Beranda blog Halaman 11

Syah Afandin Temui Massa Aksi Damai, Pastikan Jalan Air Hitam Jadi Prioritas Pemkab

0

DETEKSI.co-Langkat, Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menemui langsung ratusan masyarakat Kecamatan Selesai yang tergabung dalam aliansi badan kenadziran masjid dan musholla dalam aksi damai yang berlangsung di Desa Kwala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Selasa (19/5/2026).

Aksi damai tersebut digelar sebagai bentuk aspirasi masyarakat yang meminta Pemerintah Kabupaten Langkat segera melakukan pengaspalan jalan protokol dan pembangunan hotmix sepanjang kurang lebih 2 kilometer di Desa Air Hitam.

Sejak pukul 09.00 WIB, massa aksi telah berkumpul di titi perbatasan Kecamatan Selesai dengan Kecamatan Binjai. Kehadiran Bupati Langkat Syah Afandin disambut hangat dan tepuk tangan dari masyarakat yang telah menunggu kedatangannya.

Di hadapan ratusan warga, Syah Afandin menyampaikan bahwa pengaspalan jalan yang menjadi aspirasi masyarakat saat ini menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Langkat untuk segera diusulkan melalui anggaran pengembalian dana efisiensi akibat terdampak bencana Tahun 2026.

Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen memperjuangkan percepatan pembangunan infrastruktur jalan tersebut karena memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas dan mobilitas masyarakat.

“Doakan tahun ini bisa segera terealisasi. Jika nanti sudah diperbaiki, mari sama-sama kita jaga jalan ini,” ujar Syah Afandin.

Selain memastikan upaya percepatan pembangunan jalan, Syah Afandin juga menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil langkah terhadap aktivitas truk pengangkut galian C yang melebihi kapasitas tonase karena dinilai menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan.

“Tindakan awal harus kita lakukan terhadap truk-truk yang melebihi tonase. Karena kalau jalannya sudah diperbaiki tetapi truk masih beroperasi melebihi kapasitas, itu sama saja,” tegasnya.

Bupati Langkat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengawasan dan menjaga fasilitas jalan yang akan dibangun demi kepentingan bersama.

Aksi damai berlangsung tertib dan kondusif. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Koordinator Aksi Didik Gunawan bersama ratusan masyarakat dan Bupati Langkat sebagai simbol harapan agar pembangunan jalan segera terealisasi dan membawa manfaat bagi masyarakat Kecamatan Selesai.(Tim).

Harkitnas Medan 2026, Rico Waas Serukan Kebangkitan Digital dan Perlindungan Anak

0
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia saat upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Medan, Selasa (20/5/2026). Dalam amanat tersebut, pemerintah menekankan pentingnya menjaga generasi muda dan memperkuat kedaulatan digital bangsa di era modern.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia saat upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Medan, Selasa (20/5/2026). Dalam amanat tersebut, pemerintah menekankan pentingnya menjaga generasi muda dan memperkuat kedaulatan digital bangsa di era modern.

DETEKSI.co-Medan, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Selasa (20/5/2026).

Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” yang menyoroti pentingnya menjaga generasi muda di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus informasi global.

Dalam amanat yang dibacakannya, Rico Waas menegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional harus terus hidup dan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa Indonesia.

“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas nikmat kesehatan dan kesempatan-Nya kita dapat hadir bersama memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-118,” ujar Rico Waas.

Rico menjelaskan, Hari Kebangkitan Nasional tidak dapat dipisahkan dari sejarah berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908 yang menjadi tonggak lahirnya kesadaran kebangsaan Indonesia.

Menurutnya, perjuangan bangsa saat itu mulai berubah dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual, diplomasi dan penguatan organisasi.

“Semangat 1908 menjadi penanda lahirnya kesadaran kolektif untuk bersatu melampaui sekat-sekat kedaerahan demi mewujudkan bangsa yang berdaulat dan bermartabat,” katanya.

Ia menambahkan, kebangkitan nasional merupakan proses dinamis yang harus mampu menjawab tantangan zaman, terutama di era digital saat ini.

