali Desa Sidorahayu sama Sungai Sidang, udah bagi duluan sebelum ada instruksi dari Bupati,” ungkapnya saat dikonfirmasi rekan media ini.

Diketahui, sebelumnya pada Kamis (2/4/2026), Bupati Mesuji Hj. Elfianah bersama jajaran perangkat daerah telah melakukan monitoring atau pengecekan langsung terkait penyaluran cadangan beras pemerintah dan minyak goreng di Desa tersebut.

Hingga saat ini, warga berharap adanya kejelasan mengenai mekanisme pembagian bantuan sosial agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. (Yanguji)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']