Ade Armando Mundur dari PSI, Tekanan Ormas dan Isu Dukungan Jadi Pemicu

DETEKSI.co-Jakarta, Kabar pengunduran diri datang dari kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando. Ia resmi menyatakan mundur pada Selasa (5/5/2026) di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat. Keputusan ini diambil di tengah tekanan publik dan polemik yang menyeret namanya dalam beberapa waktu terakhir.

Ade Armando mundur dari PSI disebut sebagai langkah untuk menjaga stabilitas partai. Dalam pernyataannya, ia mengungkap adanya pihak yang secara terbuka menolak memberikan dukungan kepada PSI selama dirinya masih menjadi bagian dari partai tersebut.

Menurut Ade, informasi itu diketahui dari surat yang dikirim kepada Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali. Isi surat tersebut menyatakan bahwa dukungan terhadap PSI tidak akan diberikan jika Ade masih berada di dalam struktur partai.

Ade Armando mundur dari PSI juga tidak lepas dari tekanan akibat laporan hukum yang ditujukan kepadanya. Ia menyebut sedikitnya 40 organisasi masyarakat Islam telah melaporkannya ke polisi terkait dugaan pemotongan ceramah Jusuf Kalla.

Ade menjelaskan, laporan tersebut memicu gelombang serangan di media sosial yang tidak hanya menyasar dirinya secara pribadi, tetapi juga menyeret nama PSI. Ia menilai situasi ini sebagai bentuk tekanan yang meluas dan berdampak pada citra partai.

Selain itu, Ade juga menyebut keterlibatan sejumlah tokoh, termasuk Din Syamsuddin, dalam dinamika pelaporan tersebut. Ia menganggap serangan yang terjadi sudah melampaui kritik personal dan mulai diarahkan ke institusi partai.

Ade Armando mundur dari PSI diyakini sebagai langkah strategis untuk meredam konflik. Ia bahkan menduga ada upaya sistematis dari pihak tertentu untuk menjatuhkan dirinya sekaligus melemahkan PSI.

Meski demikian, Ade menegaskan dirinya tidak merasa bersalah atas tuduhan yang dialamatkan. Ia membantah telah mengadu domba atau memprovokasi pihak mana pun, termasuk dalam konteks ceramah Jusuf Kalla.

Ia juga meyakini laporan hukum terhadap dirinya tidak akan dicabut dalam waktu dekat. Namun, hal tersebut tidak mengubah keyakinannya bahwa dirinya tidak melakukan pelanggaran.

Dalam pernyataan penutupnya, Ade menegaskan bahwa pengunduran dirinya tidak dilatarbelakangi konflik internal dengan PSI. Ia menyebut keputusan tersebut murni diambil demi kepentingan bersama dan keberlangsungan partai ke depan.(Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']