Dalam amanat tersebut dijelaskan bahwa tantangan Indonesia di tahun 2026 tidak lagi hanya berkaitan dengan menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga menjaga kedaulatan informasi dan memperkuat transformasi digital nasional.

Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga generasi muda sebagai aset utama bangsa.

Pemerintah menilai kemandirian bangsa hanya dapat diwujudkan melalui persatuan dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam amanat itu, Rico Waas juga memaparkan sejumlah program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Program tersebut di antaranya makan bergizi gratis untuk pelajar, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, peningkatan kualitas guru hingga pemberian beasiswa pendidikan.

Di sektor kesehatan, pemerintah juga disebut terus memperluas layanan cek kesehatan gratis untuk memastikan akses layanan kesehatan yang adil dan merata bagi masyarakat.

Selain itu, penguatan ekonomi desa dilakukan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa.

Dalam bidang digital, pemerintah turut memberi perhatian besar terhadap perlindungan anak di ruang siber melalui penerapan PP Tunas.

Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak, pemerintah resmi membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sejak 28 Maret 2026.

“Kita ingin memastikan anak-anak sebagai tunas bangsa mendapatkan ruang digital yang sehat, aman, dan sesuai dengan usia tumbuh kembang mereka,” lanjut Rico.

Menutup amanat tersebut, Rico Waas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat kebangkitan nasional melalui penguatan solidaritas sosial, peningkatan literasi digital dan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

“Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan memastikan Indonesia terus maju menuju bangsa yang berdaulat di tengah persaingan global,” pungkasnya. (Red/d)

Blankspot Samosir Jadi Sorotan, Vandiko Gultom Temui BAKTI Komdigi di Jakarta

0
Bupati Samosir Vandiko T Gultom didampingi Kadis Kominfo Samosir Immanuel Sitanggang saat bertemu Direktur Utama BAKTI Komdigi Fadhilah Mathar di Centennial Tower Jakarta, Selasa (19/5/2026). Pertemuan membahas usulan penanganan blankspot dan sinyal tidak stabil di 15 titik wilayah Kabupaten Samosir.
Bupati Samosir Vandiko T Gultom didampingi Kadis Kominfo Samosir Immanuel Sitanggang saat bertemu Direktur Utama BAKTI Komdigi Fadhilah Mathar di Centennial Tower Jakarta, Selasa (19/5/2026). Pertemuan membahas usulan penanganan blankspot dan sinyal tidak stabil di 15 titik wilayah Kabupaten Samosir.

DETEKSI.co-Samosir, Pemerintah Kabupaten Samosir terus bergerak memperjuangkan pemerataan jaringan telekomunikasi di kawasan wisata Danau Toba. Bupati Samosir Vandiko T Gultom secara langsung mendatangi Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi di Jakarta untuk mengusulkan penanganan blankspot dan sinyal tidak stabil di wilayah Kabupaten Samosir.

Kunjungan tersebut dilakukan bersama Kepala Dinas Kominfo Samosir Immanuel Sitanggang dan diterima langsung oleh Direktur Utama BAKTI Komdigi Fadhilah Mathar didampingi Plt Direktur Infrastruktur Darien Aldiano di Centennial Tower Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Samosir memaparkan sejumlah persoalan jaringan telekomunikasi yang masih terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Samosir.

Pemerintah Kabupaten Samosir mengusulkan penanganan blankspot dan sinyal tidak stabil di 15 titik yang dinilai sangat membutuhkan penguatan jaringan telekomunikasi.

Menurut Vandiko, kebutuhan jaringan internet dan telekomunikasi yang stabil sangat penting karena Samosir merupakan bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

“Sebagai kawasan strategis pariwisata nasional, Kabupaten Samosir banyak dikunjungi para wisatawan. Tahun lalu jumlah kunjungan wisata mencapai sekitar 2,4 juta orang yang sangat memerlukan jangkauan sinyal telekomunikasi yang bagus,” ujar Vandiko.

Ia berharap pemerintah pusat melalui BAKTI Komdigi dapat segera membantu penanganan blankspot di wilayah Samosir demi mendukung sektor pariwisata dan pelayanan masyarakat.

Direktur Utama BAKTI Komdigi Fadhilah Mathar mengapresiasi langkah Pemkab Samosir yang aktif menyampaikan kebutuhan jaringan telekomunikasi di daerah wisata tersebut.

