DETEKSI.co-Medan, Jalan Aek Nabara–Negeri Lama–Tj Sarang dipastikan akan segera diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK). Proyek strategis ini menelan anggaran sekitar Rp158 miliar dan mulai dikerjakan tahun 2026.
Jalan Aek Nabara–Negeri Lama–Tj Sarang saat ini masih dalam tahap proses tender. Pengerjaan ditargetkan berlangsung selama dua tahun anggaran, yakni 2026 hingga 2027, dengan total panjang penanganan mencapai 26 kilometer.
Kepala Dinas BMBK Sumut, Chandra Dalimunthe, menjelaskan bahwa tahap awal pengerjaan akan dimulai tahun ini sepanjang 10 kilometer. Kontrak kerja ditargetkan mulai berjalan pada awal Juni 2026.
“Jalan Aek Nabara–Negeri Lama–Tj Sarang tahun ini kita kerjakan 10 kilometer. Saat ini masih proses tender, dan awal Juni direncanakan sudah masuk tahap kontrak,” ujarnya di Medan, Selasa (28/4/2026).
Pada tahap pertama, Pemprov Sumut mengalokasikan anggaran sekitar Rp60 miliar. Sementara untuk tahap lanjutan pada 2027, disiapkan anggaran sebesar Rp98,460 miliar untuk perbaikan sepanjang 16 kilometer.
“Jalan Aek Nabara–Negeri Lama–Tj Sarang kita bagi dalam dua tahap karena keterbatasan anggaran. Tahun ini Rp60 miliar, tahun depan sekitar Rp98 miliar lebih,” jelas Chandra.
Selama ini, kondisi Jalan Aek Nabara–Negeri Lama–Tj Sarang menjadi keluhan masyarakat. Jalan tersebut memiliki volume lalu lintas yang tinggi, namun sebagian besar ruasnya mengalami kerusakan berat sehingga mengganggu aktivitas warga dan distribusi barang.
Menurut Chandra, Gubernur Sumatera Utara memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan tersebut. Perbaikan diminta segera dilakukan karena perannya yang vital bagi mobilitas masyarakat.
“Jalan Aek Nabara–Negeri Lama–Tj Sarang sangat penting bagi masyarakat. Bapak Gubernur sudah memerintahkan agar segera diperbaiki, namun tetap harus mengikuti mekanisme yang berlaku,” tambahnya.
Dengan dimulainya proyek ini, diharapkan akses transportasi masyarakat menjadi lebih lancar, aman, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilintasi.(Red/d)


