Bocah 4 Tahun Diduga Korban Kekerasan Pacar Gelap Ayah

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Petugas RSUD Sidikalang melakukan penanganan medis terhadap Rani (nama samaran), bocah 4 tahun yang menjadi korban kekerasan diduga dilakukan pacar ayahnya. (Istimewa)
Petugas RSUD Sidikalang melakukan penanganan medis terhadap Rani (nama samaran), bocah 4 tahun yang menjadi korban kekerasan diduga dilakukan pacar ayahnya. (Istimewa)

DETEKSI.co-Dairi, Seorang bocah perempuan berusia 4 tahun di Kecamatan Pegagan Hilir Kabupaten Dairi Sumatera Utara diduga menjadi korban kekerasan. Terduga pelaku berinisial SM merupakan pacar gelap dari sang ayah korban.

Akibat kekerasan yang dialami, bocah belia yang menjadi korban ini, sebut saja bernama Rani (nama samara-red) harus menjalani perawatan intesif di ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Sidikalang, Sabtu (5/2/2022) malam.

Informasi diperoleh wartawan, tubuh Rani mengalami lemban, terdapat bekas luka yang belum sembuh pada bagian kaki, tangan hingga bibir. Dibagian kening kelihatan membiru, sementara pada bagian kepala harus dijahit akibat luka.

Mirisnya lagi, terdapat luka mirip luka bakar pada organ vital bocah. “Luka pada bagian kelamin mirip bekas disulut rokok” kata sumber di RSUD Sidikalang.

Kapolres Dairi, AKBP Wahyudi Rahman melalui Kepala Satuan dan Reserse dan Kriminal, AKP Rismanto Purba, kepada wartawan Minggu, (6/2/2022) mengatakan terduga pelaku merupakan pacar dari ayah korban. Perempuan berinisial SM telah diamankan.

Dijelaskan, ayah korban berinisial RS kurang harmonis dengan istri sahnya. Dia kemudian menjalin hubungan dengan SM. Begitu juga dengan SM yang juga tidak harmonis dengan suami resmi.

Sekitar 1 tahun belakangan, RS dan MS menjalin hubungan. Keduanya berencana akan menikah. RS menitipkan Rani kepada MS, sementara RS bekerja sebagai nelayan di laut di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kepada Polisi, SM mengaku melakukan kekerasan karena geram dan jengkel kepada Rani yang dinilainya nakal.

“So anakhu on, boasa gabe ahu mangurus . Saik jugul. (bukan anakku, mengapa harus aku yang ngurus. Nakal kali-red) ” ujar Rismanto mengutip pengakuan SM.

Guna penanganan perkara, polisi terus mengintensifkan pengumpulan keterangan saksi dan bukti. (NGL)