Secara prinsip, BAKTI Komdigi menyatakan menerima dan mendukung usulan penanganan blankspot serta sinyal tidak stabil yang diajukan Pemerintah Kabupaten Samosir.

Fadhilah juga meminta agar tim teknis Pemkab Samosir segera berkoordinasi dengan tim teknis BAKTI Komdigi untuk mempercepat proses tindak lanjut di lapangan.

“Usulan yang disampaikan kita terima dan tim teknis Pemkab Samosir agar berkomunikasi dengan tim teknis BAKTI Komdigi untuk proses lebih lanjut. Kami siap mendukung penanganan blankspot ini secepatnya, apalagi Kabupaten Samosir sering mengadakan event berskala nasional dan internasional,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Samosir dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna mempercepat pemerataan akses telekomunikasi.

Warga di Pangururan juga menyambut baik upaya tersebut. Salah seorang pengguna wifi di Pangururan berharap penanganan blankspot dapat segera terealisasi sehingga akses internet di Samosir semakin lancar dan stabil.

Ia juga berharap biaya layanan internet berbasis satelit seperti Starlink ke depan bisa semakin terjangkau bagi masyarakat. (en)

Harkitnas Samosir 2026, Vandiko Gultom Serukan Kebangkitan Generasi Digital

0
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Tanah Lapang Pangururan, Rabu (20/5/2026). Dalam amanatnya, Vandiko mengajak generasi muda Samosir bangkit menghadapi era digital tanpa kehilangan identitas budaya dan semangat nasionalisme.
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Tanah Lapang Pangururan, Rabu (20/5/2026). Dalam amanatnya, Vandiko mengajak generasi muda Samosir bangkit menghadapi era digital tanpa kehilangan identitas budaya dan semangat nasionalisme.

DETEKSI.co-Samosir, Pemerintah Kabupaten Samosir memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan menggelar upacara di Tanah Lapang Pangururan, Rabu (20/5/2026). Peringatan tahun ini berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme dengan melibatkan unsur pemerintah, TNI-Polri hingga pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Samosir.

Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Dalam kesempatan itu, Vandiko membawa pesan penting tentang kebangkitan generasi muda di tengah derasnya transformasi digital dan persaingan global.

Turut hadir Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, jajaran ASN, TNI-Polri, serta pelajar tingkat SD, SMP dan SMA sederajat.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan bangsa saat ini yang tidak lagi hanya berkaitan dengan perjuangan fisik, tetapi juga menyangkut kedaulatan informasi, pendidikan dan perlindungan generasi muda di ruang digital.

Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital RI yang dibacakan Bupati Samosir, disebutkan bahwa Hari Kebangkitan Nasional merupakan refleksi dari lahirnya Boedi Oetomo pada tahun 1908 yang menjadi tonggak kesadaran nasional bangsa Indonesia.

“Semangat 1908 adalah tonggak ketika perjuangan fisik bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat,” ujar Vandiko saat membacakan amanat tersebut.

Bupati Samosir menegaskan bahwa makna kebangkitan nasional harus dipahami secara dinamis sesuai perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas bangsa.

Menurutnya, tantangan Indonesia di tahun 2026 kini berfokus pada penguatan sumber daya manusia, peningkatan literasi digital dan perlindungan anak di ruang digital.

Di hadapan peserta upacara, Vandiko juga menyampaikan sejumlah program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis, pemerataan pendidikan melalui Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, layanan Cek Kesehatan Gratis hingga penguatan ekonomi desa lewat Koperasi Merah Putih.

Dalam amanat tersebut, perhatian pemerintah terhadap perlindungan anak di ruang digital juga menjadi pembahasan penting.

Melalui penerapan PP TUNAS, pemerintah resmi membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun guna menciptakan ruang digital yang sehat dan aman.

Vandiko menegaskan semangat kebangkitan nasional tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan semata.

Ia mengajak generasi muda Samosir untuk menjadi pelaku perubahan yang mampu bersaing di era global tanpa kehilangan jati diri budaya daerah.

“Momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda. Kita ingin anak-anak Samosir tumbuh sehat, cerdas, berkarakter dan mampu bersaing tanpa kehilangan identitas budaya,” tegas Vandiko.

