DETEKSI.co-Medan, Pemerintah Kota Medan terus mempercepat transformasi sektor pariwisata agar Kota Medan tidak lagi hanya dikenal sebagai daerah transit, tetapi berkembang menjadi destinasi wisata berkelas dunia. Komitmen itu mengemuka dalam audiensi Pengurus Koordinator Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) bersama Dinas Pariwisata Kota Medan, Selasa (12/5/2026).
Audiensi pengurus PWPM periode 2026-2029 dipimpin Ketua Muhammad Edison Ginting dan diterima langsung Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, M. Odi Anggia Batubara, didampingi Sekretaris Dinas T. Roby Chairi.
Dalam pertemuan tersebut, PWPM dan Dinas Pariwisata sepakat memperkuat sinergi promosi wisata untuk meningkatkan citra Kota Medan sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia.
Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting menegaskan pihaknya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung publikasi berbagai potensi wisata Kota Medan.
“Promosi yang kuat dan positif sangat dibutuhkan agar Kota Medan semakin dikenal luas sebagai tujuan wisata. Kami siap berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata untuk memperkenalkan potensi wisata Medan hingga ke tingkat nasional maupun internasional,” ujar Edison.
Ia menyebutkan, sinergi tersebut juga sejalan dengan arahan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang mendorong organisasi profesi agar aktif bekerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mendukung pembangunan kota.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Odi Batubara, menilai media memiliki peran besar dalam membangun branding pariwisata Kota Medan di tengah persaingan destinasi wisata nasional.
Menurutnya, saat ini Kota Medan sedang melakukan pembenahan besar melalui revitalisasi sejumlah ikon kota, seperti Lapangan Merdeka dan Gedung Warenhuis. Revitalisasi tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas wisata Kota Medan.
“Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Revitalisasi ikon kota menjadi langkah penting dalam membangun wajah baru pariwisata Medan,” katanya.
Odi menjelaskan, pola promosi wisata saat ini tidak lagi hanya mengandalkan kegiatan seremonial. Setiap event yang digelar pemerintah kini diarahkan menjadi instrumen promosi strategis yang mampu menghasilkan konten kreatif untuk menarik wisatawan.
“Event sekarang harus memiliki dampak promosi. Kita ingin menjual kekuatan wisata sejarah, budaya, dan kuliner Kota Medan melalui konten kreatif yang dapat dipasarkan hingga luar negeri,” tegasnya.
Dalam diskusi itu, Dinas Pariwisata juga memaparkan keberhasilan program Car Free Night (CFN) di kawasan Kota Lama Kesawan. Program tersebut disebut selalu dipadati masyarakat setiap pekan dan menjadi indikator meningkatnya daya tarik wisata perkotaan di Medan.
Selain itu, Pemko Medan saat ini terus mengembangkan lima Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) berdasarkan Peraturan Wali Kota Nomor 23 Tahun 2025. Lima kawasan tersebut meliputi Kesawan dan Lapangan Merdeka, Taman Cadika dan Medan Zoo, kawasan religi dan taman kota, kawasan heritage Istana Maimun dan Masjid Raya, serta kawasan wisata bahari dan sejarah di Medan bagian utara.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap promosi wisata, PWPM juga mengusulkan pelaksanaan lomba karya tulis jurnalistik bertema pariwisata. Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari Dinas Pariwisata dan direncanakan masuk dalam pembahasan program mendatang.
Kolaborasi antara Dinas Pariwisata Kota Medan dan PWPM diharapkan mampu memperkuat promosi wisata secara berkelanjutan sekaligus menjaga tren positif tingkat hunian hotel dan kunjungan wisatawan yang terus meningkat di Kota Medan.
Pemerintah Kota Medan optimistis berbagai langkah pembenahan dan promosi yang dilakukan dapat membawa Medan menjadi destinasi wisata unggulan berkelas dunia dengan predikat pariwisata “Sangat Baik”. (Ril)