Upacara berlangsung tertib dan khidmat hingga akhir kegiatan. Lagu-lagu perjuangan yang diperdengarkan selama acara turut membangkitkan semangat nasionalisme peserta upacara.

Kehadiran pelajar dari berbagai sekolah menjadi simbol bahwa semangat kebangkitan nasional terus hidup dan diwariskan lintas generasi.

Melalui peringatan Harkitnas ke-118 ini, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap semangat persatuan, gotong royong dan nasionalisme terus tumbuh di tengah masyarakat demi mewujudkan Samosir yang maju, unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. (en)

Plt. Inspektur Mesuji Pimpin Rapat Internal, Tegaskan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Sesuai Aturan

0

DETEKSI.coMESUJI, Plt. Inspektur Kabupaten Mesuji, Najmul Fikri, S.IP., M.IP., CGRE., memimpin pelaksanaan Rapat Internal yang digelar di Aula Inspektorat Kabupaten Mesuji, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan khusus untuk menyampaikan Surat Perintah Melaksanakan Tugas kepada seluruh jajaran di lingkungan Inspektorat Kabupaten Mesuji.

Rapat ini menjadi langkah strategis dalam upaya penguatan koordinasi sekaligus penegasan pelaksanaan tugas pengawasan agar berjalan lebih terarah, efektif, dan sepenuhnya mengacu pada ketentuan peraturan yang berlaku.

Dalam arahannya, Najmul Fikri menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan telah berjalan sesuai standar kerja yang ditetapkan, serta patuh terhadap norma dan aturan administrasi pemerintahan. Pembahasan dalam rapat difokuskan pada pembagian tugas yang jelas, peningkatan sinergi dan koordinasi antar tim, serta penguatan komitmen seluruh aparatur untuk bekerja secara profesional dan akuntabel.

“Langkah ini sangat penting untuk menjaga kualitas hasil kerja, meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, serta mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih di Kabupaten Mesuji,” ujar Najmul Fikri.

Melalui pertemuan ini, diharapkan seluruh elemen di Inspektorat Kabupaten Mesuji semakin solid dan memahami tanggung jawab masing-masing. Kebersamaan yang terus dibangun menjadi kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang disiplin, harmonis, dan produktif.

Dengan komitmen yang terus dijaga dan ditingkatkan, Inspektorat Kabupaten Mesuji bertekad menghadirkan fungsi pengawasan yang berkualitas, guna mendukung terwujudnya pemerintahan daerah yang bersih, transparan, dan terpercaya di mata masyarakat. (Yanguji)

Pendidikan Sumut Harus Bermakna, Bahrumsyah Tegaskan Sekolah Bukan Sekadar Cari Gelar

0
Pembina YPLP PGRI Sumatera Utara Bahrumsyah (kemeja putih), usai menyampaikan pandangannya dalam dialog bertajuk “Pendidikan Untuk Siapa?” di Ruang Harvard Focal Point Mall, Medan.
Pembina YPLP PGRI Sumatera Utara Bahrumsyah (kemeja putih), usai menyampaikan pandangannya dalam dialog bertajuk “Pendidikan Untuk Siapa?” di Ruang Harvard Focal Point Mall, Medan.

DETEKSI.co-Medan, Pembina Yayasan Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Sumatera Utara Bahrumsyah menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya dipandang sebagai sarana mengejar gelar akademik. Menurutnya, pendidikan sejati harus mampu membentuk karakter dan melahirkan generasi yang berguna bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Bahrumsyah saat menanggapi tema diskusi “Pendidikan Untuk Siapa?” yang belakangan menjadi perhatian kalangan pendidikan di Sumatera Utara.

Dialog tersebut digelar bersamaan dengan peluncuran podcast “Suara Graha Kirana” di Ruang Harvard Focal Point Mall, Jalan Ringroad/Jalan Gagak Hitam, Medan, Rabu (13/5/2026).

Bahrumsyah yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara menilai pengelolaan pendidikan tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena menyangkut masa depan generasi bangsa.

Pendidikan itu untuk generasi penerus bangsa. Karena itu pengelolaannya tidak boleh sembarangan. Motivasi belajar juga jangan hanya untuk mendapatkan gelar, tetapi bagaimana ilmu yang diperoleh bisa diimplementasikan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Menurut Bahrumsyah, pendidikan memiliki fungsi penting dalam membentuk karakter manusia sekaligus menanamkan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sosial.

“Pendidikan memiliki nilai untuk membentuk karakter dan memanusiakan manusia. Dari situ lahir sikap saling mendukung dan semangat membangun pendidikan yang inklusif,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, Bahrumsyah juga menyoroti pentingnya kerja sama antara keluarga dan sekolah dalam mendukung perkembangan anak.

Ia menegaskan pendidikan anak tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada guru atau sekolah semata.

“Pendidikan anak adalah proses berkelanjutan yang melibatkan dua lingkungan utama, yakni rumah dan sekolah. Karena itu harus ada kolaborasi antara orang tua dan guru agar perkembangan akademik anak bisa lebih cepat dan lingkungan belajar menjadi sehat,” katanya.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara guru dan orang tua menjadi fondasi utama dalam menciptakan pendidikan yang efektif dan menyeluruh.

Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui pertemuan rutin, komunikasi terbuka, hingga pemantauan perkembangan belajar anak secara bersama.

Bahrumsyah menjelaskan, dukungan dari sekolah dan keluarga secara bersamaan akan membuat anak lebih termotivasi dalam belajar.

Ketika anak merasakan perhatian dari guru dan orang tua, proses belajar akan berjalan lebih maksimal dan konsisten.

Selain meningkatkan motivasi, kolaborasi juga mempermudah penanganan masalah akademik maupun emosional anak karena dapat terdeteksi lebih cepat.

Ia menambahkan, penyelarasan pola pendidikan di rumah dan sekolah juga penting agar anak mendapatkan pemahaman yang lebih kuat terhadap materi pembelajaran maupun pembentukan karakter.

Di akhir penyampaiannya, Bahrumsyah menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab besar memastikan seluruh anak memperoleh hak pendidikan yang setara tanpa diskriminasi.

“Pemerintah harus memastikan setiap anak memiliki hak dan kesempatan pendidikan yang setara. Pendidikan harus ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan bangsa,” pungkasnya. (gaho)

Pengeroyokan Kuansing Terungkap, DPO Dibekuk Polsek Singingi Hilir

0
Personel Polsek Singingi Hilir mengamankan tersangka kasus pengeroyokan yang sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) di wilayah Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Senin (18/5/2026). Polisi masih memburu satu pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Personel Polsek Singingi Hilir mengamankan tersangka kasus pengeroyokan yang sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) di wilayah Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Senin (18/5/2026). Polisi masih memburu satu pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

DETEKSI.co-Kuantan Singingi, Polsek Singingi Hilir berhasil mengungkap kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi di Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi. Dalam pengungkapan tersebut, satu pelaku yang sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) berhasil diringkus polisi.

Penangkapan dilakukan pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB setelah petugas menerima informasi keberadaan pelaku di kawasan perkebunan KKPA KUD Cendana Desa Petai.

Kapolres Kuantan Singingi Hidayat Perdana melalui Kapolsek Singingi Hilir Alfredo Krisnata Kaban mengatakan tersangka yang berhasil diamankan berinisial M (30).

Sementara itu, satu pelaku lainnya berinisial N (29) masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

“Pelaku yang berhasil diamankan sebelumnya masuk dalam DPO. Saat ini satu pelaku lainnya masih dalam proses pencarian dan pengembangan lebih lanjut,” ujar IPTU Alfredo Krisnata Kaban.

Kasus pengeroyokan tersebut terjadi pada Rabu, 22 Januari 2025 sekitar pukul 13.00 WIB di sebuah peron milik warga di Desa Petai.

Saat kejadian, korban berinisial FRS (30) sedang beristirahat bersama rekannya di lokasi tersebut.

Kapolsek menjelaskan, peristiwa bermula ketika salah satu pelaku datang dan terlibat cekcok mulut dengan rekan korban.

Korban yang mencoba menegur pelaku justru membuat situasi semakin memanas hingga pelaku meninggalkan lokasi.

Namun tidak lama berselang, pelaku kembali bersama saudaranya dan langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban.

“Pelaku melakukan pemukulan dan tendangan ke tubuh korban secara bersama-sama,” jelas IPTU Alfredo.

Tidak hanya melakukan pengeroyokan, salah satu pelaku juga sempat mengeluarkan senjata tajam jenis parang dan mengarahkannya ke korban.

Merasa terancam, korban akhirnya melarikan diri ke area kebun sawit di sekitar lokasi kejadian untuk menyelamatkan diri.

Setelah korban melarikan diri, para pelaku kemudian meninggalkan tempat kejadian.

Korban selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Singingi Hilir agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kapolsek Singingi Hilir menjelaskan, penangkapan tersangka dilakukan oleh Kanit Reskrim Polsek Singingi Hilir Erwin bersama tim usai menerima laporan masyarakat terkait keberadaan pelaku.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka saat berada di tepi jalan perkebunan.

Dalam kasus ini, polisi turut menyita barang bukti berupa satu lembar hasil Visum et Repertum dan satu helai baju warna kuning.

Saat ini tersangka telah diamankan di Mapolsek Singingi Hilir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi juga masih memburu satu pelaku lain yang hingga kini masih berstatus buronan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 170 KUHP atau Pasal 262 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

“Ancaman pidana terhadap tersangka paling lama 5 tahun 6 bulan penjara,” tutup Kapolsek. (Red/d)

Narkoba Kuansing Digerebek, Tim Elang Kuantan Sita 102 Gram Sabu dan Ekstasi

0
Tim Elang Kuantan Satres Narkoba Polres Kuantan Singingi memperlihatkan tiga tersangka beserta barang bukti narkotika jenis sabu dan pil ekstasi hasil penggerebekan di rumah kontrakan Desa Beringin Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, Senin (18/5/2026). Polisi menyita 164 paket sabu, 14 butir ekstasi, timbangan digital dan sejumlah alat pendukung peredaran narkoba.
Tim Elang Kuantan Satres Narkoba Polres Kuantan Singingi memperlihatkan tiga tersangka beserta barang bukti narkotika jenis sabu dan pil ekstasi hasil penggerebekan di rumah kontrakan Desa Beringin Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, Senin (18/5/2026). Polisi menyita 164 paket sabu, 14 butir ekstasi, timbangan digital dan sejumlah alat pendukung peredaran narkoba.

DETEKSI.co-Kuantan Singingi, Tim Elang Kuantan Satres Narkoba Polres Kuantan Singingi kembali menggagalkan dugaan peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Dalam penggerebekan di sebuah rumah kontrakan di Desa Beringin Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, polisi mengamankan tiga tersangka beserta ratusan paket sabu dan pil ekstasi.

Penggerebekan dilakukan pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 10.30 WIB setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait aktivitas peredaran narkotika yang meresahkan warga di kawasan tersebut.

Kapolres Kuantan Singingi Hidayat Perdana melalui Kasat Resnarkoba Hasan Basri mengatakan informasi dari masyarakat langsung ditindaklanjuti oleh Tim Elang Kuantan dengan melakukan penyelidikan intensif.

“Tim menemukan sebuah rumah kontrakan yang diduga dijadikan lokasi transaksi narkotika. Saat dilakukan penggerebekan, tiga orang tersangka berhasil diamankan di dalam kamar rumah tersebut,” ujar AKP Hasan Basri.

Dalam pengungkapan kasus narkoba Kuansing tersebut, polisi mengamankan tiga tersangka masing-masing berinisial MP (22), KR (18), dan HP (34).

Ketiganya diduga terlibat sebagai pengedar narkotika di wilayah Kecamatan Kuantan Tengah.

Saat penggeledahan yang turut disaksikan perangkat desa setempat, polisi menemukan 164 paket plastik klip bening berisi diduga sabu dengan berat kotor total mencapai 102,71 gram.

Selain sabu, petugas juga menyita 14 butir pil ekstasi dengan berat kotor total 7,19 gram.

Tidak hanya narkotika, polisi juga menemukan sejumlah alat yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran narkoba.

Barang bukti lain yang diamankan antara lain pipet kaca pyrex, dua unit timbangan digital, bong, plastik klip kosong, pipet pembungkus, lakban hitam, gunting, tiga unit telepon genggam, uang tunai Rp350 ribu serta satu unit sepeda motor Honda Beat tanpa nomor polisi.

AKP Hasan Basri menjelaskan, pengembangan kasus dilakukan setelah petugas memeriksa isi telepon genggam milik tersangka MP (22).

Di dalam ponsel tersebut, polisi menemukan foto denah lokasi penyimpanan narkotika.

Berbekal petunjuk itu, Tim Elang Kuantan kembali melakukan penyisiran dan berhasil menemukan tambahan 20 paket sabu di sekitar wilayah Kecamatan Kuantan Tengah.

Berdasarkan hasil interogasi awal, tersangka MP mengaku memperoleh narkotika tersebut dari seseorang berinisial HK yang saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Tersangka juga mengaku bekerja dengan sistem upah dan dijanjikan bayaran sebesar Rp1,5 juta.

Hasil tes urine terhadap ketiga tersangka menunjukkan positif mengandung amphetamine.

Saat ini seluruh tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Kuansing untuk proses hukum dan pengembangan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Jo Pasal 612 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah diubah dalam UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

“Ancaman pidana terhadap para tersangka berupa pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun,” tegas AKP Hasan Basri. (Red/d)

Sabu 20 Gram Digagalkan, Satres Narkoba Polres Batu Bara Ringkus Pria Asal Simalungun

0
Personel Satres Narkoba Polres Batu Bara mengamankan seorang tersangka kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu di kawasan Exit Tol Indrapura, Kabupaten Batu Bara. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti sabu seberat 19,91 gram beserta telepon genggam dan kotak penyimpanan narkotika.
Personel Satres Narkoba Polres Batu Bara mengamankan seorang tersangka kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu di kawasan Exit Tol Indrapura, Kabupaten Batu Bara. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti sabu seberat 19,91 gram beserta telepon genggam dan kotak penyimpanan narkotika.

DETEKSI.co-Batbara, Satres Narkoba Polres Batu Bara kembali menunjukkan keseriusannya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Kabupaten Batu Bara. Seorang pria muda asal Kabupaten Simalungun berhasil diamankan bersama barang bukti sabu seberat hampir 20 gram di kawasan Exit Tol Indrapura.

Pengungkapan kasus narkoba tersebut berlangsung pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di Desa Sipare-pare, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara.

Kasus ini menjadi bagian dari komitmen jajaran Polda Sumatera Utara dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Sumatera Utara.

Pengungkapan kasus sabu di Batu Bara itu berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya seseorang diduga menyimpan narkotika jenis sabu di kawasan Exit Tol Indrapura.

Mendapat laporan tersebut, personel Satres Narkoba Polres Batu Bara langsung melakukan penyelidikan dan pengintaian di lokasi yang dimaksud.

Setelah memastikan keberadaan target, petugas bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial A.B. (22), warga Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan dua plastik klip transparan ukuran besar yang diduga berisi narkotika jenis sabu.

Dari hasil penimbangan awal, barang bukti sabu tersebut memiliki berat bruto mencapai 19,91 gram.

Selain sabu, petugas juga menyita satu kotak berwarna biru bertuliskan National yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan narkotika.

Petugas turut mengamankan satu unit telepon genggam Android merek Huawei warna biru yang diduga berkaitan dengan aktivitas pelaku.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka mengakui seluruh barang bukti narkotika tersebut merupakan miliknya.

Usai diamankan, tersangka bersama seluruh barang bukti langsung dibawa ke Satres Narkoba Polres Batu Bara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara Ferry Walintukan menegaskan pihaknya akan terus melakukan tindakan tegas terhadap pelaku peredaran narkotika.

“Setiap informasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti secara serius. Polda Sumut bersama jajaran akan terus melakukan langkah-langkah penindakan terhadap peredaran narkotika demi menjaga keamanan masyarakat,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang berkaitan dengan tersangka.

Selain itu, barang bukti narkotika yang diamankan akan dikirim ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Red/d)

Polrestabes Medan Sikat 143 Kasus, 178 Tersangka Dibekuk

0
Kapolrestabes Medan Jean Calvijn Simanjuntak bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri konferensi pers pengungkapan 143 kasus kriminalitas di Mapolrestabes Medan, Selasa (19/05/2026). Sinergi aparat kepolisian dan Pemerintah Kota Medan ditegaskan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Kapolrestabes Medan Jean Calvijn Simanjuntak bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri konferensi pers pengungkapan 143 kasus kriminalitas di Mapolrestabes Medan, Selasa (19/05/2026). Sinergi aparat kepolisian dan Pemerintah Kota Medan ditegaskan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

DETEKSI.co-Medan, Polrestabes Medan menunjukkan komitmen kuat memberantas kriminalitas di Kota Medan. Dalam konferensi pers di Lapangan Apel Mapolrestabes Medan, Selasa (19/05/2026), Kapolrestabes Medan Jean Calvijn Simanjuntak membeberkan hasil pengungkapan ratusan kasus tindak pidana yang selama ini meresahkan masyarakat.

Pengungkapan besar-besaran itu mencakup kejahatan jalanan, narkoba, perjudian hingga aksi premanisme. Total sebanyak 143 kasus berhasil diungkap dengan 178 tersangka diamankan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 tersangka diketahui merupakan residivis. Bahkan, 7 tersangka lainnya tercatat terlibat dalam 9 laporan polisi berbeda.

Kapolrestabes Medan menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku kriminal di wilayah hukumnya. Menurutnya, pemberantasan kejahatan jalanan atau 3C, narkoba, perjudian dan premanisme menjadi prioritas utama jajaran Polrestabes Medan.

“Kami berkomitmen memberikan rasa aman bagi warga Medan. Kejahatan jalanan dan narkoba adalah prioritas utama. Tidak ada tempat bagi premanisme dan praktik judi di kota ini,” tegas Kombes Pol Jean Calvijn di hadapan awak media dan unsur Forkopimda.

Sebagai bentuk ketegasan aparat, polisi juga memberikan tindakan tegas dan terukur terhadap 5 tersangka dalam 4 kasus menonjol karena berusaha melawan petugas saat penangkapan.

Data yang dipaparkan menunjukkan tingginya intensitas penindakan yang dilakukan aparat kepolisian.

Untuk kasus kejahatan jalanan, polisi mengungkap 47 kasus dengan total 64 tersangka.

Sementara dalam kasus narkoba, sebanyak 86 kasus berhasil dibongkar dengan 100 tersangka diamankan.

Barang bukti yang disita juga tergolong besar. Polisi menyita 225,23 gram sabu, 288,6 gram ganja, 6 butir ekstasi, 8 botol pod vaping liquid serta 4 cartridge yang mengandung narkotika.

Selain itu, Polrestabes Medan juga mengungkap 10 kasus perjudian dan premanisme dengan total 14 tersangka.

Pengungkapan kasus juga dilakukan jajaran polsek di wilayah hukum Polrestabes Medan.

Polsek Medan Helvetia berhasil mengungkap 2 kasus pencurian dengan kekerasan atau curas.

Polsek Medan Baru mengungkap 7 kasus pencurian dengan pemberatan atau curat serta 2 kasus pencurian kendaraan bermotor.

Sementara Polsek Medan Kota berhasil mengungkap 2 kasus aksi premanisme.

Pemko Medan dan TNI Dukung Penuh

Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menilai langkah tegas Polrestabes Medan berdampak besar terhadap rasa aman masyarakat saat beraktivitas.

Dukungan juga datang dari Dandim 0201/Medan Delli Yudha Adi Nurcahyo yang menegaskan kesiapan TNI bersinergi dengan Polrestabes Medan melalui patroli bersama untuk menjaga keamanan Kota Medan.

Dalam kesempatan itu, Kapolrestabes Medan juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan agar datang langsung ke Polrestabes Medan.

Masyarakat diminta membawa dokumen kepemilikan kendaraan yang sah untuk dilakukan pengecekan autentifikasi.

“Jika cocok, kendaraan bisa dibawa pulang tanpa dipungut biaya sepeser pun atau gratis,” ujar Kapolrestabes Medan. (Red/d)